
Tertangkap
Hari berlalu, sudah tiga hari Sita dan Kai berada di apartemen Rama, dan selama itu juga Rama selalu memakan masakan Sita. Sungguh bencana membawa nikmat, pikir Rama. Hari ini Sita sudah tidak bisa lagi berdiam diri dirumah. Ia sangat ingin keluar. Awalnya Rama menolak dengan keras namun akhirnya ia luluh juga saat Sita memohon kepadanya.
"Boleh ya mas. Please. Aku akan hati-hati."
"Ya baiklah. Tapi tetap harus hati-hati dan waspada. Aku tahu kamu sudah bosan."
Rama sungguh tidak kuasa melihat wajah Sita yang baginya begitu menggemaskan.
Kai yang tau mommy nya akan keluar langsung menghubungi Geoff melalui pesan singkat.
"Tetap di posisi, ratu akan keluar. Jaga dia baik-baik."
"Baik, siap laksanakan Mr." Balas Geoff.
Sebelumnya Geoff sudah dapat arahan dari Q, dan ia juga sudah mendapatkan identitas orang yang akan dilindungi. Mr. Sun memberi nama orang yang dilindungi dengan nama Ratu. Lalu Geoff juga sudah mendapatkan gambar dari target yang diberi nama worm.
"Ge, jangan mengecewakanku dan Q."
"Siap Mister."
Mr. Sun yang tidak lain adalah Kai tersenyum lebar. Ia percaya Mommy nya akan baik-baik saja. Hari ini Kai sendiri akan berangkat ke sekolah. Ia tidak mau lama-lama libur karena pasti akan banyak pertanyaan dari teman temannya.
"Mom, Kai berangkat dulu ya. Kai diantar Uncle."
"Ok boy take care "
Kai mengangguk lalu berjalan keluar bersama dengan Rama. Sedangkan Sita bersiap-siap keluar. Dia membawa beberapa barang seperti semprotan lada dan alat kejut listrik untuk melindungi dirinya. Sadar dia tidak punya kemampuan bela diri maka Sita harus ekstra waspada.
Sita sudah berada di mobilnya, ia hendak menuju toko elektronik untuk membeli laptop. Sita berpikir memang sudah harus membeli laptop lagi karena dia memang membutuhkannya. Ia pun melajukan mobilnya ke arah toko yang dituju. Ternyata si penguntit itu berada diujung jalan, ia pun mengikuti mobil Sita dengan jarak aman. Sedangkan Geoff, dia sudah bersiap dari tadi saat Sita keluar dari Apartemen. Geoff memakai mobil box agar dikira sebagai mobil pembawa barang untuk mengecoh si penguntit. Insting pemburu yang kuat dari Geoff membuatnya dengan mudah mengetahui gerak gerik musuh.
Tak lama Sita pun sampai di toko yang dia inginkan. Tidak mau membuang waktu dan ingat pesan Rama juga Kai ia harus cepat memilih. Sita memberikan alamat Rama untuk mengantarkan barang tersebut ke sana. Ia tidak mau ambil resiko jika penguntit itu datang dan membuatnya kesulitan bergerak dengan barang yang ia bawa.
Sita sangat waspada, berulang kali ia melihat ke sekitar hingga membuat sang pemilik toko bertanya.
"Ada apa bu, apa ada yang sednag dicari?"
"Oh tidak pak, tadi sepertinya ada orang yang saya kenal tapi sepertinya bukan." Elak Sita. Dia tidak mungkin bahwa ia sedang berjaga-jaga karena diikuti seseorang. Sita tidak ingin membuat keributan.
"Jadi dikirim ke alamat ini ya bu?"
"Iya pak tolong ya, soalnya saya harus pergi ke suatu tempat dulu."
"Baik bu."
__ADS_1
Pemilik toko itu tersenyum ramah. Setelah membayar Sita langsung pergi dari sana dengan terburu-buru.
Huft… seperti buronan saja aku ini. Ya Allaah, kenapa jadi begini. Sebenarnya siapa orang itu. Monolog Sita.
Saat hendak menyalakan mobil Sita merasa ada seseorang di kursi belakang.
"Aaaaah… siapa kamu."
"Maaf nyonya saya mengejutkan anda. Saya dikirim untuk melindungi anda."
"Siapa yang mengirimmu?"
"Maaf nyonya saya tidak bisa menyebutkannya."
Sita sangat terkejut, dia masih syok melihat ada pria tidak dikenal bisa memasuki mobilnya. Pria itu adalah Geoff. Geoff tidak mau mengambil resiko kecolongan karena si penguntit sepertinya akan beraksi.
Benar saja batu sita keluar dari kawasan Toko penguntit langsung mengejar mobil Sita.
"Nyonya kita diikuti."
Sita menelan salivanya dengan susah payah, ia melihat di kaca spion mobilnya dan benar saja dia diikuti.
"Nyonya jangan panik. Ikuti arahan saya. Kita lewat tol nyonya."
"Kenapa masuk tol malah jadinya kita bisa ketangkep." Protes Sita.
"Kita harus memancing dia Nyonya agar kita bisa menangkapnya. Karena kalau tidak ditangkap Nyonya akan selalu dalam bahaya."
"Mr. Sun kita sedang memancing penguntit itu ke arah tol kota B."
Pria itu menghubungi Kai. Kai tersenyum misterius, "kuserahkan padamu uncle. Aku tau kau juga menempatkan mata-mata di sekitar mommy."
Benar yang dibilang Kai, Rama langsung mendapatkan info mengenai keberadaan Sita. Rama pun bergegas menuju di mana Sita melajukan mobilnya.
"Ron, ikut aku."
"Siap bos."
Roni tidak terlalu banyak bertanya, ia sudah paham apa yang terjadi. Roni mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh. Beruntung siang hari jalanan tidak terlalu padat sehingga Roni dna Rama bisa menyusul.
Sita sedikit gugup, ia merasa sedikit takut akan si penguntit.
"Nyonya jangan khawatir, saya akan melindungi nyonya. Mengemudilah dengan tenang." Ucap Geoff.
Tenang kepalamu, aku sedang diikuti penjahat dan di dalam mobilku ada pria asing. Bagaimana aku bisa tenang dalam situasi seperti ini, umpat Sita dalam hati.
Jalan tol mulai terlihat sepi, mobil yang menguntit Sita menekan pedal gas ia mempercepat laju kendaraannya.
"Kena kau, kali ini kau tidak akan bisa lolos dari ku." Gumam si penguntit.
__ADS_1
Duuug…
Mobil dibelakang mencoba menabrak mobil Sita.
"Aaah…" Sita terkejut
"Tenang nyonya, lebih baik kita menepi saja." Ucap Geoff.
"Tapi kalau kita tertangkap."
"Nyonya percaya saja sama saya." Geoff sudah paham ada beberapa orang yang mengikuti mereka juga untuk meringkus si penguntit.
Sita mengikuti saran Geoff, ia melambatkan mobilnya dan menepi. Si penguntit terkejut, baru saja ia hendak menabrak mobil Sita dengan kecepatan penuh malah Sita menghentikan mobilnya.
"Sial… tapi bagus, kamu menyerah secepat ini. Maka aku akan dengan senang hati menghabisimu."
Penguntit itu menepi, Geoff bersembunyi agar tidak terlihat.
"Hei… Buka… buka pintunya." Ucap si penguntit.
"Ma-mau a-apa kamu." Sita tergagap, ia merasa takut sekujur tubuhnya terlebih penguntit itu membawa sebilah pisau di tangannya.
"" Heh, jangan banyak tanya. Cepat keluar."
Sita bungkam, ia memejamkan matanya berusaha tenang. Geoff yang mengetahui bahwa si penguntit itu tengah fokus menggertak Sita langsung menyelinap melalui pintu samping kiri. Dengan cepat ia pun dapat membekuk si Penguntit.
Geoff meuting tangan kanan si penguntit lalu menjatuhkan pisaunya. Ia mengunci tubuh orang tersebut.
Rama, Roni beserta orang-orangnya sampai di sana cukup terkejut.
Rama mendekat ke arah mobil Sita lalu masuk ke dalam mobil.
"Ta, kamu tidak apa apa. Kamu terluka?"
"Ti-tidak ma-mas a-aku ti-tidak apa apa." Sita tampak takur Rama mengambil inisiatif untuk memeluk Sita. Sita tidak menolak ia merasa nyaman dengan berada dipelukan Rama.
Sedangkan di luar Geoff menyerahkan si penguntit kepada Roni dan orang-orangnya lalu sedetik kemudian Geoff berhasil pergi dengan masuk ke mobil yang melintas dan berhenti, lalu mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi.
Rama menuntut Sita keluar untuk melihat siapa orang yang mengancam hidupnya.
"Tidak usah keluar, lebih baik kita pergi saja dari sini biar semua diurus oleh Roni." Saran Rama.
"Tidak mas aku ingin tahu siapa dia dan apa salahku sehingga dia berbuat begitu."
Rama mengalah. Si penguntit itu sudah diamankan di dalam mobil oleh Roni dan orang-orangnya. Sita melihat ke dalam mobil, dan ia sangat terkejut melihat siapa orang tersebut.
"Ma-mauren!!!!"
TBC
__ADS_1
selamat membaca readers kesayangan. masyaaAllaah kemarin yang baca lumayan banyak ada 2000an semoga dukungan nya juga semakin nambah ya.
yang sudah dukung otor banyak-banyak terimakasih. semoga othor bisa lebih baik lagi dalam berkarya. terimakasih. Matursuwun.