
Tiap hari adalah begadang bagi Rama. Lingkaran hitam di matanya sudah begitu terlihat layaknya maskot negara tirai bambu yakni panda. Sita yang melihat suaminya tampak pucat sebenarnya sangat kasihan. Berulang kali Sita menyuruh Rama tidur dan tidak perlu bangun tengah malam namun Rama menolak. Rama sendiri kasihan terhadap istrinya itu yang harus terbangun tengah malam untuk menyusui triple A.
" Bos… itu mata item banget...pakai eyeshadow ya?"
Bug…..
Rama melempar sebuah file cabinet ke arah Roni. Beruntung Roni bisa menangkap sehingga dia teramankan dari rasa sakit.
"Brengsek kau Ron. Kau semakin berani mengejekku. Hmmm sepertinya kau benar benar harus dikirim ke pedalaman pulau K biar kamu bertemu macan macan kumbang di sana."
" Astagfirullah bos. Jangan aku masih belum nikah."
" Heleeh… jomblo akut kapan bakalan nikahnya. Noh susi nganggur kawinin aja dia."
"Eh… bos… anak orang jangan main asal dikawinin… nikahin dulu paling nggak."
" Geblek memang koe Ron."
Roni tergelak, ia sangat senang menggoda bos nya akhir akhir ini. Selama dua bulan ini bos nya itu akan tertidur di kantor jika tidak ada kerjaan yang amat penting
" Hari ini apa saja jadwalku Ron."
" Ehmmm… nggak ada bos. Tapi nanti jam 10 harus ke sekolah abang "
" Astagfirullah… hampir kau lupa. Oke sekarang ayo kita ke sekolah abang."
Roni mengangguk patuh. Ia pun menemni Rama ke sekolahan Kai. Baru berjalan 10 menit Rama sudah tertidur di mobil.
Kasian si bos punya baby pertama kali langsung 3. Besok kalau aku punya anak mau satu aja lah tapi… kan kita nggak bisa request gitu. Semua sudah Allaah yang atur. Eeh… kok jadi ngomongin anak. Kawin aja belum… Eh nikah maksudnya. Haish… jadi ngelantur gak jelas.
Roni bergumam pelan. Ia kembali melihat ke arah sang bos yang tertidur sangat pulas.
45 menit berlalu, mobil yang dikendarai Roni memasuki pelataran sekolah.
Ckiiit….
" Bos… bos… kita sudah sampai."
"Eh… sudah sampai Ron.. Yook ikut turun. Takut aku kurang fokus dengerin penjelasan kepala sekolah."
" Siap bos."
Ternyata hari itu adalah penerimaan raport semester 2. Kai tidak memberi tahu Sita dan memilih memberitahu Rama. Kai bilang kepada ayahnya bahwa dia kasihan melihat snag mommy yang sangat kerepotan mengurus ketiga adik kembarnya.
" Selamat pagi bu…"
Rama memasuki ruang guru bersama dengan Roni. Ruang yang waktu itu pernah ia datangi bersama Sita.
__ADS_1
" Oh pak Rama… Selamat pagi… Silahkan duduk. Begini pak… Saya akan menyampaikan hasil belajar putra anda. Kai. Disini nilai Kai semuanya sempurna. Tidak ada yang kurang sama sekali. Sebenarnya sangat disayangkan Kai tidak memilih DIS."
" Terimakasih ibu untuk pengajarannya selama ini. Untuk Kai yang tetap ingin sekolah disini itu adalah keputusan dia. Kami sebagai orang tua hanya mendukung. Kami khawatir jika Kai kami pindahkan dia merasa tidak nyaman. Meskipun banyak yang mengatakan Kai adalah anak jenius tapi pada kenyataannya Kai adalah anak dengan usia 7 tahun yang suasana hatinya masih sangat labil. Daripada memaksa nya untuk melakukan yang tidak dia suka kami lebih memilih kenyamanan."
"Baiklah pak… Saya mengerti. Jujur saya sangat salut dengan pemikiran anda."
" Terimakasih bu… jadi tahun depan Kai sudah di kelas 6 ya bu."
" Iya pak. Betul sekali."
" Baik bu. Kami undur diri. Apakah Kai sudah boleh ikut bersama kami pulang?"
" Tentu saja pak boleh."
Rama dan Roni keluar dari ruang guru tersebut dan menghampiri Kai yang sudah berada di samping mobil.
" Hay boy… Sudah lama menunggu?"
" Belum yah, aku juga baru 5 menit yang lalu."
" Oh iya, ayah melihat teman temanmu tidak ada yang masuk."
"Memang tidak yah. Aku inisiatif aja. Soalnya kakak kakak kelas 6 yang sudah lulus pada datang dna minta aku ke sini."
" Untuk apa?"
Kai menunjuk beberapa box yang berisi barang barang pemberian kakak kelas nya. Rama tersenyum bangga, putranya itu banyak yang menyukai.
"Baiklah… mari kita pulang."
Ketiganya masuk ke mobil setelah sebelumnya memasukkan box box tadi.
🍀🍀🍀
Di rumah Sita yang dibantu baby sitter, Ayu, dan Bi Surti sungguh dibuat kerepotan dengan ulah triple A. Pasalnya mereka tidka mau menyusu melalui dot. Mereka ingin langsung menyusu pada Sita.
" Akhza sayang… pakai dot dulu ya. Nanti gantian sama Ana." Ucap Ayu yang tengah menggendong Akhza.
" Cup cup...cup… Abra pinter… bentar ya biar adek dulu nanti gantian." Ucap sang baby sitter.
Namun percuma kedua bayi laki laki itu selalu menyingkirkan dot yang diberikan.
" Bu… coba Akhza bawa kesini biar sekalian Sita susuin. "
" Tapi sayang, memangnya bisa."
" Insyaallah bisa bu."
__ADS_1
Ayu menyerahkan Akhza kepada Sita dan benar saja Akhza langsung terdiam. Abra masih rungsing, dia pun ingin menyusu pada Sita.
Sita menyerahkan Ana dan mengambil Abra. Setelah beberapa saat mereka kembali tenang. Bi Surti mengambil air dan makanan di dapur untuk Sita.
" Neng… minum yang banyak dan makan. Neng Sita harus banyak makan."
" Iya bu… "
Sita minum air putih dan memakan makanan yang sudah diambilkan Bi Surti. Ketiga bayinya tampak lelap tertidur.
" Bu… maafin Sita ya. Ibu jadi ikut repot."
" Sayang kamu ngomong apa. Kamu juga putri ibu dan ini semua cucu ibu. Ibu senang kok. Malah ibu kasihan sama kamu. Kamu kelihatan capek banget. Apa kita tambah nany saja."
" Ndak usah bu. Cukup. Sita kan juga lagi nggak kerja. Sita pengen bisa ngerawat mereka. Sita nggak mau kehilangan momen kayak saat Kai dulu."
" Iya sayang ibu paham. Sekarang tidurlah."
Ayu mengusap kepala Sita dan meminta menantunya untuk tidur.
***
30 menit berlalu ketiganya kembali rusuh. Mereka kembali lapar. Sita mencoba memberi Asi yang sudah ia pumping tadi kepada ketiganya namun lagi lagi mereka menolak.
"Uhhh sayang kalian pengen lnagsung ya? Tapi gantian ya."
Baby Sitter membantu Sita untuk mengambil Akhza untuk disusui terlebih dahulu. Namun tampaknya semuanya sudah tidak sabar mereka kembali menangis.
Rama dan Kai yang baru pulang langsung berlari ke kamar.
" Sayang… Ada apa?"
"What wrong mom?"
" Biasa berebut minum."
Sita menjawab dengan senyuman namun gurat kelelahan tampak jelas di wajahnya. Kai pun berjalan mendekat ke arah box bayi dan menatap adiknya yang masih menangis itu satu persatu.
" Hei guys… kalian haus dan lapar? Cobalah meminum dari botol. Rasanya sama kok. Kasihan mommy juga capek. Ingat apa yang kukatakan, kalian tidak boleh membuat ayah dan mommy pusing. So.. Aku minta kerjasamanya."
Cep… seperti paham dengan ucapan Kai, ketiga bayi tersebut langsung diam saat Kai memberi mereka botol susu. Kai oun tersenyum.
" Good boys… good girl… seperti ini lebih baik bukan?"
Semua orang yang ada disana terkejut. Dari tadi mereka sungguh kerepotan dengan ulah si triple A, dan hanya dengan Kai berbicara mereka sungguh patuh bahkan diam tenang meminum susu mereka dari botol.
" That's amazing."
__ADS_1
Rama bergumam, ia sangat kagum dengan putra sulungnya itu. Begitu juga dengan Sita.