Belenggu Cinta, Mafia Kejam

Belenggu Cinta, Mafia Kejam
Alasan Reva


__ADS_3

Arya dan Bagas kini tiba di kediaman keluarga Caleis setelah mendapat kabar akan keadaan Reva dari Rangga.


"Dimana dia? Biarkan aku menemuinya" Pinta Arya benar-benar merasa khawatir


"Dia masih tertidur, aku menyuruh Dr. Dani untuk memberinya obat penenang" Jawab Nevan kemudian


"Sebenarnya apa yang terjadi? Dia tiba-tiba menjadi begitu histeris saat melihat foto dari Paman?" Tanya Nevan yang sejak tadi merasa khawatir, sembari memperlihatkan foto pamannya


"Aku tidak mengenalnya. Tapi mungkin aku bisa menebaknya. Orang yang membuat Reva bisa menjadi begitu histeris hanya dia, Laki-laki yang menjadi penyebab hancurnya keluarganya" Jawab Bagas menebak


"Maksud kalian, Gerald ada hubungannya dengan keluarga Reva?" Sela ayah Nevan


"Aku masih belum tahu dengan jelas, hanya saja satu-satunya yang bisa aku pikirkan hanya itu" Jawab Bagas


"Tapi dia berada Inggris selama ini, bagaimana bisa?" Tanya Ayah Nevan mencoba tidak mempercayainya


"Inggris? Bukankah itu sudah pasti menjawab semuanya. Karena dia juga berasal dari Inggris. Bahkan Ibu Reva juga berada di Inggris" Ujar Arya


"Jadi dugaanku benar.. " Lirih Nevan tidak menyangka jika semuanya persis dengan apa yang dipikirkannya sejak tadi


"Mungkin dia belum pernah mengungkitnya, tapi setelah kepergian ibunya, Reva sempat mengejarnya dan berakhir mengalami kecelakaan. Jika hanya sekedar kecelakaan, Reva mungkin tidak akan begitu marah, tapi malam itu, dia kehilangan Neneknya. Satu-satunya orang yang bisa ia jadikan sandaran di keluarga itu, meninggal saat berniat menolongnya"


Kedua orang tua Nevan tertegun kaget mendengar penuturan dari Arya. Gerald memang pernah datang ke negara ini beberapa tahun yang lalu. Namun keduanya tidak pernah menyangka jika kedatangannya tahun itu, justru menjadi penyebab hancurnya keluarga Reva.


Keduanya menatap wajah anaknya lirih. Bahkan jika Reva tidak berpikiran sempit, hubungannya dengan Nevan sudah pasti akan mengalami dampak dari masalah ini.


"N-nevan.. " Panggil Ibu Nevan berniat menenangkannya


"Tidak apa-apa Ma. Semuanya akan jelas saat Paman datang.. Apa pun masalahnya, aku sendiri yang akan menanggungnya.. " Ucap Nevan sebelum melekang pergi meninggalkan mereka dan naik ke lantai atas tepatnya di kamar Reva


....


Nevan berbaring di samping Reva, mengusap dan memperbaiki rambut di wajahnya.

__ADS_1


"Jika seandainya semua itu benar. Apa kamu akan meninggalkanku?" Gumam Nevan lirih dengan air mata yang tiba-tiba saja mengalir tanpa ia sadari


Hanya membayangkan akan berpisah dengan gadis yang dicintainya sudah membuat dadanya terasa sakit dan sesak. Entah apa yang akan dilakukannya jika Reva benar-benar meninggalkannya karena masalah ini.


Nevan lalu memeluk tubuh Reva erat enggan untuk melepasnya "Aku tidak akan melepaskanmu, tidak akan pernah" Gumam Nevan lirih mempererat pelukannya


"Aku tidak akan meninggalkanmu"


Nevan yang tengah memeluk tubuh Reva erat, segera melepasnya saat mendengar suara Reva


"Kamu sudah sadar?" Tanya Nevan yang hanya diangguki oleh Reva karena sejak sebelum Nevan datang, Reva sudah sadar namun kembali berpura-pura tertidur saat Nevan masuk ke dalam kamar


"Maaf.. Maafkan aku Reva.. Aku mohon jangan pergi.. " Punya Nevan kembali memeluk Reva


"Aku tidak akan pergi.. " Balas Reva


"Aku tidak percaya, bagaimana pun Pamanku.. "


"Iya. Paman mu memang adalah orang yang selama ini aku cari. Dia selingkuh dengan ibuku dan pergi meninggalkanku. Aku tidak akan pernah bisa melupakan atau bahkan memaafkan mereka" Tutur Reva memperjelas semuanya


Rahang Reva seketika mengeras saat membayangkan akan bertemu dengan paman Nevan.


"Apapun penjelasannya nanti, aku pasti akan membuatnya berlutut mengakui kesalahannya di depanmu langsung.. " Tutur Nevan sudah tidak memperdulikan hubungan darah setelah mendengar semua yang terjadi


"Sebenarnya kamu tidak perlu berbuat seperti itu. Bagaimana pun ini bukanlah kesalahan paman mu sepenuhnya, jika harus menyalahkan, ini semua adalah kesalahan dari ibuku yang begitu tega dan juga ayahku yang begitu bodoh jatuh ke perangkap ibu tiriku"


"Hanya saja.. Jika malam itu dia tidak muncul mungkin nenekku masih hidup sampai saat ini dan aku tidak akan menjadi target dari ibu tiriku"


Nevan hanya diam mendengar cerita Reva. Namun semakin ia mendengarnya semakin dadanya terasa sesak dan penuh amarah membayangkan akubat dari perbuatan pamannya.


"Selain Arya dan Bagas, aku belum pernah menceritakan masalah ini pada siapapun. Bahkan ayahku sendiri tidak mengetahuinya, alasan terbesar aku memutuskan untuk kabur dari rumah itu karena Ibu tiriku mengincar sesuatu dalam diriku"


"Apa maksud kamu?" Tanya Nevan mengerutkan keningnya serius

__ADS_1


"Dia memintaku untuk mendonorkan hatiku pada anaknya" Ucap Reva geram


Tepat setelah ia mendengar hal itu, Nevan dengan cepat memeluk Reva kembali "Tidak.. Selama kamu di sisiku, aku tidak akan membiarkan mereka mengambilnya"


"Perasaan ini.. " Kehangatan yang sudah bertahun-tahun lamanya tidak pernah ia rasakan dari orang tuanya kini ia dapat kembali dari Nevan, sosok tidak terduga dalam hidupnya


Bahkan setelah mengetahui hubungan antara Nevan dan orang yang dibencinya, Reva tetap bersedia untuk berada di samping Nevan karena bagaimana pun ia tidak akan pernah bisa lepas dari perasaan yang sudah mengikatnya ini.


Melepas seseorang yang ia cintai hanya karena dendam masa lalu adalah keputusan paling tidak masuk akal bagi dirinya. Ketimbang membuat dirinya terjerat kembali akan dendam itu, Reva mungkin akan dengan rela melepas dendam itu demi bisa bersama dengan Nevan.


...***...


Setelah pembicaraannya tadi dengan Nevan, Reva akhirnya menceritakan semua tentang dirinya dan keluarganya pada keluarga Nevan.


Revalina Ainsley Nelson. Putri tunggal dari keluarga Nelson. Salah satu keluarga yang terkenal akan bisnis properti miliknya di negara ini. Dalam lingkungan para pebisnis, mereka memiliki pengaruh yang tak kalah besarnya dari Keluarga Caleis.


"Tunggu.. Kamu dari keluarga Nelson?" Tanya Ayah Nevan menyela yang hanya diangguki oleh ayah Nevan


Ayah Nevan menghela nafasnya panjang "Kalau begitu, Ibu kamu bernama, Anggita Triska Nelson?" Tanya Ayah Nevan


"Iya. Itu nama ibuku, bagaimana bisa?"


Ayah Nevan lagi-lagi menghela nafasnya "Sepertinya ada salah paham disini.. " Tutur Ayah Nevan


"Maksud Papa?" Tanya Nevan bingung


"Papa tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi jika dia memang Anggi dari keluarga Nelson maka itu berarti Papa mengenalnya. Dia memang cukup dekat dengan Paman mu saat itu"


"Tapi Papa cukup yakin jika ada kesalahpahaman disini, karena itulah Papa berharap jika kalian menemuinya besok, dengarkan penjelasan darinya terlebih dahulu" Sambung Ayah Nevan memberikan saran


"Iya Om.. " Jawab Reva "Aku memang harus melakukan itu jika ingin tetap bersama dengan Nevan" Batin Reva mengeratkan genggamannya pada tangan Nevan yang sejak tadi menggenggamnya, berusaha menenangkan dirinya


Meski ia tidak bisa memaafkannya, ia tetap tidak akan mengorbankan hubungannya dengan Nevan begitu saja.

__ADS_1


"Kalau begitu kalian bisa istirahat sekarang, Papa masih memiliki beberapa urusan" Ucap Ayah Nevan sebelum meninggalkan mereka


__ADS_2