
Pagi ini, Reva terbangun sendiri di kamar, dengan Nevan yang sudah berangkat ke luar kota tanpa berpamitan dengannya. Hal ini membuat Reva sedikit kesal karena merasa diabaikan, membuat beberapa pelayan dan pengawal yang bertemu dengannya bahkan tidak berani menatapnya apalagi mengajaknya berbicara.
Reva kini tiba di kampus dengan diantar oleh Rehan yang sudah diberi perintah langsung oleh Nevan untuk menjaga dan mengawasi Reva.
"Tidak perlu menjemputku nanti" Perintah Reva sebelum turun dari mobil
"Tapi Non.. "
Braakk..
Belum sempat Rehan menyelesaikan ucapannya, Reva sudah terlebih dahulu menutup pintu mobil itu kasar seolah tidak ingin dibantah. .
Rehan hanya bisa menghela nafas pasrah menuruti permintaan Reva dan mengawasinya dari kejauhan.
Sementara Reva, bukannya ke arah kelas, Reva mengubah tujuannya ke kantin kampus. Satu-satunya yang bisa meredakan kekesalannya saat ini adalah makanan. Karena pagi tadi, ia sama sekali tidak menyentuh sarapannya.
Reva memesan berbagai macam makanan yang ada kantin, dari nasi goreng, mie ayam, ayam teriyaki hingga hotpot pedas yang biasa di pesannya.
Saat ini, satu-satunya yang berada di kantin hanya Reva seorang hingga beberapa menit setelah kedatangannya, Feli dan Kevin dan menghampirinya.
"Ternyata benar kamu di kantin, aku melihatmu di gerbang tadi tapi tidak menemukanmu di kelas" Tutur Feli mengerti akan sifat dari Reva
"Hmm.. " Reva hanya melirik mengangguk lalu kembali menyantap makanannya
"Apa yang terjadi?" Tanya Kevin pada akhirnya
Reva menelan makannya, lalu menatap Kevin kesal "Aku sedang tidak ingin membahasnya" Tutur Reva sebelum kembali memakan makanannya
"Beneran terjadi sesuatu rupanya" Batin Kevin menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal itu dengan sedikit perasaan bersalah. Karena terlalu takut menemui Nevan, ia pada akhirnya memilih pulang ke kediaman Keluarga Caleis tadi malam
"Bagaimana dengan motorku, kamu membawanya?" Tanya Reva kemudian
Kevin lalu mengeluarkan kunci motor dari sakunya "Hmm.. Aku membawanya"
"Bantu aku mengisi absen ku di kelas" Pinta Reva
"Kamu mau kemana?" Tanya Feli karena tidak biasanya Reva melewatkan perkuliahan
"Pulang" Jawab Reva meraih kunci motornya lalu bangkit berdiri dan meninggalkan keduanya
...***...
Reva mengendarai motornya menuju ke kediaman Arya dan Bagas. Ia berniat untuk tinggal disana sementara waktu. Sama seperti kediaman Nevan, kediaman Arya dan Bagas tak jauh berbeda karena di kediaman ini terdapat beberapa bawahan keduanya yang memang dibiarkan tinggal bersama.
Reva sudah tidak asing lagi dengan kediaman ini, karena ia sudah cukup sering berkunjung dan bahkan tinggal disana untuk beberapa waktu. Ia juga sudah memiliki kamar tersendiri yang sengaja dipersiapkan untuknya.
Bagas dan Arya adalah anak yatim piatu. Orang tua keduanya meninggal sejak keduanya SMA. Karena itulah, demi memenuhi kehidupan sehari-hari, mereka mencoba berbagai hal dan berakhir masuk ke dalam dunia hitam dan menerima permintaan dari beberapa majikan yang rela membayar jasa keduanya.
__ADS_1
Namun sejak memiliki kasino dan bertemu dengan Reva keduanya berhenti melayani seperti itu dan fokus menjalankan kasino.
Setibanya di sana, Reva memarkiran motornya di dalam bagasi dan langsung naik ke lantai atas di kamarnya untuk beristirahat.
....
Malam harinya, Arya pulang ke rumah setelah mendengar kedatangan Reva yang begitu tiba-tiba dan tanpa memberinya kabar apapun.
"Dimana dia?" Tanya Arya pada pelayan yang datang menyambut kedatangannya
"Masih di kamar tuan, dari tadi Non Reva belum keluar kamar" Jawab Pelayan itu
Arya mengerutkan keningnya, lalu naik ke lantai atas mencari tahu apa yang terjadi.
Tok.. Tok.. Tok..
"Reva... " Panggil Arya dari luar kamar sembari mengetuk pintu kamar tersebut
"Revaa.. " Panggilnya sekali lagi
Pintu kamar lalu terbuka dari dalam, memperlihatkan Reva degan balutan piyama dan rambut acak sehabis tidur.
"Ada apa Kak?" Tanya Reva mengucek -ngucek matanya
"Kamu tidur?"
"Cuci wajahmu. Lalu turun ke bawah, aku akan meminta pelayan membuatkan makan malam" Ucap Arya sebelum melekang pergi menuju ke dapur menemui pelayan
Sementara Reva kini masuk ke dalam kamar mandi, mencuci wajahnya dan memperbaiki penampilannya yang begitu acak-acakan.
....
Reva lalu turun ke meja makan. Yang mana Arya termasuk Bagas sudah berada di sana menunggu kedatangannya.
"Tumben kamu pulang kesini? Bagaimana dengan Nevan?" Tanya Bagas
"Dia dinas di luar kota" Jawab Reva lirih
"Kalian berantem? " Tanya Arya yang sedikit peka
"Mungkin... Aku benar-benar tidak tahu dia marah atau tidak karena aku ke arena balap tanpa memberitahunya. Tapi dia bersikap dingin dan bahkan tiba-tiba melakukan dinas seminggu"
"Kalau begitu tanggung sendiri, bukankah aku sudah memperingatimu kemarin" Tutur Arya
"Terserah lah. Aku tidak perduli lagi.. "
Meski Reva berkata seperti itu, Arya dan Bagas tetap tahu dengan jelas jika Reva hanya berpura-pura tidak perduli.
__ADS_1
...***...
3 hari kemudian..
Reva masih tetap tinggal di kamarnya dan tidak melakukan aktivitas apapun, bahkan setelah mendapat teguran dari Arya dan Bagas yang setiap hari terpaksa pulang memeriksa keadaanya.
Sementara Rehan yang diberi perintah untuk melindungi Reva dibuat kewalahan karena ia sama sekali tidak bisa melaporkan apapun pada Nevan karena Reva yang hanya keluar dari kamar untuk makan di pagi dan malam hari saja.
Nevan yang mendapat kabar itu, dengan terpaksa mempercepat urusannya yang memang sejak awal hanya tiga hari namun karena berniat memberi Reva sedikit pelajaran ia mengatakannya seminggu.
Namun ia tidak menyangka, jika Reva benar-benar akan menanggapinya seserius ini.
...
Nevan tiba di kediaman Arya selepas tiba dari luar kota karena terlalu khawatir dengan Reva yang mengurung dirinya di kamar.
Rehan yang sudah berada disana dari 3 hari yang lalu, segera keluar menyambut Nevan dan membawanya ke kamar Reva.
Tok.. Tok.. Tok..
Nevan mengetuk pintu kamar Reva berulang kali. Namun karena tak kunjung ada tanggapan, ia pada akhirnya masuk ke dalam karena ternyata pintu kamar Reva samas skali tidak terkunci karena permintaan dari Arya.
Nevan meminit pelipisnya sembari menghela nafas lega karena ternyata Reva tengah tertidur pulas dengan TV yang masih menayangkan film yang baru di tonton Reva.
"Dasar gadis nakal.. " Gumam Nevan sembari mematikan TV, lalu berbaring di samping Reva
Nevan menatap wajah Reva yang tampak pucat sembari memainkan rambut Reva dengan jari-jarinya. Karena perlakuannya inilah, Reva jadi terbangun karena gerakan-gerakan kecil itu.
"N-nevan..? Kamu sudah pulang?" Tanyanya kaget mendapati Nevan berbaring di sampingnya
Negan hanya tersenyum lalu mengelus wajah Reva "Iya aku pulang" Jawabnya kemudian
"Dasar jahat.. " Ucap Reva memukul dada bidang Nevan karena kesal
"Maaf.. Aku hanya sedikit bercanda denganmu"
"Bagaimana bisa kamu bercanda seperti itu.. " Balas Reva masih memukul dada Nevan
"Bukankah kamu juga suka bercanda. Kamu bahkan kencan dengan Kevin" Ujar Nevan merasa cemburu karena kencan pertamanya yang dulu gagal
"Itu hanya pura-pura... "
"Tapi aku tetap cemburu, karena kamu berdandan saat pergi dengannya"
"Kalau begitu ayo pergi kencan. Aku akan berdandan kali ini" Ajak Reva yang kemudian diangguki oleh Nevan
"Aku masih mengantuk.. " Ucap Reva memeluk Nevan dan membenamkan kepalanya di dadanya lalu melanjutkan tidurnya yang terganggu
__ADS_1
Selama tiga hari ini, selain tidur, Reva menghabisi waktunya dengan menonton film dan drama untuk mengalihkan perhatiannya.