Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
par 156 capter 60


__ADS_3

''Awas Fer''.Andri langsung menjerit saat melihat ada sebuah mobil yang tiba-tiba melintas didepan mobil mereka.


''Brukk''.


''Mati kita Fer''.gumam laki-laki itu lagi dengan wajah pias.karna sekarang tampa sengaja mereka menabrak mobil berwarna silver yang melintas didepan mobil mereka.


''Gimana ini Fer''?.lagi dan lagi Andri berguman dengan wajah kawatir.


Sementara Fero''?.laki-laki itu hanya diam saja tampa suara.pikirannya masih pokus melayang entah kemana''?.


''Woy keluar lho''?.


''Fer mati kita sekarang Fer''.


''Ada apa''?.gumam Fero yang baru menyadari jika sekarang ada yang sedang mengetuk kaca mobil.


''Lah malah nanyak''!.lu ngak sadar kalau lu udah nabrak mobil ntu cewek''.balas Andri lagi yang kini semakin takut.


''What''?.kaget laki-laki itu dan langsung menoleh kearah sumber suara.


''Buka pintunya,kurang ajar ya kalian"?.


''Buk..buk..buk''.lagi-lagi wanita itu mengedor kaca jendela mobil dengan kesal.


''Fer gimana ini Fer''?.Fero tak bergeming laki-laki itu langsung membuka pintu mobil dan langsung melangkah keluar.


''Woy Bangs''???seketika wanita itu langsung membeku saat melihat Fero keluar dari mobil, begitu juga dengan Fero. laki-laki itu hanya mampu terdiam dengan lidah yang terasa kelu.


''Fero''?.gumam wanita itu lirih dengan mata yang sudah mulai kerkaca-kaca.


''Alin''?.gumam Fero dengan wajah terkejut namun sejurus kemudian laki-laki itu kembali memasang wajah dinginnya.


Alin Addnan umur 24 tahun adalah wanita dari masa lalu Fero,wanita yang mengenalkan dirinya apa itu cinta dan wanita ini juga yang mengenalkan dirinya bagai mana sakitnya putus cinta dan bagai mana kecewanya dan sedihnya dicampakkan karna statusnya sebagai anak haram.


"Bruk".


Tampa berbicara sepatah kata pun Alin langsung menghambur memeluk tubuh tegap Fero,membuat laki-laki itu tertegun dan diam tampa membalas pelukan wanita dari masa lalunya itu.


"Fer aku rindu".lirih wanita itu disertai isak tangis.


Fero masih tetap diam.bahkan laki-laki itu sama sekali tidak membalas pelukan dari Alin.


"Kenapa kau diam''?.apa kau tak merindukanku"?.gumamnya lagi dengan kepala terus membenam didada bidang Fero.

__ADS_1


''Maaf anda siapa ya''?.tanya Fero dengan wajah dingin.


''Deg''.


Alin membeku ditempatnya berdiri,detik berikutnya wanita itu langsung menjauhi Fero,dengan mata yang mulai meneteskan cairan bening.


''Fer''?.gumamnya disertai isakan lirih.


Fero tak bergeming laki-laki itu mengambil dompetnya dan menyerahkan beberapa uang kepada Alin kemudian kembali bersuara.


''Saya rasa itu cukup untuk memperbaiki kerusakan mobil anda''.setelah mengatakan itu semua dan meletakkan uang ditangan Alin, Fero langsung melangkah memasuki mobil miliknya kembali.


''Fero''?.Alin berusaha untuk mengejar lak-laki itu namun Fero sama sekali tidak menjawab apa lagi berpaling.


''Dia siapa''?.tanya Edo dan Andri.


''Ngak kenal''.jawab Fero singkat.setelah menjawab itu semua Fero kembali melajukan mobil miliknya menuju hotel.


Selang beberapa saat mobil yang mereka kendarai sudah sampai diparkiran Hotel,Fero yang sudah benar-benar lelah dengan cepat melangkah memasuki Hotal.


''Lho serius ngak kenal tu cewek''?.tanya Edo lagi berusaha memastikan.


''Ngak''.jawab Fero cuek.


''Sok kenal aja kali''.celetuk Fero sambil memesan sebuah kamar.


Setelah mendapatkan kunci kamar Fero dengan cepat menuju kamar yang sudah iya pesan.tubuh dan hatinya yang lelah membuat laki-laki itu membutuhkan istirahat agar besok pikirannya kembali Fres.


Saat sampai dikamar Fero langsung menurunkan tas punggung miliknya kemudian melangkah menuju kamar mandi.selang beberapa saat laki-laki tampan itu sudah keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk.


''Lu mau sholat Fer''?.tanya Andri karna sekarang kebetulan sudah azan magrib.


''Iya''.jawab Fero pendek kemudian melangkah mendekati ransel miliknya dan mengeluarkan baju koko dan juga sarung tak lupa peci untuk dirinya melaksanakan sholat.


Hampir setengah jam laki-laki tampan itu duduk diatas sajadah hingga Edo yang baru saja selesai mandi sudah mengelus-elus perutnya yang sudah keroncongan sejak tadi.


''Lama banget dia sholatnya''?.akhirnya laki-laki konyol itu bertanya pada Andri yang sudah selesai dengan sholatnya sejak tadi.


''Dia lagi banyak masalah kali''.celetuk Andri singkat, sambil merapikan sajadah miliknya dan ikut duduk disebelah Edo.


''Banyak masalah kok malah diem disitu''.celetuk Edo sambil terkekeh.


''Jangan anggap remeh seseorang yang punya masalah dan berlimpuh memohon pertolongan pada Allah''.lho tau Do''?. sekuat apa pun Lho berusaha jika Allah tidak meridhoi maka usaha lho hanya akan sia-sia''.balas Andri membuat Edo seketika menoleh kemudian iya menganguk.

__ADS_1


''Lu benar''.gue bangga sama Fero baru kemaren gue senang dia mau ngikuti jalan gue''.eh sekarang sudah pindah jalan''.gue ngak jadi punya teman deh''.lagi-lagi laki-laki itu terkekeh hinga Andri memukul kepalanya kuat.


''Dasar gila''.kesalnya karna Edo susah sekali diajak berubah dan serius.


''Sakit Dri''.


''Bodo amat''.kesal Andri kemudian bangkit berdiri dan melangkah mendekati Fero.


''Makan yuk Fer''?.ajaknya karna sejak tadi sebemlnarnya dirinya juga sudah menahan lapar.


''Iya ayo''.Fero dengan cepat meletakkan sajadah dan peci miliknya,kemudian menganti sarungnya dengan celana bahan berwarna hitam.


Meskipun hanya mengenakan baju koko dan celana bahan namun ketampanan seorang Fero sama sekali tidak bisa dipungkiri.


Banyak pasang mata yang menatap Fero dengan takjup saat mereka berada didalam Life.


Namum Fero yang banyak diminati tapi Edo lah yang banyak mendapatkan target untuk malam ini.


"Dasar otak mesum".kesal Andri sambil menatap Edo tajam.


Sementara Fero"?.laki-laki itu hanya diam saja tampa mau perduli dengan apa yang dilakukan orang-orang disekitarnya, pikirannya kini terbang melayang entah kemana"?.


"Alin"?.batin Fero, laki-laki itu benar-benar tidak menyangka bisa bertemu dengan wanita masa lalunya disini.


Namun entah kenapa saat wanita itu memeluk dirinya Fero tak lagi merasakan getaran aneh yang sama saat mereka masih bersama dulu.


"Lho kenapa dari tadi diam saja"?.apa ada masalah"?.tanya Andri saat mereka melangkah menuju restoran yang ada dihotel.


"Ngak ada, gue hanya lelah".balas Fero yang dijawab Andri dengan angukan kepala.laki-laki itu tau jika sekarang sahabatnya sedang ada masalah.namun Andri tak ingin memaksa Fero untuk bercerita, biarlah nanti sahabatnya itu yang bercerita sendiri padanya jika mungkin Fero sudah siap.


"Lho mau makan apa"?.tanya Fero pada Edo setelah mereka duduk disalah satu restoran.


"Fero kau disini"?.


💥💥💥💥


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Yuk mampir dinovel outhor yang lain.👇👇👇



Tbc.

__ADS_1


__ADS_2