Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
par 155 capter 59


__ADS_3

''Kenapa tidak Asisten Papamu saja yang kesini''?.tanya Fildan dengan tatapan mengintimidasi.


Membuat Fero yang duduk didepannya menjadi gelagapan.dan spontan meremas jemarinya,bahkan keringat dingin ditubuh laki-laki itu semakin mengucur.


''Anun Om''!.itu Asisten Papa lagi sibuk''.akhirnya dengan nada terkesan lirih Fero mengatakan alasan yang menurutnya sangat masuk akal.


''Hem''!!.gumaman Fildan yang disertai senyum masam membuat pemuda itu semakin gugup.


''Om bisa numpang sholat''?.pertanyaan Andri seolah-olah bagaikan siraman air digurun pasir.


"Oh sukur lah".batin Fero merasa lega karna merasa diselamatkan oleh sahabatnya itu.


"Oh tentu".Bik tolong antarkan kekamar tamu Bik".bukan Fildan yang menjawab,melainkan Ayra yang menjawab disertai senyum ramah dan lebut khas milik ya.


"Saya juga permisi mau Sholat Om".pinta Fero dan Edo secara bersamaan.


"Iya ayo silahkan".


"Terimakasih Tente".permisi Om".


"Hem".jawaban dingin dan cuek Fildan mengiringi langkah ketiga pemuda itu.


Dikamar.


"Galak amat calon mertua lu".celetuk Edo sambil duduk diatas tempat tidur.


"Hufh".gue ngerasa oksigen benar-benar menipis".gumam Fero sambil menarik nafasnya panjang dan membersihkan keringat yang mengalir dikening dan wajahnya.


"Ha..ha".tampa sengaja Andri tertawa lepas saat menoleh kearah Fero.sahabatnya itu benar-benar menyedihkan,wajah Fero pucat dipenuhi keringat,bahkan Andri meraba-raba Dada Fero yang masih berdebar tak beraturan.


"Apa-an sih lu Dri"?.gue rasanya mau mati tau ngak"?.ketus Fero sambil menepis tangan sahabatnya itu.


"Udah buruan sholat,entar pak takur ngamuk lagi".celetuk Andri lagi membuat Edo tertawa lepas.


"Diam lu Do".Lu mau entar lu diusir"?.tanya Andri sambil menatap sahabatnya itu kesal.


"Elah tadi Lu ketawa boleh,giliran gue kenapa cobak ngak boleh"?.kesalnya dengan tatapan tajam.


"Suara tawa gue ngak sekuat tawa lu".Andri berbicara sambil melangkah memasuki kamar mandi untuk mengambil Wudhu saat melihat Fero sudah keluar dari kamar mandi.


"Den ini sajadahnya"?.


"Iya Bik,terimakasih".Fero meraih sajadah yang diberikan Bik Atun kemudian melangkah disisi tempat tidur dan mengelarnya disana.


"Lho ngak sholat Do"?.tanya Fero sambil melirik Edo dengan ekor matanya,bukan dirinya sok alim,tapi Fero ingin dirinya dan Edo mau berusaha untuk memperbaik diri agar menjadi lebih baik lagi.


"Nanti".jawab Edo dengan mata yang sudah mulai terlelap.


"Ya sudah gue sholat dulu".


"Hem".laki-laki itu hanya bergumam dengan mata yang sudah mulai terpejam,selang beberapa saat laki-laki itu sudah terbang kealam mimpi,padahal baru saja beberapa saat yang lalu Edo bangun dari tidurnya,lah sekarang malah sudah tidur lagi.

__ADS_1


"Ck".katanya tadi mau sholat.lah,sekarang malah molor".kesal Andri sambil menatap Edo yang tenang dalam tidurnya.


Hampir setengah jam ketiga laki-laki itu ada didalam kamar bahkan Fero dan Andri memutuskan untuk sekalian mandi.


"Do bangun,kita mau balik.lu mau tingal disini"?.pangil Fero sambil mengoyang-goyangkan pundak sahabatnya yang masih terlelap.


"Do lho mau diusir bokapnya Ayli"?.gue mah ogah Do".celetuk Andri yang mulai kesal dengan tingkah sahabatnya itu.


"Edo"?.pekiknya kuat,hingga membuat Edo seketiga gelagapan dan bangkit dari berbaringnya.


"Ada apa"?.tanya laki-laki itu dengan wajah terkejut.


"Pulang Do pulang".lho nunggu diusir dulu baru mau pergi"?.serkas Andri kesal.


"Udah buruan Do,ini sudah hampir pukul Enam,kita cari hotel yang ada didekat sini saja. gue capek kalau harus pulang sore ini".ucapan Fero seketika membuat Edo berdiri dengan penuh semangat.bahkan laki-laki itu melangkah dengan cepat meningalkan Andri dan Fero.


''Ck''.dia selalu begitu''.celetuk Andri sambil menatap punggung Edo yang mulai menjauh.


''Deg''.


Tatapan kedua remaja itu terpaku seolah enggan untuk berkedip.


Ayli yang baru saja melangkah memasuki rumah saat pulang dari kampus seketika membeku saat melihat seorang laki-laki yang baru saja keluar dari kamar tamu.


''Ehem''.suara deheman yang keras membuat Fero dan Ayli seketika menoleh.


''Om''?.sapa pemuda itu kikuk dan takut.


''Sudah selesai sholatnya''?.tanya Fildan dengan wajah datar sambil melirik kearah putrinya yang kini sudah menunduk takut.


''Ai naik keatas''.pinta Fildan dengan wajah serius.


''Iya Pa''.Ayli menjawab sambil melangkah menaiki tangga tampa menoleh lagi kearah Fero.


''Kalau bagitu saya pamit ya Om''?.pamit Fero dan juga Andri,sementara Edo''!. laki-laki itu sudah melangkah duluan diteras rumah.


''Lho''?. mau kemana''?.Anin yang sedang didapur langsung melangkah keluar,saat mendengar suara ribut yang berasal dari ruang tamu.


''Mau pulang Tante''.jawab Fero sambil tersenyum ramah.


''Lho kok pulang''?.tanya Anin hingga wanita itu mendapatkan lirikan dari sang suami.


Namun Ayra yang merasa tak enak hati akhirnya kembali bersuara.


''Makan malam disini dulu saja bagai mana''?.


''Ngak usah Tante,takutnya nanti malah kemalaman''.tolak Fero,meskipun hatinya mengatakan''Iya Ok Tante''.tapi rasa takutnya kepada Fildan hinga lidah laki-laki itu sulit untuk mengatakan iya.


''Oh''. iya betul itu''.celetuk Fildan membuat Ayra melirik suaminya itu dengan tatapan tajam.


''Ya sudah Fero pamit Om,Tante''?.

__ADS_1


''Iya hati-hati''.jawab Ayra akhirnya sambil membalas salam dari Fero,Andri dan Edo yang baru saja memasuki rumah.


Setelah berpamitan,tepat pukul enam sore Fero kembali melajukan mobilnya.


''Coba buka Goole Maps Dri''.pinta Fero yang sedang menyetir mobil''cari penginapan terdekat''.lanjutnya lagi sambil menoleh kekiri dan kekanan.


''Ok''.jawab Andri yang langsung menjalankan perintah sahabatnya itu.


''Ada ngak''?.


''Ada Fer,diblok M''.


''Dipisat Kota K''?.tanya Fero yang sedikit tau tentang kota itu.


''Iya''.


''Jauh ngak''?.tanya laki-laki itu lagi.


''Ngak,sedikit lagi''.


''Belok Kanan''.pinta Andri yang langsung diikuti Fero.


''Dimana Dri''?.


''Kayaknya itu deh didepan''.Edo yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara.


''Hotel aja lu paham''.celetuk Andri yang kesal dengan sahabatnya itu sejak tadi.


''Iya lah''.perut gue lapar,lagian gue gerah belum mandi''.


''Elah''. lu aja kali yang belum mandi,kita mah udah''.


''Serius''?.


''Serius lah''.


''Kok lu ngak ngajak gue sih''?.


''Gimana mau ngajak lu,orang lunya molor mulu''.jika sekarang Edo dan Andri sedang meributkan suatu hal yang tidak penting


Namun berbeda dengan Fero, laki-laki itu sepanjang perjalanan hanya memikirkan tentang Ayli dan tentang tatapan tidak sukanya Fildan pada dirinya,hati yang awalnya sudah mulai tenang kini kembali gundah.


Laki-laki itu kembali kawatir jika keluarga Ayli tidak akan pernah bisa menerima dirinya.


''Bruk''.


💥💥💥💥


Lah apa tu yang ditabrak Fero''?.


Yuk simak par selanjutnya.jangan lupa dukungannya like vote hadiah and komen.

__ADS_1


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


Tbc.


__ADS_2