
Sejak tiba di meja makan tadi, Reva sama sekali tidak bisa fokus mengunyah makanannya karena suasana canggung di meja itu. Khususnya ayah Nevan dan ibunya yang sejak tadi memalingkan wajah satu sama lain karena pembahasan tadi siang.
Geral yang mulai geram, meletakkan sendoknya di kedua sisi lalu menyandarkan tubuhnya sembari menghela nafasnya melihat tingkah keduanya yang begitu kekanak-kanakan.
"Mengapa kalian begitu kekanak-kanakan seperti ini.. " Tegur Geral tak tahan lagi "Mereka berdua bahkan tidak mempermasalahkannya, jadi apa yang membuat kalian bersikap layaknya anak kecil seperti ini?" Tanya Geral kemudian sembari menatap keduanya bergantian
"Hmmpphh.. " Keduanya tidak menjawab dan hanya mendengus sembari memalingkan wajah
"Apa kalian tidak malu bertingkah seperti itu dihadapan anak kalian?"
"Aku selesai.. " Ucap Ibu Reva bangkit dari duduknya bahkan dengan makanan yang belum dihabiskannya
Sama seperti Anggi, Ayah Nevan juga ikut berdiri "Aku juga selesai" Ucap ayah Nevan ikut pergi meninggalkan meja makan
Geral dan Ibu Nevan yang menyaksikan keduanya, hanya menghela nafas pasrah melihat keduanya.
"Apa mereka akan baik-baik saja?" Tanya Reva khawatir
"Tidak apa-apa. Ini bukan pertama kalinya mereka seperti itu. Lagipula mereka sudah bukan anak kecil lagi.. " Ucap Geral tidak merasa khawatir karena ini bukan pertama kalinya ia menyaksikan keduanya berbeda pendapat
"Kalau begitu, Mama sama Paman, bisa memberitahu mereka jika aku dan Reva sepakat menunda pernikahan kami. Tapi sama seperti sebelumnya, Reva akan tetap tinggal di sisiku dan aku yang akan bertanggung jawab terhadapnya hingga pernikahan kami dilaksanakan"
"Kalian serius? " Tanya Ibu Nevan menatap keduanya
"Iya Ma. Aku akan fokus menyelesaikan kuliahku, lagipula dengan kecerdasan ku ini, aku yakin bisa lulus lebih cepat dari yang seharusnya" Ucap Reva percaya diri dengan kemampuannya karena meski ia sering alpha, ia tetap memegang predikat mahasiswa terpintar di angkatannya
"Sementara Nevan akan fokus menyelesaikan masalah pekerjaannya. Jadi setelah menikah nanti, kami tidak akan memiliki beban masalah lagi" Lanjut Reva kemudian
"Baiklah.. Mama akan membicarakannya dengan mereka nanti. Kalian tidak perlu mengkhawatirkan hal ini" Ujar Ibu Nevan mengusap kepala Reva penuh kasih
"Kalau begitu semuanya sudah beres. Hanya tersisa mereka berdua.." Ucap Geral merasa lega "Apa kamu memiliki anggur berkualitas di penyimpananmu?" Tanya Geral pada Nevan
__ADS_1
"Hmm.. Paman bisa mengambilnya.. "
"Kalau begitu aku tidak akan sungkan. Masalah mereka berdua biar aku yang mengurusnya" Ucap Geral yakin sebelum meninggalkan ketiganya
"Dasar.. " Gumam Ibu Nevan memijat pelipisnya karena sudah bisa menduga apa yang akan dilakukan ketiganya nanti
"Sebaiknya kalian kembali ke kamar. Jangan lupa mengungci pintu kamar kalian, jika tidak ingin diganggu oleh ketiga perusuh itu" Tutur Ibu Nevan mengingatkan sembari menghela nafasnya berulang kali
Nevan dan Reva yang tidak mengerti maksud ibunya, hanya mengangkat bahu tidak perduli, lalu naik ke kamar nya di lantai dua.
...
Apa yang dikatakan ibunya di meja makan tadi, ternyata benar-benar terjadi. Baik ayahnya dan juga Ibu Reva, kini keduanya benar-benar mabuk karena ulah dari Geral. Bukan hanya sekedar mabuk, keduanya benar-benaf melampiaskan kekesalan masing-masing.
Seisi rumah Nevan dibuat nya berantakan karena ulah keduanya yang tidak tanggung-tanggung. Geral yang menjadi penyebab utama nya hanya diam mengamati sembari menikmati anggur yang diambilnya tadi. Begitupun dengan Ibu Nevan yang juga hanya memperhatikan keduanya, tidak berniat melerai.
Sementara Nevan dan Reva yang berada di kamar kini bersiap untuk tidur. Karena besok, keduanya akan mulai fokus pada aktivitas masing-masing.
...***...
Anggi yang mengusulkan hal tersebut, saat ini berada di kota S bersama dengan Geral yang tetap setia mengikutinya. Ia belum merasa puas menyiksa Bela sebelumnya. Karena itulah, ia memutuskan untuk kembali ke kota tersebut.
Sementara itu, Rehan yang juga fokus pada pemulihannya selama 3 minggu ini, kini perlahan pulih. Ia sudah bisa berjalan hingga berlari. Namun ia tetap masih melakukan perawatan lebih lanjut karena ia belum diperkenankan untuk melakukan pekerjaan fisik seperti sebelumnya.
Hanya dalam 3 minggu ini, terdapat banyak perubahan di rumah Nevan. Semuanya sibuk dengan urusan masing-masing. Tak terkecuali Rangga yang juga disibukkan oleh Intan yang masih tetap diam bahkan setelah Rangga mengungkap semua hasil pencariannya tentang Intan.
Jika bukan karena anak yang dikandungnya, Rangga mungkin benar-benar akan membunuh Intan karena berani mempermainkan nya. Tapi semua itu berusaha ia tahan karena Intan yang tak kunjung mengatakan alasan yang sebenarnya.
...***...
Setelah seharian berdiam di perpustakaan membaca begitu banyak materi, Reva akhirnya pulang ke rumah setelah jam 5 sore dengan ditemani oleh David.
__ADS_1
Reva naik ke kamarnya di lantai atas, dengan raut wajah lelahnya. Ia lalu melempae tasnya ke sembarang arah saat tiba di kamar, lalu merebahkan tubuhnya di kasur tanpa berniat mandi ataupun mengganti pakaiannya. Matanya bahkan langsung tertutup sesaat setelah ia berbaring.
Reva yang kini sudah tertidur pulas, sama sekali tidak menyadari jika Nevan sudah tiba di kamar tersebut beberapa saat sebelum dirinya.
Nevan yang baru selesai mandi, keluar dari kamar mandi dengan tubuh basahnya yang basah. Tangan kanannya ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya dengan menggunakan handuk kecil sembari menghampiri Reva di kasur.
"Revaa.. " Panggil Nevan memegang wajah Reva mencoba membangunkannya
Karena tidak ada respon dari Reva, Nevan akhirnya memutuskan untuk memakai pakaiannya terlebih dahulu. Lalu mencoba kembali untuk membangunkannya.
.....
Beberapa menit kemudian, Nevan telah selesai mengenakan piyama nya dengan rambut yang masih sedikit basah namun ia biarkan karena terlalu malas mengeringkan nya.
Nevan kembali menatap ke arah Reva yang terlihat begitu lelah, terutama dari mata pandannya karena terlalu sering begadang akhir-akhir ini. Karena itulah, ia turun ke dapur berniat membuat segelas Jus untuk Reva.
.....
Setelah membuat Jus, Nevan kembali ke kamarnya. Ia meletakkan jus nya di atas meja sembari menatap ke arah jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 6.
"Reva.. Ayo bangun.. " Panggil Nevan mengelus pelan wajah Reva
"Hmmgghh... " Reva hanya berguman lalu merubah posisinya
"Kamu masih harus mandi, setelah itu makan malam. Aku yakin kamu belum makan apa-apa tadi siang" Ucap Nevan masih berusaha membangunkan Reva
Nevan kini berbaring di samping Reva dengan posisi saling berhadapan satu sama lain. Ia lalu menelungsupkan kepalanya di dada Reva, membuat pakaian Reva basah dibuat nya.
"Nevaannn.. " Tegur Reva mulai merasa risih
"Bangunlah hmmm... Kamu masih harus mandi.. " Pinta Nevan kemudian
__ADS_1
"Aku capek Nevan, aku begitu malas menggerakkan tubuhku"
"Kalau begitu, biar aku yang membantumu" Ucap Nevan lalu mengangkat tubuh Reva dan masuk ke dalam kamar mandi mengabaikan Reva yang kini memberontak