Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
38. Isi Hati Kai


__ADS_3


Isi Hati Kai


Dani yang merasa terus gelisah dengan pikirannya tentang bocah bermata hazel dan buntunya informasi mengenai Sita hanya bisa duduk merenunginya. Semua hal sudah dia lakukan tapi sama saja tidak membuahkan hasil sama sekali malah semakin buntu dna menyiksa batinnya.


"Tuan… ada kabar yang kurang mengenakkan." Ucap Anton yang baru masuk langsung memberi laporan.


"Tentang Sita?"


"Bukan Tuan. Ini tentang bu Mauren. Bu Mauren kabur dari rumahnya. Dia dikejar-kejar oleh Juragan sawit yang telah dijanjikan oleh bu Mauren. Dan juragan sawit tersebut melaporkan bu Mauren atas tuduhan penipuan."


"Haaah Mauren kupikir tentang Sita….. Biarkan saja lah Te. Dia sudah tidak ada urusannya lagi dengan ku. Terserah dia mau hidup seperti apa. Oh ya bagaimana, adakah informasi tentang Sita dan putranya?"


"Sampai saat ini tidak ada tuan. Kemarin saya mencoba untuk meminta bantuan dari Hacker terkenal tapi dia tetap tidak bisa membobol informasi yang kita cari."


"Hacker… iya kenapa aku nggak mikir sampai kesana ya. Kamu sudah jajal menghubungi Mr. Sun?"


"Sudah tuan. Tapi dia menolak."


"Menolak, kamu tidak tanya dia minta bayaran berapa agar dia bersedia"


"Dia tetap tidak mau Tuan. Saya bahkan menawarkan lebih dari 100.000$ tapi dia tetap tidak mau."


Ada apa ini, mengapa Mr.Sun dengan biaya sampai 100.000 $ tetap menolak. Sebenarnya siapa orang dibalik Sita yang bisa menutup informasinya dengan sangat rapat, gumam Dani.


Dani bingung kini dia harus melakukan apa untuk menemukan Sita dan putranya.


"Ya sudahlah An. Mungkin memang harus seperti ini. Aku sudah pasrah." Dani tertunduk lesu. Sedangkan Anton hanya bisa menatap miris sang Tuan.

__ADS_1


Dani pun bangkit dari duduknya lalu mengajak Anton pergi.


"Ayo An."


"Kemana Tuan?"


"Bekerja. Biar sedikit mengalihkan pikiranku tentang Sita dan putranya. Waktunya untuk sidak ke beberapa toko yang sudah lama tidak aku lakukan."


"Baik Tuan. Siap."


Anton tersenyum, setidaknya tuannya itu tidak berlarut-larut dalam kebuntuan pikirannya. Namun Anton tidak tahu jika tuannya itu selalu menangis jika ia tengah sendirian. Tuannya itu selalu menangisi penyesalannya yang belum bisa ia selesaikan.


🍀🍀🍀


Kai sepulang dari sekolah langsung memasuki kamar dan menguncinya rapat. Sebelumnya ia sudah memberitahu Susi jika ia akan tidur setelah mengerjakan tugas. Susi percaya dan mengiyakan.


"Sus, Kai sudah pulang?" Tanya bi Surti.


"Tapi dia sudah makan belum, Sus."


"Waduh Bu, tadi den Kai pulang langsung masuk ke kamar bu."


"Hah…. Ya sudah nggak pa pa. Kai memang begitu kalau sudah bilang mau mengerjakan tugas suka lupa waktu dan lupa makan."


Susi mengangguk tanda mengerti.


Dikamar setelah berganti pakaian Kai langsung menuju ke komputernya. Ia kemudian memeriksa beberapa email permintaan pekerjaan yang masuk, selama ini Kai hanya menerima pekerjaan yang bersifat positif dan menolak yang bersifat negatif.


Jika kemarin dia sudah mengerjakan permintaan dari Star Building maka hari ini dia mendapat permintaan dari JD Grub.

__ADS_1


"Uncle Rama. Ada apa dengan JD grub?"


Kai mengiyakan permintaan dari JD Grub tersebut lalu tangan mungilnya mencoba menerobos semua keamanan komputer di perusahaan JD grub. Butuh lumayan waktu untuk meretas semua komputer JD grub yang memang perusahaan besar.


3 jam berlalu Kai masih berkutat di depan komputernya.


"Binggo… i got you. Ooh ternyata tikus perusahaan. Kasihan sekali ini JD Grub sudah dirongrong cukup lama. Bahkan dananya tidak sedikit yang masuk ke kantong pribadi. Oke dont worry uncle. Aku akan memberikan semuanya untuk uncle."


Kai kembali memainkan kesepuluh jarinya sambil tersenyum senang. Ia kemudian mengumpulkan semua bukti tersebut dalam sebuah file yang dia namakan "file hantu".


Ugh…. Kai meregangkan jari jarinya yang lumayan lelah. Dia juga menggerakkan kepalanya kekiri dan kekanan begitu juga dengan pinggang.


"Selesai juga, besok saja yang ngirim"


Saat akan mematikan komputernya ia melirik di komputernya yang lain. Tertera nama Dani Atmaja disana yang permintaannya sudah ditolak olehnya.


"Tidak semudah itu Daddy ku sayang untuk mencari kami. Aku akan terus menutup semua info tentang mommy. Seandainya suatu hari mommy bertemu denganmu maka itu semua kehendak Allaah terlepas dari semua yang sudah kulakukan. Tapi untuk saat ini nikmati dulu rasa bersalah dan penyesalanmu."


Kai bermonolog ia tersenyum devil lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya. Bukan maksudku menjadi anak durhaka Dad, tapi keadaan yang membuatku begini. Hanya ingin sedikit kau merasakan sakitnya menjadi mommy. Mommy harus berjuang mengandungku, melahirkanku dan membesarkanku seorang diri. Menerima penghinaan dan kecurigaan dari setiap orang. Bekerja tidak ingat waktu sampai tubuhnya menjadi kurus. Mungkin aku tidak terlalu sakit jika aku yang mendapat penghinaan itu dad. Dikatain anak haram, anak yang tidak punya ayah. Aku sudah biasa. Tapi jika mommy yang dihina sungguh aku tidak terima. Meski aku tidak pernah menunjukkan kepada mommy tapi aku menangis saat orang mengatakan mommyku wanita yang tidak benar. Saat mommy ku dicurigai melahirkan anak hasil perbuatan buruknya. Sungguh aku tidak terima. Jadi untuk saat ini nikmatilah rasa bersalahmu itu, meskipun rasa bersalah dan penyesalan itu tidak dapat mengembalikan sakit hati mommy yang sudah terlanjur dalam. Aku tahu mommy suka menangis ditengah malam, aku tahu mommy kadang merasa sangat kelelahan tapi mommy selalu tersenyum kepadaku. Aku berjanji pada mommyku dad bahwa aku akan menjadi kuat untuk melindunginya. Dan kau dad, kau sama sekali tidak pantas untuk mommyku meski kau adalah ayah biologisku.


Tes…. Air mata Kai menetes. Kai memang tidak pernah menangis didepan Sita. Dia bahkan selalu bisa menyembunyikan kesedihan di depan mommy nya karena Kai tahu mommy nya lebih sedih daripada dia.


Kai bocah 6 tahun itu memang sangat mandiri, dia tidak pernah sedikitpun mengeluh. Kecerdasannya meretas didapatkan di usia 4 tahun. Betapa sakitnya di mengetahui siapa sang ayah dan kehidupannya yang jauh dari kata kesusahan sampai ia menemukan kebusukan-kebusukan wanita yang menjadi Istri Dani saat itu. Dia bertekad akan memberi sedikit pelajaran bagi orang yang telah membuat mommy itu susah.


Termasuk wanita yang bernama mauren. Sebenarnya ia lah yang memberikan nomor ponsel mauren kepada juragan sawit. Bahkan mungkin saat ini juragan sawit itu tengah mengejar Mauren ke tempat persembunyiannya, jika memang orang itu mau. Jika tidak Kai yakin wanita itu tidak akan bisa bertahan lama hidup di desa terpencil seperti itu mengingat Mauren adalah wanita suka kemudahan dan kemewahan.



TBC

__ADS_1


Gimana readers… Sudah puas belum. 3 bab ya hari ini untuk menemani para readers ku tersayang heheh. Kalau banyak like dan sawerannya nya nanti ditambah 1 bab lagi deh hehehe


Terima Kasih untuk dukungannya. Matursuwun sanget.


__ADS_2