Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
68. Membersihkan Tikus Hingga Ke Sarang


__ADS_3

Tring….


Kai menerima sebuah pesan yang berupa gambar pria tengah membawa bunga. Kai tersenyum miring, ia paham dan tahu betul siapa pria itu.


"Good, kerja kalian bagus. Cukup awasi saja. Aku yakin akan ada yang bergerak nanti. Dia tidak berbahaya tapi tetap harus waspada."


"Siap Mr.Sun."


Haish… mommy ku tidak segampang itu. Hanya dengan bunga terus bisa meluluhkan hatinya??, anda terlalu percaya diri tuan. Meskipun bunga lili adalah kesukaan mommy tapi mommy tidak akan mau menerima jika itu darimu. Kita lihat saja apa yang akan ayah lakukan. Hehehehe sungguh aku tidak sabar menyaksikan permainan dunia nyata yang ternyata lebih seru dari dunia game ini.


Kai, kembali menuju perangkat komputernya. Memeriksa apakah ada pekerjaan lagi untuknya. Selama beberapa waktu dia menonaktifkan akun Mr. Sun karena kecelakaan mommy nya waktu itu.


Sepertinya sekarang saatnya mengambil pekerjaan lagi. Haihs… uangku belum nambah nambah juga. Masih segitu segitu aja. Kapan nih sampai ke 1.000.000 $ Ayoo bekerja keras agar dapat menabung untuk masa depan, hahahaha.


Kai kembali tergelak melihat saldo di rekeningnya yang menurutnya sedikit itu. Selain hacker Kai juga menerima jasa pembuatan website dan memberikan solusi untuk memperkuat suatu sistem agar tidak mudah ditembus. Langganan Kai ini adalah perusahaan perusahaan besar. Bahkan Q pun menggunakan jasa Mr. Sun untuk melindungi data organisasi mafianya Wild Eagle. Q juga meminta Mr. Sun untuk memperkuat sistem jaringan di Linford Transportation miliknya.


Selain itu Kai juga melakukan pengecekan berkala pada sistem perusahaan perusahaan besar yang menggunakan jasanya. Dari situlah pundi pundi dolarnya mengalir. Jadi sungguh dia tidak kekurangan uang sama sekali.


***


Di perusahaan JD Advertising tepatnya di lobi puluhan bunga lili berjajar. Adit yang akan keluar kantor terkejut melihat ada banyak bunga disana.


"Hei… Siapa yang memesan bunga sebanyak ini dan membuat kantorku seakan akan tengah ada lelayu. Memangnya ada pemakaman di sini. Haaaish… yang benar saja. Dina apa apaan ini. Kamu tahu siapa yang memesan."


Melihat bos nya marah Dina hanya bisa menciut, dna mencoba menjawab.


"I-itu a-anu pak.. I-itu…"


"Itu anu itu anu. Jawab yang bener!" Adit berteriak marah.


Pluk, Sita menepuk pundak Adit dengan pelan.


"Jangan marah, ini salahku."


"Eh mbak Sita. Eeeh apa yang pesan mbak Sita giti. Buat apa an mbak."


Ekspresi Adit tiba tiba berubah saat menghadapi Sita. Semua karyawan yang menyaksikan pun dibuat heran. Adit yang tadi dalam mode singa tiba tiba berubah jadi mode kucing manis di depan Sita.


"Huft… bukan aku yang pesan. Lagian buat apa sebanyak itu."

__ADS_1


"Apa jangan jangan suamimu mbak." Bisik Adit.


"Tidak mungkin, dia tidak akan berlebihan dalam memberikan sesuatu karena dia tahu aku tidak suka."


"Lalu siapa?"


" Sepertinya aku tahu tapi tidak yakin benar atau tidak. Kalau benar dia mantan suamiku Dani Atmaja."


"Eh…. Orang itu bukannya yang viral karena diselingkuhi istrinya ya. Dia mantan suami mbak Sita?"


"Sudah sudah tidak usah dibahas."


Sita enggan membicarakan masa lalunya itu dan Adit paham. Adit hanya tersenyum.


"Din, nanti kalau ada yang ngirim lagi bilang aja semuanya suruh balikin ke nama pengirimnya, di sini tidak ada yang mau menerima."


"Ba-baik pak."


Dina mengusap dadanya, ia benar benar merasa lega. Presdirnya kembali lagi ke mode biasa.


"Terus mbak Sita mau kemana?"


"Oke, kalau gitu aku pergi dulu, ada rapat setelah makan siang di JD Coal."


"Dit, jangan bilang mas mu. Biar aku sendiri saja yang ngomong nanti. "


Adit hanya tersenyum sambil mengangkat jempolnya. Sungguh semua orang yang melihat interaksi Adit dan Sita kembali bertanya tanya, sebenarnya ada hubungan apa mereka berdua itu.


🍀🍀🍀


Gedung JD Coal, tepatnya ruang rapat sangat ramai. Mereka bertanya-tanya, ada apa gerangan mereka kembali dikumpulkan. Terlebih beberapa waktu kemarin bos tertinggi mereka absen dari perusahaan.


Memang berita kecelakaan Rama tidak ada yang mengetahui bahkan sama sekali tidak pernah terendus oleh media. Selain hasil tangan Roni, ternyata Kai juga ikut andil di dalamnya, namun tentu saja tidak ada yang mengetahui itu.


"Sebenarnya ada apa ini. Lagi lagi kita dikumpulkan begini."


"Entah, terkadang anak bau kencur itu kelewat belagak."


"Hahaha kita lihat saja dia mau main apalagi. Tidak ada salahnya kan kita menemani bocah bermain."

__ADS_1


"Apa itu ada kaitannya dengan penangkapan Eko Priambudi. Jangan jangan kita keseret."


"Tidak mungkin …bukannya penangkapan Eko Priambudi itu karena kasus pesta s*x dan pesta obat terlarang."


Semua orang tengah kasak kusuk di dalam ruangan itu. Mereka saling menebak dan menerka. Memang tidak ada yang tahu pasti alasan jelas penangkapan Eko Priambudi. Mereka hanya tahu karena video yang viral waktu itu. Sedangkan beberapa antek antek Eko sudah tidak tampak lagi di perusahaan.


Rama masuk diikuti oleh Roni dan juga Adit. Semua orang terkejut melihat Adit juga disitu. Pasalnya Adit adalah presdir dari JD Advertising, terus ada urusan apa dia di sini, begitulah pikir semua orang yang ada di ruang rapat tersebut.


" Assalamualaikum, selamat siang semuanya. Rapat akan kita mulai sekarang." Roni membuka rapat.


"Langsung saja, saya tidak akan berbelit-belit. Saya yakin anda di sini bertanya-tanya kemana saja beberapa waktu ini. Saya akan menjelaskannya. Saya mengalami kecelakaan mobil parah, dan itu membuat saya tidak bisa pergi ke perusahaan. Dan kecelakaan tersebut bukanlah kecelakaan biasa namun disengaja. Ada orang yang ingin membunuh saya. Beruntung saya selamat dan bisa berdiri di sini sekarang."


Rama menghentikan ucapannya. Ia melihat ke arah Roni. Roni Pun paham dengan maksud tatapan sang bos. Roni menyalakan laptop lalu menyambungkan ke sebuah proyektor dan menampilkan semua nya di layar.


"Silahkan anda semua melihat di layar. Di sana terdapat bukti tindak kecurangan, korupsi, penggelapan, dan pencucian uang yang dilakukan oleh Eko Priambudi. Di sana juga ada nama-nama yang ikut serta di dalamnya. Beberapa nama itu sudah mengakuinya makanya anda bisa lihat nama nama itu tidak ada bersama kita di sini."


Beberapa orang di ruangan itu tampak pucat, mereka mengeluarkan keringat dingin bahkan ada yang mulai kesusahan bernafas. Ya mereka itu adalah orang orang yang ikut andil dalam kejahatan Eko Priambudi. Sedangkan yang tidak tahu menau alias bersih mereka akan tenang saja hanya saling berbisik menanyakan kelanjutan perusahaan. Rama dapat melihat semua itu.


"Saya tahu apa yang anda semua pikirkan. Bagi anda yang tidak merasa terlibat, anda tenang saja kita tetap akan melanjutkan perusahaan kita menjadi lebih bersih dan saya harap anda semua mau bergabung dengan saya untuk memajukan JD Grub. Sedangkan anda yang terlibat, bersiaplah anda akan dimintai pertanggungjawaban. Kami juga akan menyita seluruh aset yang anda miliki sesuai apa yang anda ambil dari perusahaan. Sekian dari saya rapat saya akhiri."


Rama keluar dari ruang rapat diikuti oleh Roni dan Adit meninggalkan mereka yang sibuk dan ketakutan akan nasib mereka kedepannya.


"Brengsek… bagaimana sekarang."


"Mampus, aku nggak mau masuk penjara."


"Sialan bocah bau kencur itu benar-benar menjatuhkan kita."


Orang orang yang terlibat kejahatan bersama Eko Priambudi itu mengumpat kesla di ruangan. Baru saja mereka berpikir akan kabur, tidak disangka beberapa petugas polisi sudah datang menangkap mereka.


"Lepas… lepaskan . Saya tidak bersalah."


"Sialan kau bodoh. Bisa bisanya memperlakukan kamu seperti ini.


" Bangsat. Kami hanya meminta sedikit dari hasil kerja kami tapi seperti ini balasan kalian."


"Lepaskan.. Lepaskan aku."


Mereka berteriak histeris, tidak terima digelandang oleh polisi. Para karyawan menatap dengan tatapan jijik dengan para koruptor itu, sedangkan Rama ia tersenyum puas dapat membasmi tikus tikus kantor sampai ke sarangnya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2