Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
48. Bukan Daddy Tapi Ayah


__ADS_3

Keesokan harinya Rama kembali meminta Roni untuk menghandle urusan kantor. Ia merasa bertanggung jawab terhadap ibu dan  anak ini. 


"Apa kalian berdua sudah tidak apa apa.?" Rama melempar pertanyaan kepada Sita dan Kai. Saat ini mereka tengah sarapan bubur ayam yang dipesan Rama. Ia tidak membiarkan Sita memasak saat kondisinya seperti ini.


"Memang Kai kenapa?" Sita balik bertanya.


"Oh itu mom, aku tidak apa apa cuma kemarin banyak tugas sekolah aja jadi terasa capek. Ya kan uncle?" 


Rama mengangguk, ia keceplosan. Mereka kembali melanjutkan sarapan mereka.


"Ta, aku akan membawa kalian pulang hati ini. Aku khawatir Dani pasti akan datang lagi untuk mencoba menemuimu."


"Iya mas, aku pikir juga begitu. Maaf merepotkan mas Rama." 


"Tidak masalah, aku kan sudah pernah bilang padamu tempo hari, jadi anggap ini bukti keseriusanku."


Sita mengangguk, ada perasaan yang tidak bisa dijelaskan di hatinya. Namun ia merasa banyak sekali kembang api yang membuncah di sana.


"Uncle…" Panggil Kai.


"Yes boy, what happened?"


"Apakah uncle Rama mau jadi daddy ku?"


Deg….Badum… badum… badum...


Jantung Rama berdegup kencang. Rama terkejut mendengar ucapan Kai. Ia merasa sedang ditodong oleh senjata. Bukan Hanya Rama, Sita juga terkejut mendengar ucapan putranya itu.


"Baby, kenapa bilang ke uncle begitu."


"Entahlah, aku hanya tidak mau orang itu menjadi daddyku."


Deg…


Sekarang jantung Sita yang terasa ditusuk pisau belati. Makna ucapan Kai sangat dalam. Selama ini kai memang mengakui Dani sebagai ayah biologisnya tapi Kai tidak menerima Dani di hidupnya. Sita mengusap kepala Kai dengan lembut. Rama dapat melihat sorot kesedihan di mata bocah itu. meskipun Kai adalah anak yang cerdas bahkan mungkin jenius ia tetaplah anak anak yang menginginkan sosok ayah dalam kesehariannya.


"Sorry boy aku tidak bisa jadi daddy mu, tapi aku bisa jadi ayahmu."


"Woahhh are you serious uncle?"


"Yes baby, I'm very serious." 


Kai senang, ia tampak gembira. Sita ingin protes namun uring saat melihat kebahagiaan kai. Setelah selesai sarapan Sita meminta Kai untuk membereskan barangnya di kamar. Setelah Kai masuk ke kamar barulah Sita melayangkan protes kepada Rama.

__ADS_1


" Mas, jangan berjanji jika nantinya tidak bisa ditepati."


"Siapa yang tidak mau menepati, aku akan menepatinya. Ta, belajarlah membuka hatimu untukku." Rama meraih tangan Sita, ia menggenggam lembut tangan wanita yang sangat ia cintai dan sangat ingin ia lindungi itu.


"Mas, kamu mungkin tidak masalah dengan statusku, tapi orang tuamu. Mereka mungkin akan menolak ku yang janda dengan satu anak ini."


"Ta, aku akan menghadapi itu. Yang terpenting adalah hatimu. Cukup kamu bisa menerimaku maka aku akan berusaha menghadapi semua rintangan."


" Kalau orang tuamu menolakku, terus kamu tetap kukuh denganku lalu kamu dicoret dari keluarga macam novel novel online atau sinetron itu bagaimana?"


"Tidak masalah, aku kan punya istri yang pintar. Aku tidak khawatir karena kamu masih tetap bisa bekerja jadi aku tidak akan kelaparan meskipun aku miskin hahahaha. Ta itu sinetron dan novel, kita tengah hidup di dunia nyata. Tidak semua orang tua itu selalu menginginkan menantu yang sempurna."


Sita terdiam, memang benar yang diucapkan Rama. Namun tetap Sita belum bisa merasa tenang. Ingin sekali ia bisa membuka lebar pintu hatinya terhadap Rama, tapi bayangan pengkhianatan masa lalu masih terus memenuhi pikiran dan hatinya. Ia takut ia akan kembali kecewa setelah mulai mencinta lagi.


Di dalam kamar setelah selesai membereskan barangnya Kai mendaratkan tubuhnya di kasur. Matanya melihat ke arah langit-langit.


"Haaah… orang itu benar-benar tidak sabar. Jam segini dia sudah menunggu di bawah. Ohh tenang daddy ku tersayang, tidak akan aku biarkan kau menyakiti mommy ku. Lihat saja apa yang akan aku lakukan."


Kai bermonolog. Baru saja ia mengecek cctv ingin memantau Dani, takutnya pria itu datang kemari dna ternyata benar. Dani sudah berada di parkiran bawah. Kai begitu kesal namun ia bersikap tenang.


Kai keluar dengan membawa barangnya. Ia tampak sudah siap untuk kembali ke rumah.


"Are you ready boy?"


"Ready uncle. Uncle bolehkan aku panggil Daddy?"


"No boy, bukan Daddy tapi Ayah. Kau boleh panggil aku Ayah. Bagaimana."


"Oke. Kai akan panggil uncle dengan Ayah." Bocah itu tersenyum misterius, lagi lagi Rama memergokinya. Namun secepat kilat Kai merubah ekspresinya menjadi senyum ceria.


"Ya Allaah anak ini benar-benar tidak bisa ditebak. Bagaimana bocah seusianya itu bisa memainkan ekspresi wajahnya dengan begitu cepat." Batin Rama sedikit bergidik.


Mereka berdua keluar apartemen dan betapa terkejutnya diluar sudah ada Dani. Tubuh Sita menegang, Rama yang paham langsung merangkul pinggang Sita.


"it's showtime" Gumam Kai.


"Jangan tegang santai saja." Bisik Rama ditelinga Sita.


Namun yang dilihat Dani sangat berbeda. Ia melihat Rama dan Sita benar-benar seperti pasangan Suami Istri apalagi ada seorang anak kecil yang tengah digandeng Sita.


"Anak, itu anak siapa. Eh bukankah itu anak yang pernah kutemui. Itu anak yang di supermarket dan di foodcourt waktu itu. Mengapa bersama sita, apa itu anak Sita. Jika itu anak Sita bukankah berarti dia anakku."


Pertanyaan demi pertanyaan memenuhi otak Dani. Ia tampak linglung dengan apa yang dilihatnya. Sementara itu Kai hanya menyeringai.

__ADS_1


"Hehehe nikmatilah kebingunganmu Daaaddyyy."


Rama, Sita, dan Kai berjalan mendekat ke arah Dani. Buka  untuk menghampirinya tapi memang mobil Rama berada tepat di samping Dani. Mobil Land Rover Range Rover yang terparkir di samping Dani membuat Dani menelan salivanya kasar. Pria ini bukan orang sembarangan, batin Dani.


"Eh uncle...kok uncle di sini. Ada apa ya." Ucap Kai pura-pura tidak tahu.


"Itu… uncle ada perlu dengan mommy mu." jawab Dani kikuk


"Oh. Ya udah. Ayah Kai ke mobil dulu saja ya."


"Iya sayang, Kai tunggu ayah sama mommy di mobil ya. Nanti kami menyusul."


Drama yang sempurna, batin Kai dengan senyum smrik. sedangkan Dani begitu terpukul menyaksikan dan mendengarkan orang lain dipanggil ayah oleh putranya.


"Maaf apakah Tuan ada perlu dengan istri saya?" Ucap Rama seolah olah mereka suami-istri yang sesungguhnya. Tapi Dani bersikap acuh, bahkan dia tidak memandang Rama sama sekali. Hal tersebut membuat Rama geram dan mengepalkan tangannya.


Sita menyadari kekesalan Rama, ia pun tidak mau mengacaukan drama pagi itu sehingga ia mengikuti permainan yang sudah diciptakan Kai dan Rama.


"Sayang, tunggu lah di mobil. Aku akan bicara dengannya sebentar." Ucap Sita lembut sambil mengusap lengan Rama. Akting Sita sukses membuat jantung Rama dan berdetak sangat kencang dan membuat Dani semakin terbakar.


" Ya Allah jika ini bisa menjadi sungguhan dan bukan hanya sekedar akting, maka betapa bahagianya aku." Gumam Rama, senyuman manis pun terbit di bibirnya.


"Tidak sayang aku akan tunggu di sini. Silahkan anda berbicara kepada istri saya. Tapi tidak lama karena kami harus segera pergi."


Dani menggertakkan giginya menahan kesal, namun Rama tersenyum puas. 


"Ta, itu Kai bukan. Itu anak kita." Dani mulai berbicara.


"Hahahah apa kau bilang, anak kita. Jangan harap. Dia anakku hanya anakku." Ekspresi Sita berubah menjadi kesal sorot matanya memancarkan kebencian tidak seperti saat menghadapi Rama Sita begitu lembut.


"Ta, ku mohon aku tau aku salah. Biarkan aku menebusnya."


"Menebusnya? Dengan apa, dengan kamu masuk lagi ke kehidupanku, jangan harap."


Melihat Sita yang begitu emosi Rama lalu mendekati Sita lalu merengkuh tubuh mungil itu. Rama takut Sita akan pingsan lagi.


"Sudah, sudah cukup. Ayo kembali." Bisik Rama dan Sita mengangguk.


"Maaf Tuan kami harus pergi, istri saya sedang tidak dalam mood dan kesehatan yang bagus." Tanpa ba bi bu Rama langsung membawa Sita ke mobil, memasangkan seatbelt lalu melajukan mobilnya meninggalkan Dani yang dilanda kesedihan.


"Argh…. Sial… sial… kenapa begini." Dani memukul-mukul mobilnya, beberapa orang melihat namun Dani tak peduli dengan tatapan mereka.


TBC

__ADS_1


selamat membaca readers,


terimakasih sudah selalu mendukung Author ya. dukungan kalian sangat berarti untuk author. matursuwun.


__ADS_2