Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
52. Drama Keluarga


__ADS_3

Hallo semuanya... terimakasih masih setia dengan Rama dan sita serta Kai ya.. Semoga kalian semua bisa terus dukung Othor hehehe. Othor akan usahakan agar selalu update tiap harinya.


Terimkaasih. Matursuwun. Happy Reading...


...****************...


Hari-hari berjalan begitu saja tanpa ada hal hal yang dikhawatirkan. Sita bekerja dengan tenang, Rama masih berusaha untuk mengumpulkan bukti dan saksi untuk membekuk Eko Priambudi. Sedangkan Ajeng, dia cukup pintar untuk tidak muncul lagi di hadapan Rama. Dan hal itu cukup membuat Eko Priambudi sang papi murka.


"Plakk……" Sebuah tamparan sukses mendarat di pipi Ajeng. Pipinya tampak merah, ia menangis tersedu mendapat perlakuan sedemikian dari sang papi. Selama ini dia begitu dimanja dan disayang, jadi mendapat tamparan tersebut membuatnya sangat terkejut dan menangis.


Melaningsih, mami dari Ajeng pun ikut terkejut menyaksikan suaminya tega menampar putri kesayangannya.


"Pap,... Apa yang papi lakukan." Mela mendekati Ajeng yang tengah tersedu.


"Tanyakan pada putri bodohmu itu apa yang sudah dia lakukan." Teriak Eko murka.


"Memangnya apa yang Ajeng lakukan sehingga papi begitu marah.?"


"Gara-gara ulah anak bodohmu itu aku gagal membuat Rama jadi menantu kita. Sudah berkali-kali papi bilang Ajeng…. Kalau hendak bermain-main, mainlah yang rapi. Tapi kamu begitu bodoh membiarkan mereka mengambil video panas mu itu."


"Video panas? Video panas apa?"Mela tersentak dengan yang diucapkan sang suami dia kebingungan. Sedangkan Ajeng hanya menangis dan terus menangis.


" Tanyakan saja pada anakmu, dia pasti mengerti. Kalau tidak lihatlah ini." Eko melempar handphone miliknya dan dengan cepat Mela menangkapnya.


Mela menekan tombol play di ponsel milik sang suami, ia snagat terkejut melihat video porn* seorang wanita yang tengah berada di dalam kamar dengan 3 orang pria, dan mereka tidak mengenakan apapun alias telanjang. Mela membulatkan matanya, ia begitu syok karena wanita yang berada dalam video itu adalah putri kesayangannya.


"Ya Tuhan Ajeng. Kenapa kamu bisa melakukan perbuatan kotor seperti ini. Apa salah mami nak hingga kamu berbuat sedemikian bahkan sebelum menikah. Mami nggak habis pikir." Mela menangis sesenggukan.


Eko yang melihat istrinya begitu syok memapahnya untuk duduk di kursi.


" Terus sekarang bagaimana Pap. Aku sangat malu sama mas Hardi dan mbak ayu." Ucap Mela.


" Ya sudah kita udah nggak bisa gimana gimana lagi. Video itu ada ditangan Rama. Anak itu meskipun kelihatannya tenang tapi dia sangat kejam. Aku tidak mau mengorbankan nama baik keluarga kita, biarlah kita tidak jadi besanan dengan mereka. Aku masih punya cara untuk mendapatkan kekayaannya."

__ADS_1


"Maksud papi?"


"Sudah tidak perlu banyak tanya. Kau urus saja anak bodohmu itu. Hal lain lainnya biar aku yang urus."


Mela mengangguk, lalu memapah Ajeng kembali ke kamar.


Setelah istri dan anaknya berlalu, Eko menghubungi seseorang.


"Aku ingin kau melakukannya besok."


"Siap tuan."


"Ingat, harus rapi. Buat seolah-olah kecelakaan."


"Siap tuan."


Jika aku tidak bisa menguasai kekayaan Joyodiningrat melalui pernikahan Ajeng dan Rama maka aku akan menggunakan cara lain. Eko Priambudi bermonolog sambil tersenyum misterius.


🍀🍀🍀


"Sial… apa aku langsung aja datangi rumah Sita. Tapi kalau langsung di yolka dan diusir bagaimana."


Sungguh Dani dilema. Disatu sisi ia ingin sekali bisa menemui Sita dan Kai. Disisi lain ia khawatir jika dia akan ditolak mentah-mentah mengingat betapa bencinya tatapan marah yang Sita tunjukkan kepada dirinya.


"Ya Allaah, kesalahanku memanglah sangat besar. Aku hanya ingin bertemu mereka untuk meminta maaf. Aku ingin menebus kesalahan 7 tahun terhadap putraku."


Saat Dani tengah merenungi kesalahannya sebuah mobil datang dan menepi persis di depan rumah Sita. Seorang pria keluar dari sisi kanan dan berlari kecil untuk membukakan pintu sisi kiri mobil. Dari sisi kiri mobil tersebut keluarlah seorang wanita cantik yang begitu Dani kenal.


Sita…


Ucap Dani lirih. Pria yang mengaku sebagai suami Sita itu yang tidak lain adalah Rama tampak sangat mesra menggandeng tangan Sita. Tatapan mata mereka seolah menunjukkan kalau mereka saling mencintai.


Dani mendengus, ia kemudian pergi dari sana dengan perasaan yang entah tidak bisa ia deskripsikan.

__ADS_1


"Mas, orang itu apakah sudah pergi?" Tanya Sita.


Tidak mau menyia-nyiakan momen manis dan langka itu Rama pun mengatakan bahwa Dani belum pergi dari sana dan cup… Rama mencium pipi Sita dengan lembut.


"Mas….." Sita terkejut mendapat serangan dadakan dari Rama. Wajahnya memerah dan jantungnya berdetak begitu kencang. Ia sungguh malu.


"Sttt…. Tenang, dia masih melihat. Ayo masuk rumah." Tipu Rama dengan bibir tersenyum lebar. Sita yang enggan menoleh ke belakang percaya saja apa yang dikatakan Rama tanpa curiga sedikitpun. Ia hanya menurut mengikuti apa yang diucapkan Rama.


Yesss… bisa juga akhirnya meskipun dapat pipi aja. Ampuuun… pipi Sita lembut bener kena bibir. Batin Rama dengan senyum puas di bibirnya.


"Assalamualaikum.." Sapa keduanya dan dijawab serempak oleh orang rumah yang tengah beraktivitas masing-masing.


"Waalaikumsalam…"


"Ayah… mommy… sudah pulang." Teriak Kai, ia pun menghambur ke arah Rama dan Sita. Rama menangkap Kai dan menggendongnya.


"Uh boy, kau semakin berat." Ucap Rama yang menggendong Kai sambil menggelitik bocah kecil itu.


"Hahahha" Mereka beriga terkekeh.


Bi Surti dan Susi sangat terkejut mendengar Kai memanggil Rama dengan sebutan ayah. Mereka berdua saling pandang isyarat matanya saling bertanya. Tapi bi Surti senang melihat Kai dan Sita tertawa seperti itu. Baru kali ini ibu dan anak itu tertawa begitu lepas.


"Mas, bagaimana mas tau kalau pria itu ada disini." Tanya Sita yang sedikit heran tiba-tiba ia dijemput Rama di kantor JD Advertising. Padahal Sita juga membawa mobil sendiri, akhirnya ia meninggalkan mobilnya di kantor dan ikut mobil Rama.


"Oh… Kai yang memberitahuku. Kata Kai pria itu sudah mengintai rumahmu beberapa hari ini. Ya kan boy." Jawab Rama sambil mengusap lembut kepala Kai.


"Yes mom, Kai tadi yang telpon ayah karena pria itu ada di sini. Sepertinya daddy ku itu penasaran dengan ayah Rama." Ucap kai polos. Padahal sejatinya memang dia sudah tahu dan paham Dani tengah mencari info mengenai apa yang terjadi di dalam rumah ini.


"Oh gitu. Ya sudah mommy mau mandi dulu. Mas aku tinggal dulu sebentar ya."


Rama dan Kai mengangguk, setelah Sita berjalan menjauh keduanya pun melakukan tos tinjuan tangan.


Sesampainya di kamar Sita langsung masuk ke dalam kamar mandi, ia menanggalkan semua bajunya dan menaruh ke keranjang pakaian kotor. Sita mengisi bathup dan menambahkan sabun dengan aroma esensial. Ia memasukkan seluruh tubuhnya agar tertutup busa sabun, dan menyisakan kepala.

__ADS_1


Hhhhh, Kai semakin dekat dengan Mas Rama. Kai juga selalu merasa bahagia jika berada di dekat mas Rama dan mas Rama juga begitu sayang dengan Kai. Dan ciuman di pipi tadi… oh ya Allaah. Apa aku memang harus membuka hati lagi. Apakah boleh untuk jatuh cinta lagi?


TBC


__ADS_2