Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
43. Tempe Limited Edition


__ADS_3

Sita bingung berada di apartemen Rama mau melakukan apa. Laptop kantor tidak dibawa olehnya. Sedangkan laptop miliknya juga berada di rumah. Mau membuat makanan juga tidak ada bahan.


"Mom, what are you doing?"


"Entah.. Mommy bingung mau ngapain. Biasanya kan jam segini mommy lagi sibuk kerja dikantor."


"Kita masak aja yuk mom, Kai bantu mommy masak."


"Boleh, tapi di kulkas tidak ada bahan makanan."


"Mom… kan bisa belanja online."


"Astagfirullaah. Mommy lupa, oke kita belanja lalu kita masak makan siang sekaligus untuk makan malam."


Kai mengangguk. Sita lalu mengambil ponselnya dan memesan beberapa bahan makanan.


20 menit berlalu kurir belanja online nya pun datang. Setelah membayar Sita langsung membawa masuk dan membongkar belanjaannya itu.


"Mom, banyak banget. Mau masak apa aja memangnya."


"Sekalian buat persediaan. Siang ini mommy mau masak ayam balado, bening bayem+jagung, tahu dan tempe goreng. Apakah Kai mau."


"Oke mom, apapun yang mommy masak Kai pasti suka."


Sita tersenyum, dia pun mulai memasak apa yang jadi menu makan siang hari ini. Satu setengah jam berlalu akhirnya semua masakan pun jadi. Sita tersenyum puas.


"Mom, ehmm… apakah sebaiknya kita mengirimi uncle Rama makan siang?"


"Boleh juga. Uncle Rama sudah baik sama kita."


Sita memasukkan makanan ke tempat makan. Beruntung di apartemen Rama ada beberapa kotak bekal makan. Sita menambahkan potongan buah. Beruntung tadi dia membeli semangka.


"Selesai, siap dikirim. Semoga mas Rama suka" Sita kembali tersenyum melihat hasil karyanya.


***


"Maaf mbak, mau delivery order." Ucap Kurir pengantar makanan di meja resepsionis.


"Atas nama siapa ya."


"Atas nama pak Rama."


Resepsionis itu pun menelpon bos besarnya untuk menanyakan apakah memesan makanan atau tidak.


"Saya tidak merasa memesan sesuatu." Jawab Rama di telepon. Resepsionis itu mengangguk paham.

__ADS_1


"Maaf pak tuan Rama tidak memesan apa apa hari ini."


"Eh.. Tunggu mbak. Ini nama pengirimnya Sita."


"Tunggu… Bawakan ke lantai atas segera."


Mbak mbak resepsionis itu pun bingung. Tadi bosnya menolak tapi sekarang meminta kang kurir untuk langsung ke lantai atas mengantarkan makanan tersebut. 


Kang kurir yang diminta ke lantai atas pun segera menuju lift dan menekan lantai tertinggi gedung JD Coal. Kapan lagi di abisa masuk kesana, pikir kang kurir.


Sampai di depan ruangan Rama kang kurir hendak mengetuk pintu, namun ternyata Rama sudah muncul lebih dulu dari balik pintu.


"Buat Rama ya dari Sita." Ucap Rama dengan mata berbinar seperti habis mendapatkan hadiah utama sebuah undian.


"I-iya pak. Dari mbak Sita. Ini pak."


Kang kurir tersebut menyerahkan sebuah paper bag, Rama menerimanya dengan senyum yang sangat lebar. Ia kemudian memberikan uang 3 lembar seratus ribuan. 


"Maaf pak mbak Sita sudah membayar untuk jasa pengirimannya."


"Tidak apa-apa. Anggap rezeki kamu."


"Masya Allaah terimakasih pak. Alhamdulillah. Semoga mas Rama dan Mbak Sita langgeng sampai tua nanti. Aamiin."


Rama melongo mendengar doa kang kurir. Mungkin dipikirnya Rama dan Sita adalah suami istri. Tapi Rama tidak mengelak ia tersenyum dan malah ikut mengaminkan doa kang kurir.


"Waaah makan siang ternikmat selama hidup 30 tahun." 


Ia memakan dengan lahap, bahkan Roni masuk dan duduk di depannya pun tidak disadarinya. Rama terus makan, ia baru menyadari Roni berada di sana saat sang aspri itu mencoba mengambil tempe goreng.


"Eits… jangan diambil. Ini punyaku khusus  kalau mau beli sendiri." Rama memukul tangan Roni sehingga tempe goreng yang diambil pun terjatuh di tempatnya lagi.


"Auhh… Sakit bos. Elaaah pelit banget. Minta satu bos. Nanti beli lagi."


"No ini tempe limited edition made in Sita, tidak bisa dibeli."


"Hmmmmm pantes pelit. Dasar bucin. Belum apa apa aja udah bucin ditambah posesip lagi."


"Bodo…"


Rama benar-benar tidak memberikan Tempe goreng yang sudah diambil Roni tadi. Ia terus memakan makan siangnya sampai habi tanpa mempedulikan Roni yang udah ngiler karena saking kepengennya melihat Rama makan.


"Alhamdulillaah kenyang. MasyaAllah masakan istri enak banget yak."


"Istri???.. Dijadiin calon aja belum. Nembak aja belum. Jangan kebanyakan halu bos."

__ADS_1


Rama acuh mendengarkan ledekan Roni.


🍀🍀🍀


Di luar apartemen orang yang menguntit Sita akhirnya pergi karena ia melihat polisi mulai menyisir tempat tersebut. Dengan langkah seribiborang itu masuk ke dalam mobil lalu mengganti plat mobilnya. Setelah itu ia mengganti pakaiannya agar polisi tidak dapat menemukan jejaknya. Namun dia tidak tahu ada orang yang sudah melihatnya, bahkan sekarang orang tersebut malah semakin jelas mengetahui siapa dia karena dia berganti pakaian.


Penguntit itu pergi meninggalkan kawasan apartemen Rama 


"Heh… tidak semudah itu menangkapku." Ucapnya dalam mobil lalu melaju secepat mungkin.


Sedangkan orang yang sudah mengetahui identitas si penguntit hanya tersenyum devil menyaksikan mangsanya yang pergi dengan kebanggaan.


"Haishhh dasar bodoh, kamu maoah dengan sengaja menunjukkan siapa jati dirimu. Hehehhe lihat saja, kau pasti akan menangis memohon ampun pada…… mommy ku."


Kai telah merekam semuanya dengan begitu jelas. Jadi orang itu akan sangat dengan mudah ditangkap.


"Mungkin kali ini aku harus pakai tangan Uncle Rama untuk membereskannya. Aku yakin dibelakangnya bukanlah orang sembarangan. Tapi siapapun dia jika menyakiti mommy ku maka tidak akan pernah kuampuni." 


Kai menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya. Ia sebenarnya sangat marah saat tau Sita tengah diikuti seseorang. Tapi dia berusaha menampilkan ekspresi bocah 6 tahun agar para orang dewasa tidak curiga.


Kai mengambil ponsel rahasianya ia menghubungi sebuah nama 'Q'. Sebelum menelpon dia menaruh alat di leher bagian depannya agar suaranya bisa berubah.


"Hallo Q, aku butuh bantuanmu." Ucap Kai.


"Hohoho coba lihat siapa yang menelponku siang bolong begini. What do you need honey."


"Cuih.. Jangan memanggilku begitu, aku jijik. Lagian kau sudah bersuami nanti suamimu cemburu lagi."


"Oh ayolah, kau tau kan pernikahanku hanya pernikahan palsu."


"Sudah jangan banyak omong, apakah kau bisa meminjamkan satu saja orang mu untuk ku."


"Ok, siapa yang kau minta."


"Aku minta Geoff."


"Oke. Tidak ada yang tidak untukmu Mr.Sun. lalu apa yang kudapat."


"Terserah."


"Baiklah, aku akan menagihnya suatu hari nanti."


Kai mengakhiri pembicaraan dengan seseorang yang bernama Q tadi. Ia merasa, akan semakin aman jika mendapatkan Geoff disisinya. Geoff pasti bisa menjadi pengawal bayangan mommy untuk sementara waktu. Gumam Kai.


Kai kembali melihat ke kamar, ia bernafas lega karena mommy nya tengah istirahat. Kai tahu kesehatan mommynya akhir-akhir ini sebenarnya kurang baik. Ia pun meminta Q untuk mendapatkan resep suplemen dan vitamin dari suaminya yang berstatus sebagai dokter. Meskipun Q bersungut-sungut karena sebenarnya ia  malas meminta sesuatu pada suami palsunya itu tapi demi Mr. Sun ia pun menyetujuinya.

__ADS_1


Padahal sebagai Mr. Sun ,Kai selalu menolak permintaan Q karena mafia itu membutuhkannya untuk membobol info musuhnya. Jelas dengan tegas ia menolak karena Kai tidak suka berbuat curang jika akan bersaing. Atau kadang Kai diminta untuk membobol informasi di intelijen keamanan suatu negara karena Q ingin menjual senjata Kai juga menolak. Tapi entah mengapa saat Kai meminta tolong Q mengabulkan itu.


TBC


__ADS_2