Ambil saja dia untukmu

Ambil saja dia untukmu
Menjemput kenangan


__ADS_3

"Hati-hati," bisik Bu Laila menyadarkan dari keterkejutannya.


"Tidak apa-apa, Bu. Saya sudah selesai. Terima kasih sudah ditemani." Salma memberikan senyum lebarnya.


"Yakin hanya itu yang ingin diambil?" Bu Laila menunjuk benda yang dipeluk Salma.


"Iya, Bu ini saja benda berharga saya," ucap Salma yakin.


Bu Laila berbelok masuk ke dalam rumahnya sendiri. Walaupun penasaran, ia malas berurusan dengan keluarga Armand dan Tania.


Salma berjalan mendekati Angkasa dan Armand. Kedua pria itu sudah menyadari kedatangannya sejak ia keluar dari rumah lamanya. Dari jauh Angkasa memberikan senyuman untuknya, sedangkan Armand menatapnya penuh kerinduan dan memuja.


"Sudah, Sayang?" Salma mengulum senyum mendengar sapaan Angkasa untuknya. Ia tentu tahu kalau sapaan itu terucap, karena untuk memanasi mantan suaminya.


"Sudah." Salma membalas senyuman Angkasa, lalu ia berpaling pada pria yang berdiri di samping calon suaminya, "Selamat siang, Mas Armand, mana Tania?" sapa Salma basa basi, karena ia tidak mengharapkan wanita itu keluar dari dalam rumah dan turut bergabung dengan mereka.


"Kalau yang ada di sini Tania, apakah kamu juga akan menanyakan keberadaanku, Salma?" Alih-alih menjawab, Armand malah melemparkan pertanyaan provokatif.

__ADS_1


Salma tak mau menjawab pertanyaan tak bermutu itu. Ia kembali melemparkan senyuman tipis, sebagai pengganti jawaban dari pertanyaan Armand.


"Rupanya kamu masih cinta padaku, Salma. Apakah seberat itu melupakanku, hingga kamu jauh-jauh datang kemari untuk mengambil kenangan kita." Armand tersenyum gembira melihat barang yang di bawa Salma dari rumah lama mereka.


"Yang mana maksud, Mas Armand? Yang ini atau ini?" Salma mengangkat album foto milik si kembar dan pigura cantik berhiaskan rangkaian bunga kering.


"Semuanya kenangan kita, Salma. Terutama yang ini." Jari Armand menyusuri bingkai pigura yang dipeluk Salma, "Jangan gegabah mengambil keputusan, Salma. Aku tahu kamu masih susah melupakanku. Kita masih bisa bersama dan mengulanginya lagi." Armand berkata pelan di samping Salma.


Salma tertawa geli mendengar ucapan omong kosong Armand.


"Terima kasih sarannya, Mas aku sangat mengharagainya. Kalau untuk melupakan Mas Armand, bagaimana bisa. Mas Armand adalah ayah si kembar, dengan melihat mereka saja aku pasti teringat akan ayahnya." Salma mengangkat album foto milik si kembar. Senyum Armand semakin lebar jumawa.


"Kenangan ini milikku dan Pak Asa," lanjut Salma.


"Apa maksudmu, jelas aku masih ingat ini bunga yang kuberikan saat melamarmu di stasiun radio. Sangking bahagianya, kamu menyusun bunga itu di dalam bingkai foto agar tidak cepat layu dan tetap abadi." Armand menjelaskan berapi-api. Ia tidak mau terlihat memalukan di depan Angkasa.


Sarah tersenyum semakin lebar, "Pemilik rangkaian bunga yang asli ada di sini sekarang," ujar Salma sembari melirik ke arah Angkasa. Pria itu tampak takjub melihat bunga yang ia bawa dulu untuk Salma, masih tersimpan rapi walaupun sudah dalam kondisi kering terutup kaca.

__ADS_1


"Jangan membuat cerita baru, Salma. Jelas-jelas aku yang menyerahkannya padamu. Tidak mungkin kamu lupa."


"Aku tidak pernah lupa, Mas. Benar sekali, Mas Armand menyerahkan bunga ini saat aku masih tengah siaran radio. Sungguh sukses kejutan saat itu, tapi aku lebih terkejut lagi saat mengetahui kebenarannya kalau bunga ini bukan Mas Armand yang membelikannya untuk aku. Mas Armand hanya kebetulan menemukan rangkaian bunga yang akan dibuang di tempat sampah."


"Cerita dari mana itu!"


"Dari saya. Terima kasih sudah meneruskannya pada orang yang tepat. Kalau bukan karena kamu, bunga ini berakhir di tong sampah." Angkasa angkat bicara.


"Kamu dibohongi, Salma! Bagaimana bisa kamu mempercayai orang yang belum lama kamu kenal?"


"Tidak. Aku yakin cerita versi aslinya milik Pak Asa. Sebenarnya dulu aku juga heran, dari mana Mas Armand tahu tentang bunga kesukaanku sedangkan mendengar siaran radio saja, Mas Armand gengsi. Benar, bukan?"


"Aku punya akal. Aku bisa tanya sama temanmu yang lain."


...❤️🤍...


Bab selanjutnya lanjut sore nanti ya. Mampir kemari dulu yuk

__ADS_1



__ADS_2