Belenggu Cinta, Mafia Kejam

Belenggu Cinta, Mafia Kejam
Putra Bungsu


__ADS_3

Malam harinya di Kediaman Caleis, Reva bersama keluarga Nevan kini duduk di meja makan menikmati makan malam yang begitu canggung ini untuk Reva setelah seharian ini dibuat malu oleh kelakuan Nevan.


"Apa ada yang aneh denganku? Kenapa dia menatapku sejak tadi?" Tanya Reva berbisik pada Nevan di sampingnya karena merasa canggung akan tatapan dari adik bungsu Nevan yang sejak tadi tidak berpaling menatapnya


"Ada apa Regan? Kamu tidak berniat menggoda calon istri ku kan?" Tanya Nevan langsung


"Berhenti cemburu pada adikmu sendiri, aku hanya menatapnya karena penasaran Kak" Jawab Regan


Regan Alvaro Caleis. Putra bungsu keluarga Caleis yang saat ini duduk di bangku SMP. Satu-satunya yang memilih untuk tetap tinggal dengan kedua orang tuanya.


"Siapa yang tahu jika kamu tiba-tiba tertarik.. " Balas Nevan tiba-tiba melirik ke arah Kevin yang hanya diam sejak tadi tak ingin mencari gara-gara lagi dengan Kakaknya


"Kata Rangga, kamu seorang hacker. Bagaimana jika kamu mengajari Regan... " Tutur ayah Nevan


"Serius Kak? Kak Reva seorang hacker?" Tanya Regan tiba-tiba tertarik setelah mendengar kata hacker karena ia benar-benar tertarik jika berhubungan dengan komputer


Bahkan seisi kamarnya hanya berisi berbagai macam komputer dan barang-barang elektronik lainnya.


"Iya. Aku memang seorang hacker.. " Jawab Reva mengiyakan masih


"Kalau begitu, ayo ke atas. Biar kutunjukkan semua koleksiku" Ajak Regan menghampiri Reva dan menarik lengannya pergi ke lantai atas di kamarnya


"Regan..! Reva belum selesai makan.. " Tegur Nevan


"Bi.. Tolong bantu bawakan makanannya ke kamarku" Pinta Regan pada pelayannya


Nevan hanya menggelengkan kepala pasrah lalu kembali duduk di kursinya.


"Biarkan saja. Lagipula, ada yang ingin Papa bicarakan sama kamu" Ucap Ayah Nevan


"Aku tahu.. " Jawab Nevan sadar akan maksud dari ayahnya yang menjauhkan Reva dan Regan dari meja itu


"Jika ini tentang Siska, maka sebaiknya Papa tidak menghentikanku. Bahkan jika Reva tidak berbuat seperti itu, aku akan tetap melakukannya" Tutup Nevan tidak berniat melepaskan Siska begitu saja


"Lagipula, ini bukan pertama kalinya bagi dia melakukan hal seperti itu" Sambung Nevan tahu jika Siska sudah berulang kali tidur dengan pria yang berbeda berkat informasi dari Rangga


"Papa bukannya meminta mu untuk memaafkannya, hanya saja Papa hanya ingin memperingati mu untuk berhati-hati terutama Reva. Dia sudah memiliki begitu banyak musuh.. " Ujar Ayah Nevan merasa khawatir


"Jika mereka berani mendekatinya, aku sendiri yang akan menghabisi mereka" Tutur Nevan serius dengan sorot mata tajam


"Itu benar.. Lagipula dengan kemampuan Reva, akan sulit bagi mereka mengalahkannya" Sahut Kevin

__ADS_1


"Jadi bagaimana rencana kalian kedepannya? Kapan kalian menikah? Mama benar-benar tidak sabar menggendong cucu Mama" Tanya Ibu Nevan tidak sabar


"Aku berniat mengambil buku nikah terlebih dulu, untuk pesta pernikahannya mungkin setelah dia lulus" Jawab Nevan berfikir


"Kalau begitu lakukan secepatnya. Gadis dengan karakter sepertinya akan sangat menarik bagi pria lain" Ujar Ibu Nevan memperingati


"Itu benar Kak. Bahkan di arena balap, ia sudah menarik perhatian seseorang" Seru Kevin keceplosan


"Seseorang? Siapa maksud kamu?" Tanya Nevan meminta penjelasan


"Ehh.. Itu.. Kami hanya berkenalan saat berada disana. Namanya Gavin. Tapi aku sudah memberitahunya jika Reva sudah memiliki pacar. Kakak tidak perlu khawatir"


"Gavin?" Mendengar nama yang familiar itu, Nevan langsung teringat akan sosok laki-laki yang ditemuinya saat berada di hotel


"Mama benar. Aku memang seharusnya mempercepat mengurus buku nikah ku.."


"Bagaimana dengan orang tua Reva? " Tanya Ayah Nevan


"Aku hanya butuh persetujuan dari Reva. Persetujuan dari kedua orang tuanya sama sekali tidak penting. Lagipula Reva sudah dua tahun kabur dari rumahnya. Jadi tidak mungkin baginya untuk pulang ke rumah itu"


"Sebaiknya kamu diskusikan dengannya"


...***...


Sementara itu di lantai dua di kamar Regan, Reva kini memperlihatkan beberapa kemampuannya pada Regan yang semakin merasa kagum.


"Kak Reva kalau nggak sibuk, harus datang lebih sering mengunjungi ku" Pinta Regan


"Mengapa bukan kamu yang mengunjungi ku, aku tinggal di rumah Nevan selama ini" Balas Reva tak ingin terlalu sering datang ke rumah ini karena merasa masih canggung jika dihadapan keluarga Nevan


"Baiklah. Aku pasti akan sering mengunjungimu" Tutur Regan setuju tak sabar "Oh iya.. Ceritakan tentang Kak Nevan, bagaimana bisa Kak Reva tertarik padanya, dia itu orang yang kejam.. " Tanya Regan kemudian


Sudut bibir Reva naik ke atas mendengar pertanyaan Regan, entah apa yang akan ia pikirkan jika ia tahu semua perbuatan Reva selama ini. Ia dan Nevan tidak berbeda jauh dalam hal menindas orang lain terutama musuhnya.


"Kamu hanya belum mengenalku, Regan. Jika kamu sudah mengenalku dengan baik, mungkin kamu tidak akan menanyakan pertanyaan seperti ini padaku... " Jawab Reva tertawa kecil


"Memangnya Kak Reva kenapa?" Tanya Regan penasaran


"Tidak.. Hanya saja, aku juga termasuk orang yang suka menindas orang lain terutama orang yang tidak kusukai" Jawab Reva berterus terang


"Oh.. Itu lebih bagus. Aku lebih suka dengan orang yang seperti itu. Ketimbang gadis lain di luar sana yang selalu memasang wajah munafiknya.. " Tutur Regan kesal dengan sikap-sikap para gadis yang sering memdekatinya

__ADS_1


"Kalau begitu kamu harus bekerja keras. Gadis seperti ku di dunia ini sangat sulit ditemukan.. " Ucap Reva dengan pedenya sembari mengelus rambut Regan membuatnya berantakan


"Ekhheemmmmm... "


"Nevan?" Reva berbalik dan menatap Nevan yang entah sejak kapan berdiri di pintu kamar Regan


"Kapan kamu kesini?" Tanya Reva bangkit berdiri menghampirinya


"Entah kenapa aku merasa dejavu .. " Batin Nevan karena kejadian ini sama seperti saat ia mendapati Reva dan Kevin berbincang di kamarnya


"Apa yang kalian bicarakan? Sepertinya sangat seru" Tanya Nevan penasaran


"Itu rahasia antara aku dan Kak Reva, bahkan jika itu Kak Nevan aku tidak akan memberitahukannya" Tutur Regan


"Jadi sekarang kamu sudah berani bermain rahasia-rahasiaan dengan Kakakmu ini.. "


Regan hanya memalinkan wajahnya, setelah ia mengetahui Reva adalah seorang Hacker, ia hanya akan bergantung pada Reva. Karena baginya Hacker adalah profesi paling keren karena bahkan jika mereka hanya duduk di depan komputer, mereka bisa dengan mudah menghancurkan orang lain termasuk menghasilkan uang.


"Sudah hentikan.. Ayo pergi.. " Ucap Reva menarik lengan Nevan


"Selamat malam kak.. " Ucap Regan pada Reva yang hanya mendapat tatapan tajam dari Nevan


.....


"Apa kamu benar-benar harus merasa cemburu pada adikmu.." Tergur Reva


"Tentu saja. Bahkan jika dia masih seorang bocah, aku akan tetap cemburu karena bagaimanapun dia itu masih seoang pria" Jawab Nevan


Reva hanya menggelengkan kepalanya tidak mengerti lagi dengan jalan pikiran Nevan.


"Oh iya, bagaimana dengan obat yang aku minta?" Tanya Reva mengungkit soal pil kontrasepsi yang dimintanya pagi tadi


"Aku hampir lupa, aku baru akan memberikannya padamu tadi.. " Jawab Nevan mengeluarkan botol obat itu


"Apa kamu benar-benar harus meminumnya?" Tanya Nevan lirih


"Iya. Bagaimana pun aku ini masih kuliah.. " Jawab Reva sebelum meminum obat itu


"Maaf.. Aku terpaksa melakukan ini.. " Batin Nevan menatap Reva meminum obat yang sudah ditukarnya itu


Isi dari botol obat itu, bukanlah obat kontrasepsi yang diminta Reva melainkan obat yang sengaja ditukar oleh Nevan untuk mempercepat kehamilan.

__ADS_1


__ADS_2