Belenggu Cinta, Mafia Kejam

Belenggu Cinta, Mafia Kejam
Keguguran


__ADS_3

Di rumah sakit tepatnya di ruangan Rehan, terdapat seorang pria dengan setelan jas hitam tengah memegang sebuah ipad ditangannya seolah-olah tengah melaporkan apa yang telah di kerjakannya.


"Kirim lokasinya ke Nevan" Perintah Rehan kemudian


Pria itu tampak terkejut mendengar perintah dari Rehan "Tuan yakin?" Tanyanya memastikan


"Iya. Kirim lokasinya, biarkan dia menyelamatkan Reva. Aku yakin dia akan langsung ke rumah sakit. Jadi gunakan kesempatan itu menghabisi mereka satu persatu, khususnya pria ini" Ujar Rehan menunjuk seorang pria yang sudah tak asing baginya


Bahkan jika dia mengenakan masker, Rehan bisa dengan cepat mengetahui wajah aslinya setelah melihat foto dan postur tubuh pria yang menghajarnya tadi.


"Tunggu.. Kalian tidak perlu menghabisinya saat ini, cukup menangkapnya dan kurung dia. Aku sendiri yang akan menghabisinya setelah aku pulih" Ucap Rehan dengan seringai nya


"Bagaimana dengan wanita ini tuan?" Tanya Pria itu memperlihatkan foto ibu tiri Reva


"Dia? Cukup awasi saja, karena Nevan pasti akan menghabisinya. Selain itu, ia akan lebih curiga dan berhati-hati jika kita ikut campur terlalu jauh" Tutur Rehan tak ingin mengungkap identitasnya terlalu dini


Jika bukan karena Reva ia tidak akan pernah melakukan hal yang akan merusak rencananya. Lagipula, ia benar-benar dibuat emosi oleh pria yang menghajarnya. Bahkan jika ia memiliki tubuh yang bagus, akan tetap memakan waktu yang lama untuk dirinya bisa benar-benar pulih sepenuhnya.


"Pergilah. Jangan lupa untuk melaporkan semua kondisi Reva padaku" Perintah Rehan sebelum kembali menutup matanya untuk beristirahat


"Baik tuan" Jawab pria itu lalu melangkah keluar meninggalkan Rehan


...***...


Sementara itu, Nevan yang setelah mendapat lokasi dari penculik Reva segera menuju ke ke alamat tersebut. Namun betapa malanganya, setibanya disana ia segera menemui Reva yang sudah tak sadarkan diri di lantai dengan Ibu tirinya di sampingnya.


"N-nevan?" Bela tersentak kaget kebelakang, kakinya seketika lemas tak berdaya. Ia benar-benar tidak menyangka jika Nevan akan dengan mudah menemukan tempat ini


"Reva..! " Nevan dengan wajah pucatnya segera menghampiri kekasihnya yang kini terbaring lemah tak sadarkan diri di lantai


"Revaa.. Bangun sayang, Revaa.. " Panggil Nevan berulang kali namun tak ada jawaban sama sekali


"Bawa dia ke rumah sakit.. Cepat.. " Ucap Arya panik

__ADS_1


Nevan lalu segera mengangkat tubuh Reva, namun sebelum ia keluar dari ruangan itu ia menoleh dan menatap tajam ibu tiri Reva "Sebaiknya kamu berdoa tidak terjadi apa-apa dengan Reva dan anakku" Tutur Nevan penuh amarah


"A-anak? D-dia hamil?" Ucap Bela kaget


Beberapa saat yang lalu, ia berniat untuk membuat Reva tidur bersama dengan pria lainnya agar membuat Nevan jijik, namun yang ia tidak ketahui adalah Reva yang kini sudah mengandung anak Nevan dan baru saja ia menendang tepat di bagian perutnya dengan menggunakan heels.


Namun karena kondisi Reva saat ini, Nevan memilih membawanya ke rumah sakit terlebih dahulu. Karena jika tidak, ia mungkin sudah akan menghabisi ibu tirinya. Begitupun dengan Arya yang juga mengikuti Nevan tak memperdulikan Ibu tirinya. Keduanya menuju ke rumah sakit, sementara pengawal yang ikut dengan keduanya ditugaskan untuk berjaga di rumah itu.


....


Reva kini berada di dalam ruangan UGD dengan seorang dokter yang memeriksa kondisinya. Nevan yang menunggu kabarnya, sejak tadi mondar mandir khawatir, berbagai prasangka membanjiri pikiran Nevan terutama setelah melihat cairan dan darah keluar dari selangkah Reva saat membawanya ke rumah sakit


Bukan hanya Nevan, Arya juga merasakan hal yang sama. Ia kini duduk diam menunggu kabar dari dokter, yang hampir membuatnya gila karena cemas. Keduanya menunggu dengan frustasi hingga kemudian, dari ujung lorong terlihat ayah Reva berlari menghampiri keduanya dengan raut wajah pucat.


"Apa yang terjadi dengan Reva? Nevan?" Tannyanya segera menghampiri Nevan


"Kamu bertanya apa yang terjadi? Seharusnya aku yang bertanya, apa yang istri kamu lakukan pada istri dan anakku" Tutur Nevan tak lagi bersikap sopan pada ayah Reva


"Reva hamil" Jawab Nevan kemudian


"K-kamu serius? Reva hamil? Kenapa kamu menyembunyikan hal seperti ini?" Tanya Ibu Nevan pada anaknya itu


Nevan hanya mengangguk mengiyakan. Ia bukannya berniat menyembunyikannya hanya saja ia juga belum berbicara dengan Reva.


....


"Permisi.. Pasien saat ini tengah istirahat, mohon untuk tidak menimbulkan keributan disini" Sela seorang suster yang baru saja keluar dari ruangan diikuti seorang dokter dari belakang


"Dok,, bagaimana keadaan istri saya? " Tanya Nevan segera menghampiri dokter wanita tersebut


Dokter itu menggelengkan kepala sembari menghela nafasnya berat "Istri anda baik-baik saja saat ini. Aku memberinya obat tidur, jadi dia tidak akan sadarkan diri selama beberapa jam kedepan"


Nevan menghela nafasnya lega, sebelum kembali bertanya "Lalu bagaimana dengan anak saya dok?" Tanya Nevan cemas

__ADS_1


"Maaf Pak.. Istri anda mengalami keguguran. Dari hasil pemeriksaan, ia mengalami pukulan keras di bagian perutnya dan beberapa bagian di tubuhya yang menjadi pemicu terjadinya keguguran terutama karena kandungan istri bapak yang masih begitu mudah dan sangat rentan untuk terjadi keguguran" Jawab Dokter wanita itu menjelaskan dengan berat hati akan kabar buruk itu


Seolah tersambar petir di siang hari, Nevan jatuh terduduk di lantai, kakinya benar-benar lemas. Apa yang sejak tadi dikhawatirkan kini menjadu kenyataan. Terlihat air mata yang kini menetes dari sudut matanya, dengan tangan tangan yang mengepal keras.


Bukan hanya Nevan, semua yang hadir disana merasakan hal yang sama. Di hari saat mereka mengetahui akan kehamilan Reva adalah hari dimana Reva mengalami keguguran.


"Jangan pernah mengungkit hal ini didepan Reva. Aku belum pernah memberitahunya soal kehamilannya, jadi biarkan hal ini menjadi rahasia diantara kita" Tutur Nevan dengan suara serak


Nevan lalu bangkit berdiri, matanya merah menahan tangis dengan tangan yang masih mengepal hebat.


"Mau kemana kamu?" Tanya ayah Nevan


Nevan tidak menjawab pertanyaan ayahnya. Tanpa menoleh ia pergi meninggalkan mereka.


"Maaf, tolong jaga Reva untuk sementara waktu. Aku akan ikut dengannya" Tutur Arya ikut berdiri dan segera berlari mengejar Nevan


...***...


Setelah meninggalkan rumah sakit, Nevan mengendarai mobilnya kembali ke rumah tempat ia menemukan Reva tadi. Dirinya kini dipenuhi akan amarah, satu-satunya yang ada dipikirannya adalah membalaskan dendam Reva dan anaknya yang kini sudah tiada bahkan sebelum ia sempat terlahir kedunia.


Tak butuh waktu lama bagi Nevan untuk tiba di rumah itu mengingat saat ini sudah tengah malam dan pengendara di jalanan sudah sangat sepi.


Nevan mengedarkan pandangannya ke sekitar, suasana rumah tampak begitu sepi saat ia tiba disana. Hingga ia membuka pintu rumah, ia dikejutkan akan keadaan disana dimana semua pengawal yang ia sewa sebelumnya terikat dengan mulut di bekap di tiang rumah. Sementara semua pengawal dari ibu tiri Reva justru berserakan tak bernyawa di lantai.


Nevan lalu membuka selotip dari salah seorang pengawal, lalu menanyainya apa yang sebenarnya terjadi setelah ia pergi.


"Apa yang terjadi? Bagaimana dengan wanita yang diatas?" Tanya Nevan kemudian


"Kami tidak tau tuan, saat tersadar kami sudah terikat seperti ini" Jawab pengawal itu kebingungan


Nevan yang tidak mendapat jawaban yang diinginkannya segera berlari naik ke ruangan atas untuk memeriksa. Ia sama sekali tidak memperdulikan siapa dan apa tujuan dari orang yang melakukan hal ini, karena saat ini satu-satunya yang dia inginkan adalah membalas ibu tiri Reva.


Dan setibanya di ruangan itu, ia menemui ibu tiri Reva yang juga sudah sadarkan diri dengan tangan dan mulut yang juga di bekap. Orang itu benar-benar mengerti dirinya, ia sengaja menyisahkan ibu tiri Reva untuk dirinya.

__ADS_1


__ADS_2