
...Mohon dukungannya๐๐๐๐...
...โฅ๏ธSelamat membacaโฅ๏ธ...
''Sayang keluar yuk''!!..kan sudah ada yang jagain Fero''.Mas titip putra saya ya''?.
Levi yang sedari tadi tidak melihat Rey langsung melongo dirinya baru saja melihat jika ada laki-laki lain disana.
''Ayo sayang''.
''Tapi Rey''?.
''Sudah ayo nanti Dokter marah lho kalau ramai-ramai begini''?.
''Oh ya sudah''.akhirnya Anin juga memutuskan untuk mengikuti Rey dan tak lupa berpamitan terlebih dahulu pada Levi.
Mau tak mau,kesal tak kesal. akhirnya dengan terpaksa Levi mau mengizinkan Anin untuk pergi entah bersama siapa ''??..yang jelas, Levi melihat bahwa Fero tidak menyukai laki-laki sok akrap itu.
"Fero dia siapa"?.tanya Levi sambil terus menyuapi Fero.
"Ck". dia sama seperti Paman".jawab Fero sambil berdecak kesal.
"Maksudnya"?.tanya Levi dengan wajah binggung.
Namun menurut Vero itu adalah pertanyaan bodoh yang Levi lontarkan.
"Caper Paman, dia caper sama Mama, sama kayak Paman".
Mendengar penjelasan Fero membuat Levi menjadi kesal.dirinya yang awalnya datang kesini hanya untuk bertemu Anin malah disuruh jadi pengasuh Anak''. menyedihkan.
''Apa Paman menyesal menemaniku''?.tanya Fero sambil tersenyum sinis.
''Tidak''. siapa bilang Paman justru senang merawatmu''.
''Benarkah''?.
''Hem''.
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Sedangkan ditempat lain.
''Anin kemana Nak''?.tanya Kori saat melihat Kiara yang baru saja pulang dan diantar mengunakan mobil entah itu siapa''?.
''Oh''. Anin lagi dirumah sakit Pak''.jawab Kiara sambil menyalami tagan laki-laki paruh baya itu.
''Siapa yang sakit Nak''?.tanya Kori lagi dengan wajah yang cemas.
''Fero Pak''.
''Cucuku kenapa''?.meskipun Fero bukan cucu yang iya inginkan tapi hati seorang Kakek tak akan sanggup membencu cucunya sendiri. Kori tetap menyayangi Fero sama seperti cucu-cucunya yang lain.
__ADS_1
''Fero kenapa Mbak''.bukan lagi Kori yang bertanya, melainkan Aulia dan Ken yang berlari keluar dari kamar.
Sedari tadi kedua adik Kakak itu sudah mencari-cari keberadaan Adik dan Mamanya namun saat ditelfon gawai Mamanya malah tergeletak dilantai kamar.
"Eh..kok belum tidur".tanya Kiara sambil mendekati kedua anak Anin.
"Jawab dulu Mbak, ditanya malah balik nanya".Ken berbicara dengan wajah kesalnya.
"Oh iya, Fero cuma kecapeen butuh istirahat".jawaban Kiara membuat semua yang ada disana mengernyitkan alisnya binggung.
Fero adalah bocah yang aktif.jadi sangat mustahil bagi seorang Fero jika hanya kelelahan bisa masuk rumah sakit.
"Ya sudah Mbak istirahat dulu ya"?.Pak Kiara pamit kekamar ya"?.lebih baik kabur dari pada nanti akan banyak lagi pertanyaan yang akan membuat kepala Kiara semakin pusing.
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Ditempat lain,tepatnya ditaman rumah sakit.
Kini Rey dan Anin duduk disana, tepatnya Rey yang memaksa Anin untuk duduk dengannya disana.
Dengan terpaksa Anin mengikutinya lagi pula wanita itu juga malas jika harus mendengar gombalan Levi.
"Siapa laki-laki tadi"?.pertanyaan pertama yang diucapkan Rey membuat Anin menoleh sekilas kemudian kembali menatap lurus kedepan.
"Bukan siapa-siapa".jawaban yang diberikan Anin tak mampu membuat Rey langsung percaya, pasalnya jika bukan laki-laki itu bukan siapa-siapa tidak mungkin bisa sedekat itu dengan Fero.
"Jujurlah kenapa kau suka sekali berbohong sekarang''??.. bukan kah kau tau dibohongi itu rasanya sungguh tidak enak"?.Rey bertanya sambil menatap Anin sekilas kemudian kembali menatap orang yang berlalu lalang didepan mereka.
Rey yang merasa tersindiri memutar tubuhnya menghadap Anin kemudian meraih jemari wanita itu dan mengengamnya lembut.
"Dengarkan aku,aku serius padamu,aku bersumpah' aku benar-benar mencintaimu Dri. kumohon percaya padaku".
Mendengar ucapan Rey wajah yang Awalnya menatap Rey kini langung mengalihkan pandagannya kearah lain.
Entah kenapa iya sangat sulit sekarang mempercayai laki-laki apa lagi itu Rey sendiri,laki-laki yang pernah membuatnya melambung tinggi kemudian terhempas jatuh kadasar yang paling rendah.hingga membuat hatinya tak berbentuk lagi.
Namun tampa diduga kini laki-laki itu datang kembali padanya dengan semua janji manis yang iya ucapkan, akan kah Anin semudah itu bisa percaya"?.jawabannya tentu tidak' Anin sama sekali belum percaya.
"Aku berjanji padamu setelah putra kita sembuh aku akan datang melamarmu kepada orang tuamu Dri".mendengar ucapan Rey Anin kembali menoleh.
"Juga mengakui semua kesalahanmu"?.tanya Anin mencoba melihat keseriusan Rey dengan dirinya.
"Ya mengakui semua kesalahanku termasuk mengatakan jika Fero adalah putraku".ucap Rey dengan nada serius dan yakin.
"Kenapa kau terlalu yakin jika Fero putramu"?.bagai mana jika tidak"?.tanya Anin sambil menatap Rey masam.
"Darah itu sangat kental dibandingkan air,hanya melihat wajah dan mata Fero saja aku tau dia putraku".
Anim tersentak kemudian melihat wajah sendu Rey entah kenapa hatinya menjadi tersentuh dan ingin mempercayai semua yang dikatakan Rey.
Namun lagi-lagi iya berusaha untuk menepisnya.dengan alasan cukuplah dua kali iya dicampakkan jagan sampai ada yang ketiga kali.
__ADS_1
"Aku mau masuk apa kau mau disini saja"?.Anin sudah mulai berdiri namun Rey kembali menariknya untuk duduk.
"Aku bisa saja memaksa mu untuk menikah tapi bukan itu yang aku mau,aku mau kau menerimaku dengan iklas dan melihat ketulusanku Dri".Rey berbicara sambil mengengam kedua tagan Anin dan menatap wanita itu dalam.iya bahkan rela berjongkok didepan Anin demi meyakinkan wanita yang iya cintai itu.
Anin diam.wanita itu bahkan terlihat menahan air matanya.
Rey langsung berdiri dan memeluk tubuh Anin dengan penuh kerinduan.
Detik berikutnya wanita itu sudah mulai terisak.
"Hiks..hiks...kau jahat Rey".lirihnya masih terus menangis bahkan tagannya kini memukul-mukul dada Rey dengan kuat.
Rey tak bergeming. laki-laki itu bahkan semakin mengeratkan pelukannya ketubuh Anin.iya pasrah jika kini tubuhnya menjadi sasaran kemarahan Anin.iya berharap setelah ini Anin mau memaafkan kesalahannya meskipun kesalahan yang sama sekali tidak iya sengaja, bukan juga atas kemauannya.
"Kau kenapa pergi disaat aku mengandung benihmu''?.. kau tau aku diusir dari rumah. Ayahku kecewa padaku Rey,sampai sekarang aku selalu diliputi rasa penyesalan yang dalam.putraku dibuly setiap hari.kau tau Rey dia menutupi semuanya dariku dia dihina, dicaci, bahkan dikucilkan. hanya dia sendiri yang menyimpan semuanya kau jahat Rey".lirih Anin masih terus terisak.
"Maafkan aku Dri".hanya kata itu yang mampu Rey ucapkan berkali-kali.
Dirinya juga tidak menyangka jika putranya mengalami hal pahit yang pernah iya alami dulu,Rey juga hidup luntang lantung dijalanan tampa keluarga tanpa orang tua,bahkan Rey harus berjuang sendiri menghadapi kerasnya kehidupan disana. hingga akhirnya iya memutuskan untuk menjadi seorang Mafia.
Namun tidak pernah terlintas dipikirannya akan menjadikan putranya sama seperti dirinya yang dibuang dan disisihkan oleh kedua orang tuanya.Rey yakin dirinya tidak mungkin hadir beguti saja didunia ini, jika tampa sosok laki-laki dan wanita yang bergelar ibunya dan ayahnya. namun sampai sekarang mistri itu belum bisa iya pecahkan.
Bahkan Rey baru saja memeluk agama islam setelah dirinya kabur dari kejaran polisi dan bersembunyi disuatu tempat.disitulah iya bertemu dengan seorang muslim yang taat agama dan membuatnya tersentuh dengan apa yang laki-laki itu ucapkan, hingga akhirnya Rey memutuskan untuk memeluk islam.mengingat Anin juga memeluk islam kuatnya cinta dan kasih sayangnya untuk wanita itu membuat Rey yang awalnya tanpa arah dan tidak tentu agama. menjadi memeluk agama yang mulia dan berusaha menjadi lebih baik lagi.
Tidak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tunya dan tidak mengerti agama apa yang dianut orang tunya, membuat Rey melakukan apa pun yang iya mau tanpa mau mengikuti agama manapun.
Hinga disinilah dirinya mencoba memperjuangkan cintanya dengan menjadi peribadi yang lebih ter-arah.bahkan kini laki-laki itu lebih sering mengunjungi orang-orang yang lebih paham agama agar saat menikah dengan Anin Rey bisa menjadi imam bagi istri dan anak-anaknya nanti.
"Sayang".saat merasakan wanita yang ada didekanapannya terdiam Rey mencoba untuk melihat dan.
"Astaga bisa-bisanya dia tertidur dimomen yang mengharu biru seperti ini".gerutunya pelan. kemudian mengangkat wanita itu memasuki mobil dan melaju menuju apartemen miliknya.malam ini Rey memutuskan untuk membiarkan Anin beristirahat disana. biarlah yang menjaga Fero dirinya saja.Rey benar-benar tak tega karna terlihat jelas wajah Anin yang lelah dan penuh dengan beban bikiran.
Rey tidak ingin menyalahkan takdir karna mungkin begini lah takdir yang harus mereka. lawati sebelum mereka bersatu.
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Dirumah sakit.
Sedari tadi Levi sudah mobdar-mandir didalam ruangan Fero, dirinya ingin pulang namun sudah hampir pukul dua belas malam jagankan Anin dan laki-laki menyebalkan itu pulang. detak telapak kaki mereka pun tak terdengar.
"Ck sampai kapan aku disini"?.
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Yuk mampir dinovel outhor yang lain
Tbc.
__ADS_1