Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
83. Hukum Tuai Tabur


__ADS_3

Tampak sebuah mobil pajero hitam  mengikuti mobil yang ditumpangi Kai, Rama, dan Sita. Sang sopir berbicara di sebuah eraphone memberi sinyal tanda bahaya kepada para rekannya rekannya.


"Ready, there are uninvited guests."


Sedangkan Kai tampak santai. Ia akan menikmati pertunjukan yang akan terjadi, namun ia memberi peringatan kepada sang sopir dengan berbisik.


" You must be careful, my mom is pregnant."


"Yes sir, I understand. We will be careful."


"Good."


Entah mengapa si supir begitu patuh terhadap Kai. Padahal Kai hanya seorang bocah kecil tapi setiap perkataannya membuat sang supir merasa terkagum karena penuh sirat kewibawaan.


Sedangkan Rama dan Sita saling pandang karena tau mobil mereka diikuti.


"Mas…. " Ucap Sita cemas dan menggenggam erat tangan Rama. Sita memiliki sedikit trauma pasca kecelakaan waktu itu.


"Tenang sayang, tidak apa-apa. Aku yakin kita akan aman." 


Rama mengusap lembut tangan istrinya itu pandangannya menuju ke arah Kai. Ia sedikit merasa heran pasalnya bocah itu cukup terlihat tenang, bahkan sangat tenang dan cuek.


Mobil pajero yang mengikuti di belakang tampak mendekat, sang supir tampak tenang. Tidak ada sedikit gurat kekhawatiran.


" Maaf tuan dan nyonya, sepertinya makan siang anda sedikit akan terlambat." Ucap sopir


" Apa yang kamu maksud?" Tanya Rama kemudian.


" Maaf tuan, kita kedatangan tamu tidak diundang. Saya akan membawa ke tempat lebih aman agar dia bisa kita bekuk." 


Rama hanya terdiam dan mengangguk, sedangkan Sita semakin mengeratkan genggamannya. 


Ya elaaah, ane cuma mau makan siang kenapa jadi berasa syuting film action, batin Rama. 


Sang sopir melaju sedikit cepat, ia sengaja mengarah mobilnya ke pinggiran kota untuk memancing sang pengekor ke sana agar tidak terjadi keributan di dalam kota S.


Dan sesuai tebakan mobil pajero tersebut mengikuti arah mobil Rolls Royce . Dia tidak tahu saja bahwa di sebelah belakang dan kanan kirinya sudah diapit oleh beberapa mobil anak buah Q.


Tiba tiba pengendara pajero itu membuka jendelanya dan mengarahkan senjata ke mobil tempat Kai berada.


Dor...dor...dor…


Suara tembakan sebanyak tiga lagi begitu melengking di udara. Beruntung kaca mobil dan mobil tersebut sudah didesain anti peluru sehingga tidak terjadi apa apa di dalamnya. Hanya Sita dan Rama yang terkejut sedangkan Kai masih duduk dengan tenang. 


"Heh, hanya segitu kemampuanmu. Kita tunggu apa yang akan terjadi setelah ini. " Seringai Kai licik sambil terus memainkan tabletnya.


"Astagfirullah……" Sita berteriak histeris saat mendengar suara tembakan. Rama langsung l istrinya mencoba menenangkan meskipun dia juga sedikit terkejut.

__ADS_1


"Pak sopir ini ada apa, kenapa kita ditembak. Sebenarnya siapa orang yang di mobil itu!" Teriak Rama.


"Kita akan mengetahuinya setelah ini tuan."


Ketika sampai di sebuah jalan yang lumayan sepi, tiba tiba mobil pajero tersebut berhenti dan tidak bisa dijalankan sama sekali.


"Sial… brengsek!!" Umpat seorang pria yang ada di dalam mobil pajero tersebut.


Duagh duagh duagh…


Beberapa orang keluar dari mobil dan mulia menggedor mobil pajero tersebut.


Pria yang berada di dalam tampak panik ketakutan. Wajahnya berubah pucat, sangat tidak sebanding dengan keberaniannya tadi melepaskan peluru timah 


Mobil Rolls Royce yang ditumpangi Kai juga berhenti, tapi mereka masih berada di dalam atas permintaan sang sopir. Hanya sopir nya saja yang keluar.


"Mas apakah tidak apa-apa." Ucap Sita setengah takut.


"Nggak pa pa sayang. Tenanglah, aku yakin semuanya bisa diatasi."


"Tapi mas sebenarnya siapa mereka?"


"Entahlah, mas juga tidak tahu. Kai apakah ini juga ulah teman-temanmu?"


"Oh… itu… Ehmm…. Entah… Kai juga tidak tahu." Jawab Kai sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Haduuuh, ayah udah mulai curiga nih. Bahaya, gumam Kai pelan.


Bug...bug…


"Acgh….."


Bug…


"Ashhhhh…. C-cukup.. Baiik aku akan bicara."


"Cepat katakan siapa yang menyuruhmu." Tanya sang sopir.


"Shhhh,,, aku harus bicara sendiri dengan orang yang ada di dalam mobil mu itu." Ucap pria pengendara pajero itu dengan menahan beberapa sakit bekas pukulan.


"Brengsek… awas saja kalau macem-macem." Geram sang sopir.


Sang sopir pun kembali ke mobil Rolls Royce dan meminta Rama untuk turun.


" Maaf tuan, orang yang mengikuti kita ingin bicara dengan anda."


"Aku? dengan ku?" Ucap Rama terkejut sambil menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Mas…" Sita tampak takut.


"Tidak apa apa nyonya. Saya akan menjamin keselamatan tuan." 


Rama pun akhirnya ikut sang sopir untuk turun menemui sang penguntit.


"Siapa kamu, kenapa kamu mau mencelakai keluargaku." Tanya Rama kepada orang yang sekarang tengah menunduk menahan sakit ditubuhnya 


"Heh… masku tersayang. Apa kabar?"


" Ari?? Kamu Ari kan, anaknya pak lek Tedjo."


"Heh, kau masih ingat mas. Ingatanmu cukup baim. Tidak salah kau sangat sukses menjadi pemimpin sebuah  perusahaan besar."


"Tapi.. Mengapa kamu melakukan ini. Kamu juga bukannya kamu sedang dicari pol…"


"Diam bangsat…. "


Bug… rekan sang sopir memukul punggung Ari yang ternyata adalah sepupu Rama.


"Heh… hebat kau mas. Bisa mempunyai orang orang seperti mereka."


Rama hanya terdiam, dia sendiri bahkan tidak tahu dari mana asal orang orang ini.


"Asal kau tau mas, aku sangat membencimu. Aku sangat membenci semua keluargamu. Bahkan kalian begitu bahagia sekarang, sungguh aku muak. Bagaimana kalian bisa berbahagia sedangkan keluarga kami hancur." Ari berteriak murka.


" Ari, apa yang kita tabur itu yang kita tuai. Dan semua itu sudah ada pengaturan sendiri dari Allah. Saran mas, bertaubatlah. Serahkan diri ke polisi dan pertanggungjawabkanlah kesalahanmu."


"Bangsat, sialan kau Rama, aku tidak butuh rencanamu, sok suci… cuih."


"Terserahlah, tapi asal kau tahu aku juga tidak akan tinggal diam jika kau berani sedikit saja menyentuh orang orang yang kusayangi. Pak antarkan saja dia ke kantor polisi. Pasti polisi senang dengan tangkapan ikan begini." Rama berucap sinis. Ia pun geram dengan ulah tak bermoral Ari.


"Apakah sudah tuan?"


" Sudah pak, mari kita kembali cari makan. Kasian istri saya pasti sudah sangat lapar."


Sang supir mengangguk setuju lalu mereka berdua berjalan ke arah mobil dan masuk.


"Mas, ada apa?"


"Tidak apa apa sayang, ayo kita cari makan. Kamu sama triplet pasti sudah sangat lapar. Bukan begitu boy."


"Iya ayah betul sekali. Kai juga sudah sangat lapar." Jawab Kai dengan senyum kakunya. Sepertinya kali ini Kai punya firasat buruk. Ia merasakan diinterogasi oleh ayah nya itu.


Ari pun akhirnya dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan kesalahannya dengan tambahan pasal berlapis yakni selain pemerkosaan dia juga akan terkena pasal percobaan pembunuhan. Dan mobil Rolls Royce tersebut kembali meluncur ke tujuan semula yakni mencari makanan siang yang sudah sangat terlambat.


Beruntung Kai mengikuti feelingnya sehingga tidak ada kejadian buruk yang menimpa keluarga kecil mereka. Kai menghembuskan nafasnya dengan perlahan.

__ADS_1


"Alhamdulillah semuanya tepat dan cepat. Dan mobil pajero itu juga tidak susah untuk dikendalikan."  


TBC


__ADS_2