Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
81. Periksa Dokter


__ADS_3

Tagline berita tentang penangkapan putra dan cucu Adipati menyebar dengan sangat cepat. Rama sedikit terkejut saat melihat ponselnya sembari menunggu antrian di dokter Dika.


"Ini kan pak lek sama sepupu sepupuku. Astagfirullah… rusak rusak." Gumam Rama pelan namun masih terdengar oleh Sita.


"Kenapa mas."


Rama pun memperlihatkan ponselnya kepada Sita. Ia meminta istrinya itu membaca berita yang masih sangat panas itu.


" Astaghfirullah, mas, ini sih parah banget. Ya Allah kok bisa gini."


"Ya bisa. Karena mereka nggak kenal Tuhan. Jadi mereka nggak ada takutnya sama azab. Nggak takut sama akhirat jadi berbuat seenaknya sendiri. Dan mereka hanya mengejar harta. Wes to cocok."


Sita mengangguk menyetujui ucapan Rama. Sedangkan Kai yang sedari tadi mendengar pembicaraan kedua orang dewasa itu hanya tersenyum simpul. Pasalnya ia sangat tahu berita itu karena dialah yang memunculkan ke publik.


Semalam saat Rama berbincang dan menyebut nama kakek Rama yang ternyata penyebab terancam bangkrutnya JD Group membuat Kai langsung mencari tahu siapa orang itu. Dan tentu saja bukan hal yang sulit untuk Kai.


Adipati Joyodiningrat, memang sosok yang sangat angkuh, keras, dan tidak toleran. Namun kakek tua itu selama ini tidak tahu kelakuan anak anak dan cucu cucunya. Kai mengumpulkan semua bukti itu dan mengirimnya ke kantor polisi. Mengenai penyelundupan, pesta ****, pemerkosaan, pokoknya semua kejahatan para anak dan cucu Adipati tidak lepas dari pencarian Kai. Sehingga Polisi dengan mudah menangkap mereka.


"Heh, jangan harap bisa mengusik keluargaku. Kau pikir aku akan tinggal diam. Dan sekarang selamat menyaksikan runtuhnya keluarga darah biru mu yang kau agung agungkan itu." Batin Kai dengan seringai licik nya.


"Nyonya Arsita Ayuningrum." Panggil seorang perawat.


Ketiganya masuk ke dalam, Rama dan Kai duduk di kursi dan Sita langsung duduk di hospital bed.


"Saya periksa sebentar ya bu." Ucap dokter Dika ramah. 


10 menit berlalu, Sita pun turun dari sana dan duduk di samping Rama.


"Apakah saya baik baik saja dok."


"Ibu baik, sehat malah. Tapi ibu salah dokter."


Sita mengernyitkan keningnya begitu pula dengan Rama.


"Maksud dokter Dika." Tanya Rama tidak sabar.


"He he he maksud saya sebaiknya Pak Rama membawa Bu Sita ke dokter OBGYN.'


" Maksud dokter saya hamil."


"Sependek pengetahuan saya iya bu. Tapi lebih jelasnya lebih baik ke dokter obgyn, apakah bu Sita ada keluhan." 


"Sejauh ini saya cuma agak capek sama nafs* makan yang sangat banyak dok."


"Ya memang biasanya begitu, saya akan merekomendasikan anda  dokter obgyn di RS ini namanya dokter Lisa. Silahkan kesana."


"Baik dok terima kasih."


Ketiganya undur dini dengan mata berbinar.


"Mom, apakah aku akan punya adik?"

__ADS_1


"Sepertinya begitu sayang."


" Yeay… " Kai bersorak gembira. Sedangkan Rama senyumnya yang lebar  tidak lepas dari bibirnya.


***


Di ruang dokter Lisa, Sita tengah berbaring di brankar. Dokter Lisa mengoleskan gel di perut Sita dan mulai menggerakkan alat USG nya untuk melihat kantung kehamilan.


"MasyaaAllah…"


"Kenapa Dok,"


"Silahkan pak bu dilihat di monitor. Usia kehamilan bu Sita sekitar 4 minggu dan ini ada 3 titik di sini. Kemungkinan bu Sita mengandung kehamilan kembar 3."


"Apa!!!" Rama dan Sita syok namun tidak dengan Kai. Bocah itu bersorak kegirangan.


"Yeay,, berarti adikku ada 3.. Woaaaah… asiiik."


Semua terkekeh melihat tingkah polah Kai yang begitu menggemaskan. Tidak terasa air mata Sita luruh. Rama langsung menyekanya dengan pelan.


"Inikah rasanya ditemani suami saat cek up ke dokter. Rasanya begitu indah Ya Allaah. Maafkan mommy Kai, dulu kamu tidak begini." Batin Sita.


Rama yang seakan tahu apa yang dipikirkan Sita pun berbisik, " Aku akan berusaha selalu menemanimu cek kehamilan dan Kai bukankah aku yang menemanimu melahirkannya?" 


Sita tersenyum kepada suaminya itu. Ia sungguh merasa bersyukur mempunyai Rama disampingnya.


Mereka keluar dari rumah sakit dengan wajah yang sangat cerah. Rama berkali kali mengelus perut Sita yang masih terlihat datar.


"Bodo… "


Rama acuh, ia tidak peduli dengan tatapan orang orang. Sedangkan Kai masih sibuk melihat hasil print usg milik Sita.


"Tenang , guys… aku akan melindungi kalian nanti. Kakak mu ini tidak akan membiarkan kalian disakiti oleh siapapun." Gumam Kai pelan.


🍀🍀🍀


Sesampainya di rumah Rama melihat Hardi dan Ayu membawa sebuah koper. Mereka tengah bersiap akan pergi.


"Lho ayah sama ibu mau kemana?"


"Itu Ram,kakekmu masuk rumah sakit. Sekarang lagi dioperasi. Ayah mau kesana sama ibu mu sekarang."


"Bentar kami ikut, ya kan mas." Ucap Sita.


"Tapi kamu kan."


"Nggak apa apa."


Rama pasrah melihat kemauan istrinya, dan Kai yang mendengar mommy nya akan ikut langsung membuat sambungan telepon.


"Siapkan pesawat pribadi untukku. Iya… ayolah kau mau berhitung denganku.. Siip kutunggu."

__ADS_1


Semua orang di sana terkejut mendengar ucapan Kai.


"Kai kamu menelpon siapa nak." Tanya Hardi heran.


"Oooh itu eyang teman, Kai minta buat menyiapkan pesawat pribadi buat kita."


"Haaah….!!!" 


Semua orang menganga mendengarkan ucapan Kai. Namun Kai sendiri begitu santai bahkan ia izin ke kamar untuk menyiapkan keperluannya.


"Ram anakmu luar biasa." Bisik Hardi.


Ayah nggak tau aja kemarin dia baru saja ngasih satu juta dollar tanpa mikir. Kalau ayah tau ayah bisa syok, batin Rama.


Setelah selesai menyiapkan barang yang akan dibawa mereka segera menuju bandara. Pesawat pribadi yang diminta pun sudah bertengger gagah di sana.


LINFORD AIR


Nama di pesawat itu tentu saja membuat Rama dan Hardi semakin terkejut. Karena Linford Transportation merupakan salah satu sarana transportasi terbesar di negeri ini.


"Masyaallah Kai, kamu ini sebenarnya siapa. Apa benar kamu cuma anaknya Sita." Rama terus bergumam dalam hati. Banyak sekali kejutan kejutan yang dilakukan Kai selama ini yang mana membuat Rama menjadi berpikir tentang apa yang dilakukan Kai sebenarnya. Bagaimana dia bisa mengenal pemilik Linford Air.


"Selamat datang tuan." Sapa seorang pramugara.


Kai hanya mengangguk, semua orang kembali menatap heran.


"Ta, itu anakmu?"


"Iyalah mas. Kalo bukan anak siapa."


"Kenapa temannya bukan orang-orang biasa."


" Entah mas aku juga bingung."


Sebelum datang Kai sudah menghubungi Q akan ada seorang bocah yang menggunakan pesawatnya. Sehingga beberapa orang di sana langsung mengenali Kai saat datang.


"Ini bocah kenapa wibawanya melebihi orang dewasa ya. Auranya seperti Bos Silvya." Gumam seorang bodyguard di sana.


*silvya ini adalah Q, dia pemilik Linford Transportation sekaligus ketua mafia. (Selengkapnya di novel sebelah \= Doktor Dika's Wife is Queen Mafia)


Kai kemudian mengajak semua orang dewasa untuk duduk dengan nyaman di pesawat pribadi tersebut.


Saatnya berkunjung kakek tua, aku harap kamu sudah berubah menjadi lebih baik lagi setelah kejadian ini, gumma Kai sambil melihat pemandangan dari balik jendela pesawat.


Pesawat Linford Air pun terbang menuju kota S. Kota kelahiran Hardi dan kota dengan sejuta pengalaman sedih. Namun kali ini Hardi dan Ayu pulang bersama anak, menantu, dan cucu nya untuk menemui bapak yang selama ini selalu memusuhinya. Hardi berharap sang bapak bisa berubah setelah kejadian menggemparkan ini.


TBC


Hai readers,,, sepertinya otor cuma bisa up 1 bab hari ini. Soalnya baru aja pulang mudik, tapi nanti kalau capeknya ilang otor usahain deh buat up lagi. Hepi reading readers tercinta...


Terimakasih matursuwun

__ADS_1


__ADS_2