Belenggu Cinta, Mafia Kejam

Belenggu Cinta, Mafia Kejam
Pasangan Iblis... ^_^


__ADS_3

Malam itu, di Kediaman Keluarga Hugo, Baron Smith Hugo yang merupakan pemilik dari restoran X, kini dibuat pusing karena ulah anaknya siang tadi di restoran.


"Akibat ulah cerobohmu itu, Nevan membatalkan semua kontrak kerja sama yang susah payah Papa capai. Akibatnya Papa mengalami kerugian besar, Siska" Bentak pria paruh baya itu pada putrinya yang kini duduk di sofa menunduk dengan tangan mengepal


Setelah Nevan membatalkan kerja samanya, Ayah Siska segera memeriksa apa yang sebenarnya terjadi karena Rangga, Asisten Nevan hanya menyebutkan jika mereka menyinggung orang yang salah. Dan benar saja, melalui CCTV di restoran, mereka akhirnya menemukan saat Siska membentak dan bahkan mengusir seorang gadis yang datang bersama dengan Nevan.


"Papa kenapa malah nyalahin Siska sih. Ini gara-gara gadis kampungan itu, jika dia tidak menabrak ku aku tidak akan mencari masalah dengannya"


"Tapi yang Papa lihat justru kamu yang salah Siska. Gadis itu sudah meminta maaf dan lagi berhenti menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya saja. Gadis yang bisa dekat dengan Nevan, sudah pasti bukan seseorang yang biasa" Geram Ayah Siska melihat tingkah anaknya yang semakin sulit untuk diatur nya


"Sudahlah Pa.. Berhenti memarahi anak kita seperti itu. Lebih baik kita cari solusinya sekarang" Sela Ibu Siska tak tega melihat anaknya dibentak dan disalahkan seperti itu


"Itu benar. Bukankah Papa berteman dengan Ayah Nevan, mengapa tidak meminta bantuannya saja"


"Tidak semudah itu. Mungkin Papa bisa memintanya untuk membujuk Nevan, tapi pada akhirnya keputusan akan tetap berada di tangan Nevan. Di dalam keluarga itu, Nevan adalah pemegang keputusan tertinggi karena saat ini dia yang mengambil alih bisnis keluarganya" Ujar Ayah Siska menghela nafasnya berat


"Renungi baik-baik kesalahanmu ini. Jika memungkinkan, kamu harus meminta maaf pada gadis itu secara langsung" Tutur Ayah Siska sebelum beranjak naik ke ruang kerjanya


"Dasar gadis kampungan.. Gara-gara dia, Papa jadi memarahi ku seperti ini" Batin Siska emosi masih dengan tangan mengepal


"Apa yang dikatakan ayahmu benar. Kamu harus meminta maaf pada gadis itu. Jika memungkinkan, kamu juga harus memikirkan cara agar bisa dekat dengan Nevan.. " Ujar Ibu Siska mengusulkan


"Mendekatinya?"


"Iya. Bagaimana pun, dia adalah laki-laki paling berkuasa di negara ini. Bukan hal buruk jika kamu menjalin hubungan dengannya" Ujar Ibu Siska dengan berbagai pikiran liciknya


"Bagaimana dengan gadis itu?"


"Dengan kecantikanmu ini, bagaimana mungkin Nevan tidak tertarik padamu "


"Aku tahu itu, Mama satu-satunya yang bisa aku andalkan" Ujar Siska memeluk ibunya dengan senyum liciknya


...***...


Sementara itu di kediaman Nevan, khususnya di meja makan kini berkumpul Nevan, Reva dan Kevin yang sejak tadi tidak berhenti menggoda Reva karena menghindari Nevan sejak kejadian siang tadi.


"Kapan kamu pulang? Aku benar-benar muak melihatmu" Tutur Reva


"Sepertinya kamu akan kecewa. Aku tidak berniat pulang ke rumah karena mulai hari ini aku akan tinggal disini" Balas Kevin dengan smirk nya

__ADS_1


"Hah? Serius?" Tanya Reva memastikan pada Nevan


"Ku tidak suka? Aku bisa mengusirnya jika kamu tidak menyukainya" Ujar Nevan menatap ke arah Kevin


"Kak.. Bagaimana bisa Kakak bicara seperti itu, bagaimana pun aku ini adikmu"


"Kamu adikku, tapi dia kekasihku. Posisinya lebih tinggi darimu" Balas Nevan


"Dasar curaaanngg.. " Protes Kevin tak terima "Revaa.. Kamu tega mengusir ku? " Tanya Kevin menunjuk Reva


"Iya.. Aku tega.. " Jawab Reva sembari melahap makanannya


Kevin terperangah tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Saat ini, bertambah satu lagi jelmaan iblis di hidupnya dan dia adalah pasangan dari kakaknya yang selama ini disebutnya iblis.


"Apa ini yang dinamakan sesama pasangan iblis... " Batin Kevin melihat sifat keduanya yang terasa mirip khususnya cara mereka menindas seseorang yang lemah seperti dirinya ini ^_^


Kevin kembali duduk di kursinya, dengan tangan menopang dagunya sembari menatap keduanya yang sejak tadi menikmati makannya tanpa menghiraukan perasaanya.


...***...


Keesokan harinya, Reva kembali ke rutinitasnya sebagai seorang mahasiswa biasa. Begitupun dengan Kevin yang juga ikut ke kampus sebagai seorang mahasiswa pindahan dari luar negeri.


"Sampai kapan kamu akan mengikutiku? "


"Mengikutimu? Aku tidak mengikutimu"


"Jadi apa yang kamu lakukan di kelasku"


"Kelasmu? Mulai hari ini, ini adalah kelasku. Apa aku lupa memberitahumu kalau aku juga mahasiswa manajemen bisnis tahun pertama!" Tutur Kevin yang memang sengaja menyembunyikannya dari Reva sebelumnya


"Uugghhh.. Apa ini akhir dari kehidupan kampusku yang damai dan tentram... " Batin Reva meletakkan kepalanya di meja


Sementara Kevin, kini sibuk menggoda para gadis di kelas itu, mengingat sejak awal kedatangannya sudah banyak gadis-gadis yang menyapanya.


"Ada apa denganmu?" Tanya Feli yang baru saja tiba dan memperhatikan raut wajah lesuh sahabatnya itu


"Tidak.. Aku hanya mengantuk.. " Jawab Reva


"By the way.. Siapa dia? Sejak tadi aku mendengar mahasiswi lain membahas seorang pria tampan, apa yang mereka maksud adalah dia?" Tanya Feli menunjuk ke arah Kevin

__ADS_1


"Hmm.. Sepertinya memang dia.. "


"Tapi dia tidak setampan yang mereka bicarakan, aku lebih tertarik dengan pria yang menjemputmu tempo hari" Ucap Feli teringat dengan ketampanan Nevan


"Berhenti tertarik dengannya, lagi pula dia kekasihku sekarang. Kamu tidak punya kesempatan.. "


"What? Kalian beneran pacaran?"


"Hmm.. Aku menyetujuinya kemarin.. "


"Revaaaa.... " Feli memeluk lengan Reva dan merengek di sana "Bagaimana bisa kamu menemukan pria setampan itu. Aku benar-benar iri denganmu... "


"Hanya kebetulan" Jawab Reva santai


Semakin dikatakan, Feli semakin dibuat geram dengan keberuntungan Reva.


"Ngomong-ngomong, pria itu (menunjuk ke arah Kevin) adalah adik dari pria tampan yang kamu maksud"


"What? Aa..adik..?"


Kevin yang tadinya tengah asik dengan gadis-gadis lain, kini menghampiri Reva dan Feli dengan senyuman yang sejak tadi digunakannya untuk menggoda para gadis itu.


"Kamu pasti sahabat dari Reva, kalau begitu salam kenal, namaku Kevin Liam Caleis. Kamu bisa memanggilku Kevin" Ujar Kevin memperkenalkan dirinya


"Caleis? Kamu dari keluarga Caleis?" Tanya Feli sedikit tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya


"Iya. Aku adalah putra kedua dari keluarga Caleis" Jawab Kevin


"Tunggu dulu.. Kata Reva kamu adalah adik dari pacarnya. Itu berarti, pacar kamu adalah putra pertama keluarga Caleis, Nevan Roderick? "


Reva dan Kevin hanya mengangguk mengiyakan.


"Jadi pria tampan itu adalah Nevan yang terkenal kejam itu? Bagaimana mungkin?"


"Pacar dia memang pria yang terkenal kejam itu.." Ucap Kevin setuju, mengingat ia adalah korban langsung dari sifat kejam kakaknya selama bertahun-tahun karena itulah ia memilih hidup dengan kakek dan neneknya ketimbang hidup dengan kakaknya yang selalu membuatnya terkekang karena sifatnya yang tegas dan dingin itu


"Lagi pula gadis ini tidak ada bedanya dengan Kakak, mereka berdua sama-sama kejam" sambung Kevin dalam hati


"Tidak.. Dia tidak sekejam yang kamu pikirkan" Sela Reva yang tentu saja memihak kekasihnya

__ADS_1


__ADS_2