Ambil saja dia untukmu

Ambil saja dia untukmu
Sayang!


__ADS_3

'Acara makan malam apa ini, Mas?' Salma bergumam sendiri.


Ia berusaha tersenyum walau canggung dan membalas lambaian tangan para undangan yang menyambutnya dengan antusias. Sampai detik ini, ia tak mengerti acara apa yang dirancang oleh suaminya malam ini


Sampai di bagian depan, matanya membesar mendapati Tia dan Bimo tersenyum lebar padanya. Di barisan yang sama tampak Bian serta Anthony dan dua pekerja rumah tangganya, hadir di sana dengan pakaian yang berbeda saat berangkat ke Mall tadi siang. Mata Salma mencari-cari si kembar, dua putranya itu sedang asyik mengejar-ngejar burung merpati yang memang sengaja dilepas berterbangan di dalam taman kaca.


Hatinya sedikit tenang setidaknya kedua anaknya aman dan berada dalam satu ruangan yang sama dengannya.


Salma terus melangkah mengikuti para penari menuju ke tengah taman. Pandangannya ke depan, masih terhalang oleh tubuh para gadis penari yang tinggi semampai. Hampir sampai di tengah taman, para penari memecah barisan ke kanan dan ke kiri membuka jalan untuknya. Tinggalah dia seorang diri di tengah taman dengan lampu menyorot ke arah panggung di hadapannya yang bertabur aneka ragam bunga dan tanaman.

__ADS_1


Salma tidak tertarik dengan keindahan dekor panggung itu. Perhatiannya fokus pada pria yang berdiri dengan gagah menanti dirinya dengan senyum terkembang. Tangan pria itu terulur padanya, memintanya untuk naik bersama di atas panggung. Antara bahagia, terkejut serta kesal ia menyambut tangan suaminya.


"Apa ini?" bisik Salma setelah mereka berdiri berhadapan di atas panggung.


"Pesta pernikahan. Aku ingin semua orang di dunia ini tahu kalau kamu istriku," ucap Angkasa dengan berbisik juga.


Mata Angkasa yang memandangnya teduh serta mesra, membuat kemarahannya luntur tak bersisa. Salma terpaku menatap suaminya yang tengah berbicara dengan pembawa acara serta para undangan yang hadir. Angkasa menjawab semua pertanyaan pembawa acara dengan sangat apik dan sabar.


Tepuk tangan dan sorak sorai memenuhi taman kaca itu. Salma menoleh ke arah para undangan, sekarang ia baru melihat seutuhnya dari atas panggung. Rupanya selain pesta pernikahan, Angkasa mengundang banyak wartawan untuk meliput acara ini.

__ADS_1


"Kami minta maaf, tidak memberitakan langsung pernikahan ini, karena saya ingin menikmati waktu berdua dulu dengan istri saya tanpa gangguan dari kalian semua," seloroh Angkasa seraya menggamit pinggang Salma ditimpali tawa dari para undangan.


Salma tertunduk malu saat mata Angkasa menatap kedua bola matanya dalam dan lekat. Para wartawan tak menyia-nyiakan kesempatan itu, sinar lampu kamera mereka menyorot berkali-kali ke arah panggung.


Salma mengerutkan keningnya, rasa pening itu datang kembali seiring dengan kilatan lampu kamera wartawan dan lampu sorot yang mengarah tepat ke wajahnya.


Semua bunga di sekitarnya tiba-tiba terasa berputar, wajah Angkasa tampak jauh dan kabur. Kakinya terasa melayang tak berjejak. Salma menguatkan pegangan tangannya pada lengan Angkasa saat tubuhnya terasa ringan. Hanya wajah panik suaminya yang  dapat diingat Salma sebelum semua menjadi gelap diringi suara Angkasa yang memekik, "Sayang!"


...❤️🤍...

__ADS_1


Mampir juga yuk kesini sambil tunggu update baru lagi



__ADS_2