Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
36. Rahasia Apa yang Disembunyikan


__ADS_3


Rahasia Apa yang disembunyikan



Pagi hari yang begitu cerah dan dingin. Kai memeluk kakinya di ruang tamu sambil memegang susu hangat yang dibuatkan Sita dengan kedua tangannya.


" Apakah sangat dingin Boy?"


" Lumayan mom. Tapi Kai suka." Jawabnya dengan senyum manis dan sedikit ada lesung pipit di pipi Kai.


"Apakah mommy jadi membuat kue untuk diberikan kepada Eyang?"


"Jadi nak. Tuh udah mateng. Tinggal bawa aja. Kenapa Kai begitu senang dengan eyang putri dan eyang kakung pemilik Villa ini."


"I don't know mom. Kai hanya merasa nyaman saja dengan beliau berdua."


Sita tersenyum mendengar jawaban Kai. Ia akhirnya pasrah dengan keinginan Kai untuk ke rumah Pak Hardi dan Bu Ayu. Sita meminta Kai untuk mandi terlebih dahulu. Bocah 6 tahun itu pun bergegas ke kamar dengan semangat.


"Apakah akan berkunjung ke rumah itu lagi?" Tanya Bi Surti.


"Iya bu. Nggak tau baru dua kali Kai bertemu tapi Kai sangat menyukai Pak Hardi dan Bu Ayu."


"Ya sudah gak pa pa mumpung masih di sini. Sekalian aja pamit nanti siang mau pulang. Biar bibi sama Susi yang masak."


"Iya bu. Makasih ya bu."


Kai sudah selesai mandi dan bersiap. Ia segera mengajak mommy nya itu untuk menuju rumah Hardi dan Ayu.


Saat keluar Vila sepintas Kai melihat sebuah mobil melintas. Sepertinya pernah melihat mobil itu, tapi dimana ya, ah entah. Gumam Kai.


"Assalamualaikum." Sita dan Kai mengucapkan salam bersamaan.


"Waalaikumsalam. Maaf cari siapa?" Jawab seorang gadis.


"Oh kami penyewa Vila disana, kami kesini untuk berpamitan karena nanti siang sudah kembali ke kota."


"Begitu. Mari silahkan duduk. Tunggu sebentar ya."


Gadis yang tidak lain adalah Dewi putri bungsu Hardi dan Ayu pun memanggil kedua orang tuanya.


"Eh.. Nak Sita dan Kai." Ucap Ayu.


Sita dan Kai berdiri dari duduknya dan meraih tangan Hardi dan Ayu bergantian. Dewi yang melihat hanya melongo.


"Eh ini lho Dew, yang kemarin kue dan makanannya kamu habisin. Nak Sita lah yang membuatnya."


Sejenak Dewi mematung melihat keindahan mata Sita dan Kai. Cantik, itulah yang terlukis di sana.

__ADS_1


"Eh… ini toh yang buat kuenya. Enak mbak. Kenalin mbak aku Dewi anak ayah dan ibu." Dewi mengulurkan tangan menyalami Sita.


"Kai.. Salim sama aunty." Pinta Sita kepada anaknya.


"Halo aunty namaku Kai." Ucap Kai sambil mencium punggung tangan Dewi.


"Ya Allaah kamu lucu banget pinter lagi. Halo salam kenal Kai."


"Oh iya eyang, ini mommy bawa bolu pisang kukus."


"MasyaaAllaah malah ngerepotin lho nak Sita." Ayu merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa bu. Sekalian saya mau pamit. Nanti siang sudah harus kembali ke kota J. Soalnya besok sudah harus bekerja dan Kai juga harus sekolah."


" Wah tau gitu tadi bareng putraku. Dia juga kembali ke kota J. Tapi sayangnya udah pagi-pagi tadi pulangnya." Ucap hardi


"Tidak apa-apa pak. Saya bawa mobil sendiri."


"Mbak Sita memangnya kerja dimana?"


"Aku kerja di JD Advertising." Tanya Dewi


Ketiga ayah ibu dan anak perempuannya itu saling pandang mendengar JD Advertising. Tapi mereka tidak berkata apa-apa.


"Dibagian apa nduk?" Sekarang giliran hardi yang bertanya.


"Saya di bagian legal pak. Kebetulan saya kepala Staf legal di sana." 


"Mbak aku makan ya kue nya." Ucap Dewi seketika mengambil kue dan memakannya.


Mereka terlibat obrolan ringan. Sedangkan Kai dibawa oleh Hardi berkeliling rumah. Kai sangat senang karena Hardi memiliki beberapa hewan peliharaan seperti sapi kambing ayah bahkan kelinci dan burung. Kai menikmati tour singkatnya di rumah eyang yang baru dikenalnya kemarin.


🍀🍀🍀


Sepulangnya Kai dan Sita ketiga orang di rumah itu kembali berbincang. Obrolan mereka tidak lepas dari Sita dan Kai.


"Mbak Sita hebat ya bu. Udah cantik, pinter, sopan dan ramah lagi." Dewi membuka obrolan.


"Iya, Kai juga. Anak itu sangat cerdas. Tadi ayah banyak berbincang dengan anak itu." Ujar Hardi.


"Jika dia bekerja di JD Advertising berarti dia bekerja di bawah perusahan JD Coal dong yah. Pasti mas Adit kenal. Kan mas Adit presdir di sana." 


"Kamu bener nduk. Heleh dunia ini sempit ya hahaha.'


" Sita sama mas mu cocok ndak Dew?" Tiba-tiba Ayu menanyakan pertanyaan tersebut.


"Eeeh menurutku sih cocok-cocok aja. Tapi katanya mas Rama udah punya pilihannya sendiri."


"Huftt iya. Padahal ibu suka lho sama Sita dan Kai."

__ADS_1


"Memangnya ayah dan ibu ndak masalah dengan status mbak Sita yang janda dan bukan dari kalangan kita?"


Pernyataan putri bungsunya itu membuat pasangan suami istri tersebut saling pandang. Mereka menghembuskan nafasnya kasar. Kemudian mereka berdua menyandarkan tubuh mereka di kursi. Tiba-tiba sinar matahari itu terasa sangat terik bagi keduanya. Nafas mereka terasa sangat berat. Padahal semenit yang lalu mereka masih bisa tertawa dan bahagia membayangkan Sita dan Kai jadi bagian dari keluarga mereka.


Dewi yang melihat ayah dan ibunya berperilaku aneh ikutan menjadi bingung.


Jika membicarakan mengenai keluarga besar sang ayah pasti berujung dengan diamnya mereka. Bahkan Hardi sangat jarang atau mungkin hampir tidak pernah membahas keluarga besarnya. Entah rahasia apa yang mereka sembunyikan.


Sedangkan di Kota J, Rama tengah bersungut-sungut kepada sang asisten karena memintanya untuk kembali dengan dadakan.


"Ya Allaah  Ron… emangnya nggak bisa besok gitu ya. Harus gitu minggu-minggu begini ke kantor."


"Sabar bos.. Emang harus sekarang bos. Kalau nggak bisa bahaya."


"Sabar sabar… jidatmu lebar. Aku ini lho tadi masih asik ngasih makan kambing di rumah ayahku, ujug-ujug mbok telpon kon mrene (tiba-tiba kamu telpon suruh kemari). Awas kamu kalo nggak penting. Tak potong gajimu setengah."


"Ampun bos. Jangan dong nanti gimana saya malam mingguannya."


"Heleh jomblo aja belagak malam mingguan."


Jleb.. Roni langsung berakting kesakitan memegang dadanya. " Bos sakitnya tuh disini."


"Wes… cepet ada opa."


"Begini bos. Ternyata dalang utama dari semua kecurangan di kantor dan pungli yang terjadi di pelabuhan itu adalah Tuan Eko Priambudi, sahabat dari Tuan Besar."


"Hmmm aku sudah menduganya. Tapi tidak menyangka saja dia begitu tega melakukan itu kepada Ayah. Padahal ayah sudah baik banget dengan dia."


"Saya menemukan sebuah file bos yang isinya laporan kecurangan Eko Priambudi 10 tahun silam. Tapi sepertinya kasus itu tidak diperpanjang oleh Tuan Besar."


"Haaah… ini nih yang aku tidak suka dari ayah. Ayah seneng banget nutupin masalah seperti ini. Aku curiga si Eko ini tidak sesederhana itu. Pasti ada hal lain yang lebih dari itu. Coba cari semua bukti di file-file yang ada ada di komputer perusahaan ini."


"Waduh bos. Orang kita mana sanggup bos ngerjain nya."


Rama terdiam. Ia setuju dengan perkataan Roni. Ada beberapa file yang terkunci di sana, dan tidak sembarangan orang bisa membukanya.


"Ron kamu pernah dengar nama hacker Mr. Sun nggak?"


"Ooh hacker yang terkenal di kalangan atas itu bos."


"Iya coba kamu hubungi dia. Terus tanyakan berapa bayaran yang dia inginkan."


"Denger-denger dia cuma mau dibayar dalam bentuk dolar bos. Dan di pembayaran digital. Orang ini sangat misterius."


"Tidak masalah yang penting kita segera mendapatkan bukti kebusukan Eko Priambudi itu. Hhhhhh semakin kesel aja aku ini dengan dia"


"Siap bos laksanakan."


TBC

__ADS_1


Happy weekend readers…


Selamat membaca


__ADS_2