Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
PROMO NOVEL BARU


__ADS_3

Hay readers... Sambil nunggu Abang Kai, Othor izin promo novel baru ya. Monggo mampir... Terimakasih. Matursuwun.



BAB 1. Penyerangan Tiba tiba


Dor... Dor... Dor...


Ciiiiiiit..... Gubrak.... Gubrak..... Bruk.....


Suara tembakan mengenai sebuah mobil dan membuat mobil itu hilang kendali. Mobil tersebutpun berguling dan menabrak pembatas jalan dengan sangat keras hingga menimbulkan sebuah percikan api.


Duar......


Mobil rubiccon berwarna hijau army tersebut meledak. Beruntung orang yang didalamnya dapat keluar dengan selamat meski tertatih.


Beberapa bagian tubuhnya terluka lumayan parah dan parah segar masih terus mengalir dari kepalanya. Namun orang tersebut masih bisa berjalan menjauh dari mobil ynag meledak.


Dor... Dor...


Suara tembakan kembali terdengar. Sepertinya orang yang ingin mencelakai si pengendara mobil ini tau kalau dia masih hidup.


"Heh Q, aku yakin kamu tidak akan bisa selamat." Ucap seseorang.


Q adalah wanita yang mobilnya meledak tadi. Q yang mempunyai nama asli Sivya terus bergerak. Tangan kirinya memegang pistol FN 57, karena tangan kanannya terluka lumayan parah. Namun menggunakan tangan kiri tidak mengurangi ketangkasannya melumpuhkan musuh.


Dor... Dor...dor...


Adu tembak masih terjadi, Silvya memejamkan matanya sejenak merasakan pergerakan musuh. Saat ia tahu lokasi musuhnya berada dia pun mengangkat pistolnya dan dor.....kena.


"Jangan pernah panggil aku Q kalau aku tidak bisa membekuk musuhku." Gumamnya.


Silvya berhenti sejenak untuk mengambil nafas. Ia hendak menghubungi Ian sang asisten, tapi seketika dia ingat ponselnya ikut terbakar bersama mobil yang meledak.


"Sial ponselku di mobil." Umpatnya.


"Sial peluruku tinggal satu." Ia kembali mengumpat. Sedangkan musuh Masih mengincar Silvya. Ia tahu Silvya mulai kehabisan pelurunya, dan itu kesempatannya untuk melumpuhkan Silvya.

__ADS_1


"Ini saatnya." Ucap musuh itu.


Dor.... Shhhhh. Silvia mendesis, dia lengah dada nya tertembus peluru namun ia masih bisa mengangkat tangannya dan mengarahkann pistol itu ke musuhnya.


Dor....


"Mati kau." Peluru Silvya tepat mengenai kepala musuhnya.


***


Silvya berjalan menjauh dari lokasi tadi mencoba mencari pertolongan. Namun akhirnya ia jatuh juga karena kehabisan darah.


Dari arah belakang tampak sebuah mobil fortuner warna hitam tengah melintas. Tadinya orang yang didalamnya acuh, namun karena jiwa dokter memanggilnya, ia oun memundurkan mobilnya dan melihat kondisi wanita yang tergeletak dijalan raya itu.


"Hash... Kenapa sih nggak bisa cuek." Umpatnya sambil turun dari mobil.


Pria itu mendekat ke arah Silvya dan memeriksanya.


"Ya Allaah lukanya parah sekali. Ini luka tembak." Pria itu terkejut melihat luka tembak di dada kanan Silvya. Ia pun dengna sigap menggendong tubuh Silvya ke mobil.


"Aku tidak bisa membawanya ke rumah sakit, oh iya lebih baik ku bawa ke klinik."


Sepanjang perjalanan banyak pertanyaan dari benak pria yang berprofesi sebagai dokter itu. Sepintas ia melihat wajah Silvya, cantik kata itu mewakili wajah gadis itu.


"Sebenarnya siapa kamu, mengapa bisa kena luka tembak."


Sampai di klinik dokter itu menggendong Silvia dan menaruhnya di brankar. Ia kemudian membersihkan luka Silvya dan mengeluarkan peluru dari tubuh gadis itu. Beruntung peluru itu tidak mengenai organ vitalnya.


3 jam, ia berhasil mengobati Silvya sendirian karena tidak ada lagi orang di klinik. Waktu menunjukkan pukul 4 dini hari. Dokter itu pun merebahkan tubuhnya di brankar sebelah. Ia sangat capek, tak lama ia pun tertidur.


Silvya mengerjapkan matanya, ia merasakan sakit disekujur tubuhnya.


"Dimana aku.... Auch.... Ini infus. Apa aku di rumah sakit. Tapi mengapa sangat sepi."


Silvya melihat sekeliling.


"Oh kamu sudah bangun" sapa pria itu.

__ADS_1


"Siapa kamu dan apa yang sudah kamu lakukan kepadaku."


"Haish... Dasar tidak tau terimakasih. Kalau bukan karena aku kamu sudah mati di jalan."


Silvya mencoba mengingat kejadian semalam. Ia membuang nafasnya kasar.


"Hah..... Baiklah tuan terimakasih audah menolongku."


"Namaku Dika buka Tuan. Aku seorang dokter."


"Maaf dokter. Terimakasih dokter Dika. Eh... Mana pakaianku. Siapa yang menggantinya." Tanya Silvya terkenut melihat pakaian pasien ditubuhnya.


"Aku.. Aku yang menggantinya."


"A-apa. Ka-kau yang menggantinya. Dasar dokter mesum." Wajah Silvya memerah. Ia sangat malu.


"Haish... Berisik. Tenang saja aku tidak tertarik dnegan tubuhmu yang rata." Ucap Dika acuh lalu pergi.


"Heh... Sialan dasar dokter mesum. Kamu pasti mengambil kesempatan. Rata kau bilang, enak saja. Ini namanya atletis."


Silvya menggerutu, ia sangat kesal tapi juga berterimakasih. Berkat dokter mesum itu nyawanya selamat. Ia tidak bisa membayangkan jika dokter itu tidak menolongnya, mungkin hari ini adalah hari pemakamannya.


TBC



Nah yang ini cerita babang tamfan kita nih Om Adit kesayangan. Jangan lupa mampir kesini ya. Kawal om Adit sampai insaf hehehe.


BLURB


Aditya Putra Bratasena usia 25 tahun, muda, tampan, kaya, dan menggoda. Siapa yang tidak akan terpikat oleh pesonaku. Para gadis bahkan bersedia memberikan tubuhnya secara cuma cuma. Tapi aku pemilih, aku tidak suka dengan model model yang menurutku sangat genit. Aku tidak suka mencampurkan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan. Makanya aku tidak pernah mau berhubungan dengan model model di perusahaan ku ataupun karyawan ku.


Padahal Sebagai presdir di sebuah perusahaan advertising ternama apalagi perusahaan dibawah naungan JD Grup, di perusahaan yang aku pimpin banyak sekali model model berseliweran. But sorry to say, aku tidak tertarik dengan mereka.


Pokoknya aku sangat anti dengan yang namanya model, artis, dll. Meskipun banyak yang mengantri ingin jadi pacarku.


Untuk pengalamanku di ranjang tidak perlu diragukan lagi, dijamin kalian para ladies akan puas dengan ketrampilan ku. So... Apakah kalian tertarik bermain dengan ku?

__ADS_1


Untuk soal Cinta, hahahaha aku tidak percaya dengan Cinta. Yang ku tahu aku cukup bersenang senang. Cinta bagiku adalah omong kosong besar. Cinta hanyalah bualan jadi nikmati saja permainan yang aku buat maka kalian para wanita akan ketagihan. Tenang, aku selalu bermain aman. Aku tidak akan sembarangan menyebarkan benih kecebong ku yang berharga.


Namaku Amalia Salsabila, teman kantorku biasa memanggilku Lia. Kata mereka aku itu kalem, lugu, dan apa adanya. Ya memang seperti itulah aku. Aku tinggal bersama kedua orang tuaku, dan bisa dikatakan aku adalah tulang punggung keluarga. Ayahku sorang pemabuk berat dan juga penjudi, terkadang kami dijadikan sasaran olehnya. Sedangkan kakakku dia hanya pekerja serabutan, namun kakakku sangat menyayangiku. Dia lah yang bekerja mati matian agar aku bisa kuliah. Dan alhamdulillaah aku bisa bekerja di JD Advertising. Teman teman kantorku sangat baik, terlebih atasanku Bu Sita . Dia sangat baik kepada kami. Untuk soal Cinta, saat ini aku sedang tidak berpikiran ke sana. Aku lebih berfokus untuk keluarga. Jadi Ini lah aku dengan banyak kekuranganku.


__ADS_2