Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
92. Permintaan Roni


__ADS_3

Adit dan Roni masih menetralkan pikiran mereka masing-masing. 


"Kai… Adalah Mr. Sun. Mr. Sun adalah Kai."


Kedua nya berulang kali mengucapkan kalimat itu. Syok… mungkin kata itulah yang tepat mewakili apa yang mereka rasakan saat ini.


Roni yang menyaksikan sendiri Kai mentransfer uang sebesar $ 1.000.000 saja masih sangat bertanya tanya sampai saat ini. Sekarang ditambah mendengar bahwa Kai adalah Mr. Sun sungguh membuat Roni kehabisan kata katanya. Hampir saja Roni membutuhkan oksigen untuk membantu ia bernafas.


Sedangkan Adit, ia masih tak habis pikir. Bagaimana bocah yang usianya belum genap 7 tahun itu bisa sangat kaya dan bahkan bisa mengenal orang dari dunia bawah.


"Mas… kamu nggak lagi ngarang novel tentang anak jenius kan."


Plak… lagi lagi Adit mendapat tabokan dari Rama. Namun kali ini Adit tidak merasa kesakitan.


" Memangnya kamu pikir aku penulis."


"Woaah mas keren. Kai memang hebat. Kau benar benar mendapatkan berlian langka mas."


"Dan kau harus hati hati Dit. Jangan sampai kelakuan bej*t mu itu diketahui oleh Kai dan disebarkan ke calon istrimu nanti."


Glek… Adit menelan salivanya dengan sangat susah. Ia baru ingat betapa ngerinya video kelakuan Eko Priambudi yang ditayangkan oleh Mr. Sun saat itu. Bahkan pihak penyiaran pun tidak bisa menghentikan ataupun meng takedown nya. Adit pun bergidik ngeri.


Rama sangat puas bisa melihat rona ketakutan di wajah Adit. Bahkan wajah Adit sudah sangat pias.


Sial, jika di kamar mungkin tidak terdeteksi oleh cctv. Tapi kalau di kantor, lorong kamar mandi, lift… Arghhh…. Bisa hancur hidupku, gumam Adit pelan.


Bukannya kasihan melihat Adit yang tampak frustasi Rama malah semakin senang meledek Adit.


"Makanya insaf Dit, sebelum aku meminta Kai untuk membuka semua aib mu itu."


Berbeda dengan Adit yang sungguh merasa ngeri dengan ponakan cerdasnya itu, Roni malah sangat antusias dengan status Kai sebagai Mr. Sun.


"Bos… jika Kai betul betul betul Mr. Sun aku boleh tidak meminta pertolongan."


"Memangnya apa yang kau inginkan Ron."


Roni menunduk sejenak. Ia mengambil nafasnya dalam dalam dan membuangnya perlahan.

__ADS_1


" Aku ingin tahu siapa yang menabrak kedua orang tuaku. Mengapa dia tidak bertanggung jawab dan malah lari dari sana."


Rama dan Adit tertegun mendengar penuturan Roni. Keduanya tahu Roni adalah sebatang kara karena orang tuanya tewas akibat kecelakaan lalu lintas. Meskipun kejadian itu sudah sangat lama, namun di lubuk terdalam hati Roni selalu ingin tahu siapa orang yang telah dengan tega menabrak dan meninggalkan kedua orang tuanya itu di jalanan.


"Ron… sudahlah. Ikhlaskan semuanya."


"Aku sudah ikhlas bos. Aku hanya ingin tau saja."


"Kalau begitu kau harus coba sendiri bicara pada Kai. Aku sudah berjanji pada anak itu untuk tidak memberitahu siapapun tentang identitasnya."


Roni terdiam, apa yang dibilang Rama semuanya benar. Jika dia minta tolong kepada Kai maka dia bingung cara bilangnya. Tapi jika dia minta tolong kepada Mr. Sun, Roni tidak cukup punya nyali untuk meminta.


" Oh iya apa kalian tahu kemarin perusahaan Maja Elektronik hampir kolaps?"


"Iya denger mas."


"Bener bos. Waktu itu sehari full tagline beritanya sempat naik."


"Tau nggak bagaimana mereka bisa kembali lagi, semua karena Mr. Sun memberikan investasi sebanyak $ 200.000 dengan syarat saham 30 %. Jadi Kai sekarang menjadi salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan ayah kandungnya."


Burrrrrrr


"Iiiiiuuuh Adit… jorok banget."


"Sorry sorry Ron, aku replek nggak sengaja. Wuiih ngeri ngeri sedep itu bocah yak. Astaga mas. Mimpi apa kamu bisa jadi ayah bocah jenius itu."


Rama hanya menggeleng pelan.


"Mas, apa Kai juga punya koneksi dengan 'Dunia Bawah', apakah seperti pemikiranku?"


"Ya Kai punya koneksi dengan mereka."


"Apa… jadi Kai punya koneksi dengan para mafia? Apa nggak bahaya bos."


"Maka dari itu aku minta kalian tetep keep silent. Karena tidak ada yang tau identitas asli dia. Yang mereka semua tau Mr. Sun adalah pria dewasa. Selama ini Kai menggunakan alat untuk mengubah suaranya saat dia berhubungan dengan orang orang Dunia Bawah."


Adit dan Roni hanya bisa manggut manggut mendengar cerita Rama. Rama pun menceritakan tentang pengawalan di kota S dan pesawat pribadi Linford Air yang mengantar mereka.

__ADS_1


Lagi dan lagi Adit dan Roni hanya bisa menganga tanpa bisa mengatakan sepatah kata pun.


"Mungkin ini hanya sebagian kecil yang diceritakan, aku yakin masih banyak hal lain lagi. Namun aku harus mempercayai anak itu. Aku yakin dia akan tumbuh jadi pria yang luar biasa. Kai juga berkata padaku dia menolak permintaan jika itu ilegal dan melanggar norma."


"Syukurlah mas. Aku takut kalau seperti yang ada di film film itu, orang yang berhubungan dengan mafia selalu berakhir tidak baik."


"Iya bos, ngeri sendiri. Semoga bos kecil selalu dilindungi oleh Allaah."


"Aamiin."


🍀🍀🍀


Sedangkan Kai di kamarnya tengah memeriksa beberapa pesan yang masuk di  surel miliknya mr.sun@helpyou , ia membacanya satu persatu. Memilah mana yang akan dikerjakan mana yang akan ditolak. 


Wooaaah… kenapa banyak sekali pesan yang masuk. Kalau begini aku bosa keriting jika ngerjain semuanya sendiri. Mau rekrut orang belum nemu yang cocok. Terpaksa terpaksa kerja bagai kuda.


Kai membaca satu persatu pesan yang masuk ke alamat surel nya. Sampai ia menemukan sebuah surat dari Tiger Fangs. Ya Tiger Fangs adalah salah satu organisasi mafia yang merupakan musuh Wild Eagle yang dipimpin Q.


Heh .. Mau apa dia. Oooh ternyata minta untukku membobol  keamanan Wild Eagle yang baru. Hahahah sorry to say, aku tidak akan membantumu. Aku tidak akan mengkhianati temanku.


Sorry Sir Albern, I can not accept your request. you should find someone else to do it.


Kai mengklik tanda kirim. Ia kemudian memeriksa pesan lainnya yang masuk. Dan dia menemukan pesan yang cukup menarik perhatiannya. Pesan tersebut dari Roni. 


^^^Mr. Sun, I need your help to find out who beat my parents 15 years ago and killed them.^^^


Oke… I will help you. but I can't promise I'll be able to find him. (Mr. Sun)


Di seberang sana Roni kegirangan namun juga kebingungan. Ia senang karena permintaanya disetujui oleh Mr. Sun namun ia bingung bagaimana harus membayar jasa Hacker terkenal itu. Meskipun saat ini dia tahu bahwa Mr. sun adalah Kai tapi ia tetap harus bersifat profesional. Roni pun memberanikan diri untuk bertanya berapa harga yang harus dibayar.


^^^I'm so sorry Mr. Sun, How much should i pay?^^^


it's up to you, I never set a price. pay what you can when I get the results for you.


^^^Oh.. Thank you Mr. Sun.^^^


Kai menyandarkan bahunya di sandaran kursi. Ia merasa sedikit prihatin kepada Roni.

__ADS_1


Baiklah om Roni, akan kubantu semampu ku dan sebisaku. Semoga hasilnya tidak mengecewakan banyak pihak. Aku sedikit merasa was was akan ini. Ah sudahlah cari tahu dulu. Hmmm 15 tahun yang lalu ya? Sepertinya malam ini aku harus begadang.


TBC


__ADS_2