Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
par48


__ADS_3

❤️JAGAN LUPA DUKUNGANNYA LIKE VOTE,HADIAH AND KOMEN❤️


gratis Kok makasih.


Plis🙏🙏🙏


''Idih baru pulang Mas''?.Elo langsung datang didepan pintu Apartemen temannya saat melihat Rey pulang dengan wajah lelah dan kusutnya.bahkan mata laki-laki itu memerah nenahan sesak didadanya.


Ingin sekali dirinya menangis tapi iya malu karna dia laki-laki bukan perempuan.andai iya perempuan sudah pasti Rey menangis sekarang.tapi dirinya laki-laki tak mungkin dirinya menaggis.karna itu semua akan menjatuhkan harga dirinya sebagai mantan Bos mafia didepan mantan anak buahnya itu.


''Ck.. kau ini menganguku terus. pergilah aku butuh sendiri''.Rey menatap wajah Elo dengan tatapan jenggah.


Untuk saat ini dirinya benar-benar ingin sendiri.iya tidak ingin digangu manusia cerewet yang satu ini. kepalanya akan semakin sakit jika mendengarkan celotehan sahabatnya itu.


''Eh mau kemana''?.Elo langsung nyeroces saat pintu Apartemen sahabatnya langsung ditutup tak membiarkan iya masuk.


''Ck dia kenapa lagi PMS''?.lirihnya sambil mengangkat bahunya acuh.kemudian melangkah menuju Apartemen miliknya sendiri.


Sementara didalam.


Setelah masuk kedalam rumah Rey langsung melangkah menuju kamar mandi. kemudian membuka seluruh pakaiannya dan berdiri dibawah kucuran air Shower.


Matanya terpejam menikmati guyuran air dingin yang membasahi tubuh tegapnya. detik berikutnya laki-laki tampan itu mulai terisak.dadanya yang sesak kini sudah tak bisa iya tahan.air matanya yang sedari tadi iya tahan akhirnya tumpah juga.


''Sayang kamu dimana Dri''?.lirihnya sambil terus terisak.air yang dingin tak iya hiraukan bahkan kini tubuhnya mulai mengigil pun tak iya perdulikan.

__ADS_1


Bayagan-bayagan saat dirinya terakhir kali berpisah dengan wanitanya itu berputar-putar diigatannya.saat Anin memanggil dirinya hinga wanita itu jatuh dijalanan membuat air matanya kembali menetes tampa bisa iya tahan.


''Bodoh kau Rey. bodoh''.


''Aaaarrrggg...Anin kamu dimana sayang''?..


''Jika memang kamu benaran hamil"?..itu artinya sekarang anak kita sudah besar sayang''.lirihnya hinga iya tersadar kemudian mematikan air shower dan mengambil handuknya yang sudah tersedia dikamar mandi.


Kemudian laki-laki itu melangkah memasuki kamar kembali.iya tak boleh terpuruk seperti ini,Anin dan anaknya pasti membutuh kan dirinya.iya harus semagat harus segera menemukan belahan jiwanya itu.


Membayangkan Anin mempunya buah hati dari cinta mereka berdua, membuat laki-laki itu mempunyai semagat yang sangat luar biasa.


Hinga iya mulai berbaring dengan harapan yang besar. iya akan segera menemukan wanitanya dan juga darah dagingnya.hinga iya terlelap.


Subuh menjelang.


Sementara Kiara wanita itu sudah duluan pergi menuju toko kue milik Anin. karna dirinya lah yang dipercaya Anin untuk membantunya mengelola usahanya itu.


"Pagi Mama".sapa Fero dengan wajah ceria yang selalu iya tampilkan pada Mamanya.


Tak ada yang tau apa yang dialami bocah umur sepuluh tahun itu.dirinya bahkan selalu dibuly dan dihina karna tak punya ayah.namum itu semua selalu iya simpan sendiri agar Mamanya tidak menjadi sedih dan terpuruk.sudah cukup selama ini Mamanya menjadi tulang pinggung keluarga dirinya tak ingin menambah beban sang Mama wanita yang sangat iya sayangi dan iya kagumi selama hidupnya.


''Pagi sayang Kakak mana''?.


''Tu''.Fero langsung menunjuk Sang Kakak yang kini masih asik bercermin dilemari hias yang ada diruang tamu.

__ADS_1


Anin hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya itu.


"Abang mana sayang"?.


"Abang ada' itu Abang".


Terlihat putra pertamanya itu melangkah menuruni tangga. biasa dengan wajah cuek.namun yakin lah Ken sangat Menyeyangi adik-adiknya dan juga keluarganya. meskipun terkesan dingin dan cuek.


''Mama hari ini Aulia pulang agak telat ya''?..Aulia kini sudah ikut bergabung dimeja makan bersama keluarganya.


''Lama ya'lama aja''.celetuk Fero membuat ingatan Anin berputar dimasa lalunya.


Masih jelas diigatannya saat Al memgatakan.


"*Kalau aku hamil gimana Al"?.


"Hamil ya hamil aja*".


Jawaban itu yang selalu tergiang-ngiang dipikiran seorang Anin.yang membuatnya sadar jika Al mang tak pernah mengatakan dirinya igin bertanggung jawab atas kehamilannya.


Bukan maksudnya menyalah kan Al.atau apa-pun. namun iya selalu menyalahkan dirinya sendiri atas kebodohannya sendiri.


Kehidupan yang iya jalanani tak semudah yang dibayangkan. sampai akhirnya iya bertekat tak akan mau termakan rayuan laki-laki mana pun lagi.


"Mama kenapa"?.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Tbc.


__ADS_2