Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
BONCHAP 02. Manjanya Triple A


__ADS_3

Hari berganti, bulan pun ikut berganti. Kai saat ini tengah mengikuti ujian nasional. Kai merupakan siswa termuda di ujian tersebut yakni 8 tahun lebih beberapa bulan. Kai yang tengah bersiap tampak diganggu oleh ketiga adiknya yang sudah berumur satu tahun.


"Ban… ban…" Oceh baby Akhza sambil menarik narik celana Kai.


" Kenapa Baby Akhza… mau main sama abang? Nanti ya abang sekolah dulu."


" Ain… ain…" Kini baby Abra ikut berceloteh.


" Iya… main… nanti kalau abang udah pulang kita main oke."


Di lantai bawah oleh Rama di bagian sisi ruang keluarga dibuat sebuah playground untuk bermain ketiga bayinya. Karena memiliki bayi kembar 3 membutuhkan space yang luas untuk ketiganya bermain. Apalagi sekarang semuanya mulai belajar berjalan meski masih beberapa langkah. 


" Huwaaaaa…. Ban.. Tut  ...tut…." Kini si bungsu baby Ana yang menangis melihat Kai menyandang tasnya.


Kai tersenyum menaruh tas nya kembali lalu menggendong si bungu.


" Haish… ini sayangnya abang manja amat…. Belum boleh ikut Ana nya. Abang sekolah dulu nanti kalau sudah pulang baru main lagi oke."


Baby Ana pun diam, setiap perkataan Kai bagai magnet untuk ketiga bayi tersebut.


Sita dan Rama yang melihat interaksi keempat buah hatinya itu tersenyum. Sita lalu meminta Ana dari gendongan Kai, takut sulungnya itu terlambat jika terus meladeni triple A.


" Sudah ya sayang. Abang Kai mau sekolah dulu. Nanti main lagi sama abang."


Sita membujuk si bungsu agar mau melepaskan pelukan tangannya di leher Kai.


" Boy, apa yang kau lakukan kepada ketiga adikmu?"


" Maksud ayah?"


" Iya… mengapa mereka begitu patuh dan lengket kepadamu. Sama ayah aja nggak gitu."


" Hahahha… entah…"


" Kau memang luar biasa boy, ayah yakin adik adikmu akan sangat menyayangimu nanti."


" Terimakasih yah, aku juga sangat menyayangi mereka."


Kini kesibukan Kai bertambah. Selain pekerjaannya sebagai hacker kini dia juga membantu Sita mengasuh ketiga adiknya. Bukannya lelah tapi hall tersebut malah membuat Kai antusias. Kai pun menjadi pandai mengganti popok dan menidurkan si kembar. Bahkan terkadang triple A menunggu Kai bercerita dulu sebelum mereka tidur.


Rama mengantarkan Kai ke sekolah sekalian berangkat kerja. Kai menghampiri Sita untuk menyalami mommy nya dan mencium ketiga adiknya.


" Daa guys. Abang sekolah dulu. Ingat jangan buat mommy pusing dan repot oke. Assalamualaikum mom."

__ADS_1


" Waalaikum salam sayang. Hati hati mas."


" Iya sayang, aku berangkat dulu."


Semenjak memiliki triple A, Sita memutuskan untuk resign dari pekerjaan. Hat tersebut sempat ditolak Adit karena mencari ketua tim seperti Sita sangatlah sulit. Namun Sita menyarankan Iman untuk menjadi penggantinya, karena menurutnya Iman memiliki kualifikasi untuk jadi ketua Tim.


" Mbak… apa nggak bisa terus kerja?"


" Nggak bisa Dit. Mbak mau fokus ke anak anak. Sekalian mbak mau bayar waktu yang hilang sama Kai."


" Huft…. Baiklah mbak. Aku akan kerepotan ngurusin Divisi Legal tanpa mbak Sita."


" Haish… anak anak di divisi legal sudah oke kok. Mereka handle client yang sulit aja bisa. Lia tuh jago banget dia."


" Masa sih. Bukannya keliatan pendiem gitu."


" Jangan salah Dit, Lia itu anaknya rame sebenarnya dan  setiap perkataan yang diucapkan tuh seperti anestesi...menenangkan, jadi client selalu bisa tenang kalau Lia yang handle."


" Really??"


" Iya… bener."


Adit pasrah dengan keputusan Sita, dan dia juga tidak bisa memaksa. Memang anak adalah prioritas utama Sita. Sungguh sangat jauh dengan wanita yang melahirkannya.


" Boy, are you ready for the exam?"


" Very ready yah. I'm very excited."


" Apakah kau sudah belajar?"


" No yah, I didn't learn anything."


" Eh…. " Rama hanya melongo mendengar jawaban Kai. Untuk ujian kelulusan ini Kai mengatakan dia tidak belajar. Rama hanya menatap pasrah sang putra yang sudah berjalan menjauh.


Kadang aku penasaran, apa dia benar benar tidak belajar sama sekali? Atau dia hanya sekedar membaca, atau bagaimana? Haish… Sepertinya otakku sama sekali nggak nyampe kalau mikirin tentang Kai.


Rama menyalakan mobilnya dan menekan pedal gasnya untuk menuju ke kantor JD Grup.


🍀🍀🍀


Di kantor Roni tengah galau. Ia melamun di sofa tamu ruangan Rama. Bahkan Rama masuk pun Roni tidak menyadari.


" Heh ini anak lagi ngelamun… aku masuk aja dia nggak ngeh. Hehehehe… sepertinya ngagetin dia seru."

__ADS_1


Rama bermonolog, dia melangkah pelan mendekati Roni dan berteriak tepat di telinga asistennya itu.


" Maliiiiinggggg!!!!!!!" 


" Hah… maling… mana malingnya… Dimana malingnya!"


Roni terjingkat, ia langsung berdiri dan hendak berlari sambil tengok kanan tengok kiri. Rama tertawa puas melihat kelakuan Toni yang menurutnya begitu lucu.


Roni yang mulia sadar bahwa dia dikerjai oleh bosnya pun hanya bisa mengusap dadanya dengan telapak tangan karena saking terkejutnya.


" Astagfirullah bos. Jantungku hampir copot. Bos iseng banget sih terus sejak kapan bos datang."


" Naaah… ini… ini… ini akibatnya kamu ngelamun. Awas ntar kesambet setan baru tahu rasa. Aku disini udah dari tadi semenjak kamu lagi ngelamunin apa entah nggak tahu. Kenapa sih, mikirin apa?"


" Eh… nggak ada bos… itu anu… apa… iti lho."


" Heleh… kebanyakan cingcong. Ini mesti soal asmara. Ya to? Kamu lagi naksir sapa?"


Wajah Roni bersemu merah. Ia pun menjadi salah tingkah dengan pertanyaan Rama. Sebenarnya Rama sudah tahu siapa gadis yang disukai Roni. Beberapa minggu ini interaksi Roni dan Susi tampak tidak biasa.


" Kalau suka bilang aja, nanti keburu disambar orang."


" Huft…  itu yang lagi aku pikirin bos."


" Eh… ternyata bener ya. Emang kenapa?"


" Kemarin aku lihat Susi dijemput sama Anton. Mereka kayaknya akrab banget gitu."


"Hahahahaha jadinya lagi jealous nih. Wkwkwk ternyata seorang Roni bisa galau juga karena asmara. Eh bentar Anton itu bukannya asistennya Dani ya?"


" Iya bos. Anton asistennya Dani mantan suami nyonya bos."


Rama kesal saat Roni menyebut Dani sebagai mantan suami Sita. Entah mengapa ia masih tidak terima saja jika Dani pernah ada dalam hidup Sita meski dialah pemenang hati Sita sekarang.


" Jangan menyebutnya sebagai mantan suami, geli aku dengernya."


" Heleh… gitu aja cemburu. Dasar posesif."


Kini Roni berhasil membalikkan keadaan. Rama yang tadi membuatnya kesal kini dia berhasil membuat Rama kesal.


" Yaelah bos… masa lalu itu… lagian juga nyonya bos kan sekarang milik bos Se-u-tuh-nya. Jadi apa yang bos takutkan."


Roni sengaja menekankan kata seutuhnya agar kekesalan Rama mencair. Rama mendengus pelan. Memang fakta itu tidak bisa dihindarkan dan dihilangkan. Fakta bahwa Dani adalah memang pernah jadi suami Sita dan fakta Dani adalah ayah biologis Kai. Meskipun saat ini Rama lah yang menempati hati Sita dan Kai.

__ADS_1


__ADS_2