Belenggu Cinta, Mafia Kejam

Belenggu Cinta, Mafia Kejam
Bersikap Aneh


__ADS_3

Setelah mendapat bantuan dari Rangga, David lalu menghampiri Reva di pos security yang saat ini asyik bermain dengan kedua laki-laki paru bayah tersebut.


"Oh Rangga, kamu disini.. " Tutur Reva saat melihat Rangga di belakang David


"Iya Non" Jawab Rangga sembari melewatkan makanan yang di bawahnya


"Kamu sibuk?"


"Iya Non. Tadinya ambilin kopi buat tuan, tapi David minta tolong jadinya aku bantuin dulu" Jawab Rangga


"Oh.. Kalau gitu buruan balik, ntar dicariin sama Nevan.. " Tutur Reva tak ingin mengganggu pekerjaan Rangga


"Baik Non"


"Oh iya, Nevan nya nggak usah dikasih tau kalau aku disini. Tunggu kerjaanya selesai dulu" Pinta Reva kemudian


"Baik Non" Jawab Rangga sebelum berlalu pergi meninggalkan pos security


Reva kembali melanjutkan permainannya, dengan David yang kini ikut bergabung dengan ketiganya.


...


Sementara itu, Rangga bergegas kembali mengambil kopi yang tadi diseduh nya dan membawanya ke ruang rapat.


"Kenapa kamu begitu lama?" Tanya Nevan saat Rangga tiba dan menyajikan kopinya di atas meja


"Oh itu Tuan.. Tadi bantuin David bawa makanan Non Reva.. " Jawab Rangga yang memang sejak awal tidak berniat mengikuti ucapan Reva


"Reva disini? Kok nggak ngabarin aku" Tanya Nevan sontak memgecek ponselnya namun tidak ada panggilan ataupun pesan apapun dari Reva


"Iya Tuan. Non Reva di pos security" Jawab Rangga jujur "Tapi kata Non Reva, nggak usah khawatir, Tuan bisa lanjut kerja dulu" Cegat Rangga saat Nevan bsrniat pergi menghampiri Reva


"Apa yang dia lakukan di pos security?"


"Lagi main kartu sama security" Jawab Rangga dengan suara pelan karena terdapat beberapa karyawan yang masih berada di ruang rapat itu


Sementara Nevan yang mendengar jawaban Rangga, hanya bisa menghela nafasnya sembari menggelengkan kepala mendengar ulah kekasihnya yang datang bermain di perusahaannya.


....


Jam di dinding menunjukkan pukul 11.30 siang, saat Nevan selesai dengan rapatnya. Tanpa berlama-lama lagi, ia segera menyusul Reva yang masih berada di pos security.


"Reva.. " Panggil Nevan setibanya di sana


"Nevan, kerjaan kamu udah selesai?" Tanya Reva kemudian


"Iya. Ayo pulang.. " Jawab Nevan mengangguk

__ADS_1


"Kalau gitu aku pulang Pak. Lain kali kita main lagi.. " Pamit Reva pada kedua security yang sejak tadi diam menunduk takut jika saja Nevan memarahi keduanya


"I-iya Non.. " Jawab keduanya gugup


Reva lalu ikut dengan Nevan di mobilnya, sementara David pulang sendiri dengan mobil yang tadi dikendarai nya dengan Reva.


"Mengapa tidak mengabariku jika kamu datang?" Tanya Nevan sembari memainkan tangan Reva


"Aku hanya datang karena bosan sendiri di rumah"


"Sendiri?"


"Hmm.. Mama ke kota S. Rehan juga terapi. Yg lain sibuk sama pekerjaan masing-masing. Cuma aku yang nganggur" Jawab Reva menghela nafasnya panjang


"Oh, Mama kamu pergi?" Tanya Nevan yang hanya diangguki oleh Reva "Tadi dia meminta alamat tempat ibu tiri kamu di tahan" Sambung Nevan


"Dia hanya memberitahuku akan mengunjungi makam Nenek dan Papa. Soal itu, dia tidak memberitahuku. Tapi terserah dia mau melakukan apa pada wanita itu"


"Aku hanya ingin mendengar kabar baik darinya disana.. " Tutur Nevan tak sabar menantikan apa yang akan dilakukan Ibu Reva pada wanita itu


...***...


Setibanya di rumah, keduanya menjumpai Geral dan juga orang tua Nevan di ruang tamu dengan raut wajah pucat karena panik.


"Apa yang terjadi disini?" Tanya Nevan ikut bingung begitupun dengan Reva


"Itu.. Anggi menghilang.. " Jawab Geral sedikit frustasi karena sejak tadi ia sama sekali tidak bisa menghubungi Anggi


"Tadi Mama ke kota S. Aku pikir dia sudah memberitahu kalian, ternyata hanya aku yang tahu" Ucap Reva membuat yang lainnya merasa lega kembali


Namun berbeda dengan Geral, meski ia merasa lega mendengar hal itu. Ia tetap merasa aneh dengan sikap Anggi yang terlihat seolah sengaja menghindarinya.


"Jangan-jangan dia mengingatnya.. " Batin Geral dengan raut wajah yang kini pucat


"Ada apa Paman? Wajah Paman pucat" Tanya Reva menatap Geral khawatir


"Tidak apa-apa. Paman hanya kepikiran sesuatu.. " Jawab Gerak berusaha tenang "Kalau gitu Paman naik ke kamar" Ucapnya sembari berdiri dan naik ke kamarnya di lantai atas


"Bukankah sikap Paman aneh? Tadi pagi juga Mama, bersikap aneh" Tutur Reva peka


"Mungkin hanya masalah pekerjaan.. " Ucap Nevan sembari menarik lengan Reva agar berdiri "Kami naik ke atas Pa, Ma.. " Ucap Nevan pada kedua orang tuanya


Setelah kepergian Nevan dan Reva, Ibu Nevan masih memikirkan perkataan Reva tadi, mengingat semalam ia memang memergoki Geral dan Anggi yang berbaring sembari berpelukan di kursi teras.


"Semalam nggak terjadi apa-apa kan?" Tanya Ayah Nevan


"Ntahlah, melihat sikap mereka berdua. Sepertinya ada yang terjadi" Jawab Ibu Nevan kurang yakin

__ADS_1


.....


20 menit kemudian..


Geral yang tadinya naik ke kamarnya, kini turun kembali dengan pakaian lengkap dengan tas di punggungnya.


"Mau kemana kamu?" Tanya ayah Nevan bingung yang memang sejak tadi masih duduk dengan istrinya di ruang tamu


"Kota S" Jawab Geral singkat lalu berlalu pergi dengan terburu-buru


Baik Ayah maupun Ibu Nevan, keduanya megerutkan kening bingung "Beneran ada yang terjadi semalam.. " Ucap ayah Nevan kini yakin setelah tadi merasa kurang yakin


Meski begitu, keduanya tetap berharap akan mendapat kabar bahagian setelah kepulangan keduanya. Terutama setelah bertahun-tahun menjalin persahabatan, keduanya benar-benar berharap hubungan itu meningkat ke tingkat yang lebih serius lagi.


...***...


Setelah melakukan perjalanan selama hampir setengah hari, Ibu Reva akhirnya tiba di Kota S. Karena hari sudah malam, ia memutuskan untuk ke hotel terlebih dahulu dan akan mengunjungi makan Nenek Reva besok pagi.


"Ada banyak panggilan masuk.. " Gumam Anggi saat mengaktifkan kembali ponselnya yang sejak tadi ia matikan setelah tiba di kamar hotelnya


Namun satu-satunya pesan yang menarik baginya adalah pesan dari Geral yang mengatakan akan datang menemuinya di kota S.


"Seharusnya aku tidak mencoba menghindar" Ucap Anggi sedikit menyesal karena sikapnya yang berbeda dengan sebelumnya


....


Anggi lalu meletakkan ponselnya kembali di meja. Lalu mengganti pakaiannya bersiap untuk keluar karena sebelumnya ia sudah membuat janji dengan mantan suaminya, yakni ayah Reva untuk bertemu di restoran terdekat.


Setelah selesai, Anggi segera bergegas pergi ke restoran tersebut. Bukan karena tidak sabar bertemu mantan suaminya, tapi karena memang dirinya yang sudah begitu telat dan juga perutnya yang sudah sejak tadi sore keroncongan.


Hanya butuh waktu 15 menit buat Anggi tiba di restoran. Ia langsung menuju ke salah satu ruang VIP yang sudah dipesah Ayah Reva tadi dengan bantuan seorang karyawan yang menyambut Anggi di pintu masuk tadi.


"Maaf membuatmu menunggu lama.. " Tutur Anggi setibanya di ruangan itu dan mendapati Ayah Reva yang sudah tiba sejak tadi


Ayah Reva hanya balik tersenyum simpul "Tidak masalah.. " Ujarnya memaklumi "Aku sudah memesan beberapa menu kesukaan mu" Tuturnya menunjuk beberapa menu yang dulu sangat disukai mantan istrinya ini


"Aku memang sangat lapar sekarang.. " Ucap Anggi perlahan mencicipi makanannya


Sementara Anggi mencicipi makannya, Ayah Reva hanya diam menatapnya dengan sorot mata tak menyangka akan bertemu kembali dengan mantan istrinya.


"Bagaimana kabarmu selama ini? Kamu sudah bertemu dengan Reva?" Tanyanya kemudian


"Baik. Aku sudah bertemu dengannya sebelum kesini" Jawab Anggi tanpa mengalihkan pandangannya dari makanan yang tengah disantap nya


"Kamu sudah mendengar semuanya?"


"Iya. Reva sudah menceritakan semuanya. Karena itulah aku datang ke kota ini. Aku masih harus mengucapkan salam pada mantan istrimu yang i penjara" Tutur Anggi dengan tatapan tajam

__ADS_1


"Dia sudah cukup menderita disana.. " Ucap Ayah Reva merasa kasihan


"Tapi tidak semenyedihkan anakku" Sela Anggi mengenai Reva yang harus keguguran "Aku hanya datang untuk menyapamu. Bukan berdebat tentang wanita itu" Lanjut Anggi serius


__ADS_2