
Sita dan Kai tampak menikmati Qtime mereka. Sari makan bersama, belanja, dan nonton bioskop. Ini merupakan kencan ibu dan anak yang kembali lagi ia lakukan setelah triple A lahir.
" Bagaimana sayang."
" Not bad mom."
Sita tersenyum, ia sangat senang melihat Kai menikmati harinya. Sita tahu Kai butuh menenangkan dirinya dan menepi dari kegiatan kegiatan yang begitu padat.
Kuliah, belajar, berlatih ilmu bela diri, dan bermain dengan ketiga adiknya merupakan kegiatan yang luar biasa banyak. Ditambah 3 jurusan sekaligus yang ia ambil di perkuliahannya, beberapa cabang ilmu bela diri yang dipelajarinya dan juga kai mempelajari ilmu berkuda, memanah, juga menembak.
ABG 13 tahun itu mempunyai tinggi badan sekitar 155 cm. Mungkin bisa dikatakan lebih tinggi daripada anak seusianya. Kai sungguh memiliki banyak talenta dan ini semua adalah kemauannya. Rama dan Sita malah sempat meminta Kai untuk tidak terlalu sibuk berkegiatan, namun Kai mengatakan dia senang melakukannya.
" Mom, I want to go to the toilet."
" Oke abang, i still here."
Kai menuju toilet sendiri. Sesaat ia merasa ada seseorang yang mencurigakan, tapi Kai mengacuhkan itu. Namun ia berusaha untuk tetap waspada.
Kai keluar dari toilet, ia melihat ke kanan dan kekiri memindai seluruh bagian dari toilet tersebut. Toilet pusat perbelanjaan merupakan sebuah ruangan yang lumayan besar yang di dalamnya terdiri dari 8-10 toilet. Jadi Kai melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada orang yang tadi begitu mencurigakan.
" Huft…. Alhamdulillah…."
Kai berjalan keluar dari sana dan mencari mommy nya. Ia melihat sekeliling. Namun ia tidak menemukan mommy nya sama sekali.
" Pak.. Apakah anda melihat seorang wanita usianya sekitar 36 tahun. Tadi duduk di sini."
" Oh… wanita itu. Tadi dia pingsan dan dibawa seseorang, katanya suaminya."
" Apa….????"
Kai terkejut, pasalnya Rama tidak tahu mereka ada di sana saat ini. Dan satu lagi mommy nya sehat sehat saja tadi, jadi kenapa bisa tiba tiba pingsan.
Kai duduk sejenak. Dia harus bisa berpikir tenang.
" Harus tenang, tidak boleh panik. Pertama adalah lihat cctv. Ya… Sebaiknya itu.'
Kai mengedarkan pandangannya lagi, ia melihat ada beberapa cctv di sana berarti dia bisa mengetahui apa yang terjadi 5-10 menit yang lalu.
Kai langsung meretas cctv mall tersebut. Hanya butuh waktu 5 menit di bisa mendapatkan rekaman kejadian beberapa saat yang lalu.
" Sial… aku nggak kenal orang ini. Ayah… ya coba ku kirimkan ke ayah."
Kai mengirimkan rekaman itu ke Rama. Di seberang sana Rama tampak terkejut mendapat kiriman dari Kai.
" Ini… sita… ya Allaah…"
" Bos… Ada apa. Kenapa teriak?"
" Sita diculik, kai baru aja ngirim cctv. Nih liat."
" Astagfirullah bos."
" Ron… Siapkan orang kita melacak keberadaan Sita dari pelacak yang diberikan Kai."
" Siap bos."
Rama dan Roni berlari keluar kantor dan Roni menghubungi para orangnya.
Sedangkan Kai ia kembali menghubungi teman baiknya, Q.
" Q. I need your help."
" What wrong Mr. Sun"
" Mommy ku di culik. Ini lokasi yang aku dapat dari alat pelacak yang kupasang. Aku belum tahu kemana orang ini akan membawa mommy ku. Jika kalian menemukan terlebih dahulu aku ingin orang ini hidup jangan dibuat KO."
__ADS_1
" Oke… Aku akan minta Geoff membawa orang."
" Oke Q, big thanks."
"No problemo Mr. Sun."
Kai berlari ke arah mobil mereka dan meminta sang sopir mengikuti arah pelacak yang masih bergerak.
" Pak… Sebaiknya bapak ke sekolah si kembar saja. Saya turun di sini."
" Tapi den."
" Sudah tidak apa apa, saya bisa mengatasi ini. Dan bilang kalau kami akan pulang terlambat kepada si kembar karena ada urusan sebentar."
Sang sopir menurut pengaturan Kai, kai pun turun di tepi jalan dan kembali menghubungi Q.
Huft… mungkin harus menunjukan identitas saat ini.
" Q, kau sedang sibuk dengan suamimu tidak?"
" Astaga… kenapa lagi Mr. sun?"
" Tolong jemput aku di jalan xx dekat dengan mall Y."
" Are you seriously, kamu akan memperlihatkan identitasmu?"
" Q hurry up. This is urgent."
" Ok ok i'm so sorry. Tunggu aku dalam 10 menit."
Kai mendengus kasar. Ia pun menunggu Q di pinggir jalan sambil berjalan kesana kemari. 10 menit berlalu tampak mobil range rover mendekat. Kai pun melambaikan tangannya dan mobil itu berhenti.
"Buka!"
" I'm so sorry, who are you. Aku sedang ingin menjemput temanku bukan mau memberimu tumpangan kepadamu bocah. Jadi keluarlah."
" Q jangan banyak omong ayo… mommy ku sedang dalam bahaya."
" Wait, kau… Mr. Sun."
" Siapa lagi yang memanggilmu Q disini. Memangnya identitasmu itu kamu sebarkan."
" Astaga mulut ini aku sangat kenal. Tapi bagaimana bisa. Mr Sun itu bukannya lelaki dewasa."
" Bertanyalah sambil menyetir Q. Aku sudah tidak sabar menemui mommy ku."
Q kembali mengemudikan mobilnya dengan begitu banyak pertanyaan. Di sepanjang jalan Q mengintrogasi Kai. Akhirnya lambat laun Q mengetahui jati diri Mr. Sun.
" Jadi selama ini aku kadang kadang diperintah oleh bocah. Dan bahkan waktu itu usiamu baru 6 tahun. woah… im Queen mafia begitu menuruti kata kata bocah 6 tahun waktu itu. Astaga… harga diriku."
"Nggak usah jadi ratu drama, kau ini ratu mafia Q. Bersikaplah dewasa."
" Hei bocah… astaga… Aku benar benar kehabisan kata kataku."
" Kenapa kau marah, tidak terima? Tidak masalah. Aku bisa menjatuhkan sistem keamanan Wild Eagle dan Linford Transportation saat ini juga dengan sekali klik."
" Hei…. Ya ya baiklah. Kau menang. Kau memang Mr. sun. Bahkan saat ini pun aku tidak bisa membantahmu."
" Good girl, sekarang cepatlah mengemudi dan temukan mommyku."
Q ingin sekali menjitak kepala bocah di sampingnya itu, namun ancaman Mr. Sun sungguh membuatnya tidak berkutik.
Pelacak yang dipasang di jam tangan Sita menuju ke sebuah hutan di puncak dan berhenti disana. Beruntung Q memiliki skill mengemudi yang bagus sehingga mereka saat ini sudah dekat dengan target.
" Q apa anak buahmu sudah sampai?"
__ADS_1
" Ya … itu mereka."
Geoff yang melihat Q bersama dengan Kai pun bertanya tanya. Mengapa Q membawa seorang bocah laki laki.
" Q… Siapa dia, sepertinya aku familiar dengan anak ini. Oh iya ini anak yang kurang lebih 7 tahun lalu memintaku mengawal ibu nya."
" Ya… dia Mr. Sun…"
"Hahahaha bercandamu tidak lucu Q."
" Hai geoff bagaimana kabar Drake dan Wild Eagle."
Glek… Geoff menelan salivanya kasar. Sepertinya bocah ini beneran Mr. Sun, karena dia tahu Drake dan Wild Eagle, batin Geoff.
" Ba-baik Mr. Sun."
Aura Kai benar benar berbeda saat ini. Sebagai Mr. Sun dia mempunyai kewibawaan yang besar. Bahkan Geoff dan yang lainnya pun bisa melihatnya.
" Sudah ketemu lokasinya?"
" Sudah Q, tadi ingin ku sergap tapi aku menunggu perintah darimu."
" Ayo kita lakukan sekarang."
Kai dan Q beserta anggotanya mendekati sebuah rumah di dalam hutan tersebut. Tampak beberapa penjaga di luar rumah.
" Mr. Sun kau tak hanya bisa main komputer kan. Aku takut kau menangis nanti kalau kena pukul." Ledek Q
Kai hanya mendengus kasar. Ia sedang tidak dalam mood menghadapi ocehan Q.
Bug...bug...bugh..
Satu persatu penjaga dapat berhasil dilumpuhkan. Mereka menerobos masuk. Namun ternyata ada serangan dadakan yang mengarah ke arah Kai.
Hiya…. Bug… grep….kletak… argh….
Kai berhasil meraih tangan yang hendak memukulnya. Memelintir dan mematahkan tangan tersebut.
Bruk… kelatk….
Kai pun menendang dan mematahkan kaki orang yang menyerangnya.
Q, Geoff dan 3 orang anak buah Q dibuat melongo dengan aksi Kai. Mereka tidak menyangka kemampuan bela diri Kai sangat luar biasa.
Tiba tiba ada suara kaki berlari dari arah belakang mereka. Q dan yang lainnya sudah menodongkan pistol ke arah orang orang yang datang. Namun Kai menghalangi.
" Tunggu itu ayahku." Ucap Kai.
Kai pun berjalan kearah Rama dan Roni. Tama memeluk Kai dengan khawatir.
" Are you ok boy."
" Im ok yah."
" Siapa mereka?"
" Mereka temanku."
Glek… Rama dan Roni menelan salivanya dengan susah payah. Mereka melihat sekelompok orang yang Kai katakan sebagai temannya itu semua bersenjata api.
Ya Allaah, kenapa Kai mempunyai teman seperti ini. Mereka seperti gangster.
" Tuan tidak perlu khawatir. Kami bukan orang jahat. Kami datang untuk membantu." Ucap Q yang tahu isi pikiran Rama.
"Kalau begitu terimakasih."
__ADS_1