
BRRRUUKKK...
Mobil yang dikendarai Nevan dengan cepat berbelok menabrak pembatas jalanan saat sebuah truk besar tiba-tiba muncul dihadapannya dan menabrak mobilnya.
Mobil Nevan terlempar agak jauh mengingat ukurannya yang kecil ketimbang truk itu yang hanya mengalami sedikit lecet sementara mobil Nevan kini hancur.
Arya dan yang lainnya, yang berada di belakang mobil Nevan sontak menghentikan mobil mereka secara mendadak karena kejadian tidak terduga itu. Mereka dengan cepat berlari menghampiri mobil Nevan yang kini dipenuhi asap.
"Nevan..! Nevan..! Uhuukk..uhukkk.." Panggil Arya berusaha membuka pintu mobil Nevan
"Rusak pintunya.. " Perintah Bagas pada pengawal lainnya
Mereka dengan cepat merusak pintu mobil Nevan, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Nevan.. ! Bangun Nevan..! " Ucap Arya berusaha membantu Nevan keluar dari mobil saat pintu mobilnya berhasil dibuka
"Bawa dia ke rumah sakit. Masalah Reva, aku yang akan mengurusnya " Ucap Bagas yang langsung di angguki oleh Arya
"Sisanya bereskan tempat ini. Cari tahu masalah ini lebih jelas. Aku yakin hal ini pasti berkaitan dengan Rehan" Sambung Bagas memberi perintah pada beberapa pengawal
...***...
Sementara Bagas mencari tahu jejak Rehan, Arya kini berada di rumah sakit menunggu kabar dari dokter yang kini berada di ruang operasi.
"Jika saja aku lebih hati-hati.. " Ucap Arya meninju lantai dengan tangan mengepal kuat
Arya duduk tersungkur di lantai. Pikirannya benar-benar kacau. Reva yang menghilang tiba-tiba dan terungkapnya Rehan yang merupakan musuh dalam selimut. Dan sekarang Nevan terbaring tidak berdaya di ruang operasi. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi hatinya benar-benar risau.
...
Ditengah keterpurukan Arya, dari ujung lorong orang tua Nevan bersama dengan kedua adiknya, Kevin dan Regan yang baru saja datang segera menghampiri Arya untuk menanyakan kondisi Nevan.
"Arya.. ! Bagaimana keadaannya?" Tanya Ibu Nevan cemas
"Nevan masih menjalani operasi di dalam.. " Ucap Arya tak kuasa menatap wajah orang tua Nevan
"Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa ia tiba-tiba kecelakaan?" Tanya Ayah Nevan
Sebelumnya, Arya hanya menyebutkan jika Nevan mengalami kecelakaan. Masalah menghilangnya Reva dan Rehan sama sekali belum diberutahukan pada keduanya.
"Ini semua terjadi karena Rehan" Jawab Arya geram
__ADS_1
"Rehan?"
"Aku tidak tahu alasan jelasnya, tapi dia adalah dalang dari semua ini. Dan Reva ada ditangannya saat ini" Jawab Arya semakin kesal
"Apa ini karena aku?" Tanya Regan merasa bersalah karena jika bukan karena penculikan nya, Regan mungkin tidak memiliki kesempatan untuk menculik Reva
"Tidak. Bahkan jika kamu tidak culik, semua ini akan tetap terjadi. Jadi tidak perlu merasa bersalah. Dan lagi, aku pasti akan berusaha mencarinya"
"Aku akan menghubungi Anggi" Ucap Ayah Nevan segera menghubungi Anggi dan Geral
"Bagaimana bisa aku melupakannya, Ibu Reva pasti bisa melacak Rehan" Ucap Arya kembali mendapat sedikit harapan
Ayah Nevan lalu mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi Anggi dan Geral, agar pulang ke kota x secepatnya.
"Bagaimana?" Tanya Ibu Nevan setelah suaminya selesai menelpon
"Aku sendiri yang akan menjemput mereka" Jawab Ayah Nevan
"Tunggu. Sebaiknya aku yang pergi, Nevan masih membutuhkan kalian disini. Jadi biar aku saja yang menjemputnya" Cegat Arya
"Baiklah. Kamu bisa menunggu di atap gedung ini, bawahan ku akan datang menjemputmu" Ucap Ayah Nevan kemudian
Tanpa berlama-lama lagi, Arya langsung bergegas naik ke atap menunggu jemputan dari helikopter agar bisa tiba dengan cepat di kota S.
...***...
Di sisi lain, Rangga yang masih berada di apartemen Intan secara perlahan mulai melonggarkan ikatan pada tangannya.
Intan yang sejak tadi duduk di hadapan Rangga, mendongak ke arah jam di dinding yang kini menunjukkan pukul 1 tengah malam.
Intan menatap Rangga dengan helaan nafas "Biarkan aku membantumu" Ucap Intan lalu membantu melepas ikatan Rangga
"Apa lagi yang ingin kamu lakukan?" Tanya Rangga menatap Intan kesal
"Aku hanya membantumu. Tugasku hanya menahanmu disini dan aku yakin dia sudah menyelesaikan rencananya jadi tidak ada bedanya jika aku melepaskanmu sekarang" Ujar Intan menjelaskan
Namun sesaat setelah Rangga terlepas dari semua ikatannya, ia langsung meraih tubuh Intan dan mencengkeram lehernya.
"Ughhhh... " Selain meringis kesakitan, Intan sama sekali tidak meminta untuk dilepaskan seolah pasrah akan semua yang terjadi
"Sebaiknya kamu berdoa untuk keselamatanmu karena jika terjadi sesuatu pada tuan dan nona, aku pasti akan memburumu" Ucap Rangga dengan bengis nya lalu menghempaskan tubuh Intan ke samping
__ADS_1
"Uhuukk.. Uhuukk.. " Air mata Intan kini jatuh mengalir di pipinya, ia benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini
Rangga yang melihatnya hanya menatap Intan jijik penuh amarah. Apapun alasan dia melakukannya, ia tetap tidak bisa lepas dari hal ini.
....
"Huh.. Dasar wanita s*alan, aku pasti akan membunuhmu jika sampai terjadi sesuatu" Ucap Rangga menggerutu marah sembari mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tertinggi yang ia bisa
Selain itu, ia juga mencoba menghubungi yang lainnya. Mulai dari Nevan, Reva, dan Arya. Namun dari ketiganya, tak ada satupun yang mengangkat panggilannya. Dan pilihannya yang terakhir saat ini adalah Bagas.
"Bagas.. Ini aku Rangga.. " Ucap Rangga sesaat setelah panggilannya terhubung
"Dari mana saja kamu?" Tanya Bagas kemudian dengan nada yang masih kesal meski bukan Rangga penyebabnya
"Aku dijebak oleh wanita sialan itu. Apa yang terjadi? Mengapa aku tidak bisa menghubungi tuan dan nona?"
"Aku akan menjelaskannya nanti. Datanglah secepat yang kamu bisa" Ucap Bagas untuk terakhir kalinya sebelum mematikan panggilan teleponnya
"Ukhh... " Rangga kembali mempercepat laju mobilnya, perasaannya saat ini benar-benar kacau seolah telah terjadi sesuatu yang buruk kali ini
...***...
Di rumah sakit, setelah menunggu selama beberapa jam lamanya, operasi Nevan akhirnya selesai. Seorang dokter yang bertanggung jawab untuk operasi ini, keluar dan mendatangi orang tua Nevan yang tampak cemas tak sabar mendengar kondisi anak mereka.
"Bagaimana keadaan anak saya Dok?" Tanya Ibu Nevan
"Pasien saat ini masih belum sadarkan diri" Jawab dokter itu menghela nafas
"Apa ini akan baik-baik saja dok?"
"Maaf. Tapi sebelum pasien sadar kembali. Saya masih belum bisa memastikan keadaan pastinya. Bahkan meskipun operasi barusan berjalan dengan lancar, kami masih harus menunggu hingga pasien benar-benar sadar kembali"
"Kalau begitu saya pamit pergi. Kalian bisa mengunjunginya kembali besok" Ucap Dokter itu sebelum pergi meninggalkan keduanya
....
"Bagaimana ini bisa terjadi pada mereka berdua hiks.. " Ibu Nevan menangis meratapi nasib Nevan dan Reva saat ini
"Mereka bahkan belum sempat menikah dan sekarang mereka harus mengalami hal seperti ini.. " Sambungnya kemudian
"Sudahlah. Tidak ada gunanya terpuruk dalam kesedihan. Kita masih belum tahu dimana Reva saat ini" Ucap Ayah Nevan menenangkan istrinya
__ADS_1
"Sebaiknya kita pulang. Akan lebih baik jika kita berhasil menemukan Reva sebelum Nevan sadar kembali" Sambung Ayah Nevan
"Baiklah.. Ayo pulang " Balas Ibu Nevan berhenti menangis dan berusaha bersikap tegar dan kuat dalam kondisi saat ini