Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
par 148 capter 52


__ADS_3

''Assalamualaikum''?.salam yang terdengar dari pintu depan membuat keempat manusia yang ada didapur seketika menoleh.


''Siapa Ma''?.tanya Fero sambil meletakkan sendoknya dipiring.karna kebetulan laki-laki itu sudah selesai dengan makannya.


''Mungkin kurir pengantar barang''.


''Barang apa Ma''?.tanya laki-laki itu lagi sambil tetap duduk pada tempatnya.


sejak kecil laki-laki yang satu ini memang terkenal cerewat dan selalu ingin tau.


''Udah ikut Mama aja,cerewet banget sih nie laki-laki''.celetuk Aulia masih dengan mulut yang penuh.


''Idih dasar rakus''.balas Fero sambil melangkah mengikuti sang Mama.


''Itu punya siapa Ma"?.banyak banget''?.Fero melangkah menuju teras dan menatap heran pada truk yang membawa tempat tidur beserta lemari dan masih banyak lagi perlengkapan lain.


''Itu hantaran untuk Kakak''.


''Bu ini mau langsung dimasukkan dikamar atau bagai mana''?.tanya supir truk yang baru keluar dari dalam mobil.


''Langsung masuk aja ya Pak''?.


''Baik Bu''.jawab laki-laki cungkring itu sambil meminta beberapa angotanya untuk mengangkat barang-barang yang mereka bawa.


''Ma''?.


''Iya sayang''.ada apa''?.tanya Anin sambil menoleh pada putranya sekilas kemudian kembali menoleh pada orang-orang yang kini sibuk mengangkat perlengkapan untuk pernikahan putrinya.


''Ma''?.pangil Fero lagi dengan menatap lurus kedepan.


''Ada apa Alfero''?.tanya Anin mulai kesal kerna putranya itu sedari tadi terus merengek.


''Ma nanti kalau Fero sudah punya uang yang cukup,tolong lamarkan Fero ya Ma''?.tanya laki-laki itu terlihat kikuk.


''Lamarkan''?.tanya Anin dengan kening berkerut sambil menatap putranya binggung.


''Iya Ma''.


''Mama harus ngelamar siapa''?.


''Ada deh Ma,nanti Fero kasi tau''.


''Hem baik lah,mulai sekarang harus kerja lebih semangat lagi''.Anin berbicara sambil menepuk pundak putranya.


''Iya Ma terimakasih''.


''Ayo Pak saya bantu''.pinta laki-laki tampan itu sambil melangkah dengan setengah berlari saat melihat beberapa kurur barang mewalahan mengangkat lemari besar.


''Eh iya Mas''.


Hampir setengah Jam Fero membantu para pekerja mengangkat semua barang hantaran menuju kamar sang Kakak.


''Hufh''.capek''.lirih laki-laki itu sambil melihat telapak tangannya yang lecet akibat terkena gesekan yang berasal dari lemari yang iya angkat.

__ADS_1


''Capek sayang''?.tanya Anin sambil membawa Jus jeruk untuk putranya dan juga semua kurir barang.


''Lumayan Ma''.jawab laki-laki itu sambil menyeka keringatnya yang bercucuran.


''Ayo minum Pak,silahkan''.Anin mempersilahkan semua laki-laki yang sejak tadi sudah membantu dirinya mengangkat semua hantaran untuk putrinya.


''Eh iya Bu terimakasih''.jawab semua yang ada disana serentak.


''Ma suap ma,tangan Fero perih''.pinta laki itu sambil menoleh pada gelas jus yang ada didepannya.


''Woy"??. dasar manja''.entah Aulia datangnya dari mana"?. yang jelas wanita jahil itu tiba-tiba saja sudah berdiri diantara Fero dan Mamanya.


''Idih siapa yang manja''?.


''Adek lah siapa lagi''.


''Fero manja Kak,ini ni''?.Fero menegadahkan telapak tangannya tepat didepan wajah Aulia.


''Kenapa tangan lu''?.


''Sakit Kak,Kakak ngak lihat tangan Fero luka''?.tanya laki-laki itu dengan tatapan sedih.


''Idih gitu aja manja''.


''Aulia udah dong,ngak malu diliatin sama banyak orang''?.Anin berbicara sambil menunjuk semua laki-laki yang kini sedang menatap mereka.


''He..he..Maaf ya Om''?.ucap Aulia sambil menyengir.


''Engak apa-apa Neng gelis''.balas laki-laki itu sambil tersenyum ramah.


''Sudah Rey''.


''Oh kupikir belum,kenapa tadi tak meminta bantuanku''?.tanya laki-kaki itu karna memang dirinya setelah makan langsung naik keatas dan terlelap dikamar.


''Tak apa-apa Pa kan ada Fero''.laki-laki tampan itu berbicara dengan nada bangga sambil menepuk dadanya.


''Oh iya ya Papa lupa,kalau sekarang Papa punya kembaran''.laki-laki peruh baya itu berbicara sambil terkekeh renyah.


''Kalau gitu kami permisi dulu ya Pak Bu''?.semua kurir kini sudah bangkit berdiri setelah memakan cemilan dan Jus yang Anin siapkan.


''Eh iya Pak,ini uang jalannya''?.Anin menyerahkan beberapa uang ratusan kepada kurir.


Yang langsung membuat mereka melongok heran.pasalnya selama mereka bekerja tak pernah mereka diberikan Tips dari pelangan sebanyak ini.


''Maaf Bu,ini terlalu banyak''.lirihnya sambil menyodorkan kembali uang yang Anin berikan.


''Tidak apa-apa Pak,saya iklas.rezki tidak boleh ditolak''.Anin berbicara sambil tersenyum ramah.


''Alham dulillah''.gumam mereka serentak.


''Kalau begitu kami permisi dulu Bu,Pak,Mas, Neng''?.terimakasih semuanya''.


''Iya sama-sama''.

__ADS_1


Akhirnya semua kurir toko melangkah pergi menuju mobil.


"Hufh". capek. Fero mau mandi bentar lagi Ashar".ucap laki-laki itu dan langsung melangkah naik kelantai atas.


Saat sampai dikamar laki-laki itu langsung menuju kamar mandi dan membuka seluruh pakaiannya dan hanya menyisakan ****** ***** miliknya saja.


Setelah selesai membersihkan diri Fero kembali melangkah menuju kamar dan melangkah menuju lemari pakaian.


"Aduh gue kan ngak punya baju koko".akhirnya Fero kembali melangkah keluar kamar hanya dengan mengunakan handuk yang melilit dipinggangnya.


"Ma".Mama"?.laki-laki tampan itu menjerit memangil sang Mama tepat didepan kamar orang tuanya.


"Krek".


Pintu kamar terbuka diiringi dengan Rey yang keluar dari dalam kamar.


"Ada apa sayang"?.tanya laki-laki itu sambil menatap putranya dari atas hingga kebawah.


"Pa punya baju koko ngak"?.pertanyaan Fero membuat Rey menatap putranya heran.


"Untuk apa"?.


"Untuk sholat lah Pa,untuk apa lagi".balas laki-laki tampan itu sambil tersipu.


"Alham dulillah,iya sebentar Papa ambilkan,kebetulan Papa punya yang masih belum pernah Papa pakai".Rey dengan cepat melangkah masuk kedalam kamar untuk mengambil baju Koko,wajah laki-laki paruh baya itu langsung sumringah saat mendengar putranya sudah mau sholat kembali.


Pasalnya sejak remaja sampai sekarang Fero sangat susah untuk diajak sholat.


"Sekalian sama sarung ya Pa"?.


"Iya sayang".


"Ini"?.dengan cepat laki-laki itu kembali melangkah didepan pintu kamar dengan membawa sarung Peci dan juga baju koko.


"Wah lengkap nie Pa,makasih ya"?.Fero mengambil pakaian yang disodorkan Papanya dengan wajah berbinar.


"Iya sayang,Papa semang jika kau mau berubah lebih baik".


"Iya Pa,Fero kekamar dulu".


"Iya nak".Rey terus menatap punggung putranya yang melangkah masuk kekamar.sudut bibirnya terus membentuk senyuman bahagia.


Saat ini hati laki-laki itu benar-benar bahagia sungguh iya bagaikan mendapatkan bongkahan emas dipadang pasir yang gersang.


"Kau kenapa Rey"?.tanya Anin yang menatap suaminya aneh.pasalnya sedari tadi dirinya berdiri didepan laki-laki itu Rey hanya tersenyum sendiri,bahkan laki-laki itu sampai tidak menyadari kehadirannya.


"Aku"?.


"Iya kau kenapa tersenyum sendiri begitu"?.


💥💥💥💥


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.

__ADS_1


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


Tbc.


__ADS_2