Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
100. Surprise Birthday For Abang Kai


__ADS_3

Sita tengah sibuk di sebuah pusat perbelanjaan. Sebenarnya Sita tengah mencari kado untuk Kai. Tapi Sita sendiri bingung mau membelikan apa untuk Kai.


"Huft… Beli apa ya. Kai tidak suka mainan. Dia lebih tertarik dengan dunia IT. Tapi kemarin Roni baru saja membeli tablet untuknya."


Sita masih melihat lihat di toko elektronik mencari sesuatu yang sekiranya pas untuk dijadikan kado.


"Mas… Coba lihat yang ini?" Ucap Sita kepada spb toko tersebut.


" Oh ini merek Bowers & Wilkins PI7 bu. Earbuds ini memiliki suara yang sangat jernih dan dilengkapi dengan noise cancelling dan mode transparansi."


Sita yang tidak paham terhadap hal seperti itu hanya mengangguk saja. Dia mengambilnya karena menurutnya bagus.


" Oke mas… Saya ambil ini ya."


" Baik bu, saya bungkuskan. Ini harganya Rp6.500.000 mau debit atau cash?


" Debit aja mas."


Sita tersenyum puas dengan barang pilihannya. Ia yakin Kai akan menyukai ini.


" Mom… Dari mana?"


" Eh… ehmmm tadi mommy ke toilet. Maaf agak lama. Soalnya mommy mules."


Sita menyembunyikan paper bag dari toko tersebut di balik badannya.


"Ooh… Apakah sudah selesai. Mari pulang."


"Sudah mas… Ayo."


"Lho… mommy mau beli apa memang. Kok nggak bawa apa apa."


"Ooh itu mommy nggak nemu apa yang mommy mau cari."


"Ooh…."


Akhirnya mereka kembali ke mobil untuk menuju ke rumah. Rama sudah mendapat pesan dari Roni kalau di rumah sudah siap semuanya. Baik untuk acara surprise birthday maupun untuk acara pengajian 4 bulanan.


"Abang… apa mau mampir makan dulu?"


" No mom.. Sebaiknya kita langsung pulang aja. Kalau nggak mampir masjid aja dulu sudah waktunya sholat dzuhur."


Sita tersenyum dan mengangguk sedangkan Rama sudah paham. Ia pun mencari masjid terdekat dan menghentikan mobilnya di sana.


Rama menuju tempat wudhu pria bersama dengan Kai dan Sita ke tempat wudhu wanita sendiri. Kali ini Sita sholat sendiri sedangkan Rama dan Kai berjamaah.


15 menit berlalu ketiganya selesai dan kembali ke mobil.


"Apakah sudah tidak mau kemana mana lagi?"


" Tidak Yah, kita pulang aja."


"Ok boy, let's go home."


Rama melajukan mobilnya tapi sebelumnya dia sudah mengabari Roni bahwa mereka akan sampai sekitar 30 menit lagi.


🍀🍀🍀


Ckiiiittttt


Mobil Rama berhenti tepat di halaman rumah. Namun mereka sedikit merasa aneh pasalnya rumah tampak begitu sunyi.


"Yah… kok kayaknya sepi banget. Apa pada tidur siang."


"Iya mas… kok sepi ya."


Rama hanya mengangkat kedua bahunya tanda dia juga tidak mengerti.


"Ya sudah masuk aja yuk. Mungkin orang rumah pada istirahat semua."

__ADS_1


Rama, Sita, dan Kai pun berjalan memasuki rumah. Rama sengaja menarik Sita mundur untuk berada disampingnya dan membiarkan Kai masuk terlebih dulu.


Ceklek….


"Surprise…….!!!!"


"Happy birthday to Kai… happy birthday to Kai… happy birthday happy birthday… Happy birthday to Kai."


Kai terkejut mendapati semua orang berkumpul di dalam rumahnya dan membuat kejutan ulang tahun untuknya. Sungguh dia sangat sangat terkejut. Kai sendiri lupa kalau hari ini adalah ulang tahunnya.


Rama dan Sita mendekat dan mencium Kai.


"Selamat ulang tahun boy."


"Selamat ulang tahun sayang."


" Apakah ayah dan mommy yang menyiapkan kejutan ini."


Sita menggeleng pelan. " Bukan mommy, tapi ayah yang menyiapkan semua ini."


Kai tampak terharu, matanya sudah mengembun. Ia langsung memeluk Rama dengan erat.


" Terimakasih Ayah. Thank You so much. I'm very very very happy today. Sungguh ulang tahun kali ini sangat berkesan untukku."


" Sama sama boy. Kamu berhak mendapatkan ini. I love you too baby."


Rama mengusap air matanya yang tidak sengaja luruh. Kai pun melakukan hal yang sama.


Kai beralih memeluk Sita. "Thank You mom, sudah merawatku hingga aku sebesar ini. I'm so sorry jika aku selalu membuat masalah untuk mommy."


" No baby, Kai dari dulu adalah anak yang mandiri. Kamu adalah kebanggaan mommy. Maafin mommy, mommy tidak pernah membuatkan pesta ulang tahun yang baik untukmu."


Keduanya sama sama menangis. Semua orang yang berada di rumah itu ikut terharu menyaksikan Rama, Sita, dan Kai. Termasuk Dani, Wira dan Laila mereka bisa melihat kasih sayang dan cinta Rama yang sangat besar untuk Kai.


Rama begitu menyayangi dan mencintai Kai begitu pula sebaliknya. Mungkin bisa dibilang aku masih sangat jauh level menyayangi dan mencintai Kai bila dibanding dengannya. Tapi aku bersyukur Kai mendapatkan Ayah yang sangat baik. Aku berdoa semoga kalian selalu bahagia. Ucap Dani dalam hati.


Sekarang giliran semua orang yang mengucapkan selamat untuk Kai. Kai sedikit terkejut melihat keluarga dari daddy Dani berada di sana. Namun Kai bahagia semua orang berkumpul di sini saat ini.


" Auch…. Ayah sakit."


Rama meringis saat tiba tiba telinganya dijewer oleh seseorang yang ternyata adalah Hardi.


"Kamu itu lo le. Mau bikin acara seperti ini kok yo ndak ngasih tau ayah sama ibu. Bener bener kebangetan kamu."


" Maaf yah bu lupa."


"Dasar…!!!"


"Auch… Sakit yah. Malu diliatin banyak orang."


Lagi lagi Dani tidak menyangka jika keluarga Rama begitu humoris tidaklah kaku seperti yang dibayangkan. Wira dan Laila pun berpikiran sama.


Kai masih menatap dengan mata berbinar dekorasi pesta kejutan ulang tahunnya. Warna Dark Blue dan biru muda tampak mendominasi. Ia pun terkejut melihat kue ulang tahunnya, pasalnya kue tersebut diatasnya ada hiasan miniatur laptop, tablet dan yang lain lainnya.


" Ayah… Siapa yang memesan kue ini."


" Itu om Roni yang pesen, gimana kamu suka." Roni yang menjawab pertanyaan Kai.


" Suka… om… makasih ya."


" Sama sama abang. Om senang kalau abang suka."


Semua kembali bercengkrama. Sita menyalami kedua orang tua Rama lalu menyalami mantan mertuanya itu.


"Selamat atas kehamilanmu ya sayang. Sudah berapa bulan?"


" 4 bulan mah."


" Masa.. Kok seperti 6 bulan."

__ADS_1


" Sita hamil kembar 3 mah."


" MasyaAllaah… Selamat nak. Mama ikut senang."


"Papa juga ikut senang, alhamdulillah sekarang kamu sudah bisa menemukan kebahagiaanmu nak."


" Terimakasih ma… pa… semoga mas Dani juga bisa bertemu dengan kebahagiaannya."


Wira dan Laila mengaminkan doa tulus Sita. Sejenak Sita merasa aneh pasalnya di sisi lain rumah itu ada dekorasi lagi. Kali ini dekorasinya lebih soft dengan bunga bunga juga.


Sita menghampiri Rama yang sedang berbicara dengan Kai, Adit, dan Roni.


" Maaf menyela.. Mas itu yang disana untuk apa?"


" Oh itu untuk acara pengajian empat bulanan kamu dan triple A sayang."


" Masya Allaah mas. Kamu nyiapin dua event sekaligus."


" Iya sayang… mumpung semua pada kumpul. Nanti setelah ashar kita akan mulai pengajiannya."


"Terimakasih mas… terimakasih banyak."


Sita kembali terharu. Sungguh hal ini membuatnya bahagia dan juga sedih. Ia sekilas melihat Kai. Ia membandingkan kehamilannya sekarang dan kehamilannya yang dulu. Sungguh seperti bumi dan langit.


"Stop jangan menangis lagi ok. Aku tau apa yang kamu pikirkan. Ingat ikhlaskan. Mana kadomu tadi untuk Kai."


Sita menghapus air matanya laku mengambil paperbag yang isinya kado untuk Kai dan menyerahkannya kepada Kai.


" Abang… ini kado dari mommy dan triple A untuk abang."


"Apa ini mom but thank you mom, sebenarnya mommy tidak perlu memberiku kado apapun karena mommy adalah kado paling indah yang diberikan Allaah untukku."


Cup….


Kai mencium pipi Sita sekilas. Semua orang dibuat takjub oleh setiap kata kata yang diucapkan bocah 7 tahun itu.


" Woaah ini earbuds. Thank You mom." Kai memeluk Sita lagi.


"Noh Dit… belajar berkata kata manis yang menyentuh hati dari keponakanmu. Jangan rayuan gombal mulu." Ledek Rama kepada Adit yang membuat semua orang disana tertawa.


Acara pesta kejutan pun berjalan dengan sangat membahagiakan. Semua Orang bercanda dan tertawa bersama. Hingga waktu ashar tiba semua menuju ke mushola untuk sholat berjamaah. Adipati yang sedari tadi hanya diam melihat keakraban di depannya kini tampak menangis.


Adipati merasakan pemandangan yang sangat berbeda. Di pendoponya yang amat megah sangatlah terasa sepi sedangkan disini tawa canda membuatnya merasa hidup kembali. Air matanya nya pun luruh.


" Kakek buyut kenapa?"


" Tidak… Apa...apa…"


" Kek… berbahagialah bersama kami. Lupakan masa lalu dan bertaubatlah. Kai yakin hati kakek buyut akan tenang dan bahagia."


"Terima….kasih…. Le…"


Adipati tersenyum, Kai pun membatu Adipati masuk ke mushola setelah sebelumnya Hardi membantu sang bapak berwudhu.


Mereka pun sholat dengan khusyu. Lalu setelah sholat mereka langsung mengadakan acara empat bulanan untuk kandungan Sita.


Lantunan lantunan ayat suci dibacakan dan doa doa yang baik diucapkan untuk kesehatan triple A. Rama juga mengumumkan jenis kelamin anak anaknya.


"Mohon doanya kepada semua saudara saya agar triple A sehat sehat semua sampai hari persalinan nanti. Alhamdulillah jenis kelamin triple A sudah diketahui yakni dua laki laki dan satu perempuan. Semoga ibu dan bayinya sehat. Aamiin."


Semua mengaminkan ucapan Rama.


"Mas Ram… triple A itu nama baby baby nya?"


Dewi mengangkat tangannya dan bertanya persis seperti seirang murid yang hendak bertanya pada gurunya.


" Iya… itu nama bayi yang dikandung sita. Abang Kai yang memberi nama. Bukan begitu bang."


" Iya onti Dewi. Kai yang ngasih nama baby nanti. Tapi ini masih rahasia. Hanya Kai saja yang tahu. Ayah dan mommy aja nggak Kai kasih tahu."

__ADS_1


Bukannya penasaran, semua orang malah dibikin gemas oleh tingkah Kai tersebut.


TBC


__ADS_2