
''Eemm''.lenguhan kecil keluar dari mulut Anin saat merasakan sesuatu yang mengerayangi tubuhnya.
''Mimpi kah atau''?..
''Huaaa''...jeritnya kaget.
''Gudubrak''.Brian langsung terjungkang saat Anin spontan berdiri dari tidurnya membuat laki-laki itu sama sekali tidak bisa mengelak.
''Gapain lho kesini''?..bentak Anin degan nada kesal.
''Masalah kalau gue pulang kerumah gue sendiri''?..Brian berbicara sambil berdiri.
''Cih...rumah Lho sejak kapan lho punya rumah''.
''Nin lho kenapa sih''?..lagi dan lagi pertanyaan seolah-olah Aninlah yang bersalah,membuat wanita itu semakin geram dan jijik melihat laki-laki didepannya sekarang.
''Pergilah aku sudah jijik melihat wajahmu''.
''Kenapa''?Brian berbicara sambil berjalan mendekati Anin.
''Pergilah karna sekarang aku sudah terpuaskan degan pelanggan yang kau carikan untukku''.Anin berbicara sambil melengos meninggalkan Brian degan keterkejutannya.
"Apa maksud mu"?..
Mendegar pertanyaan Brian membuat Anin terkekeh kemudian berkata.
"Bukan kah kau yang mencarikan laki-laki untuk memuaskan ku"?.Hem''?...
"Lalu apa lagi masalahnya"?..sekarang pergilah aku igin berangkat bekerja".Anin berbicara sambil mengibaskan tagannya sebagai tanda mengusir.
"Apa maksudmu menuduhku Anin".suara Brian sudah mulai meninggi.
"Kenapa bukan kah kau juga memiliki wanita lain,kau bahkan tidak perduli deganku,aku hanya wanita normal yang butuh kehagatan".
"Aku masih bisa memberikanmu kehagatan Anin".
"Aku sudha tidak butuh Brian".ucap Anin degan nada geram.
Kemana saja laki-laki ini selama ini kenapa baru sekarnag iya muncul dan pura-pura baik, rasanya igin sekali Anin menendang burung laki-laki ini supaya tidak bisa lagi asal masuk sarang yang salah.
''Nin Mas megiginkan mu sekarang''.Brian berbicara sambil menarik tagan Anin yang terus saja berjalan igin menuju kamar mandi.
''Sayangnya aku ngak tu''.jawab Anin singkat sambil terus berjalan.
__ADS_1
''Keluar Mas Anin igin mandi''.
''Engak kamu masih istri Mas Anin''.
''Sebentar lagi akan jadi mantan Mas".
"Jagan mimpi kamu,Mas tidak akan pernah mau menceraikan mu".bentaknya degan suara kuat.
Anin yang mendegar ucapan Brian hanya terkekeh.
''Kenapa hem''.
''Karna Mas mencintaimu''.
''Ha..ha"..mendegar ucapan Brian seketika itu juga tawa Anin pecah,sungguh sagat lucu laki-laki didepannya sekaranag.
"Apa tadi dia bilang cinta.Ha..ha...cinta sampah''.gerutu Anin kesal dan menatap Brian jijik kemudian berdecih kesal.
"Apa tadi kau bilang cinta aku bahkan sangat membencimu sekarang,bahkan aku itu jjjiiijik.. melihat mu kau dengar".Anin berbicara sambil mendekati wajah Brian kemudian beranjak igin melangkah tapi tagannya cepat-cepat ditahan Brian.
Saat Brian igin mengecup bibirnya dan.
"Duk".Anin langsung menendang inti tubuh Brian.
"Cih".Anin berdecih kemudian melangkah keluar rumah menuju rumah Ayahnya.tujuannya hanya untuk menghindari Brian iya sungguh sagat jijik degan laki-laki itu.
"Ayah anak-anak mana"?.Anin bertanya pada sang Ayah saat melihat laki-laki paruh baya itu sedang bermain degan burung-burungnya.
"Ada didalam lagi main sama bibik".
"Oh..Anin kedalam ya Yah"?..
pamit Anin yang diangguki sang Ayah.
"Ma".jerit Aulia saat melihat Anin berjalan memasuki rumah.
"Sayang".Anin langsung merentangkan kedua tagannya untuk menyambut Anaknya masuk kedalam dekapannya.
"Adia tagan Ma".lirihnya degan bahasa cendelnya.
"Mama juga kagen sayang".Anin melirik Ken sekilas kemudian berkata.
"Ken gak kagen Mama sayang"?..
__ADS_1
"Kagen Ma".jawabnya cuek dan masih asik degan gambarnya.
"Peluk Mama dong".
"Ken sudah besar Ma".
"Waah..anak...Mama sudah pintar sekarang ya"?..Anin berbicara sambil berjalan mendekati Ken yang sedang asik degan gambarnya.
"Lagi gambar apa sayang"?..
"Ken lagi ngegambar keluarga Ma".
Anin melihat gambar yang dibuat anaknya kemudian bertanya.
"Ini gambar siapa sayang"?Anin bertanya saat melihat gambar yang dibuat putranya.
"Ini Mama,Adek trus ini Ken".lirih Ken sambil menunjuk-nunjuk gambar yang iya buat.
"Trus yang jauh ini foto siapa"?Anin bertanya degan kening mengeryit heran.
"Ini gambar Papa yang sudah pergi jauh untuk meninggalkan kita,iya kan Ma"?..Ken bertanya sambil mendongak menatap wajah Anin penuh tanya.
Anin menunduk sedih sedari kecil kedua anaknya tidak mendapatkan kasi sayang dari Papanya.kemudian Anin tersenyum lalu berkata.
''Papa gak pergi kok sayang,Papa cuman tidak tingal bersama kita lagi''.jelas Anin berharap Anaknya percaya sungguh iya benar-benar tidak tega melihat wajah polos anaknya yang merindukan kasi sayang dari Papanya.
''Tapi Ma teman Ken selalu main sama Papanya bahkan mereka selalu dibelikan mainan sama Papanya,bahkan Papanya juga tinggal bersama mereka''.
Nafas Anin terasa tercekat saat mendegar penuturan anaknya.bahkan wanita itu kini tidak mampu lagi untuk berbicara iya hanya menarik anak laki-lakinya itu kedalam dekapannya.
''Audia gak dipeyuk Ma''?.Aulia datang dari belakang Anin degan bibir yang sudah mengerucut.
Anin menatapnya sambil tersenyum,kemudian menarik anak perempuannya kedalam dekapannya.
''Kamu mau kemana''?Ayah bertanya saat Brian igin memasuki rumahnya.
🌹🌹🌹🌹
Jagan lupa hadiah like vote and komen makasih
Bay..bay..😍😍😍
Tbc.
__ADS_1