Ambil saja dia untukmu

Ambil saja dia untukmu
Mencoba Bertahan


__ADS_3

Tania duduk termenung di tepi ranjang setelah Armand menghempasnya begitu saja. Terlambat untuk menyesali kebodohannya. Rasa iri pada Salma, membuka mulutnya untuk berkata bohong terlalu jauh. Ia sebenarnya tahu saja, kalau Angkasa tidaklah seburuk yang ia katakan pada suaminya tadi.


Lantas sekarang bagaimana caranya ia menuruti permintaan Armand? Menjadi janda miskin, jelas ia tidak mau. Apalagi harta benda yang menjadi miliknya sekarang, adalah hasil jerih payahnya sendiri bahkan sebelum ia menikah dengan Armand. Buta cinta dan buta hati membuat Tania menjadi gelap mata. Di kepalanya yang memang pintar sekaligus licik, sudah tercetus sebuah ide baru.


"Kita ke Jakarta," ujar Tania menyusul Armand yang sedang merokok di teras depan.


"Heh?"


"Kamu tadi minta agar pria itu menjauh dari Salma 'kan?"


"Yaa tahu, lalu ngapain kita kesana?" kejar Armand tak sabar.


"Aku akan coba meminta mantan iparku itu agar kita bisa mengisi catering di lokasi syutingnya. Dengan begitu kamu bisa mendekati Salma dan memberi tahu tentang Angkasa, dan aku pun sebaliknya."


Alis mata Armand tertaut tak mengerti penjelasan istrinya, "Kamu sebaliknya itu apa maksudnya?"


"Aku juga akan pengaruhi Angkasa supaya jangan terlalu dekat dengan Salma," ujar Tania gugup. Ada rencana lain di balik perkataannya, dan ia tidak mau Armand tahu tujuan di balik sarannya itu.


"Pintar kamu," Armand terkekeh senang.

__ADS_1


"Andaikan Salma mendengar perkataanmu, apa kamu akan menikahi dia lagi?"


"Kamu keberatan?" tantang Armand sembari menghembuskan asap rokoknya.


"Semua wanita ga ada yang mau suaminya menikah lagi, dasar tolol!" umpat Tania geram.


"Sudah tahu begitu, kenapa dulu kamu paksa aku menikahimu?" Tawa Armand meledak, ia berdiri lalu meninggalkan Tania berdiri di teras sendirian.


"Bajingan! Lihat saja nanti," desis Tania geram.


Sementara itu di lokasi syuting yang baru berjalan dua kali, Salma duduk sendirian memegang naskah. Pengambilan gambar di awal cerita saat ini, ia masih belum bertemu Marcel yang diperankan Angkasa. Mereka masih menjalani shooting di dua tempat yang berbeda.


Salma mencoba berkonsentrasi dengan buku naskah ditangannya. Kasak kusuk pembicaraan di bangku belakang sunggu mengganggunya. Mereka jelas sedang membicarakan dirinya, kata si penikung kerap kali diucapkan dengan sangat jelas sembari melirik kearahnya.


"Yaa, wajarlah pemain karbitan."


"Begitulah kalau hasil nikung, ga bisa apa-apa tapi dapat peran bagus."


"Bisa kok ... Bisa buka kancing," celetuk Jane menimpali pembicaraan teman-temannya. Suara tawa membahana di lokasi syuting.

__ADS_1


Tak hanya pemain, kru yang bertugas di lapangan pun sudah termakan omongan tentang gosip bohong yang disebarkan Jane. Mereka hanya bersikap sopan dan manis jika ada Pak Memet atau Emran di lokasi syuting.


"Mba, jangan salah terus ah, kita pegel loh kalau harus take gambar berulang kali," keluh seorang kru yang bertugas mengatur cahaya saat bertemu dengannya di dekat toilet.


"Ya, Pak maaf. Saya baru pertama kali," ujar Salma sembari tersenyum tipis.


"Ah, orang baru juga ga gini amat." Kru itu menggerutu sembari berjalan masuk ke dalam toilet.


Salma menggigit bibirnya menahan tangis. Ia masuk ke dalam ruang ganti yang hanya bersekat kain. Ditumpahkannya air mata dan sekuat tenaga menahan isakan. Rasanya ia hampir tak sanggup lagi, tapi jika ia mundur sekarang namanya akan semakin rusak dan tentu Angkasa yang sudah memberikan kesempatan akan sangat kecewa.


Salma menatap cermin dihadapannya. Ia melihat di sana ada wajah yang suram tanpa cahaya. Riasannya sudah rusak oleh air mata. Bayangan Cakra dan Candra melintas di cermin, sedang tersenyum dan memanggilnya Mama.


Salma lalu berdiri dan mengusap semua air mata yang sempat jatuh dipipinya, 'Salma, ini hanya sebentar. Ini tidak akan lama, kamu pasti bisa. Kamu sudah sangat hebat sampai sejauh ini, Salma. Kamu pasti bisa demi Cakra dan Candra.'


...❤️🤍...


Bawa karya bagus lagi untuk teman-teman nih, jangan lewatkan yaa. Harus mampir 😁


__ADS_1


__ADS_2