Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
BONCHAP 14. Ini Yang Terbaik


__ADS_3

Kai turun dari ranjang dengan perlahan agar tidak membangunkan si kembar. Ia menuju ke ruang komputer miliknya. Tangannya yang sudah beberapa hari ini kaku kini ia akan melemaskan nya lagi.


" Baiklah Sir Alex… ayo kita cari tahu siapa istri dan anak anakmu sesungguhnya. Maafkan aku, tapi ini adalah cara ku melindungi orang orang yang kucintai. Tapi tenang saja aku tidak akan mempublikasi ini jika mereka tidak melakukan apapun."


Tak...tak...tak...tak….


Suara tuts keyboard begitu nyaring terdengar di sunyi nya ruangan tersebut. Mata Kai memicing menatap layar monitor. Membaca satu demi satu nama nama yang berkaitan dengan Sir Ernest Felix Alexander. Hingga dia menemukan sesuatu yang begitu menarik perhatiannya.


" I got you….!!"


Kai tersenyum puas. Ia menyeringai. Kai mendapatkan nama istri dan kedua anak Ernest. Bahkan bukan sebuah nama saja tetapi semua hal yang dilakukan mereka Kai pun mendapatkan.


"Haish… Dasar kakek tua tidak pintar. Selama ini ditipu oleh istrinya saja dia tidak tahu. Memang keluarga yang penuh tipu dan sandiwara. Ya Allaah… kapan drama keluarga ku ini berakhir. Sungguh sangat melelahkan berurusan dengan orang model seperti ini."


Kai mengcopy semua yang ia dapat di sebuah flashdisk miliknya. Ia melihat beberapa foto dan video yang berkaitan dengan istri dan anak anak Sir Alexander.


Ketiganya sama sama bergaya hidup yang hedonisme. Sebagai bangsawan, mereka terkadang sesuka hati menindas. Merasa memiliki kedudukan, kedua anak Sir Alexander pun kerap melakukan hal yang buruk.


Hah….


Kai membuang nafasnya kasar. Ia menyandarkan kepalanya di sandaran kursi miliknya. Melihat semua fakta tersebut, terbesit muncul rasa iba dihati Kai kepada sang kakek yang baru dia temui tadi. Namun Kai kembali membulatkan tekadnya untuk tidak terpengaruh dengan semua itu. Ada orang yang lebih penting yang harus ia lindungi.


🍀🍀🍀


Jerry kembali ke kota J atas perintah Ernest. Sesungguhnya jerry sendiri bingung mengapa tuannya itu menyuruhnya kembali padahal tugas yang diberikan belum ia selesaikan. 


Tak mau berlarut dengan pikirannya sendiri, Jerry memilih mengikuti perintah tuannya. Nanti kalau sudah sampai di kota J ia akan menanyakan langsung, begitulah pikir Jerry.


Brummm…..


Jerry mengemudikan mobilnya kembali ke arah kota J. Orang yang mengikuti Jerry pun bingung melihat target buruannya terlihat putar balik.


" Lho… kenapa si Jerry balik lagi ke arah kota J? Apa dia tidak jadi ke lokasi?"


Orang itu pun segera menepikan mobilnya dan menghubungi nyonya nya.


" Hallo nyonya… maaf mengganggu."


" Ada kabar apa? Apa kau sudah menemukan yang dicari Jerry?"


" Maaf nyonya, sepertinya Jerry menghentikan pencariannya. Dia kembali ke kota J lagi."


" Apa… kenapa bisa begitu. Baiklah. Tetap ikuti dia jangan sampai lengah."

__ADS_1


" Siap nyonya, laksanakan."


Pria tersebut menutup sambungan teleponnya dan kembali ke jalan mengikuti Jerry yang sudah terlewat jauh di depannya.


Diseberang sana, seorang wanita paruh baya berteriak kesal.


" Argh…. Damn… Apa yang pria itu rencanakan sekarang. Tidak… tidak… Aku harus tenang. Aku tidak boleh panik. Tinggal sedikit lagi, ya sedikit lagi untuk memiliki segalanya."


Wanita itu kembali mengatur nafasnya. Ia berusaha bersikap tenang dan kembali menorehkan senyum di bibirnya.


*


*


*


Tok…. Tok…. Tok….


" Tuan…"


" Masuklah Jer."


Jerry masuk ke dalam kamar Ernest. Ia membungkuk hormat. Ernest pun menyuruhnya duduk lalu mengambilkan segelas air untuk orang kepercayaannya itu.


" Terimakasih tuan. Tuan… Sebenarnya apa yang terjadi. Mengapa tuan meminta saya kembali di tengah tengah misi yang tuan berikan. Padahal saya belum menyelesaikannya."


Jerry meneguk habis air minum yang diberikan oleh Ernest sambil menunggu jawaban dari tuannya itu.


" Huft…. Nyawamu dalam bahaya Jer. Dan kemarin cucu ku itu datang kemari, dia memberikan peringatan agar aku tidak mengganggu ibunya."


" Apa ???!! Maaf tuan saya terkejut. Anak itu kenapa bisa begitu berani."


" Hah… kau akan terkejut jika melihat dan mendengarkan langsung apa yang diucapkan. Dan apa kau tahu dia bahkan sudah mengetahui seluk beluk keluargaku."


" Ba-bagaimana bisa tuan."


" Dia adalah mr. Sun."


" Apa?!!! Bocah abg itu adalah mr. Sun. Hacker terkenal itu. Astaga dunia macam apa ini. Mengapa anak sekecil itu adalah seorang hacker yang ditakuti. Apakah karena itu kita sama sekali tidak bisa mengakses informasi tentang nona muda?"


" Ya aku rasa begitu. Jerr… siapkan penerbangan. Kita akan pulang sekarang hari ini juga."


Jerry sedikit kebingungan dengan perintah tuannya itu. Awalnya Sir Alexander sangat menggebu-gebu untuk menemukan jejak sang istri namun sekarang tampaknya dia sudah tidak ingin lagi.

__ADS_1


" Maaf tuan kalau saya lancang, apakah tuan sudah tidak ingin menemukan nyonya."


Ernest terdiam. Ia telah memikirkan semua ucapan Kai cucunya itu. Dan Ernest telah membuat keputusan yang menurutnya baik untuk semua orang.


" Mungkin ini adalah yang terbaik untuk semua orang Jer. Aku akan kembali ke keluargaku. Bukan melupakan Camelia, dia akan selalu ada dalam hatiku. Tapi semua saat ini sudah berubah. Sita dari awal tidak memiliki orang tua. Biarlah seperti itu saja sampai akhir nanti. Aku tidak ingin kemunculanku malah menorehkan sakit hati untuknya. Saat ini ia telah bahagia dengan anak dan suaminya."


Jerry mengangguk paham. Memang semua tidak semudah kelihatannya. Akan banyak hati yang terluka jika Ernest melanjutkan keinginannya. Bahkan mungkin akan ada yang berakhir dengan hilangnya nyawa.


*


*


*


" Apakah semua sudah siap Jer."


" Sudah tuan, tinggal menunggu tuan masuk ke pesawat maka kita akan langsung take off."


" Baiklah kalau begitu, ayo Jer."


Ernest menaiki tangga pesawat pribadi miliknya. Ia berhenti sejenak dan melihat ke belakang, melihat hamparan gedung gedung tinggi. Ia menghembuskan nafasnya, dadanya terasa sesak. Namun ini adalah keputusan terbaik 


Jerry mengikuti tuannya. Waktunya kembali ke negara mereka dan melepaskan rasa yang tertahan selama puluhan tahun.


Kini keduanya sudah berada di dalam, kapten pilot memberitahu mereka bahwa sebentar lagi pesawat akan lepas landas.


" Apakah tuan tidak memberi tau cucu tuan."


" Hahahah tidak perlu, aku yakin dia sudah mengetahuinya."


" Kenapa bisa begitu tuan."


" Dia meretas cctv hotel tempat kita menginap, bahkan dia menempatkan pengawal di sekitarmu untuk melindungi mu."


" Ya Tuhan, pemikiran anak itu sungguh luar biasa."


" Aku juga merasa seperti itu. Sebenarnya aku bangga keturunanku ada yang begitu cerdas, bahkan jenius. Namun sayang sekali aku tidak bisa ikut andil mengakuinya."


Jerry tersenyum kaku, ia sendiri bingung harus berkomentar seperti apa. Pasalnya Jerry sangat tahu seperti apa kelakuan anak anak tuannya. Gabriella dan Gilbert, meskipun usia mereka sudah mendekati 30 tahun tapi kelakuan mereka sungguh tidak ada yang dewasa. Setiap hari hanya tau membuat masalah. 


Bukannya Ernest tidak pernah menasehati, namun ketika Ernest menegur putra putrinya selalu saja di halangi oleh Pamela. Semenjak itulah Ernest enggan. Ia mulai tidak peduli apa yang dilakukan istri dan anak anak nya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2