Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
99. USG Triple A


__ADS_3

Hari berganti minggu, minggu pun berganti bulan. Hari ini usia kandungan Sita memasuki usia 4 bulan. Rama dan juga Kai terlihat sangat antusias karena mereka akan tahu jenis kelamin dari triple A.


"Ayah… menurutmu apa saja jenis kelamin triple A."


" Ayah rasa 2 cewek 1 cowok. Biar pas di rumah ada 2 cowok dan 2 cewek. Kalau kamu boy, apa menurutmu."


"Aku rasa itu akan 2 cowok dan 1 cewek yah."


"Mengapa kamu bisa berpikir begitu?"


" Karena Kau menyiapkan namanya untuk 2 laki laki dan 1 perempuan."


Rama dan Sita tergelak mendengarkan jawaban Kai. Meskipun Kai bocah yang jenius namun dia tetaplah anak anak pada umumnya yang berpikir sesuka mereka terhadap suatu hal.


Sita mengusap perutnya yang lebih besar daripada kehamilan normal pada umumnya.


"Sayang… apakah kau yakin itu usia kandungan 4 bulan?"


" Iya mas… karena kehamilan kembar tiga maka perut usia 4 bulan tampak seperti 6 bulan."


" Apakah kamu tidak merasa berat?"


" Hahaha tidaklah mas, aku biasa saja. Sama seperti waktu hamil Kai. Cuma memang lebih cepat capeknya saja."


Rama tersenyum melihat sang istri. Sita tampak lebih berisi dari sebelumnya. Pipi nya terlihat lebih chubby, namun Rama malah semakin gemas melihat tampilan Sita yang seperti itu.


Di rumah sakit dokter Lisa sangat senang melihat kedatangan Sita dan keluarga.


" Selamat pagi bu.. Bagaimana kabar hari ini… Apakah ada keluhan?"


" Tidak dokter… hanya saja gampang capek."


" Wajar bu, kehamilan kembar 3 memang menguras stamina karena ibu membawa 3 janin dalam perut ibu. Silahkan berbaring. Hari ini kita akan lihat jenis kelamin triplet ya."


Sita mengangguk patuh mengikuti arahan dokter Lisa. Dia dibantu perawat untuk naik ke brankar.


Rama dan Kai ikut mendekat, mereka tidak mau ketinggalan momen tersebut.


Dokter Lisa mengoleskan gel di perut Sita yang sudah besar. Baby bump nya begitu terlihat. Dokter menggunakan alat usg agar triple A terlihat di layar monitor.


"Masyaallah… mereka terlihat berdesak desakkan di dalam ya… Sungguh menggemaskan. Saya sudah tidak sabar melihat mereka."


Rama dan Sita saling pandang, dari tadi dokter Lisa lah yang sangat antusias.


"Dokter… apa jenis kelamin adik adikku."


" Waah abang sudah tidak sabar ingin tahu ya.. Kita lihat oke… masyaAallaah… ini dua laki laki dan sepertinya 1 perempuan."

__ADS_1


" Yeay…. Tebakanku benar kan yah."


Kai bersorak gembira. Sita meneteskan air matanya, ia pun merasa sangat bahagia. Kehamilan kali ini sungguh sangat berbeda dari yang lalu. Tidak berbeda dengan Sita, Rama pun melihat layar monitor dengan haru menyaksikan bayi bayi mungilnya di dalam sana.


Dokter Lisa pun mencetak hasil usg dan menyerahkan kepada Sita.


" Selamat ya bu, dijaga terus kandungannya. Kita berjumpa lagi bulan depan."


" Terimakasih dokter" ucap Rama dan Sita bersamaan. Sedangkan Kai sibuk melihat hasil usg adik adiknya itu. 


Rama sekilas melihat kearah Kai yang sibuk, lalu dengan bertanya kepada dokter dengan sedikit berbisik tentang suatu hal.


"Dokter… apakah aman untuk melaksanakan aktivitas malam."


" Mas…." Sita sungguh malu mendengar pertanyaan suaminya ia mencubit lengan Rama pelan.


" Tidak apa apa bu, itu pertanyaan yang sangat wajar bagi bapak bapak yang istrinya tengah mengandung. Boleh pak… tidak masalah yang penting dilakukan dengan perlahan dan jangan terlalu sering agar sang ibu tidak kelelahan."


"Yes…. Terimakasih dokter."


" Baik pak sama sama."


Sita sudah sangat memerah wajahnya menahan malu dengan tingkah suaminya.


"Sayang… kalian kembalilah ke mobil terlebih dahulu  aku mau ke toilet sebentar."


Sita menggandeng tangan Kai dan berjalan menuju mobil di parkiran depan gedung rumah sakit.


Rama langsung mengambil ponselnya dan menelpon Roni.


"Ron… gimana apakah sudah siap semua?"


" Belum bos… sebentar lagi."


" Hadeeeh payah kau Ton."


" Bos… dari bos pergi le RS sampai sekarang itu cuma 2 jam an … ya mana kelar nyiapin semuanya."


" Iya iya bawel… ya sudah aku ajak Kai dan Sita mampir ke market dulu. Cepat. Pokoknya Harus selesai dalam 2 jam."


" Iya bos siap."


Rama menutup ponselnya lalu berlari kecil menuju ke mobil. Ia tak mau membuat Sita dan Kai lama menunggu.


" Maaf sayang agak lama."


" Nggak pa pa mas. Oh iya bisa kita mampir ke market sebentar."

__ADS_1


" Yes… pas…. Bisa banget. Ayo…."


" Boy… mau sampai kapan kamu mau ngeliatin foto usg itu."


" Eh… heheheh entah.. Seneng aja… Mereka sangat lucu. Apalagi kalau sudah lahir. Aku sudah tidak sabar."


" Abang Kai memang kakak paling baik."


Kai tersenyum, dalam hatinya ia bersorak gembira. Dia sangat senang dengan adanya adik adiknya, dengan begitu berarti rumah akan semakin ramai. Selama ini Kai merasa sangat sepi di rumah, tapi dia tidak mau banyak mengeluh dengan Sita. Kai sangat tahu mommy nya bekerja sangat keras untuknya. Dan dengan kehamilan mommy nya Kai sangat bahagia apalagi saat tahu mommy nya mengandung tiga bayi sekaligus.


🍀🍀🍀


Di rumah Roni tengah dibuat pusing oleh permintaan Rama yang mendadak. Tadi selepas subuh tiba tiba Rama meminta Roni untuk mencari dekorasi pesta yang sesuai dengan dua acara sekaligus.


Acara pengajian empat bulanan Sita dna acara surprise birthday untuk Kai.


Ya sekarang usia Kai tepat 7 tahun. Rama sangat antusias membuat perayaan ulang tahun untuk Kai.


Rama meminta Kai membuat dekorasi yang berhubungan dengan dunia IT sungguh membuat Roni pusing tujuh keliling. Namun beruntung pihak organizer pesta bisa mewujudkannya. Bahkan kue yang dibuat pun berbentuk sebuah perangkat komputer lengkap dengan miniatur cpu nya.


Sedangkan untuk pengajian mengikuti background warna biru muda dan dark blue ditambah bunga bunga berwarna putih dan merah muda.


"Oke teman teman waktu kalian semua tinggal 2 jam… saya harap kalian segera menyelesaikannya!" Teriak Roni kepada para tema dekorasi layaknya juri master chef memberikan peringatan.


Tapi tentu saja Roni Tidak diam saja. Dia juga ikut membantu di sana. Sejenak Susi  terpesona melihat Roni yang bekerja begitu keras, namun ia langsung memalingkan wajahnya dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Astagfirullaah, apa yang aku pikirkan.. Sada susi sadar… jangan aneh aneh."


Susi menggeleng pelan dan kembali ke dapur untuk menyiapkan makanan dan minuman bagi semua orang yang bekerja dibantu oleh bi Surti.


Roni mondar mandir sambil melihat jam di tangannya. 


"Assalamualaikum…."


"Waalaikumsalam…Astagfirullah...pakde… aku pikir bos  Rama."


Roni pun langsung mendekati Hardi, Ayu, dan kakek Adipati untuk mencium tangan mereka.


"Ini ada apa?"


"Eh…bos Rama tidak mengabari kah pakde. Ini mau pengajian empat bulanan nyonya bos dan surprise birthday untuk bos kecil."


"Eh… cucuku ulang tahun hari ini. Dasar bocah tengik… kok nggak ngabarin ayah sama ibunya. Awas saja nanti."


Hardi sedikit kesal dengan kelakuan Rama, ia sudah menyiapkan tangannya untuk menjewer telinga putranya itu.


Roni yang mendengar omelan Hardi hanya bisa nyengir kuda memperlihatkan deretan gigi giginya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2