
''Sayang buka pintunya''?.David mengentuk pintu kamar sang istri disertai pangilan pelan.
Laki-laki yang satu ini sudah sangat mirip dengan laki-laki yang sedang berselingkuh dengan istri orang.
''Sayang buka pintunya''.sudah mulai kesal karna istrinya itu tak urung membukakan pintu untuknya.
''Oh ayo lah''.lirihnya disertai usapan kasar diwajahnya yang kusut dan masam.
''Sayang''?.kali ini bukan lagi bisikan tapi lebih tepatnya disebut pangilan yang lumayan keras.
Mambuat seseorang yang ingin mengambil air didapur segera menoleh.
''Heh''. apa yang kau lakukan disana''?.
David tidak langsung menoleh,jantungnya berdebar sangat cepat.laki-laki yang satu itu benar-benar takut sekarang.
''Kau sedang apa''?.David segera menoleh saat dirinya sudah bisa mengenali suara seseorang yang kini sudah menepuk pundaknya.
''Om''?.jawabnya disertai cengiran,bahkan jemarinya langsung mengusap dadanya saat melihat siapa yang berdiri dibelakangnya sekarang.
Ben laki-laki yang awalnya berniat mengambil minum itu langsung mengurungkan niatnya saat melihat seseorang yang sangat mencurigakan mengetuk kamar istri keponakannya itu.
''Astaga kau ini membuat Om terkejut saja''.gerutunya disertai jitakan dikepala membuat siempunya meringis menahan sakit.
''Sakit Om''.lirih David menoleh kesal pada Omnya itu.
''Apa perduliku,kau kenapa kepengen''?.celetukan Ben asal membuat David tersedak ludahnya sendiri.
''Apa maksud Om''?.bertanya masih dengan nada terbatuk-batuk.
Membuat Ben mencabik kemudian bebisik.''Kau kepengen enak-enak''.
"Dasar laki-laki konyol ini".batin David merutuki bibir Omnya yang asal coplos.
"Aku belum setua itu,cepat kau masuk jika tidak kau otomatis akan bertemu dengan seisi rumah dan itu sudah bisa dipastikan malam ini akan terjadi pembuangan anak".celetuk Ben tampa beben membuat Jantung David otomatis berdetak lebih cepat.
__ADS_1
Hingga nafsu yang tadinya sudah memuncak langsung ciut saat mengingat dirinya akan dibuang oleh sang Papa,bahkan mungkin dirinya tak akan diakui anak lagi oleh Papanya itu.
"Ya sudah Om David masuk kekamar dulu".
"Lho kok kesana"?.jelas heran,saat melihat David malah melangkah menuju kamar atas.
Sementara niat awal laki-laki itu mau masuk kedalam kamar sang istri bukan"?.
"David takut Papa tau Om".lirihnya disertai tarikan nafas panjang.entah apa jadinya pernikahan mereka jika terus dibunyikan seperti ini"?.
"Om sarankan lebih baik kamu jujur mulai dari sekarang,dari pada nanti Papa kamu taunya dari bibir orang lain"?.
"David belum siap Om".lirihnya menunduk.
"Belum siap apa"?.seketika keduanya menoleh kesumber suara.
"Deg"?.
Dada seorang David terasa sesak begitu juga dengan Ben,saat melihat Fildan kini melangkah menuruni tangga entah mau kemana laki-laki itu keluyuran dimalam hari.
"Kalian ngapin malam-malam begini keluyuran"?.entah Fildan sedang bertanya pada siapa''?. karna pada kenyataannya laki-laki itu kini juga sedang keluyuran ditengah malam buta.
"Lah ngambil minum kok didepan kamarnya keponakannya Siti".entah keluar dari bibir siapa yang mengatakan jika Cerry adalah keponakannya Siti.
Sementara David mengatakan pada Leo jika Cerry adalah adik dari sahabatnya.
Entahlah kenapa jadi ngawur begini"?.
"Iya tadi kebetulan Ben baru saja menonton Tv,tapi malah ketemu David disini,jadi yah''?. kita ngobrol sebentar".terpaksa seorang Ben berbohong demi melindungi keponakannya itu.membuat David menarik nafasnya lega karna merasa untuk kali ini dirinya akan selamat tapi tidak tau nanti''?.
"Apa yang kau tonton dimalam buta begini"?.jangan bilang kau mau mendekati gadis bau kencur itu".Fildan tetap lah Fildan, suka sekali asal kalau berbicara membuat David atau pun Ben tersenyum masam.
"Ya ampun Kak aku hanya membantu putramu mendekati gadis ini,supaya dia tidak jomblo lagi".celetukan Ben membuat Fildan dan David saling tatap.namun dengan tatapan berbeda.
Jika David menetap Papanya dengan tatapan takut,namun berbeda dengan Fildan"?.Fildan kini menatap putranya dengan tatapan jahil.
__ADS_1
"Apa kau menyukainya"?.tanya laki-laki paruh baya itu disertai cengiran khas miliknya.
Membuat raut wajah David berubah darastis.yang tadinya masam kini berubah tersenyum cerah.
"Dia itu masih kecil,lebih kecil dari adikmu.dia itu lebih pantas dengan Leo".seketika itu juga senyum yang tadinya mengembang langsung berubah drastis.
Ben yang mendengar celetukan asal Kakak iparnya itu langsung tertawa lepas.membuat David semakin kesal dan akhirnya melangkah menuju kamar miliknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Subuh menjelang.
Pukul tiga subuh rumah kediaman Fero sudah berisik dengan suara bising yang berasal dari luar,bahkan berkali-kali terdengar gedoran dipintu kamar sang Kakak,membuat tidur Fero yang awalnya nyenyak kini langsung terbangun.kepalanya langsung menoleh kesamping kiri tepatnya disamping tempat tidur diatas nakas yang terdapat jam weker miliknya.
''Brisik banget masih pukul tiga''.gumamnya sambil kembali berbaring dengan menutupi kupingnya mengunakan bantal.
Namun suara berisik yang berasal dari luar tidak juga bisa diredam.
Hinga akhirnya laki-laki itu memutuskan untuk bangkit berdiri dan melangkah menuju keluar.
''Ada apa sih Ma''?.tanya laki-laki itu saat melihat Mamanya masih bediri didepan pintu kamar sang Kakak.
''Tau nie Kakak kamu dari tadi Mama bangunin ngak juga mau bangun,padahal sebentar lagi MUA datang''.omelmya masih terus mengedor pintu kamar Aulia.
''Kenapa ngak pakai kunci cadangan aja sih Ma''?.Mama kan tau Kakak kalau tidur ngebo''.
''Oh iya Mama lupa''?.Anin menepuk keningnya sendiri kemudian melangkah''?. bukan melangkah dengan pelan,tapi lebih tepatnya berlari menuju kamarnya untuk mengambil kunci cadangan.
''Mama ada-ada saja''.geritu Fero sambil melangkah menuju kamar miliknya kembali.
''Eh..eh mau kemana lagi''?.
💥💥💥💥
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
__ADS_1
Maaf masih banyak typo.,🙏🙏🙏
Tbc.