Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
97. Bos, Talangin dulu ya.....


__ADS_3

Kai memutuskan akan memberitahu Roni tentang fakta mengenai kematian kedua orang tuanya. Meskipun Roni sudah tidak menginginkannya, tapi tidak ada salahnya memberitahukannya agar Roni semakin tenang menjalani kehidupannya.


Hello mister Roni, i will give you something. I hope you can rest easy after knowing this fact.


Kai menekan tombol kirim. Roni yang memang tengah mengerjakan perencanaan mengenai majalah bisnis  yang baru pun langsung membuka pesan di alamat surel miliknya.


"Eh… Apa ini? Dari Mr. Sun. Padahal kan aku sudah tidak mau tahu. Ya sudah sebaiknya aku lihat. Kai pasti  bekerja keras untuk ini bahkan sampai dirawat di rumah sakit. Huft… Kai maafin om ya."


Roni melihat apa yang dikirimkan oleh Kai. Disana terdapat sebuah video tentang kejadian 15 tahun silam itu. Sejenak Roni terkejut karena dia merasa kenal dengan orang tersebut.


"Pakde… bagaimana mungkin. Tidak… pakde lah yang waktu itu menolong kedua orang tuaku. Bahkan pakde lah yang membawa ku ke rumah untuk dibesarkan olehnya. Pasti bukan pakde. Pakde tidak mungkin melakukan hal sekejam itu."


Roni berulang kali memutar videonya tapi dia tidak bisa menemukan apapun. Roni pun berteriak frustasi sambil mengacak rambutnya dan membenturkan kepalanya di meja.


"Arghhhh…. Ndak… ndak mungkin. Pasti ini salah. Mungkinkah pakde di fitnah. Aku harus tanya lagi kepada Mr. Sun."


Mr. Sun, I think this video is not complete. I'm not sure that person did it. He is a good person.


Tring….


Kai tersenyum membaca pesan balasan dari Roni. Kai bersyukur Roni tidak lekas percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Alhamdulillah om Roni begitu mempercayai eyang jadi dia tidak mudah percaya dengan video yang ku kirim tadi. Baiklah aku kirimkan yang seutuhnya."


Roni yang sedari tadi mondar mandir menunggu balasan dari Kai sangat penasaran.


Tring… ada suara pesan masuk, Roni langsung membukanya. Namun disana tidak ada kata kata balasan dari Mr. Sun melainkan hanya ada dua foto yang satu tertulis nama Hardi dan yang satu tertulis nama Eko Priambudi.


Roni mengernyitkan keningnya. Tampaknya ia memang disuruh berpikir oleh Mr. sun.


"Oh ayolah Kai, om mu ini bukan kau yang memiliki otak cerdas. Otak om kamu ini sangat pas pas an, kenapa malah disuruh mikir tebak tebak macam ini. Baiklah…."


Roni kembali membuka video yang tadi pertama dikirimkan. Ia memutarnya berkali kali hingga dia menemukan sesuatu.


"Astagfirullah, alhamdulillah. Eeeh… aku harus berucap yang mana. Alhamdulillaah bukan pakde yang menabrak bapak dan ibu tapi…. Arghhhh brengsek memang orang itu. Eko priambudi awas saja kau. Kau tidak akan pernah lagi bisa menghirup udara bebas. Jangan harap kau bisa keluar dari sana."


Roni menggertakkan gigi giginya. Ia sangat marah. Rama yang sudah sedari tadi berada di depan pintu hanya menyaksikan polah tingkah Roni. Di satu sisi dia prihatin namun di sisi lain ia juga kesal.


"Ron….!!!"

__ADS_1


Buset, dari nada suaranya sungguh tidak bersahabat. Matilah aku, batin Roni.


"Iya bos. Siap. Ada apa ya bos?"


"Bagaimana apakah sudah ketemu yang kamu cari?"


Roni menundukkan kepalanya, sebenarnya ia sangat merasa bersalah. Karena permintaanya Kai sampai sakit.


"Maaf bos…"


"Lho kok malah minta maaf, aku kan tanya sudah mendapatkan apa yang kamu cari."


Roni mengangguk lemah.


" Terus apa yang akan kamu lakukan?"


"Tidak ada bos, lagian orangnya sudah mendekam di penjara."


" Aku sudah mendengar semuanya tadi. Alhamdulillah kalau kamu sudah menemukan fakta sebenarnya. Sekarang hiduplah dengan baik. Ron ingat kamu tidak sendiri. Kami juga keluargamu."


"Terimakasih bos. Kalau bukan karena pakde. Pasti aku sudah…."


Tes….


Air mata Roni meluap tanpa ia sadari. Sungguh ia merasa bersyukur. Selama ini memang Hardi dan Ayu selalu bersikap baik bahkan menganggap Roni adalah anak sendiri. Namun Roni terkadang tahu diri, dia tidak mau menjadi orang yang serakah. Sekarang yang ingin ia lakukan adalah melindungi orang orang yang sudah sangat baik dan berjasa dalam hidupnya.


"Udah… gak usah melow, terus ngomong-ngomong Mr. Sun akan kau bayar berapa Ron? Tagihan rumah sakit kemarin saja bagaimana Ron."


Glek…


Roni menelan salivanya dengan susah payah. Dia menghitung dalam hati. Tagihan rumah sakit di RS Mitra Harapan dengan kamar VVIP yang president suit jika semalam sekitar 7 juta berarti seminggu sekitar 49 juta belum termasuk biaya perawatan, obat, dan lain lainnya. Sungguh itu bisa menguras tabungannya selama setahun ini.


Roni hanya nyengir kuda  sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia sendiri bingung harus membayar berapa kepada Mr. Sun.


"Bos… bagaimana kalau bos yang talangin dulu. Nanti bisa deh potong gaji setiap bulannya."


" Ape lu kate?!!!Emang aku tukang kredit. Parah kamu Ron."


" Ya maaf bos. Abisnya aku bingung juga bos."

__ADS_1


" Coba kamu tanya Mr. Sun saja. Aku yakin dia nggak akan minta se sen pun dari kamu."


Roni menimbang usul dari Rama. Sungguh ia sangat tidak enak plus merasa bersalah dengan permintaanya itu.


Dear Mr. Sun….


I thank you very much for your investigation. So how much do I have to pay?


Roni mengirim pesannya, berharap akan segera dibalas agar dia bisa merasa tenang.


Tring….


No need sir Roni. yesterday you canceled the request, it means I gave the information for free.


Roni melompat kegirangan membaca pesan dari Mr. Sun tersebut.


"Alhamdulillaah, bos kecil memang super duper baik hati. Bos anakmu memang luar biasa. Ya Allaah… Semoga bos kecil selalu sehat dan bahagia."


"Alhamdulillaah kalau begitu. Gimana sudah lega sekarang?"


Roni mengangguk, ia sungguh merasa haru. Ia bersyukur dikelilingi oleh orang orang yang begitu baik kepadanya.


" Bos. Aku ikut pulang ke rumah ya."


"Ngapain…"


" Mau nengokin bos kecil."


" Terserah… tapi awas jangan bikin dia capek lagi."


" Nggak bos. Ampun… nggak lagi lagi. Sungguh kemarin aku sangat merasa bersalah melihat bos kecil yang sakit begitu. Aku nggak tega bos."


"Huft…. Apalagi aku Ron. Pertama kali aku menggendong Kai saat dia masih baru lahir. Dia masih sangat merah, kulitnya sangat lembut dan tangisannya begitu melengking. Dan kemarin aku menggendongnya dalam kondisi lemah, wajah yang pucat menggigil. Sungguh hatiku sangat sakit. Pantas Sita begitu hancur. Aku saja bisa merasa begitu apalagi Sita."


" Meskipun bos bukan ayah kandungnya tapi kasih sayang bos melebihi ayah kandung."


Roni tersenyum, ia sangat tahu betapa Rama menyayangi Kai. Dan Roni meski dia tidak bisa membalas jasa Kai dia berencana akan membelikan sesuatu untuk bos kecilnya itu. Meskipun dia tidak tahu apa yang disuka bos kecilnya tapi sepertinya dia tahu harus beli apa untuk diberikan kepada Kai nanti.


TBC

__ADS_1


__ADS_2