
Seiring dengan maraknya pemberitaan mengenai kasus pembunuhan yang melibatkan salah satu keluarga bangsawan Antonio membuat masyarakat tanah air pun ikut mengetahui. Tak terkecuali Sita. Sita sedikit menyipitkan matanya melihat gambar pria tua yang menculiknya waktu itu dan sebuah foto wanita yang menurutnya sangat mirip dengannya berada di laman berita online yang dia baca. Bahkan para buah hatinya pun beranggapan sama.
" Mom… kenapa foto mommy ada di situ?" Tanya Ana.
Abra dan Akhza yang mendengar ucapan Ana pun langsung melihat ponsel yang tengah dipegang Sita.
" Wooh iya.. Tapi itu bukan mommy. Tapi… ini sangat mirip dengan mommy. Apalagi matanya. Sama seperti mata mommy dan abang Kai." Ucap Akhza yang memang selalu lebih teliti dari pada kedua adiknya.
Sita mengangguk membenarkan ucapan kembar sulungnya. Perasaannya tiba tiba merasa aneh. Dalam hatinya banyak sekali pertanyaan.
Tapi apa hubungannya dengan pak tua itu? Mengapa hastag nya justice for Camelia? Pembunuhan apa?
Sita memutar otaknya namun sama sekali dia tidak bisa mengambil kesimpulan apapun. Hanya ia merasa begitu dekat dengan wanita yang ada di foto tersebut. Air mata Sita tiba tiba luruh.
" Mom… are you crying?"
Kai datang dari arah luar. Ia sedikit mengeraskan suaranya melihat sang ibu menangis. Sita pun langsung menghapus air matanya, ia sendiri tidak tahu mengapa air matanya luruh begitu saja. Ada rasa sakit yang tidak bisa ia ketahui apa penyebabnya.
" No abang… mommy nggak nangis kok."
" Iya kok bang. Mommy nggak nangis tapi air matanya keluar aja sendiri, tiba tiba gitu. Tub mommy nggak ingusan." Ucap Abra yang memperjelas ucapan mommy nya.
Kai mengerutkan keningnya, merasa heran dengan tingkah mommy dan ketiga adik kembarnya. Kai pun melihat tangan mommy nya yang tengah memegang ponsel. Ia pun menghembuskan nafasnya kasar.
Huft… berita online memang sangat cepat. Padahal di sana baru rilis setengah jam yang lalu. Eh ternyata sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Tapi Kai pura pura tidak tahu dulu apa yang mereka lihat. Saat ini bukan waktunya mengatakan semuanya kepada sang mommy. Kai akan memberitahu Sita nanti malam saat si kembar sudah tertidur dan Rama sudah pulang.
Kai mendekat ke arah mommy nya. Si kembar pun memberi Kai ruang agar abangnya itu bisa duduk di sebelah sang mommy.
" Ada apa sih mom?"
" Coba bang lihat ini, ini bukannya pria yang waktu itu ya."
Kai mengambil ponsel Sita, ia terdiam sejenak berpura pura mengingat siapa pria tersebut.
__ADS_1
" Oh iya… benar ini orang yang waktu itu."
" Coba deh abang lihat gambar wanita yang disebelahnya. Bukankah itu mirip dengan mommy?"
Kai kembali terdiam. Ia mengambil nafasnya dalam dalam dan membuangnya perlahan. Ia pun mengangguk tersenyum.
" Iya bang… tuh… lihat… matanya sama kayak mommy… Sama kayak abang juga. Tapi… kenapa mata kami tidak seperti mommy dan abang ya?"
Pertanyaan dari Abra ini sukses membuat Sita dan Kai saling pandang. Si tengah ini memang lebih kritis daripada kakak dan adiknya. Namun pertanyaan Abra ternyata sukses mengalihkan pandangannya dari ponsel dan berita tersebut.
" Mata kalian juga cantik, ada birunya dikit, ada hitamnya dikit, ada coklatnya dikit tuh kalau nggak percaya coba aja ngaca."
Ana yang mendengar ucapan Kai langsung lari ke depan sebuah cermin dan melihat matanya sendiri. Ia tersenyum, perkataan abangnya memang benar.
" Bener bang… cantik…"
" Iya dong… Abang nggak pernah bohong sama kalian."
Kai berseloroh dan ketiga adiknya hanya mengangguk angguk menyetujui setiap ucapan Kai. Sedangkan Sita bernafas lega, Kai selalu bisa menjawab pertanyaan - pertanyaan yang dilontarkan adik adik kembarnya.
🍀🍀🍀
" Alhamdulillaah bukan yang ku khawatirkan."
" Iya bos… alhamdulillaah ternyata hanya salah input."
" Iya Ron, Buatlah sebuah pengumuman untuk meningkatkan kinerja karyawan. Jika kinerja mereka bagus maka akan ada bonus tambahan setiap bulannya. Dan jika mereka bertahan selama kurun waktu 6 bulan maka akan ada kenaikan gaji dan jika terus berlanjut maka di tahun depan bisa dipromosikan untuk naik jabatan."
" Waaah manteb bos. Ide yang luar biasa bos. Bisa menambah semangat para karyawan pastinya."
Rama mengangguk, dia sendiri adalah seorang pemimpin yang begitu memperhatikan para karyawannya. Karena karyawan bagi perusahaan adalah sebuah aset. Jika karyawan sejahtera maka mereka pasti akan bekerja dengan lebih baik untuk memajukan perusahaan.
Rama melihat arlojinya. Waktu menunjukkan pukul 7 malam. Menangani permasalahan di perusahaan ternyata tanpa sadar membuatnya pulang terlambat.
" Ron.. Lakukan hal itu besok. Ayo kita pulang. Ternyata sudah malam."
__ADS_1
" Siap bos."
Rama dan Roni pun berjalanan beriringan menuju ke luar gedung perusahaan. Kondisi sudah sangat sepi, karena memang sudah lewat jam pulang kerja. Rama membuka ponselnya dan langsung melihat tagline berita yang menjadi trending untuk hari ini.
" Ini… Bukankah ini… Sir Alexander… dan ini… ya Allaah… Apakah Sita sudah lihat? Dan Kai, oh Ya Allaah.. Aku yakin Kai pasti sudah tahu."
Setelah Roni datang dari mengambil mobil, Rama pun menyuruh Roni untuk mengemudi dengan lebih cepat. Rama sudah tidak sabar sampai di rumah untuk segera bisa mengklarifikasi berita tersebut kepada Kai.
🍀🍀🍀
Di negara Seberang Gabriella yang baru turun dari pesawat langsung ditangkap oleh pihak kepolisian. Mereka menunjukkan surat penangkapan yang mereka bawa kepada Gabriella.
" Nona Gabriella, anda kami tahan dengan tuduhan penganiayaan, penyalahgunaan obat terlarang dan tindak kekerasan serta pemerasan. Silahkan ikut ke kantor polisi. Hal yang ingin anda jelaskan bisa dijelaskan di sana."
Ceklek…
Tangan Gabriella langsung diborgol. Ia tidak dapat berkutik sama sekali. Ingin memberontak sepertinya percuma. Yang bisa dilakukan saat ini hanya menurut.
"Brengsek… bocah itu menjebak ku ternyata. Awas saja kalau aku sudah keluar nanti. Maka aku akan menghabisi mu."
Gabriella berbicara dalam hati. Ia memang belum mengetahui tentang penangkapan sang ibu dan adiknya. Saat ibu dan adiknya ditangkap ia masih berada di pesawat dan dia tidak membuka ponsel sama sekali.
" Apa kalian tahu siapa aku?" Gabriella berusaha bersikap tenang dan tentunya congkak kepada polisi. Ia ingin menegaskan bahwa dirinya adalah keturunan bangsawan.
" Tentu saja tau nona. Anda adalah anak dari Pamela Antonio, seorang lady bangsawan yang terlibat pembunuhan berencana istri pertama dari suaminya sekarang. Apakah anda tidak tahu bahwa ibu anda sekarang di penjara? Begitu juga adik anda yang tertangkap tengah berpesta s*x dan narkoba."
Duarrrr
Gabriella sangat terkejut dengan apa yang dikatakan polisi kepadanya. Ia sungguh merasa bingung. Jika ibu dan adiknya ditangkap mengapa ayahnya diam saja, itulah yang ia pikirkan saat ini.
" Terus… ayahku… Apa dia tidak melakukan apa apa."
" Maaf nona, setahu kami Sir Alexander lah yang menjebloskan Pamela ke penjara."
Bagai disengat listrik ratusan volt, Gabriella terhuyung dan akhirnya jatuh tak sadarkan diri. Petugas polisi pun terpaksa mengangkat tubuh Gabriella menuju ke mobil untuk dibawa ke kantor polisi.
__ADS_1
TBC