Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
BONCHAP 12. Sebaiknya Tidak Saling Mengenal


__ADS_3

Pagi hari Rama dan juga Sita sudah berada di ruang rawat Kai. Sita membawa makanan kesukaan Kai yang dia masak sendiri.


" Abang sarapan dulu yuk… pasti abang bosen kan makanan rumah sakit."


" Mommy emang paling the best."


Rama dan Sita tersenyum. Kemudian Sita menyuapi Kai meskipun awalnya Kai menolak. Kai pun makan dengan lahap.


" Kemarin daddy ke sini ngobrol apa aja. Sama mama seruni ya?"


" Iya mom, daddy nangis pas lihat bahu Kai diperban. Tapi Kai nggak ngomong asal dari luka ini."


Rama dan Sita mengernyitkan keningnya. 


" Iya, Kai bohong sama daddy dan mama seruni. Kai bilang ini hanya cedera saat latihan karate."


Sita menghembuskan nafasnya kasar. Putranya harus berbohong untuk menutupi fakta yang sebenarnya.


" Maafin mommy ya nak. Kamu jadi harus berbohong begitu."


" No mom. Ini juga untuk kebaikan semuanya. Biar semuanya aman."


" Oh iya bang. Abang berhutang penjelasan kepada mommy."


"Uhuk… uhuk…."


Kai tersedak makanannya sampai sampai Rama harus menepuk nepuk punggung putranya itu.


" Hati hati bang makannya." 


Ucap Rama sambil mengulurkan iar mineral. Kai meminumnya hingga tandas. Sita yang melihat tingkah putranya hanya mendengus. Ia paham kalau sang putra belum siap untuk bercerita.


"Assalamualaikum…."


" Waalaikumsalam… eh dokter Dika."


" Bagaimana Kai keadaanmu."


" Alhamdulillah baik dokter."


" Baiklah kalau begitu… tapi dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Saya ijin membawa Kai dulu ya pak, buk."


" Apa ada yang buruk dok?"


Sita sudah tampak khawatir. Dokter Dika memberi isyarat mata kepada Kai agar memberikan ibunya ketenangan. 


Dokter Dika sedang membantuku keluar dari rumah sakit. Mungkin Silvya sudah mengatakannya.

__ADS_1


" Tidak ada bu Sita. Hanya memastikan saja."


" Iya mom… ini biar Kai nanti bisa pulang. Iya kan Dok."


Dokter Dika mengangguk berusaha setenang mungkin.


Huft… kalian berdua benar benar membuatku berdosa karena telah melakukan kebohongan ini.


" Oh iya, mommy dan ayah kembalilah ke rumah dan kantor. Aku bisa mengatasi ini dengan dokter Dika. Kasian triplet mom ditinggal terus. Dan ayah katanya ada sesuatu di perusahaan."


" Tidak sayang, mommy akan menunggu mu di sini."


" Baiklah."


Dengan dibantu perawat yang sebenarnya adalah Q, Kai berhasil dibawa keluar menggunakan kursi roda. Penyamaran Q sangat apik sehingga baik Rama maupun Sita tidak akan menyadari. Sebagai ratu mafia menyamar adalah bagian dari keterampilan.


" Kalian berhutang padaku." Ucap dokter Dika datar.


Dokter Dika membawa Kai kesebuah ruangan MRI namun di sana Kai berganti pakaian. Bahkan Kai memakai rambut palsu dan kaca mata hitam. Semuanya Q lah yang menyiapkannya.


" Maaf dokter karena melibatkan mu. Aku janji tidak akan lama. Beri aku 30 menit."


" Baiklah,.. Dan kau istriku jagalah Kai. Dia pasienku aku bertanggung jawab penuh akan nya."


Q mengangguk lalu berjalan keluar berdampingan dengan Kai. Hingga sampai keluar dari gedung rumha sakit semuanya masih tampak aman. Q mengambil mobil dan melajukan nya menuju Pandawa Resort tempat Sir Alexander menginap.


Tidak perlu waktu lama mereka berdua sudah sampai di hotel tersebut. Merek melenggang dengan santai karena Kai telah mengantongi nomor kamar hasil dari ia meretas cctv hotel.


Tepat di depan pintu kamar Ernest, Q mengetuk pintu dan bersuara layaknya seorang pelayan hotel yang mengantarkan layanan kamar.


Di dalam kamar Ernest merasa aneh, pasalnya ia tidak meminta apapun. Namun Ernest tetap berjalan ke pintu dan membukakan pintu kamarnya tersebut.


Ceklek…..


" Selamat pagi Sir Alexander atau bolehkah saya panggil Kakek."


Ernest terkejut, ia masih memindai pria di depannya itu. Kai pun segera membuka kaca mata hitamnya dan menyimpannya di saku jaket miliknya. Kai masuk diikuti Q tanpa ijin dari Ernest. Ia pun langsung duduk di sofa.


Ernest yang masih dilanda kebingungan segera menutup pintu dan menyusul masuk lalu duduk di hadapan Kai.


" Waktu saya tidak banyak Sir. Izinkan saya mengatakan suatu hal."


Ernest seperti terhipnotis oleh ucapan Kai. Ia merasakan wibawa seorang pemimpin hebat pada anak di depannya itu.


" Saya sungguh tidak tahu tujuan anda kembali ke negara ini dan mencari ibu saya. Tapi apapun fakta yang anda dapatkan lebih baik anda simpan saja sendiri. Kami sudah cukup bahagia hidup saat ini. Saya tidak ingin terlibat intrik dengan keluarga anda yang pada akhirnya akan mengancam ketenangan bahkan nyawa ibu, ayah, dan adik adik saya."


Kai menghentikan ucapannya. Ia mengambil nafasnya dalam dalam dan membuangnya perlahan.

__ADS_1


" Kalau hanya soal harta atau peninggalan apapun, Anda tidak perlu khawatir Sir keluarga kami cukup mampu dan hidup dengan sangat baik. Bahkan saya tidak pernah kekurangan uang sedikitpun. Untuk membeli pesawat pribadi yang mewah saat ini juga pun saya mampu."


" Bukan… bukan seperti itu maksudku."


Ernest memotong perkataan Kai. Memang ia akan mewariskan beberapa aset unyuk Sita putrinya tapi bukan itu poin utamanya.


" Saya paham. Tapi saya juga mengerti apa yang anda pikirkan saat ini. Jika anda ingin menebus kesalahan dan membuat penyesalan saya rasa tidak perlu. Ibu saya terlahir dengan tidak mengenal orang tuanya. Dan dia hidup tanpa orang tua hingga kami menemukan orang orang yang kami bisa sebut keluarga. Jadi jika anda tiba tiba datang kepada ibu saya dan  anda mengatakan bahwa anda adalah ayah kandungnya apakah tidak menimbulkan rasa sakit pada hati ibu saya?"


Ernest terdiam kata kata Kai begitu menusuk hati nya. Apa yang diucapkan bocah baru beranjak remaja itu semuanya benar.


Jika dia menemui Sita dan mengakui bahwa dia adalah ayah kandungnya pasti akan muncul banyak pertanyaan dan fakta menyakitkan. Sita kana bertanya dimana ibunya, mengapa bisa dia dicampakkan. Terlebih Ernest sudah memiliki keluarga.


" Maafkan aku nak. Sungguh kakek tua ini minta maaf."


" Tidak perlu Sir anda tidak perlu minta maaf. Sebelumnya kami tidak mengenal anda, dan sebaiknya kita tidak perlu saling mengenal. Lebih baik anda memperhatikan keluarga anda yang penuh dengan intrik dan kepalsuan itu. Oh iya satu lagi, asisten anda sedang dalam bahaya. Tapi jangan khawatir saya menempatkan beberapa orang untuk melindunginya. Sebaiknya anda menarik dia kembali kemari sebelum terjadi hal buruk."


Q yang  diam saja dari tadi hanya bisa memandang takjub kepada Kai. Setiap kalimat yang dilontarkan mempunyai penekanan. Ketenangan dalam menghadapi orang lain sungguh luar biasa untuk ukuran bocah 13 tahun. 


Kau sungguh luar biasa Sun, tidak heran jika sejak dulu aku tidak pernah bisa menolak apa yang kau inginkan dan apa yang kau perintahkan. Meskipun waktu itu usiamu masih bocah.


Sedangkan Ernest, dia membenarkan semua perkataan Kai. Ia mengakui cucunya ini adalah anak yang luar biasa.


" Bagaimana kau tahu tentang keluargaku yang berada di seberang sana nak?"


Ernest penasaran bagaimana Kai bisa mengetahui semuanya dengan akurat.


"Anda tidak perlu bingung Sir. Bocah ABG di depan anda ini adalah Mr. Sun data serahasia apapun bisa diketahui dengan mudah."


" Apa…. Kau… Mr. Sun… hacker terkenal dan ditakuti oleh intelijen dunia?" Ernes terkejut.


" Q… apakah aku sehebat itu??"


Q memutar bola matanya malas mendengar kalimat narsis dari Kai.


Pantas saja dia tidak mempermasalahkan warisan yang aku berikan. Bahkan mungkin uang miliknya melebihi apa yang kuberikan berkali kali lipat. Anak ini memang bukan sembarangan. Ernest bergumam dalam hati. Lagi lagi ia mengagumi sosok Kai.


" Baiklah Sir… sepertinya waktu saya sudah habis. Saya harap anda akan mengikuti apa yang saya sampaikan tadi. Selamat tinggal Sir Alexander."


Kai dan Q membungkuk hormat dan meninggalkan Ernest yang masih duduk di sofa.


" Nak… bisakah kau memanggilku kakek barang sekali."


" Selamat tinggal kakek. Hiduplah dengan bahagia."


Tes… air mata Ernest terjatuh. Serasa ada ribuan jarum yang menusuk hatinya. Kini perasaan Ernest carut marut. Ia termangu memikirkan semua omongan Kai.


Di luar kamar Kai terhuyung, ia menyandarkan tubuhnya ke tembok. Air mata Kai juga menetes. Q hanya bisa melihat dan tak mampu mengatakan apapun.

__ADS_1


Aku yakin ini pasti berat juga untukmu, Mr. Sun.


TBC


__ADS_2