Belenggu Cinta, Mafia Kejam

Belenggu Cinta, Mafia Kejam
Itu kamu?


__ADS_3

Setelah mendapat Izin dari Nevan, Intan kini bersiap-siap pindah ke apartemen barunya dengan ditemani oleh Rangga.


"Ada apa denganmu?" Tanya Rangga memperhatikan Intan yang terlihat aneh dari sejak ia naik ke mobil tadi


"Ti-tidak apa-apa" Jawab Intan gugup yang dapat dilihat dengan begitu jelas oleh Rangga dari raut wajahnya


Intan mencengkeram celananya erat penuh emosi. Pikirannya masih terngiang saat Rehan menghampirinya tadi sebelum berangkat.


.....


20 menit sebelumnya..


Intan yang sudah siap untuk pergi tengah duduk di sofa ruang tamu menunggu Rangga yang masih berada di ruang kerja Nevan sejak beberapa menit yang lalu.


Namun seketika ekspresi Intan berubah kaget dan takut saat seorang pria yang tak lain adalah pria yang begitu ingin di hindarinya datang menghampirinya dan duduk di sampingnya dengan santai dan smirk di wajahnya.


"Kamu setakut itu?" Ucap Rehan dengan nada rendah namun mengintimidasi


Intan yang begitu syok akan kedatangannya dengan gugup berucap "a-apa yang kamu inginkan?"


"Santailah.. Aku bukannya ingin menindasmu" Ucap Rehan dengan senyum liciknya, sembari mengeluarkan sebuah bungkus dengan beberapa pil didalamnya


"A-apa ini?" Tanya Intan meraih bungkus plastik itu


"Jangan biarkan Rangga keluar dari apartemenmu hari ini. Kamu seharusnya tahu apa yang akan terjadi pada orang tuamu jika sampai kamu gagal. Jadi lakukan dengan baik" Ucap Rehan masih dengan nada rendah mengancam


"B-baik.. Aku akan melakukannya dengan baik" Jawab Intan gugup


"Sekarang perhatikan ekpsresimu. Jangan biarkan siapa pun curiga" Ucap Rehan memperingati yang langsung dilaksanakan oleh Intan yang kini berusaha mengontrol ekspresinya


Sementara Rehan kini menyandarkan tubuhnya di sofa dengan senyum hangat yang selama ini sering di tunjukkan nya.


Bersamaan dengan itu Rangga yang sudah selesai berbicara dengan Nevan kini turun ke ruang tamu menghampiri Intan dengan Rehan yang masih tetap setiap duduk di depannya.


"Ayo berangkat" Ucap Rangga


"I-iya" Jawab Intan yang dengan antusias berdiri dan merasa lega karena tidak lagi berurusan dengan Rehan


"Hati-hati.. " Ucap Rehan pada keduanya yang hanya dia balas anggukan oleh Rangga


Sementara Intan kini merutuki dirinya di dalam hati "Dasar ibliss.... " Batinnya merutuki pria kejam dihadapannya ini

__ADS_1


.....


"Kamu serius baik-baik saja? Wajahmu terlihat pucat" Tanya Rangga sekali lagi


Intan yang tadinya terngiang kejadian barusan, seketika kembali tersadar dari lamunannya "Iya. Aku baik-baik saja" Ucap Intan kemudian


...***...


Sementara itu, Reva yang masih berada di kampus tengah sibuk berkutat dengan laptopnya. Semenjak mendapat peringatan dari Intan semalam, Reva menjadi khawatir jika tiba-tiba terjadi sesuatu tanpa bisa ia perkirakan sebelumnya. Karena itulah, hal pertama yang ia lakukan adalah mengecek satu persatu informasi dari pemgawal Nevan sembari menunggu data dari komputer kemarin selesai ia pulihkan.


Karena saat ini ia sering bersama dengan David. Ia memilih untuk mengecek informasi David terlebih dahulu. Dan alhasil tidak ada satupun hal yang mencurigakan tentangnya. Karena itulah, ia bisa dengan lega mencari tahu informasi tentang yang lainnya dengan David yang tetap berada di sampingnya mengawasi.


Hingga kemudian, ponsel David tiba-tiba bergetar karena notifikasi. Beberapa notifikasi peringatan masuk di ponsenya membuat David kawalahan membukanya.


"Ada apa?" Tanya Reva menyadarinya dan langsung merebut ponsel David


Reva lalu membuka salah satu pesan di ponsel David "Keadaan darurat?" Ucap Reva membaca pesan dari pengawal lainnya


"Sepertinya terjadi sesuatu Non.. " Ucap David mulai was-was


"Ayo pulang" Ucap Reva segera menutup laptopnya dan bergegas pergi


...***...


"Apa yang terjadi?" Tanya David menemui Rehan


"Regan di culik" Jawab Rehan kemudian


"Sejak kapan? Dimana Nevan?" Tanya Reva semakin panik


"Dari satu jam yang lalu. Nevan sudah menemukan lokasinya dan sekarang ia sedang menuju ke sana"


"Mengapa tidak ada satupun yang memberitahuku. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Regan.. Aku harus kesana.. " Ucap Reva berniat pergi


Namun sebelum ia berbalik, Rehan sudah terlebih dahulu menarik lengannya "Tidak. Nevan berkata untuk tidak membuatmu khawatir karena ia bisa menyelesaikannya. Jadi kamu harus menunggu di rumah ini" Cegat Rehan


Reva lalu memghela nafas pasrah "Kamu benar. Tidak seharusnya aku bertindak gegabah" Ucap Reva mengerti


"Aku akan ke atas dan menunggu kabar darinya" Sambung Reva sebelum beranjak naik ke atas


Setelah Reva naik, David kembali ke kamarnya. Sementara Rehan kini berada di dapur membuat segelas jus untuk diminum oleh Reva nanti. Rehan lalu mengeluarkan sebuah bungkusan dari saku celananya, bungkusan yang sama yang diberikan pada Intan. Ia lalu mencampurkan tablet itu pada jus yang dibuatnya dan mengaduk nya hingga benar-benar tercampur.

__ADS_1


Dengan smirk di wajahnya, Rehan naik menghampiri Reva di kamarnya sembari membawa jus yang baru dibuatnya itu.


Tok... Tok.. Tok..


"Revaa.. " Panggil Rehan langsung membuka pintu kamar Reva "Aku membuat jus untukmu" Ucap Rehan dengan santainya mengingat ia yang sekarang sudah menjadi kakak angkatnya Reva


"Oh.. Aku memang haus sejak tadi.. " Ucap Reva tanpa sedikitpun rasa curiga dan langsung meminum jus itu


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Rehan sembari duduk di samping Reva


"Tidak.. Aku hanya mengecek kembali informasi pengawal Nevan" Jawab Reva tanpa sadar membuatnya seketika menutup mulutnya


"Aih.. Sudahlah kamu bisa melihatnya" Ucap Reva pada akhirnya mengizinkannya


"Bagaimana denganku? Apa kamu juga memeriksanya?" Tanya Rehan karena tidak melihat namanya


"Apa harus?"


"Kamu sebegitu percayanya denganku?" Ucap Rehan balik bertanya


"Karena kamu memintanya, maka aku akan mengeceknya" Ujar Reva lalu mulai mencari semua informasi tentang Rehan


...


5 menit kemudian, layar laptop Reva kini mulai dipenuhi informasi terkait dari Rehan dari sejak ia kecil. Reva yang membacanya dari awal, perlahan mengerutkan keningnya saat ia mulai membaca informasi tentang Rehan saat berusaha 11 tahun.


"Ada apa? Apa ada yang salah dengan informasiku?" Tanya Rehan ikut membacanya


"I-itu kamu?" Tanya Reva sontak berdiri karena kaget tidak menyangka


"Hhmm.. Itu memang aku.. " Jawab Rehan dengan santainya "Semua informasi ini, aku sendiri yang mengisinya khusus untukmu" Sambung Rehan


"Kenapa? Kenapa kamu melakukan ini?" Tanya Reva tidak mengerti


Rehan terkekeh "Karena dosa orang tua, harus ditanggung oleh anaknya" Jawab Rehan dengan sorot mata penuh kebencian


"Ukhhh.. " Reva yang tadi sudah meminum jus itu, perlahan mulai merasa pening hingga membuatnya hampir terjatuh di lantai jika bukan Rehan yang menahannya


"Tidak perlu khawatir. Kamu bisa tidur dengan tenang, karena saat ini Nevan pasti sudah menerima hadiah dariku" Ucap Rehan mengeluas wajah Reva yang kini mulai kehilangan kesadarannya


Bersamaan dengan itu, pintu kamar lalu terbuka memperlihatkan seorang pria dengan setelan hitam. Pria yang sama yang dulu sempat menemui Rehan saat berada di rumah sakit di kota S.

__ADS_1


"Bereskan semua orang di rumah ini. Tidak perlu membunuhnya" Ucap Rehan sembari mengangkat tubuh Reva


"Baik tuan" Jawab pria itu sedikit menunduk


__ADS_2