Belenggu Cinta, Mafia Kejam

Belenggu Cinta, Mafia Kejam
Menghadiri Pertunangan


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan selama hampir setengah hari, Reva dan yang lainnya kini tiba di sebuah hotel. Ia memutuskan untuk tinggal di hotel sehari setelah mendapat kabar akan pertunangan dari Adik tirinya besok. Karena itulah, ia memilih untuk datang bertepatan saat pestanya di adakan.


Kabar ini didapatnya setelah menghubungi pengurus rumah tangga yang selama ini sering memberinya informasi akan keadaan rumah itu dan yang pastinya ia berada di sisi Reva.


Tok.. Tok.. Tok..


Pintu kamar di ketuk dari luar. Reva yang saat ini tengah berbaring santai di kasur segera berjalan ke pintu dan membukanya. Terdapat Rehan dengan dua setelan gaun dan jas di tangannya yang merupakan permintaan dari Reva tadi.


Rehan ikut bersama dengan ketiganya karena permintaan dari Nevan untuk tetap berjaga di sampingnya mengingat Reva yang saat ini hamil.


"Bagaimana dengan gaunku ini? Apa terlihat bagus?" Tanya Reva menghampiri Nevan yang tengah duduk di kursi dengan laptop di tangannya


Nevan memperhatikan gaun itu, meski bagian dadanya sedikit ke bawah namun bagian lengan dan bagian pahanya masih tertutup. Jadi tubuh Reva tidak akan terlihat dan terlalu menonjol saat ia mengenakan gaun itu.


Nevan bangkit menghampiri Reva, meraih gaun itu dan meletakkannya di depannya lalu berdiri di depan cermin "Sangat cantik.. " Puji Nevan merasa puas


Reva hanya diam tersipu malu mendengar ucapan ucapan Nevan sembari menatap pantulan dirinya dan Nevan di cermin.


...***...


Keesokan harinya, sekitar jam 8 malam di Luxury hotel, Reva dan ketiganya tiba disana. Mereka sengaja datang sedikit terlambat, demi menarik perhatian dari para tamu yang datang terkhusus ibu dan saudara tirinya.


Reva masuk ke dalam dengan menggandeng lengan Nevan, sementara Arya dan Rehan mengikuti dari belakang.


"Wooaahh siapa gadis itu?"


"Dia memiliki tiga orang pria tampan di sampingnya, terutama pria yang digandengnya"


"Apa mungkin dia putri pertama keluarga Nelson? "


"Bukankah dia menghilang dua tahun yang lalu? Dia sudah kembali.. ?"


"Sepertinya akan ada tontonan menarik malam ini"


....


"Kamu gugup?" Tanya Nevan berbisik di telinga Reva setelah mendengar ucapan para tamu yang saat ini masih melihat ke arah mereka dengan berbagai dugaan

__ADS_1


"Sedikit.. " Jawab Reva menghela nafasnya berusaha menenangkan dirinya


Selama dua tahun di luar, Reva tidak pernah sekalipun mengira jika hari kepulangannya ke keluarga ini akan menjadi seperti ini. Karena itulah, meski ia berusaha tetap tenang, ia tetap merasa gugup membayangkan akan bertemu kembali dengan musuh yang paling dibencinya.


...


Melihat para tamu berfokus pada satu tempat, gadis dengan gaun berwarna pink itu segera mengedarkan pandangannya mengikuti arah pandangan para tamu. Matanya seketika membulat kaget saat menyaksikan Kakak tirinya hadir di pesta itu.


"Kak Reva? Maa.. Itu benar Kak Reva? Kapan dia pulang ke rumah?" Tanya Gadis itu, Kristina Andriyani


"Dia sudah berani pulang ke rumah.." Ibu tiri Reva, Belinda. Seketika menyeringai saat melihat kedatangan dari anak tirinya yang sudah dicarinya selama dua tahun ini


Belinda atau biasa di panggil Bela, segera menghampiri Reva "Kamu akhirnya ingat untuk pulang?" Tutur Bela masih menyeringai


Selain tatapan sinis, Reva sama sekali tidak merespon ucapan dari Ibu tirinya. Ia memilih mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan ayahnya.


Hingga kemudian, pandangannya terhenti pada sosok pria yang saat itu berdiri diam menatap ke arahnya yang mungkin karena syok dan tidak menyangka akan kehadirannya.


Reva dengan cepat menghampirinya dan memeluknya "Pa, aku pulang" Ucap Reva memeluk ayahnya melupakan rasa kesal dan amarahnya selama beberapa tahun sebelumnya


"K-kamu benar-benar pulang? Ini benar bukan mimpi?" Air mata ayah Reva jatuh menetes, saat Reva memeluknya erat "Maafin Papa, Reva.. "


"Kamu bahkan membawa pulang calon suami setelah pergi selama dua tahun? Sepertinya kamu melakukan banyak hal selama diluar sana" Sela Bela menyindir Reva setelah diabaikan tadi


"Jaga omongan ka-"


Nevan menahan Reva untuk tidak bersikap kasar di pesta itu "Biarkan aku memperkenalkan diri. Namaku Nevan Rodrick Caleis. Aku dan Reva sudah menjalin hubungan dan berniat untuk menikah dalam waktu dekat ini"


"Caleis? Nama ini sedikit familiar" Ayah Reva termenung sesaat memikirkan nama belakang Nevan, hingga kemudian ia teringat akan satu keluarga yang sangat berpengaruh dalam lingkungan para pebisnis


"Reva? K-kamu kenapa ada disini?"


Di tengah kebingungan ayah Reva, seorang pria dengan setelan putih datang mendekat.


"Gavin?"


"Kalian saling kenal?" Tanya Kristin menyela keduanya

__ADS_1


"Uh.. Yah.. Kami pernah bertemu beberapa kali sebelumnya" Jawab Gavin tak bisa menyembunyikan raut wajah tersipu nya setelah melihat penampilan Reva dalam balutan dress meski ini bukan pertama kalinya


Kristin yang menyaksikan ekspresi Gavin merasa kesal karena orang yang akan bertunangan dengannya malam ini adalah Gavin, anak dari teman bisnis ayah Reva.


"Apa yang kamu lakukan disini?"


"Dia calon tunangan aku" Jawab Kristin cepat sembari menggandeng tangan Gavin


"Oh kalau begitu selamat untukmu Adik Ipar" Tutur Nevan tersenyum simpul


"Adik ipar?" Gavin mengerutkan keningnya tidak mengerti


"Dia adalah adik tiri dari Reva. Dan aku adalah calon suami dari Reva. Jadi kamu secara otomatis menjadi adik iparku" Jawab Nevan menjelaskan


Gavin memijit keningnya yang terasa pening. Ia akan bertunangan dengan adik dari gadis yang dicintainya "Apa ini akhirnya" Batin Gavin memikirkan hubungannya dengan Reva yang semakin terasa merenggang


...


Pesta pertunangan berjalan dengan lancar tanpa hambatan sedikitpun. Meski Gavin berulang kali memalingkan wajahnya dan memasang raut wajah datar karena sejak awal ia tidak pernah setuju akan perjodohan ini.


"Aku bahkan belum memulai apapun dan sekarang semuanya sudah berakhir" Batin Gavin melirik ke arah Reva


Kristin yang kesal menggigit bibirnya "Jangan bilang gadis yang kamu sukai adalah Kak Reva?" Tanya Krisitin


"Iya. Aku menyukainya" Jawab Gavin berterus terang tidak berniat menyembunyikannya "Jadi sebaiknya kamu tidak berharap banyak padaku.. " Ketus Gavin sebelum pergi meninggalkan Kristin yang kini menghentakkan kakinya kesal menghampiri ibunya


...


Sementara Reva, kini mengikuti ayahnya ke balkon setelah pertunangan tadi untuk melanjutkan obrolan yang terhenti tadi.


"Dia benar-benar calon suami kamu?" Tanya Ayah Reva yang kini mengingat identitas dari calon suami putrinya


"Iya. Dia memang calon suamiku. Aku tahu apa yang Papa khawatirkan saat ini, tapi dia jauh lebih baik dari yang Papa pikirkan" Jawab Reva menenangkan ayahnya untuk berhenti mencemaskan dirinya


"Kamu yakin?"


"Iya Pa. Dia pasangan yang paling cocok untukku" Jawab Reva yakin "Aku sudah bertemu dengan keluarganya dan kami akan menikah dalam tiga minggu ke depan, karena itulah aku datang memberitahu Papa"

__ADS_1


"Haihh.. Kamu menghilang selama dua tahun dan sekarang kamu akan pergi meninggalkanku lagi" Ayah Reva menatap putrinya sendu penuh kerinduan


"Maaf Pa. Aku pasti akan sering mengunjungi Papa di masa depan" Tutur Reva memeluk ayahnya kembali


__ADS_2