Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
BONCHAP 05. Kemampuan Kai


__ADS_3

Kini 12 orang tersebut bersama sama memasuki rumah plus gedung tua itu. Sepertinya bagunan dibelakang rumah tersebut dulunya adalah sebuah pabrik. 5 orang dari pihak Q plus Kai ditambah 6 orang dari pihak Rama, mereka menyebar ke beberapa arah.


Geoff berhasil melihat ke dalam. Ternyata di sana ada banyak wanita. Sekitar 50 orang.


" Q sepertinya ini sindikat penculikan orang, human trafficking."


" Tck Ge… Bagaimana hal ini bisa lolos dari pengawasan kita."


" Haish… gimana kalian ini, bukankah ini dilakukan oleh organisasi seperti kalian juga." Kai meledek.


" Jangan sembarangan mr. Sun meskipun kami organisasi mafia tapi kami tidak melakukan yang begini." Ucap Q.


Rama yang mendengar pembicaraan Kai dan temannya itu kembali terkejut.


Ya Allaah, organisasi mafia? Mr. Sun?Jadi mereka ini mafia teman Kai. Dan mereka juga sudah tahu identitas Mr. Sun adalah Kai.


Rama hanya bisa mendengarkan saja dan tidak bermaksud untuk nimbrung. Atau lebih tepatnya Rama takut mengetahui lebih banyak tentang mafia tersebut. Fokus utama Rama adalah memastikan putra sulungnya tidak terjun ke dunia bawah dan keselamatan Sita saat ini.


"Sudah… Jangan ngobrol terus. Ayo cepet selametin mommy ku dan yang lainnya juga."


Kai mencegah perdebatan selanjutnya. Dan meminta mereka kembali fokus ke penyergapan.


Geoff mengamati penjaga yang ada di dalam. Bisa dilihat ada sekitar 25 orang penjaga.


" Q… di dalam ada sekitar 25 orang penjaga. Dan kita ber 12. Lumayan lah sagu orang sekitar 2."


" Maaf putraku masih kecil jadi dia tidak perlu ikut melawan."


Q dan Geoff saling pandang. Sepertinya ayahnya bocah ini belum tahu kemampuan putranya, begitulah pikiran Geoff dan Q.


" Tenang tuan. Anak anda ini tidak sepolos kelihatannya." Ledek Q.


" Q jangan asal bicara." Sergah Kai


" Sorry Mr. Sun."


Kai pun kembali memfokuskan mata dan pikirannya ke dalam. Rama dan Roni pun juga begitu.


Tiba tiba Q melemparkan sebuah pistol rollover kepada Kai.


"Thank You Q."


" You're welcome mister."


Kai menyimpan pistolnya di balik punggungnya agar Rama tidak melihat. Dalam hitungan ke 3 mereka semua akan mulai masuk dan melumpuhkan musuh satu persatu.


1…...2…...3


Bugh…..


Bugh….


Bugh…


Semua di posisi masing masing yang berhasil melumpuhkan 7 penjaga di luar gedung tersebut. Rama terkejut melihat Kai yang begitu mahir ilmu bela diri.

__ADS_1


" Ok… untuk keamanan lapis pertama beres… kita langsung masuk bersama sama… Pada Hitungan ketiga.. 1...2...3… go!!"


Brak…..


" Hei….. Siapa kalian."


Bugh… bugh… prank… Arghhh..


Kubu Kai dan kubu si para penculik pun adu jotos. Rama sedikit terperanjat melihat keahlian putranya itu. Begitu juga dengan Roni.


" Bos… lihat bos kecil. Gesit bener."


" Sejak kapan anak itu jadi pinter bela diri gitu."


Bugh… argh…. Seorang penculik berteriak kesakitan saat tangannya dipelintir oleh Q.


" Hati hati tuan. Jangan banyak melamun. Kalau mau mengagumi putra anda lakukan setelah urusan disini selesai."


Rama dan Roni mengangguk patuh. Ucapan wanita itu membuat keduanya kembali fokus. Anak buah Rama berhasil dijatuhkan oleh lawan. Roni pun menari mereka ke belakang.


" Ayah… tunggu di sini. Aku akan mencari dimana mommy ditempatkan."


" Tapi bang …"


" Tidak apa apa tuan. Kami akan bersama Mr. sun."


Geoff menepuk pundak Rama memberi ketenangan. Akhirnya Rama pasrah, dia mengangguk setuju. Rama tidak boleh egois. Kemampuan mereka lebih unggul dibanding dirinya dan Roni. Jadi membiarkan mereka menyelamatkan sandera merupakan pilihan yang bijak.


" Satu lagi tuan. Jangan hubungi polisi dulu. Kita akan selesaikan dulu semuanya di sini baru menghubungi mereka."


Kali ini Q yang berbicara, dan lagi lagi Rama patuh. Kelompok mafia itu pun mulai masuk lebih dalam ke gedung tua tersebut.


" Apakah kalian baik baik saja." Tanya Roni.


" Kami baik baik saja tuan. Terimakasih."


" Pergilang dulu ke luar. Nanti kami akan membawa kalian ke kantor polisi untuk memberikan keterangan."


" Baik tuan. Terima Kasih."


Para wanita tersebut berlari keluar sesuai instruksi Rama dan Roni. Lalu Rama dan Roni pergi menyusul kelompok Q yang mencari Sita terlebih dulu. Rama tidak bisa tinggal diam menunggu. Paling tidak dia bisa melihat dan memastikan sendiri istrinya itu baik baik saja.


🍀🍀🍀


Di sebuah ruangan tepatnya sebuah kamar, Sita masih tergeletak tidak sadarkan diri karena pengaruh obat bius yang tadi dihisap olehnya. Kedua tangan dan kaki Sita diikat.


" Tuan…. "


" Hmmm…. Bagaimana hasilnya?"


" Belum keluar tuan. Masih sekitar 2 hari lagi.


" Tck… lambat. Apa kau sudah menyelidiki asal usul wanita ini?"


" Sudah tuan. Tapi kami tidak bisa mendapatkan informasi apapun tentang wanita ini selain namanya."

__ADS_1


" Kalau itu aku pun tahu bodoh. Arsita Ayuningrum. Itu kan namanya? Jer… apakah kau berpikiran sama denganku?"


" Iya tuan. Wanita ini sangat mirip dengan nyonya Camelia."


Pria berusia 65 tahun itu membuka dompetnya dan memandangi foto yang lumayan sudah usang. Foto wanita tersebut memang terasa mirip dengan Sita. Apalagi mata hazel yang dimiliki wanita di foto itu juga dimiliki oleh Sita.


Pria tua itu menghampiri Sita dan mulai melepas ikatan tali yang berada di tangan dan kaki Sita. Ia lalu membelai wajah Sita dan menyingkirkan juntaian rambut yang menutupi wajah wanita yang menurutnya sangat mirip dengan Camelia.


" Mel… apakah kau sedang menghukumku. Apakah kau benar benar membenciku sehingga ada wanita yang begitu miripnya denganmu saat ini untuk menambahi siksa batinku? Aku sungguh tidak tahu dimana keberadaan mu Melia. Kau menghilang dan aku tidak pernah tahu dimana keberadaanmu."


Pria tua itu tergugu, ia seperti telah menyesali sesuatu karena melewatkan sesuatu hal. Tampaknya ia begitu kehilangan wanita yang bernama Camelia.


" Jer… wanita ini punya orang tua tidak?"


" Meskipun data yang kami dapat sangat minim tapi disana dijelaskan Arsita tidak mempunyai orang tua, dia yatim piatu tuan. Di dibesarkan disebuah yatim piatu sejak bayi."


Deg….


Pria itu terkejut mendengar fakta itu. Ada sebuah lain yang ia rasakan. Tiba tiba ia berpikir dan mencoba menyelami, bagaimana bisa ada orang yang begitu sangat mirip jika tidak ada hubungan darah sama sekali.


" Jer… Siapkan jet pribadi, kita bawa wanita ini ke Inggris?"


" Tapi tuan untuk dokumen wanita ini bagaimana."


" Jer… apa aku juga yang harus membuatnya dan mengajarimu."


" Tidak tuan, maaf. Siap akan saya kerjakan sekarang juga." Jerry membungkuk memberi hormat dan berjalan keluar dari ruangan tersebut hendak melakukan tugasnya.


***


Di luar ruangan tersebut tampak Kai bersama Q dan Geoff tengah berusaha mencari di setiap ruangan ruangan yang ada. Mereka membukanya satu persatu. Namun nihil semuanya kosong. Hingga mereka sampai ruangan terakhir.


Rama dan Roni muncul menghampiri mereka. Keduanya terkejut melihat Kai memegang sebuah pistol.


" Ayah … mengapa ke sini?"


" Kai… apa yang kau pegang?"


" Tuan tidak perlu khawatir. Dia cukup ahli untuk menggunakannya."


" Q… shut up!!!"


" Hahaha sorry Mr. Sun. I Am really happy looking at you now." Q sangat senang sekali mengerjai Kai saat ini.


Kai memberi pengertian kepada Rama bahwa itu untuk jaga jaga saja. Tiba tiba Q memberi tanda bahwa ada seseorang yang keluar dari sebuah ruangan di depan mereka. Kai pun mengambil kesimpulan bahwa mommy nya berada di sana.


" Pasti mommy di sana."


" Mr. Sun… kau harus tenang jangan gegabah." Ucap Geoff sambil memegang pundak Kai.


Kai mengangguk. Secara perlahan ia mendekat ke arah pria yang baru saja keluar lalu memukul tengkuk orang itu dan bruk… orang yang tidak lain adalah Jerry tersebut jatuh pingsan.


" Ron… angkat orang itu ke samping." Perintah Rama yang langsung dikerjakan oleh Roni.


Kai berada di depan diikuti oleh Q, Geoff, dan juga Rama. Geoff pun membantu Kai mendobrak pintu ruangan tersebut. Dengan mengangkat pistolnya dan mengarahkan ke depan Kai berteriak lantang.

__ADS_1


Brak…..


" Lepaskan mommy ku!!!!"


__ADS_2