Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
Par43


__ADS_3

''Boleh aku tau nomor ponsel mu''?.Elo bertanya sambil menyodorkan Smartpthone miliknya kesamping. tepatnya didepan wajah wanita itu.


''Boleh''.Kiara langsung mengetik nomornya diponsel milik laki-laki patung yang ada disebelahnya.


''Sudah''.


Elo langsung meraih gawai miliknya' kemudian kembali menoleh kearah Aulia.namun yang dilihat tetap pokus sama makanan yang ada didepannya.


''Ya... sudah aku pamit ya''?.Elo akhirnya memutuskan untuk pergi.hari ini do'i berniat untuk membeli kedaraan, entah mobil atau Motor. yang kelas iya malas kalau mau kemana-mana mesti repot nyari kendaraan.


''Ok.. sampai ketemu kembali''.


Setelah berpamitan Elo pun berlalu.


Sementara Kiara dan Aulia masih melahap makanan mereka sampai habis.


''Ayo sayang pulang''.Kiara langsung membawa Aulia pulang saat melihat gadis remaja itu sudah selesai makan.


''Iya Tante''.


Beberapa saat kemudian Aulia dan Kiara sampai didepan rumah minimalis yang tidak terlalu besar namun tetap nyaman untuk ditinggali.


Disebelah rumah tersebut terdapat sebuah toko kue. yang menjual bebagai macam kue ulang tahun dan juga Brownis.tertulis jelas nama toko tersebut.


ALFARO CAKE


Toko kue yang berdiri sudah hampir sepulih tahun .yang awalnya hanya berjualan onlen dirumah yang sempit. kemudian pindah disebuah rumah yang juga tidak terlalu besar,karna laris akhirnya wanita yang bergelar janda itu membawa satu orang kariawan yang bernama Kiara.seterusnya sampai sekarang bahkan kini ibu dari tiga anak itu sudah memiliki beberapa toko kue dibeberapa daerah diibu kota jakarta.


"Mama".

__ADS_1


"Sayang sudah pulang''?..gimana jalan-jalannya. asik ngak"?..Anin langsung merentangkan tagannya saat putri keduanya pulang dari berbelanja.


Tepatnya putrinya itu membeli perlengkapan mengambar.namun yang namanya Aulia sangat banyak permintaan sehinga sang Kakak selalu mengeluh.jika sudah berurusan dengan remaja cerewet yang satu ini.


"Ya lumayan".jawabnya dengan wajah lelah sambil melepaskan pelukan sang Mama.


''Kakak mana mainan buat Fero''?.bocah berumur sembilan tahun lebih itu menjulurkan taganya meminta mainan yang iya pesan kepada sang Kakak.


Afaro putra dari Al dan Anin.bocah laki-laki yang cerdas dan juga sangat mirip dengan sang Papa.itu juga lah yang membuat Anin sangat sulit untuk melupakan laki-laki jahat yang pernah membaut hidupnya hancur dan terpuruk.iya bahkan pernah digunjing oleh tetangga sekitar. karna hamil tanpa suami.namun yang namanya Anin. wanita itu tetap tak perduli. iya tetap kuat dan tabah dalam menjalani semuanya.


Hinga wanita itu sampai ketitik ini.bukan tak ada laki-laki yang mengiginkan seorang Anin.janda cantik dan juga ****.


Banyak laki-laki yang mengiginkan janda tiga anak itu. namum hati Anin seolah-olah telah beku dan tertutup oleh kekecewaan.karna sering disakiti.


Iya pikir laki-laki akan lembut.sebelum mendapatkan apa yang mereka mau. namun setelah dapat si-wanita akan dicampakkan begitu saja seperti sekarang.


''Sabar dong Dek. iih...ini Kakaknya masih capek''.


''Iya kan Kak''?.


''Hem''.Ken bocah lima belas tahun itu hanya menjawab pertanyaan adiknya dengen deheman.


Bocah satu ini paling tidak suka dengan keributan.iya lebih baik diam dari pada harus berdebat.


"Mana Kak mainan Fero".lagi-lagi bocah laki-laki itu menegadahkan tagan putih bersihnya.


Alfero sangat mirip dengan sang Papa.suka mengangu wanita. bahkan diumurnya yang baru sepuluh tahun boceh itu sudah memiliki banyak mantan pacar.


"Bentar Dek".Aulia berbicara sambil melangkah mengambilkan satu buah plastik yang ada diatas meja ruang tamu.

__ADS_1


"Ini".


Fero langsung meraih plastik yang kakaknya berikan.namun detik berikutnya matanya menyipit dengan dahi yang mengernyit kesal.


"Kecik".celetuknya membuat Ken tersenyum samar.


"Kakak kenapa mobil Fero kecik"?..bocah tampan itu langsung menyodorkan mobil-mobilan yang memang sangat kecil hinga membuat Anin ikut mengelengkan kepalanya, melihat tingkah putrinya.


Aulia mang suka menjahili adik bungsunya itu .bahkan jika Anin menitipkan uang untuk membeli sesuatu yang putranya iginkan Aulia kadang suka menkorupsi uang untuk adiknya itu.


Membuat Fero lagi-lagi mengerutu kesal karna ulah sang Kakak.


''Mana keperluan melukisku''?.kali ini gantian Ken yang menagih pesanannya.


Yah... sedari kecil sampai sekarang bocah itu sangat hoby melukis.bahkan lukisannya sangat bagus dan berkelas.


Aulia juga mempunyai hoby yang sama dengan sang Kakak. namum sayangnya bocah perempuan yang satu ini suka tak sabaran hingga membuat lukisannya pun tidak bisa dikatakan bagus, tak juga dikatakan jelek. namum siapa yang mau membeli lukisan yang bentuknya entahlah, hanya Aulia sendiri yang dapat mengarti-kan gambar yang iya buat.


''Sukuri Dek''.ucap Aulia lagi tampa menjawab pertanyaan Ken


Mendengar ucapan sang Kakak membuat Fero menarik nafasnya panjang. kemudian melangkah menuju keluar rumah.


''Kemana sayang''.


''Ketoko kue Mau liat cewek cantik''.


🌹🌹🌹


Haduh Alfaro jagan kayak babeh lu,asal masuk kandang 🤣🤣🤣

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2