
Hay readers, kebahagiaan yang luar biasa bagi othor karena para readers masih setia dengan Rama dan Sita. terus dukung Rama dan Sita ya sampai punya baby lagi hehehe.
Terimakasih untuk semua dukungan kalian, semoga kalian tidak bosen ya. Matursuwun...
sumonggo lanjut dibacanya...
...****************...
Rama dan Sita tengah berada di rumah Sakit Mitra Harapan tepatnya di ruangan dokter Dika. Hari ini mereka berdua melakukan cek kondisi keseluruhan pasca Sita terbangun dari komanya. Roni dan Susi menemani Tuan dan nyonya nya karena Sita masih menggunakan kursi roda atas permintaan Rama.
"Sus, sejak kapan kamu bekerja dengan nyonya bos?" Roni bertanya di sela sela mereka menunggu.
"Sebenarnya belum lama, tapi aku mulai bekerja dengan Bu Sita setelah beberapa hari Tuan Dani bercerai dengan Bu Mauren. Dna belum lama ini aku baru tahu kalau Bu Sita adalah mantan istri Tuan Dani."
" Oh dulu kamu bekerja dengan si kutu kupret itu?"
"Kutu kupret??"
"Iya, itu julukan dari si bos untuk Dani. Hahahah"
"Hahaha. Pak Rama bisa aja."
Roni dan Susi pun terlihat akrab berbincang, tanoa sadar tuan dan nyonya nya itu sudah selesai melakukan pemeriksaan.
"Ekhem… asik bener ngobrolnya. Awas jangan ghibah." Ucap Rama yang sukses membuat kedua orang itu terkejut.
"Eh si bos. Udah kelar ya. Jangan suudzon bos. Kita mah ngobrol nya lurus lurus aja."
Rama memutar bola matanya malas. Susi dengan cepat meraih kursi roda Sita untuk mendorongnya menuju mobil.
"Mas, apakah aku boleh bekerja lagi nanti?"
Rama terdiam, ia masih sedikit trauma membiarkan Sita sendiri tapi dia juga tidak mau mengekang Sita. Dia tidak mau disebut posesif terhadap istrinya itu.
"Mas….." Sita kembali memanggil Rama karena Rama diam saja sibuk dengan pikirannya.
"Ehm… boleh sih. Tapi tidak terburu buru ya. Paling enggak kamu kudu pulih dulu."
"Makasih mas."
Cup…. Sita mencium pipi Rama sekilas. Rama terkejut, tapi sedetik kemudian ia tersenyum senang. Sita sudah bisa menunjukkan rasanya kepadanya.
Sedangkan Sita ia merasa malu luar biasa. Wajahnya sudah memerah seperti udang rebus.
"Aduuuh… kenapa bisa reflek begitu sih." Rutuknya dalam hati.
Namun Rama tidak mau menyia-nyiakan momen manis yang sudah tercipta ini. Ia kemudian memeluk Sita dengan lembut membuat jantung Sita berdetak semakin kencang. Bukan hanya Sita, jantung Rama pun berpacu cepat. Padahal Rama hanya sebatas merangkul tubuh Sita, namun keduanya terasa panas menjalar keseluruh tubuh mereka.
"MasyaaAllaah, ternyata pacaran setelah menikah memang lebih indah luar biasa." Batin Rama.
"Mas lepas, malu dilihat Roni sama Susi." Bisik Sita.
"Tenang mereka tidak melihat apa-apa." Jawab Rama yang juga berbisik di telinga Sita namun malah membuat Sita semakin meremang.
Ya ya ya… lakukan saja apa yang kalian mau lah, kita memang tidak melihat kok, soalnya kita lihat jalanan. Ya Allaah, kasihanilah aku yang jomblo ini, rutuk Roni dalam hati.
Eh, kenapa aku jadi yang malu. Perasaan dulu lihat lebih dari ini biasa biasa aja. Tapi melihat Bu Sita dan Pak Rama mesra gini jadi ikut senyum senyum sendiri. Mungkin benar kali ya, yang halal itu memang berbeda, semoga bu Sita dan pak Rama selalu bahagia, batin Susi.
__ADS_1
"Ron…"
"Sip bos!"
"Sementara ini kamu antar jemput aku dulu ya ke kantor."
"Siap bos.", hais… alamat nelangsa melihat pasangan baru ini yang masih anget angetnya. Mblo… sabar ya mblo, gumam Roni.
" Ada apa Ron."
"Oh enggak b-bos. I-itu. Apa namanya anu…"
"Halah, ra kakean omong koe Ron. Tak potong gajimu mengko ( jangan banyak omong kamu Ron, kupotong gajimu nanti."
"Baik bos, siap. Jangan bos. Cicilan masih banyak."
Sita dan Susi tertawa melihat obrolan bos dan asisten pribadinya itu.
🍀🍀🍀
Kai di rumah tengah menunggu Rama dan Sita pulang. Namun setelah dari tadi puas mondar mandir tidak jelas akhirnya Kai memutuskan untuk kembali ke kamar.
Huh… Daripada aku khawatir setengah mati. Sepertinya aku memang harus minta beberapa orang ke Q untuk mengawal mommy.
Kai meraih ponselnya dan menghubungi teman mafianya itu.
"Q, bolehkan aku minta beberapa orangmu.?
" Wohooo apalagi ini. Sebenarnya siapa yang sedang kau lindungi Mr. sun."
"Huft…. Mommy ku. Kemarin mommyku nyaris kehilangan nyawanya karena kecerobohanku. Aku tidak mau kejadian itu terulang lagi."
"Haish… tidak perlu begitu. Beri aku beberapa orang. 3 atau 4 cukup. Masukkan 2 diantaranya di JD Advertising tempat mommyku bekerja dan 2 lagi jadikan pengawal bayangan."
"Oke ome… Eh tunggu disini sebenarnya siapa sih yang ketua mafia. Kenapa aku begitu patuh terhadapmu."
"Hahahha sudahlah Q, oku minta tolong padamu. See you."
Kai menutup panggilannya. Dan seperti biasa, ia melepas alat pengganti suara di tenggorokannya.
Huft… sudah beres. Oh iya aku melupakan daddy tersayang. Apa kabarnya dia sekarang. Ho ho ho, aku penasaran bagaimana reaksi dia jika mengetahui mommy sudah menikah lagi. Sorry dad bukannya aku jahat. But you don't deserve to be back with my mom anymore. So enjoy your life without us dad.
Kai bergerak ke tempat tidurnya lalu menjatuhkan tubuhnya di kasur lalu meraih boneka shark nya dna memeluk boneka tersebut. Tak lama kemudian ia pun terlelap.
Rama dan Sita yang baru saja sampai rumah langsung mencari Kai
"Sus, pada kemana. Kok Sepi." Tanya Sita. Susi pun bingung menjawab karena mereka kan sama sama baru pulang.
"Eh nduk sudah pulang bagaimana pemeriksaannya." Ayu keluar dari dapur.
"Eh ibu. Alhamdulillah semuanya baik bu. Tinggal pemulihan saja."
"Syukurlah kalau gitu. Ibu ikut senang."
Ayu mengambil alih untuk mendorong kursi roda Sita.
"Eh, bu. Biar susi saja yang mendorong Sita." Sita merasa tidak enak.
__ADS_1
"Nggak apa-apa, jangan sungkan sama ibu. Anggep ibu mu sendiri ya."
Rama tersenyum melihat interaksi ibu dan istrinya itu. Ia bernafas lega.
"Ron, kembalilah ke perusahaan. Aku akan berangkat ke perusahaan mulai besok. Kumpulkan semua dewan direksi. Aku akan mengadakan rapat besok."
"Siap bos. Apakah ini ada kaitannya dengan kasus kemarin."
"Tentu, aku tidak akan membiarkan tikus kantor itu beranak pinak."
"Baik bos. Siap laksanakan.saya undur diri dulu. Assalamualaikum."
"Waalaikum salam."
Setelah Roni pergi Rama teringat dengan Kai. Dia pun berjalan menuju kamar Kai laku membuka pintu perlahan. Ternyata bocah itu sedang tertidur memeluk boneka Shark kesukaannya.
Rama mendekat dan merebahkan dirinya di samping Kai lalu memeluk bocah itu. Tanpa sadar Rama pun ikut terbuai oleh mimpi.
Menyadari sedari tadi ia tidak melihat Kai, Sita pun bertanya kepada ibu mertuanya itu tentang keberadaan putranya.
"Maaf bu, apakah ibu melihat dimana Kai."
"Astagfirullah ibu lupa, dari tadi tuh dia mondar mandir menunggu kalian pulang. Terus berpesan kepada ibu kalau kalian pulang minta dikasih tau. Eh sekarang mana itu bocah ya."
Sita tersenyum, Kai begitu khawatir terhadapnya dan Rama.
"Paling dikamar bu. Sita ke kamar Kai dulu ya bu." Sita beranjak dari kursi rodanya berjalan perlahan.
"Kamu bisa nduk."
"Bisa bu. Tidak apa apa. Kaki Sita kan memang tidak sakit bu cuma agak kaku karena lama tidak digerakkan."
Ayu tersenyum, ia sangat suka melihat kepribadian Sita yang mandiri.
Cekleek…
Sita membuka pintu kamar Kai dengan perlahan. Sita sedikit terkejut di sana tampak Kai tengah tertidur dan Rama juga ikut tertidur memeluk Kai dari belakang.
Sita mendekat perlahan, mengusap kepala Kai lalu beralih ke wajah Rama. Ia mencium kedua pria itu bergantian. Rama yang menyadari Sita ada disana diam saja pura pura masih tidur.
"Terimakasih mas, kamu benar benar melindungi kami. Aku harap kamu tidak pernah berubah dan jangan pernah berubah."
Cup…
Sita kembali mencium Rama. Greb… rama langsung memeluk tubuh Sita.
"Mas…." Sita terkejut.
"Sttt jangan berteriak nanti Kai bangun." Bisik Rama.
"Kamu sudah bangun dari tadi ya. Kenapa nggak bilang." Sita pun ikut berbicara berbisik.
Rama hanya mengangguk, ia terus memeluk sita dan menghirup aroma tubuh Sita yang memabukkan baginya.
"Mas lepas, nanti dadamu sakit." Bisik Sita.
"Sttt diam, biarkan dulu seperti ini. Kamu tau nggak aku menahan cukup lama untuk bisa memelukmu seperti ini."
__ADS_1
Sita kembali terdiam, ia pasrah dengan perlakuan Rama. Ia membiarkan Rama memeluknya dan membawanya ke kasur. Akhirnya mereka bertiga tertidur di tempat tidur Kai dengan saling berpelukan.
TBC