
Fildan tak menjawab pertanyaan sang istri laki-laki itu mapah melangkah mendekati istri cantiknya itu,perlahan tangannya meraih pingang ramping sang istri dan membawanya kedalam dekapan hangatnya.
''Aa''??.Fildan dengan cepat membungkam bibir sang istri dengan bibirnya membuat pertanyaan yang akan dilontarkan Ayra kembali iya telan.
Dan akhirnya kedua suami istri yang tak muda lagi itu kembali menghabiskan malam panas mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Subuh menjelang.
''Tring...tring...tring''.
Suara alaram yang sengaja distel membuat wanita yang kini masih terlelap dalam tidurnya itu kini terbangun dengan semangat.
Wanita cantik itu sepontan terduduk dan langsung berdiri dengan tubuh yang masih sempoyongan karna masih menahan kantuk dan juga masih mengumpulkan kesadaran.
Jemari lentiknya mengusap-usap matanya agar pandangannya tidak lagi buram.
''Duk''.
''Aduh sakit''.desisnya saat tampa sengaja kakinya menyandung puntu kamar mandi,otomatis hal itu membuat mata seorang Ayli langsung terbuka lebar.
''Malah luka lagi''?.keluhnya yang melihat kuku jempolnya yang kengeluarkan sedikit darah.
''Mendingan gue mandi,entar ketingalan lagi''?.gumamnya sambil berdiri dari jongoknya,kemudian kembali melangkah menuju kamar mandi dengan menahan perih dikakinya.
''Aduh perihnya''.lagi-lagi wanita itu mengaduh kesakitan saat dirinya menyirami tubuhnya dengan air panas.
Namun tekatnya yang kuat untuk bertemu Fero dan meminta maaf dengan laki-laki itu, membuatnya tak mengindahkan kakinya yang perih ditambah kini tubuhnya yang sudah mulai mengigil,karna menahan dinginnya cuaca diwaktu subuh.
Hanya butuh waktu lima menit wanita itu sudah selesai dengan mandinya dan kembali melangkah menuju kamar dengan kaki terpincang-pincang.
''Malah sakit lagi,masak iya gue kejakarta bertemu Fero dengan kaki pincang gini''? lagi-lagi dirinya berbicara sendiri sambil mengobati kakinya yang terluka.
Selesai mengobati kakinya Ayli dengan cepat mengenakan pakaian miliknya.
Kaos kedodoran dan juga celana trening,tak lupa wanita cantik itu memakai jaket mengingat dirinya mudah sekali kedinginan.
''Tok...tok..tok''.
''Siapa''?.
''Mama sayang''.mendengar suara Mamanya dengan cepat Ayli melangkah membukanan pintu.
''Lho anak Mama sudah siap''?.Ayra bertanya sambil menahan senyumnya saat melihat putrinya itu begitu semangat untuk pergi kejakarta.
Ayra tau bahwa putrinya menyukai putra dari rekan bisnis suaminya itu,namun kembali lagi pada Fildan.laki-laki itu sangat keras kepala, sangat susah diajak kerja sama jika menyangkut masa depan putrinya.
''Sudah Ma''?.menjawab dengan wajah malu-malu.
__ADS_1
''Semangat banget mau pergi kejakarta,ada apa''?.
''Ngak ada Ma,Ai cuman kangen Ibu''.
''Hem''?.jawab Ayra dengan wajah mengoda.
''Ya sudah ayo turun,Papa sudah nunguin dibawah''.Ayra berbicara sambil melangkah keluar kamar, diikuti Ayli dari belakang sambil membawa koper miliknya.
''Lho Ma''!.kok ramai gini sih''.wanita yang baru saja menginjakkan kakinya dilantai bawah itu jelas terkejut saat melihat banyaknya orang yang berkumpul dirumahnya.
''Mama ngak tau,Papa kamu tu''.jawab Ayra yang juga bingung melihat tingkah konyol suaminya,yang membawa orang seabrek-abrek,seperti mereka akan melakukan demo.
''Hem''?.Ayli hanya berguman dan sepertinya remaja itu paham apa tujuan sang Papa.
''Alex,Jo lho juga ikut''?.Ayli jelas terkejut saat melihat siapa yang kini sedang duduk diruang tamu,kenapa Papanya itu membawa Jo dan Alex ikut serta''?. bukankah Papanya tidak terlalu menyukai kedua laki-kaki itu''?.
Entah lah''!. Papanya kadang-kadang susah ditebak dan dimengerti.
''Iya''.jawab keduanya serentak.
''Udah ayo brangkat,ngapin sih nanyak mulu bawel''.Emile dengan cepat menarik sepupunya itu agar segera keluar dari rumah dan berangkat kejakarta agar mereka segera sampai.
''Bik tolong bawakan koper Ayli''.pinta David yang juga ikut pergi kejakarta.
Laki-laki itu benar-benar semangat untuk pergi,mengingat sekarang istrinya ada dijakarta, menambah semangat laki-laki itu untuk pergi mengikuti sang Papa.
Awalnya Fildan meminta dirinya untuk tetap tingal dikota K,mengingat Fildan sudah pergi jadi otomatis perusahaan mereka akan tinggal.
Apa lagi Cerry masih remaja pemikirannya masih labil, jadi tak heran jika dirinya takut istrinya akan berpaling pada laki-laki lain.
Dinginya subuh mengiringi perjalanan mereka.
Fildan, Ayra,Ayli dan David mereka ada dimobil yang sama.sementara Alex,Jo dan Emile berada disatu mobil yang sama yaitu mobil Alex.
''Ma dingin''.keluh Ayli dengan tubuh yang mulai merapat pada tubuh sang Mama.
''Makanya Papa bilang ngak usah ikut,ngotot sih''.Fildan sudah mulai mengomel membuat Ayra mengelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya itu.
Ayli tak menjawab,remaja itu hanya diam sambil tetap duduk merepat disamping Mamanya.
''Sini Mama peluk''.Ayra langsung menarik tubuh putrinya kedalam dekapan.
''Berhenti sholat dulu Vid''.suara Azan subuh yang mengema dari sebuah mesjit yang mereka lewati membuat Fildan meminta putranya untuk berhenti.
''Iya Pa''.laki-laki itu menjawab sambil menghentikan mobilnya diparkiran sebuah mesjit,diikuti mobil Alex dari belakang.
''Ngapin berhenti''?.tanya Jo yang heran melihat mobil Fildan berhenti.bahkan terlihat semua yang ada dimobil itu sudah keluar dan melangkah menuju mesjit.
''Ngapin lagi,mau sholat lah,masak mau makan''.balas Emile membuat Alex terkekeh.
__ADS_1
''Oh kirain''???.
''Kirain apa''?.
''Kirain mau istirahat ''.
''Elah''. lu islam bukan sih''?.
''Ya islam lah,masak ngak''.balas Jo sok Ok.
''Lah trus''?.kenapa masih bertanya''?.
''Ya gue kan ngak tau kebiasaan keluarga lu seperti apa''?.
''Udah buruan,npain malah bertengkar disini sih''?.kesal Alex karna kedua temannya itu malah berdebat.sementara suara Azan sudah berakhir.
''Eh iya''.akhirnya ketiga pemuda itu langsung melangkah dengan cepat menuju mesjit dan melaksanakan sholat subuh.
Setelah selesai melaksanakan sholat subuh tepat pukul lima subuh kedua mobil itu kembali melaju membalah jalanan yang sudah mulai dilalui beberapa kendaraan mobil atau bahkan motor.
Tepat pukul sebelas siang kedua mobil itu sampai dijakarta tepatnya didepan rumah Ben .
Wajah bahagia jelas terpancar diwajah remaja berkaca mata itu membuat Fildan melirik putrinya tajam.
"Ini rumah siapa"?.tanya Alex saat ketiga pemuda itu sudah keluar dari mobil.
"Rumah Om gue".ayo masuk"!.ajak Emile diikuti Alex dan juga Jo.
"Ibu".jerit Ayli saat melihat wanita paruh baya yang selalu menyayangi dirinya dengan tulus itu kini sudah berdiri didepan pintu menyambut kedatangan mereka.
''Sayang Ibu kangen''.Siti melangkah dengan cepat mendekati Ayli dan menarik keponakan nya itu kedalam dekapan.
''Ibu Ai kengen''!.lirihnya dengan nada manja.
''Idih cengeng''.entah dari mana datangnya remaja konyol itu''?.tiba-tiba saja sudah berdiri didepan pintu.
''Ibu''?.manja Ayli seperti biasa,namun detik berikutnya wanita yang ingin menangis itu langsung terdiam saat melihat ada seorang remaja wanita yang juga ikut menyusul keluar dan berdiri tepat disamping Leo.
"Dia siapa Bu"?.
💥💥💥💥
Makasih sudah mampir mohon like vote and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Yuk mampir dinovel outhor yang lain.👇👇👇
__ADS_1
Tbc.