Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
BONCHAP 15.


__ADS_3

Di Sebuah resort mewah yang ada di pulau Bali seorang wanita paruh baya tengah merasa begitu kesal mendapat kabar bahwa suaminya kembali ke negaranya. Wanita paruh baya yang tidak lain adalah Pamela Rosie Antonio itu melempar gelas wine yang ia pegang ke dinding kamar.


"Argh....!!!"


Wanita itu berteriak sekencang mungkin meluapkan rasa kesal dan marahnya. Dia bahkan mengacak rambutnya dengan frustasi.


Istri dari Sir Alexander tersebut tampak sangat geram melihat perilaku suaminya yang seenaknya sendiri. Selama hampir 30 tahun pernikahan Pamela tidak benar benar mendapatkan hati Ernest.


" Damn… Semua karena wanita sialan itu. Huh… Beruntung dia sudah lenyap. Jadi meskipun aku tidak mendapatkan hatinya paling tidak aku sudah mendapatkan hidupnya. Baiklah mari kita pulang."


Pamela akhirnya terpaksa menyudahi acara liburannya. Prediksi nya bakalan lama di pulau Bali ini ternyata hanya sekejap. Ernest suaminya pulang lebih awal dari dugaannya.


Awalnya Pamela berpikir suaminya hanya sekedar berlibur. Namun siapa sangka Ernest mencari lagi jejak istri pertamanya itu.


🍀🍀🍀


Kai kembali ke aktivitas sebelumnya yakni berangkat kuliah. Hari ini dia harus menghadiri semua jurusan yang diambil dengan masing masing dua mata kuliah.


Sebelumya para mahasiswa di kampus menganggap Kai adalah salah satu dari anak dosen di sana. Beberapa diantaranya malah mengira Kai merupakan anak seorang mahasiswa. Hingga suatu hari saat perkuliahan dimulai Kai duduk diantara mahasiswa untuk menghadiri kelas.


Terkejut?? Pasti, semua begitu terkejut dengan kehadiran Kai. Karena saat orientasi mahasiswa baru mereka tidak melihat adanya bocah itu.


Mereka sempat meremehkan Kai hingga suatu ketika Kai mampu menjelaskan mata kuliah bidang Perangkat Lunak yakni Arsitektur Perangkat Lunak dengan sangat baik. Bahkan dosen yang mengampu pun dibuat terkejut dengan kemampuan public speaking Kai.


Mulai saat itulah Kai disegani oleh mahasiswa yang lain bahkan dosen dosen juga. Tapi tak jarang ada mahasiswa yang iri dan membuat ulah.


Waktu itu sekitar waktu ashar. Kai hendak sholat di masjid kampus yang terletak agak jauh dari gedung utama. Kai dihadang oleh 3 orang mahasiswa.


" Hei bocah ingusan. Kemari kau beri hormat dulu kepada kami!!"


" Dasar bocah... Kau sangat sombong."


Ucap salah seorang dari mereka yang sama sekali tidak digubris oleh kai. Kai acuh dan terus berjalan menuju masjid. Namun sikap acuh nya Kai membuat geram ketiganya. Hingga salah satu dari mereka mencengkram bahu Kai dengan keras. Namun Kai bergeming, dan hanya menyeringai. Orang tersebut membalikkan badan Kai lalu mengarahkan pukulan ke wajah bocah ABG itu.


Tapi ternyata gerakan pria tersebut dapat dibaca oleh Kai. Dan greb… Kai dapat menangkapnya dengan telapak tangannya.


" Jangan memaksaku untuk berbuat yang buruk."


" Dasar bocah ingusan sialan… hiya…. "


Dugh… brug….


Serangan pria itu dapat ditangkis dan dilumpuhkan Kai. Dua orang yang lain ikut menyerang. Posisi 3 lawan 1 tapi Kai terlihat sangat tenang.


Bugh… Bugh… duagh…

__ADS_1


Serangan demi serangan ditujukan ke arah Kai namun tetap bisa ditangkis dengan tenang. Beberapa orang yang melihat tampak ingin membantu namun saat Kai berhasil melumpuhkan salah seorang diantara tiga orang tersebut mereka pun urung.


Satu per satu semuanya tumbang dan Kai tidak terluka barang sedikitpun. Kai berjongkok di depan mereka yang terkulai lemah di jalan.


" Jangan mengulanginya lagi jika kalian masih ingin kuliah disini dan jangan pernah menggangguku lagi jika kalian masih ingin tangan dan kaki kalian utuh."


Ucapan dingin dan tatapan mata tajam Kai membuat nyali mereka menciut. Bocah baru gede itu berhasil membuat ketiga orang tersebut diam dan mulai saat itu mereka tidak pernah muncul di hadapan Kai.


*


*


*


Kali ini Kai tengah berada di kelas. Sebenarnya ia ingin segera pulang, namun karena mata kuliah sekarang ini mengenai pemrograman Kai bertahan sementara. Bukan untuk mendengarkan perkuliahan, namun Kai ingin mencari seseorang untuk dijadikan temannya atau lebih tepatnya partner nya.


Kai memindai satu persatu mahasiswa di sana . Bahkan Kai berjalan memutar. Mahasiswa yang ada di kelas Kai sudah tidak merasa aneh dengan perilaku Kai yang seperti itu. Kai pernah melakukan hal serupa di kelas Manajemen Bisnis juga.


" I got you."


Setelah menemukan yang dia cari Kai pun keluar dari kelas tanpa sepengetahuan dosen. Para teman sekelasnya hanya diam mereka bahkan tidak berani melaporkan kelakuan Kai.


Saat berjalan keluar kampus, Kai melihat Geoff yang tampaknya sudah menunggunya.


" Hay Geoff… ada apa kau kemari?"


" Baiklah."


Tanpa banyak bertanya, Kai berjalan menuju mobil Geoff.


Dari mana bocah ini tahu kalau itu mobilku, batin Geoff.


" Tidak usah bingung begitu Ge… Aku tahu semua yang dimiliki Wild Eagle."


Glek… Geoff menelan salivanya kasar. Kai seperti orang yang bisa membaca pikiran. Geoff bergidik ngeri melihat bocah abg 13 tahun itu.


Geoff membawa Kai ke markas Wild Eagle. Jam menunjukkan pukul 4 sore, beruntung Kai sudah sholat Ashar di masjid kampus jadi dia bisa tenang ke markas Q.


Selang setengah jam , mereka sampai di markas. Kai dapat memasuki markas tanpa harus memindai retina mata dan sidik jari. Lagi lagi Geoff terperangah.


"Jangan kaget gitu. Semua sistem di sini aku yang buat bahkan saat usiaku masih 6 tahun."


Geoff merinding mendengar pernyataan Kai. Bocah bocah ini benar benar luar biasa, begitulah pikir Geoff.


" Assalamualaikum semuanya…. Good evening Drake and Ian."

__ADS_1


" Waalaikumsalam… kemarilah."


Hanya Q yang menjawab salam Kai, Drake dan Ian masih bengong. Dalam benak mereka bertanya tanya, bagaimana bisa bocah smp ini bisa masuk ke markas Wild Eagle dan mengenali mereka.


" Apa yang kau mau beritahu kepadaku Q."


" Lihatlah."


" Haish…. Sudah kuduga. Mereka benar benar melakukan pergerakan. Padahal Sir Alexander sudah kembali ke negaranya. Q perketat pengawalan."


" Sesuai keinginanmu sir."


Geoff terkekeh geli melihat ekspresi Drake dan Ian yang bengong. Mulut mereka bahkan menganga melihat dan mendengarkan obrolan Queen mafia dan seorang bocah smp.


" Baiklah Q aku pulang dulu, aku khawatir dengan kondisi orang rumah."


" Baiklah sir. Geoff akan mengantarmu kembali."


Kai pun keluar diikuti Geoff. Sedangkan Drake dan Ian masih terbengong. Q melirik ke arah mereka berdua dan mendengus.


" Kau kehilangan kesempatan berbincang dengan idolamu Drake."


Drake menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sungguh dia tidak paham apa yang dibicarakan oleh Q.


***


Sesampainya di rumah Kai sedikit merasa ada yang aneh pasalnya rumah tampak sepi dan tidak terdengar suara si kembar.


"Assalamualaikum….."


"Assalamualaikum…!!"


Hening, tidak ada jawaban sama sekali.


" Kemana semua orang. Mengapa tidak ada yang menjawab salam ku. Apa berada di mushola… tapi ini masih pukul setengah enam."


Kai berjalan ke ruang keluarga dan menghempaskan bokongnya di salah satu sofa. Ia lalu membuka laptopnya dan mulai memeriksa cctv satu persatu di setiap sudut rumah.


"Jangan sampai ada sesuatu yang kulewatkan."


Tangan Kai mulai sedikit bergetar. Tiba tiba rasa cemas dan khawatir menjalar keseluruh tubuhnya.


" Please…. Please… ku mohon ya Allaah… jangan terjadi apa apa… "


Wajah Kai memucat saat melihat satu per satu tampilan rekaman cctv rumahnya. Nafasnya memburu dan jantungnya mulai berdegup dengan kencang.

__ADS_1


"Astagfirullaah……!!!"


TBC


__ADS_2