Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
88. Belum Akan Move-On


__ADS_3

Kai tampaknya sudah siap membuka identitas aslinya kepada Rama.


" Aku sebenarnya adalah Mr. Sun."


"Apa….!!!!??"


Hening… Rama masih termangu mencerna semua yang Kai katakan dan menarik benang lurus dari setiap kejadian demi kejadian yang sudah dialami.


"Kai… jangan bercanda kepada Ayah."


"Huft… tadi ayah meminta Kai jujur. Sekarang malah bilang Kai bercanda. Apa ayah perlu bukti?" 


Rama hanya diam namun sebenarnya hatinya mengiyakan.


"Baiklah, Kai akan menjelaskan satu persatu agar ayah percaya."


Kai kembali membuka tabletnya dan mencoba mencari isi pesan Rama kepadanya saat meminta bantuan tentang bukti kejahatan Eko Priambudi.


" Waktu itu ayah mengirim email kepada Mr. Sun untuk mencari kejahatan Eko Priambudi. Ayah membayar Mr. Sun sebanyak $ 75.000 dan Mr. Sun memberi ayah file yang dinamai FILE HANTU."


"Be-benar…"


"Bagaimana, apakah Ayah sudah percaya?"


Rama mengangguk masih mencerna semua yang dia dengar. Namun ia percaya dengan ucapan Kai, karena selain dirinya dan Roni hanya Mr. Sun yang tau.


" Berarti uang yang Kai dapatkan itu semua karena menjadi Mr.Sun, apakah mereka tahu bahwa Mr. Sun adalah Kai Bhumi Abinawa?"


"No Yah, there's don't know about my real identity."


"Alhmdulillaah… syukurlah kalau begitu. Ayah hanya khawatir jika mereka mengetahui identitas mu. Terus bagaimana Kai menghubungi mereka?"


"Kai menggunakan sebuah alat atau aplikasi untuk membuat perubahan suara menjadi pria dewasa."


"Maaf ayah bertanya lagi, apa kamu membantu para orang dunia bawah untuk membobol keamanan seperti di film film tentang hacker itu."


"Tidak Yah, aku menolak melakukan itu. Sebagian besar penghasilanku adalah membuat sistem keamanan untuk perusahaan. Star building milik teman ayah juga meminta bantuan ku untuk mengamankan sistem IT mereka."


"Woaaaah… andaikan Juna tahu anakku sehebat itu pasti dia akan sangat senang."


"Ayaaah ingat ini ra - ha - si - a."


"Oke oke boy ayah ingat itu."


"Baiklah aku pegang janji ayah, sekarang lebih baik ayah menemani mommy. Kasian mommy sendirian di sana."

__ADS_1


"Baiklah boy."


Rama beranjak dari tempat duduknya namun sebelum berjalan menuju ke arah Sita ia memeluk Kai terlebih dahulu.


"Ayah percaya pada anak ayah bahwa Kai adalah anak yang begitu hebat dan bertanggung jawab. Ayah bangga padamu nak."


Rama mengecup pucuk kepala Kai lalu mengacak nya dengan penuh rasa sayang. Kai tersenyum, sungguh Kai merasa begitu menyayangi Rama.


Tiba tiba Kai teringat dengan Dani, bagaimanapun Dani adalah ayah kandungnya. Meskipun dia belum menemukan rasa sayang terhadap daddy nya itu paling tidak dia harus menghormatinya.


Mungkin bila nanti sudah sampai di kota J aku akan berkunjung ke rumah Opa Wira dan Oma Laila serta mengunjungi daddy itu, semoga dia sudah menjadi pribadi yang lebih baik. Sudah saatnya berdamai dengan semuanya, gumam Kai pelan.


🍀🍀🍀


Dani Atmaja tengah memimpin rapat perusahaan, ia mengucapkan terimakasih atas penyelesaian proyek pengadaan PC di DIS.


"Terimakasih untuk kerja keras anda sekalian sehingga semuanya bisa berjalan dengan lancar tanpa suatu kendala."


Plok….plok… plok…


Suara tepuk tangan para karyawan yang mengikuti terdengar riuh. Semuanya merasa puas karena proyek ini berjalan dengan lancar meski kemarin terjadi peristiwa yang sangat disayangkan.


"Baiklah, semua boleh kembali ke tempat masing masing. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak."


"Alhamdulillah Ya An, kita berhasil melewati rintangan yang kemarin."


"Iya Tuan, beruntung Mr. Sun membantu kita jadi masalah bisa segera diatasi."


Dani mengangguk kemudian memasuki ruangannya, begitu pula dengan Anton.


Huft…. Dani menghembuskan nafasnya perlahan. Tiba tiba ia teringat dengan Kai.


"Kai putraku, sedang apa ya dia. Aku tengah merasakan sebuah kerinduan. Saat mengingatnya jantungku terasa nyeri dna dadaku sangat sesak. Ya Allaah, apakah aku masih berkesempatan untuk menebus kesalahanku dengan menjalin hubungan baik dengan putraku sendiri?"


Dani bermonolog sembari melihat foto Kai yang dia minta dari ponsel sang papa dan kemudian mencetaknya lalu mem bingkainya. Ia letakkan foto putranya itu di meja kerjanya sehingga ketika ia merasa rindu maka dia akan memandangi foto Kai.


Bulir bulir bening keluar dari kedua mata Dani. Matanya perih,  seperti tengah  mengiris banyak bawang.


Tok...tok...tok…


Suara ketukan pintu membuat Dani segera menghapus air matanya.


"Ya… masuk…"


"Maaf tuan ada perwakilan dari perusahaan Wijaya Grup mau membahas kerjasama."

__ADS_1


Ternyata Anton yang berada di balik pintu namun ia masuk tidak sendiri. Tampak seorang wanita cantik berada di belakangnya.


"Oh baiklah, silahkan  duduk nona. Ada yang bisa kami bantu." Dani berucap sopan.


"Oh… iya.. Maaf. Perkenalkan nama saya Seruni Putri Wijaya. Saya adalah CEO Wijaya Grup ingin menawarkan kerjasama."


"Maaf kerjasama untuk…."


"Begini pak Dani, perusahaan kami bergerak dalam bidang penerbitan dan termasuk salah satu penerbit terbaik di negeri ini. Saat ini kami ingin membuka gedung baru dan membutuhkan banyak perangkat komputer. Kami ingin Maja Elektronik yang menyediakan. Bagaimana pak Dani."


"Baiklah kalau begitu kami setuju."


"Terimakasih, untuk lebih lanjutnya kita bisa bicarakan besok."


"Baiklah, selamat bekerja sama."


Dani mengulurkan tangannya dan di sambut oleh wanita itu. Seruni  mengeluarkan senyum terbaiknya. Namun Dani tampak datar dan dingin. Jantung Sering berdegup dengan cepat. Akhirnya ia bisa juga mengajak Maja Elektronik untuk bekerja sama. Sudah dari beberapa waktu kemarin Seruni ingin sekali menjalin kerjasama dengan perusahaan Dani.


Setelah selesai dengan urusan tersebut  Anton diminta Dani mengantarkan CEO dari Wijaya Grup itu keluar dengan aman.


Seruni sejenak terpesona oleh Dani, duda yang beberapa waktu viral itu masih terlihat tampan dan menarik perhatian. Seruni keluar dari Maja Elektronik dengan senyum yang mengembang.


"Tuan, nona Seruni sudah saya antar kan."


"Hmmm….." 


Dani hanya menjawab singkat sambil kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Tuan, apa anda tidak merasa kalau nona  Seruni tertarik pada anda."


Ternyata Anton menyadari hal tersebut. Sedari pertama Seruni datang Anton bisa melihat gerak gerik wanita itu yang selalu mencuri pandang kepada Dani. Sebenarnya Dani menyadari itu tapi Dani memilih acuh.


"Hahaha jangan ngaco kamu An, mana mungkin gadis muda, cantik, dan kelihatannya cerdas itu tertarik pada duda sepertiku. Masih banyak stok pria single dan berkelas yang sepadan dengan gadis itu. Sudah jangan aneh aneh. Segera siapkan kontrak kerjasamanya."


"Baik Tuan."


Anton menyerah, niat hati ia ingin mencomblangi sang bos agar bisa segera move on tapi sepertinya sang bos masih enggan. Ia pun segera melaksanakan perintah Dani.


Haish… Anton ada ada saja. Mana ada wanita muda itu tertarik denganku. Duda kebanyakan background masalah.. Hahahah… haish… An...An… saat ini aku ingin fokus dengan Kai untuk kembali berdampingan dengan wanita lagi aku masih belum berani. Aku terlalu takut jika aku menyakitinya nanti. Kejadian dengan Sita membuatku harus berhati hati dalam menjalin sebuah hubungan baru.


TBC


Assalamualaikum Readers… Semoga selalu sehat ya. Semoga readers tidak bosan dengan kisah Rama, Sita, dan juga si kecil Kai. Terus dukung othor agar othor semakin semangat nulisnya.


Terimakasih ditunggu sawerannya hehehehe. Matursuwun.

__ADS_1


__ADS_2