
Setelah tak sadarkan diri selama 2 jam, kesadaran Reva kini perlahan kembali. Kepalanya masih terasa nyeri karena efek obat bius tadi.
Reva membuka kedua matanya perlahan. Beberapa orang pria kini berdiri di hadapannya. Salah seorang menghampiri Reva lalu duduk di dekatnya.
"Kamu sadar.. " Ucap pria itu
"Hmm.. Apa yang terjadi? Mengapa kalian membawaku seperti ini?" Tanya Reva tidak mengerti dengan apa yang terjadi
"Aku hanya sedikit bercanda denganmu.." Jawab Pria itu menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal dengan senyum aneh di wajahnya
"Oh.. " Reva menatapnya lalu tanpa aba-aba, ia langsung melayang nya pukulan ke arah wajahnya yang tentunya langsung di tangkis oleh pria itu
"Kamu masih ganas seperti dulu.. " Ucap pria itu basa-basi
"Kalau kamu sadar, seharusnya kamu melindungi juniormu ini.. " Balas Reva melayangkan sebuah tendangan ke atas tepat di sela kaki pria itu, membuatnya meringis menahan sakit
"Revaa.. " Tegur nya
"Maaf Kak.. Kepalaku sedikit pusing karena obat bius barusan, aku akan tidur sebentar.. " Balas Reva sama sekali tidak perduli
"Jangan tidur dulu, ayo bahas yang lain" Cegat seorang pria lagi yang sejak tadi diam memperhatikan
"Hmm? Apa yang ingin Kak Bagas bahas denganku?"
"Siapa yang kamu singgung baru-baru ini? Seorang pria tiba-tiba datang kepada kami dan memerintahkan untuk menculikmu dengan bayaran yang lumayan tinggi"
"Jadi aku beneran diculik?"
"Reva... " Tegur pria yang dipanggilnya Bagas, setelah melihat ekspresi tidak perduli Reva
"Baiklah.. Aku tidak menyinggung seseorang baru-baru. Aku memang sedikit bertengkar dengan seorang pria siang tadi, tapi tidak mungkin jika ini dilakukan olehnya"
"Tapi beberapa minggu ini, aku sedikit terlibat dengan seseorang" Sambung Reva
"Siapa?"
"Nevan Roderick" Jawab Reva
Semua yang ada di ruangan seketika memasang wajah kaget, tidak menyangka jika Reva akan berhubungan dengan pria yang sudah tidak asing lagi bagi mereka yang terlibat dengan dunia hitam.
"Apa yang terjadi? Bagaimana bisa kamu terlibat dengannya? Tidak.. Tidak.. Tidak ada gunanya memikirkannya. Ayo cepat kita pergi dari sini.. "
__ADS_1
"Tunggu dulu. Dengarkan penjelasanku" Sela Reva menghentikan Arya, pria yang baru saja ditendang nya itu
"Aku pernah menyelamatkannya sekali. Karena itulah selama beberapa hari ini dia selalu mengikutiku dan bahkan membawaku tinggal di kediamannya"
"Oh.. Apa dia berbuat sesuatu? Bagaimana bisa dia membawamu ke rumahnya?" Tanya Bagas seolah menginterogasi
"Soal itu.. Kita akan membahasnya nanti. Bukankah kalian sedang menculikku, bagaimana dengan orang itu?" Tanya Reva mengalihkan pembahasan
"Dia akan datang malam nanti"
"Jika tebakanku benar, dia pasti mengincar ku karena Nevan"
"Jadi bagaimana sekarang?"
"Ayolah kak. Mereka berani menggangguku, tentu saja aku harus memberikan mereka hadiah" Tutur Reva dengan senyum liciknya
"Dan lagi, sejak kapan kalian menerima permintaan seperti ini? " Tanya Reva mengenai penculikan yang dilakukan oleh kedua kakak angkatnya ini
Beberapa bulan sejak kedatangannya ke kota ini, Reva sempat diculik oleh kelompok ini atas suruhan dari keluarganya. Namun beruntungnya Reva bisa dengan mudah meloloskan diri dan bahkan menjalin persaudaraan dengan keduanya. Karena itulah ia bisa dengan mudah meloloskan diri dari kejaran keluarganya selama 2 tahun terakhir ini.
"Jika bukan karena dirimu, kami tidak akan menerimanya. Lagi pula, mereka membayar dengan harga yang tinggi. Tentu saja kita tidak bisa melewatkan kesempatan langka ini" Jawab Arya tersenyum puas
...***...
Di sisi lain, di perusahaan CL Group. Nevan tengah disibukkan dengan beberapa berkas laporan, saat Rangga datang melapor dengan raut wajah paniknya.
"Ada apa?"
"Tuan.. Non Reva menghilang.. Rehan sudah memeriksa semua tempat yang mungkin ia kunjungi, tapi ia masih belum menemukannya" Ucap Rangga melaporkan kabar yang baru diterimanya dari Rehan
"Lacak posisi terakhir ponselnya berada, lalu kirimkan padaku. Lakukan secepatnya" Pinta Nevan bangkit lalu berlari keluar dari perusahaan menuju ke parkiran
Nevan mengendarai mobilnya sendiri, diikuti Rangga dari belakang dengan beberapa pengawal yang ikut dengannya.
Tak butuh waktu lama bagi Rangga melacak posisi ponsel Reva mengingat sebelumnya ia memang sudah memasang aplikasi pelacakan di ponselnya atas permintaan dari Nevan.
"Berani sekali kalian..! " Ucap Nevan tajam dengan rahang mengeras, sembari mempercepat laju mobilnya menuju ke alamat yang baru saja dikirimkan oleh Rangga.
...***...
Tak butuh waktu lama, Nevan bersama dengan beberapa pengawal nya kini tiba di sebuah bangunan tua.
__ADS_1
"Periksa ke dalam. Aku ingin lihat siapa yang berani mengusik wanitaku" Perintah Nevan tajam
"Bajingan mana lagi yang berani mencari gara-gara dengan Tuan.. Dia benar-benar marah sekarang.." Batin Rangga tidak habis pikir dengan dalang di balik ini semua
"Tuan.. Sepertinya ada beberapa orang di lantai dua.. " Ucap Rangga karena samar-samar mendengar suara tawa dari lantai atas
Tanpa mengucapkan sepatah kata, Nevan lalu bergegas naik mengeceknya. Bukan hanya Rangga yang mendengarnya, Nevan juga dengan jelas mendengar suara tawa itu.
"Ii..ini apa yang terjadi?" Ucap Rangga kaget setibanya di lantai kedua
"Reva!" Panggil Nevan saat mendapati Reva tengah duduk bersama dengan kumpulan pria
Reva hanya tersenyum kecil melihat kedatangan Nevan, seolah ia sudah menunggunya sejak tadi.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah kamu diculik?"
"Duduklah. Aku akan menjelaskan semuanya"
"Sebelum itu, biar aku perkenalkan padamu. Mereka berdua Kakak angkat aku, dia Arya dan dia Bagas"
Nevan menatap keduanya dengan raut wajah datar "Nevan Roderick. Kalian bisa memanggilku Nevan" Ucap Nevan memperkenalkan dirinya, terutama setelah mendengar nama kakak angkat dari Reva meski itu masih belum cukup membuatnya tersenyum
"Kami tahu.. " Batin keduanya sedikit gugup karena aura yang dipancarkan Nevan terlalu menakutkan
"Jadi apa yang terjadi?" Tanya Nevan kembali
Reva lalu menceritakan apa yang terjadi termasuk hubungannya dengan kedua kakak angkatnya, membuat Nevan mengepalkan tangannya penuh amarah.
"Berani sekali mereka menunjukkan giginya di hadapanku. Rangga, beri aku informasi lengkap mereka secepatnya"
"Tidak perlu. Karena mereka datang kepadaku, maka aku yang akan membereskannya. Kalian hanya perlu duduk manis disini"
"Tapi Non.. " Sela Rehan sedikit khawatir
"Jangan meremehkannya, dia lebih mengerikan dari yang bisa kalian bayangkan" Celetuk Arya
"Oh.. Sepertinya kamu begitu mengenalnya. Bagaimana jika membaginya dengan tuan muda ini" Tutur Nevan pada Arya dengan tatapan penuh rasa iri dan cemburu
"Apa orang ini menganggapku sebagai saingan cintanya.. " batin Arya sadar akan tatapan cemburu yang sejak tadi di lempar kearahnya
Meskipun Reva memiliki paras yang cantik, Arya tetap tidak akan berani melirik nya sebagai seorang wanita melainkan sebagai seorang adik setelah melihat sisi Reva yang lainnya.
__ADS_1