
Pagi harinya Kai sudah bersiap ke kampus. Padahal jam baru menunjukkan pukul 6. Sita yang berada di dapur tengah memasak melihat heran putra sulungnya yang sudah rapi menyandang tas nya.
" Lho… Abang udah mau berangkat?"
" Eh mom… iya. Kai ada kuliah pagi jam 7 ini. Jadi harus berangkat sekarang."
" Mau ayah anter bang?" Rama yang baru turun dari tangga langsung menawarkan diri.
" Tidak perlu yah. Abang naik ojol aja. Biar cepet."
Kai mendekat ke arah Sita dan mencium tangan mommy nya dan bergantian mencium tangan Rama.
" Kai berangkat dulu ya ayah, mom. Oh iya tolong sampaikan ke triplet takutnya mereka nyariin. Assalamualaikum."
" Waalaikum salam."
Rama dan Sita menjawab salam Kai bersamaan. Mereka saling pandang seakan tahu apa yang tengah mereka rasakan sekarang.
" Cepet banget ya mas, Kai sekarang udah gede. Kecepetan gede malah."
" Iya siapa sangka diumur nya yang baruuuu aja 14 tahun udah duduk di bangku kuliah semester 3. Huft… dan mulai jarang terlihat di rumah."
" Iya.. Tapi biarlah jika memang ia happy ngelakuinnya."
" Betul sayang, sebagai orang tua kita hanya bisa mendukung dan mengingatkan jika ada yang menyimpang."
Di luar rumah Kai sudah berada di mobil Geoff. Ya tadi selepas subuh Kai menelpon Geoff untuk membawanya ke tempat dimana tamu tak diundang itu berada.
" Apa ini ada kaitannya dengan kakek anda mister."
" Ya Ge… betul. Makanya aku harus segera mengirimnya kembali ke negaranya. Agar dia tidak jadi buron hahaha."
Geoff hanya diam melihat tawa Kai yang menakutkan.
***
Ceklek….
Semua orang membungkuk hormat saat Kai dan Geoff datang.
" Selamat datang mister Kai dan tuan Geoff."
Kai mengangguk singkat dan Geoff mengangkat tangannya sebagai isyarat dia membalas salam para anak buahnya itu.
"Dimana orang itu?"
" Di ruang tengah mister."
Kai berjalan masuk ke ruang tengah diikuti Kai dan beberapa pengawal. Tampak seorang wanita yang tengah bersungut-sungut minta segera dilepaskan.
" Maaf tuan saya harus mengikatnya karena dia terus memberontak."
Kai mengangguk paham. Dia kemudian menarik sebuah kursi dan duduk tepat di depan wanita tersebut.
__ADS_1
" Gabriella Esterina Alexander… atau bolehkah aku memanggilmu Gabriella Esterina Alston."
Gabriella sungguh terkejut mendengar nama Alston disebut. Pasalnya hanya dia, adik, dan ibunya yang tahu.
" Hahahaha… jangan terkejut seperti itu bibi ku sayang. Ups salah… kau bukan lah bibiku. Kau bukanlah keturunan Alexander tapi kau keturunan Alston."
" Damn… bocah smp. Siapa kau berani beraninya memperlakukanku seperti ini. Jika ayahku tahu…."
" Ayah? Ayah yang mana yang kau maksud. Tck..tck..tck…"
Kai membuka tas miliknya dan mengambil tab lalu menunjukkan sesuatu yang membuat wajah Gabriella pucat pasi.
" K-kau… Bagaimana kau bisa mempunyai itu."
" Hahahaha… Kenapa? Sekarang sudah takut. Bagaimana… masih mau bermain? Hanya dengan sekali klik aku sudah bisa membuatmu jadi buronan internasional."
" Jangan.. Jangan… please… don't do that."
" Baiklah. Sekarang aku ingin kau kembali ke negaramu hari ini juga. Aku sudah memesankan tiket mu. Bagaimana aku baik bukan?"
" Ya… ya… kau memang baik."
" Good girl..tolong antar kan Lady Gabriella Esterina Alston ke bandara dan pastikan dia terbang dengan selamat oke."
" Baik mister."
Kai menekankan nama Alston saat meminta pengawalnya mengantarkan wanita itu ke bandara. Kai ingin membuat Gabriella sadar diri bahwa dia bukanlah keturunan Alexander.
Gabriella dibawa oleh para pengawal Kai untuk diantarkan ke bandara. Gabriella pasrah, dalam hati dan pikirannya bertanya tanya mengapa bocah ini memiliki kuasa yang begitu besar.
" Hahahah… apakah kau tidak mengenalku Ge? Meskipun kita tidak pernah ketemu aku yakin kau bisa menebak apa yang akan kulakukan."
" Kalau begitu, anda akan memberikan bukti itu saat wanita itu sampai negaranya. Apakah begitu?"
" That's right… Ge… Sekarang, bisakah kau antar kan aku ke kampus. Waktunya mengejar gelar ku hahahah."
Geoff tersenyum lalu mengangguk patuh. Ia merasa bagaikan mempunyai dua bos saat ini. Dimana keduanya memiliki wibawa pemimpin yang mendominasi.
🍀🍀🍀
Di Negeri seberang Pamela yang baru saja menginjakkan kakinya di mansion begitu terkejut melihat semua barang barangnya berada di halaman. Wajahnya terlihat begitu marah saat tidak ada seorangpun yang hormat kepadanya. Para maid yang berlalu lalang tampak acuh seakan akan dia tidak terlihat.
" Hei… are you not looking at me? Damn… apa kalian tidak melihat nyonya kalian datang?"
Semua yang berada di mansion ini membisu. Tidak ada satupun yang menanggapi ucapan Pamela.
" **** …. Awas saja kalian nanti."
" Awas apa!!"
" Oh honey. Kamu sudah pulang liburannya?"
Pamela mengubah ekspresinya secepat kilat saat melihat Ernest dari arah dalam mansion. Namun senyumnya berubah ketika di belakang Ernest muncul petugas kepolisian.
__ADS_1
Bahkan petugas kepolisian tersebut langsung mencekal tangan Pamela. Pamela tentu saja panik, dia pun memberontak.
" Lepas… apa kalian tidak tahu siapa aku. Aku Lady Antonio. Kalian pasti menyesal melakukan ini padaku. Sayang… cepat suruh mereka melepaskan ku.
" Jangan harap. Membusuk lah di penjara."
" Apa yang kau katakan mengapa aku….."
Pamela menggantungkan kalimatnya saat Ernest menunjukkan bukti bukti kejahatannya. Wanita itu sungguh terkejut. Ia tidak menyangka barang yang selama ini disembunyikan dengan rapi bisa diketahui oleh Ernest.
" Sayang… bukan begitu… aku bisa jelaskan."
" Silahkan jelaskan di penjara."
Petugas membawa Pamela dengan sedikit paksaan karena wanita itu terus memberontak.
" Tuan… kejadian ini pasti akan jadi berita utama."
" Biarkan saja. Jika ada media yang datang jangan dihalangi. Aku akan menghadapinya."
" Baik tuan. Siap laksanakan."
Jerry mengangguk patuh. Ia pun menyampaikan apa yang diucapkan oleh Ernest kepada seluruh penjaga dan maid yang ada di mansion.
Benar saja belum ada sejam setelah penangkapan Pamela portal berita online sudah dipenuhi dengan berita tentang penangkapan tersebut.
HOT NEWS, LADY PAMELA ROSIE ANTONIO ARRESTED FOR MURDER CASE 37 YEARS AGO
LADY PAMELA WAS PROVIDED TO KILL SIR ALEXANDER'S WIFE
THE CASE OF MADAME CAMELIA'S LOST TURNS OUT TO LADY PAMELA'S MIDWAY
JUSTICE FOR MADAM CAMELIA BY HER HUSBAND
Media berita online benar benar ramai bahkan hastag #justiceforcamelia mencuat dan menjadi trending nomor 1 di Britania.
Gilbert putra bungsu Pamela yang saat itu tengah berada di hotel begitu terkejut melihat nama ibu nya bertengger di berita utama. Sesungguhnya ia sendiri tidak tahu apa yang dilakukan ibunya di masa lalu. Tapi pada dasarnya Gilbert tidak peduli karena yang ia tahu hanya bersenang senang. Bahkan semalaman ia tengah berpesta miras, narkoba dan S*x.
Di kamar hotel tersebut pun bukan hanya ada dia sendiri di sana. Ada beberapa pemuda dan pemudi yang tengah tertidur dengan keadaan telanj*ng. Sungguh mencoreng nama bangsawan. Dan selama ini dia selalu bisa lolos dari jerat hukum, namun sepertinya kali ini tidak. Video Gilbert tengah pesta s*x semalam tenyata telah menyebar ke jagat maya.
Bruak…!!!
Pintu kamar Gilbert pun didobrak, dan ternyata pelakunya adalah petugas kepolisian.
" Angkat tangan kalian di atas kepala. Untuk pria berdiri di sebelah kanan, dan untuk wanita berdiri lah di sebelah kiri. Pakai pakaian kalian dengan cepat."
Polisi berteriak dengan tegas dan mengumpulkan bukti bukti yang ada. Mereka pun menciut dan menuruti perintah polisi.
Namun Gilbert mencari celah untuk melarikan diri. Polisi yang melihat Gilbert pun reflek menembak kaki Gilbert saat itu juga.
Dor…. Akh….!!!
Gilbert jatuh tertelungkup dan darah mengucur dari kakinya. Bukannya kasian petugas polisi malah menyeret Gilbert menuju ke mobil untuk dibawa ke kantor polisi.
__ADS_1
Di tanah air Kai tersenyum puas dengan berita online yang menghebohkan dunia internasional. Pasalnya bangsawan Antonio merupakan salah satu bangsawan yang begitu dikenal. Dan kasus pembunuhan yang melibatkan salah satu dari keturunannya menjadi perhatian Internasional.
TBC