
''Krek''.pintu terbuka setelah beberapa saat Elo memanggil penghuni Apaerteman lengkap dengan suara Bel yang iya tekan berkali-kali membuat penghuni didalam kesal dan akhirnya memilih membukakan pintu.
''Ck''. mau apa lho kesini''?.Rey kembali melangkah kan kakinya memasuki kamar dengan wajah kesal.
''Plis Rey gue benar-benar ngak tau kalau dia wanita yang lho cari selama ini''.Elo berbicara sambil mengikuti Rey dari belakang.
''Cih munafik''.ketus Rey berbicara sambil meraih satu botol minuman didalam kulkas dan menengaknya hingga setengah.
''Sumpah Rey gue benar-benar ngak tau''.ucap Elo dengan wajah bersungguh-sungguh.
''Lho pikir gue percaya''?.Rey berbicara sambil tersenyum sinis.
''Ayo lah Rey bagai mana mungkin lho tidak mempercayai gue''?..kita sudah lama saling mengenal Rey bahkan sebelum lho mengenal Anin''.
Rey terdiam apa yang diucapkan Elo benar adanya dirinya sudah samgat lama mengenal Elo bahkan hanya laki-laki menyebalkan ini yang dengan setia menemaninya sampai sekarang.
"Gue akui gue menyukainya, tapi jika memang pada kenyataannya lho mengiginkan Anin gue rela Rey".Elo berbicara bersungguh-sungguh.itu semua karna iya tau bagai mana perjuagan Rey selama bertahun-tahun menanggung rindu dan juga mual-mual selama tiga bulan entah apa penyebabnya.
Namun Elo tau bagai mana menderitanya Rey saat berpisah dari wanita yang baru pertama kali Elo lihat bisa membuat seorang penjelajah wanita itu bertekuk lutut.
"Kau pegang kata-kata mu".setelah mengetakan itu semua Rey kembali melangkah dan melempar kaleng kosong yang iya pegang kedalam tong sampah.
__ADS_1
"Apa kau ada bahan makanan perutku sangat lapar".keluh Elo sambil mengelus perutnya yang memang sudah sangat lapar.mengingat sekarang sudah pukul dua belas siang.
"Ck ''. kau ini selalu menumpang makan,kapan kau mau mulai bekerja"?.tanya Rey dengan wajah jengah.
"Secepatnya".lirihnya sambil melangkah menuju dapur.tagannya terulur untuk membuka kulkas.
"Lho itu pemilik mall besar. lalu kenapa dirumah lho tak ada makanan sama sekali"?.kesal Elo karna diApartemen Rey tak ada yang bisa dimasak apa lagi dimakan.
"Gue belum sempat belanja".
"Kita makan diluar aja yuk"?.ucapnya lagi yang langsung disambit Elo dengan tersenyum cerah.
"Lho yang traktir ya"?.
💞-💞-💞-💞
Ditempat lain.
Setelah puas menangis ditoko miliknya ,Anin memutuskan untuk pulang kerumah namun sebelum pulang iya menyempatkan untuk menjempu ketiga anaknya disekolah.
"Mama". terlihat tawa ceria Aulia saat melihat Mamanya datang menjemput.
__ADS_1
"Adek mana sayang"?.tanya Anin karna belum melihat putra bunsunya itu.
"Tuuu".Aulia langsung menunjuk kearah bocah sepuluh tahun yang kini sedang duduk berdua dengan seorang wanita.
Anin meringis melihat tingkah putranya.mungkin-kah Fero mengikuti jejak Papanya yang suka bergonta ganti wanita"?.mengingat itu semua membuat ingatan Anin kembali tertuju pada Al.
Seketika matanya langsung tertuju pada Fero mungkinkah dirinya akan mengatakan yang sebenarnya jika Al dan dirinya mempunyai anak dari hubungan mereka dimasa lalu"?.entah lah Anin tak ingin memikirkan itu sekarang untuk saat ini biarlah ini menjadi rahasia.namun jika suatu sata Al mengetahui semuanya' siap tak siap iya harus memberitahukan Fero jika Papanya sekarang sudah ada disini.
"Ma..Mama".tepukan lembut mendarat dibahunya membuat Anin tersadar dari lamunannya.
"Eh iya".jawab Anin sambil menoleh kesumber suara.
Ternyata kini Fero sudah berdiri tepat disebelahnya sambil menatapnya dengan wajah yang sulit diartikan.
''Mama kenapa''?.
💞💞💞💞
Mama lagi galau Fero.😄😄😄
Jagan lupa dukung outhor dengan cara like vote hadiah and komen makasih.
__ADS_1
Bay..bay...💞💞💞
Tbc.