
Sejak kepergian Nevan siang tadi, Reva sama sekali tidak bisa fokus membaca buku-bukunya karena terlalu memikirkan Nevan.
Terutama setelah ia mencoba melacak keberadaannya dan mendapati nya tengah berada di restoran setelah sebelumnya berada di mall.
Hal ini membuat Reva semakin geram, karena semua tindakan Nevan ini seolah tengah berbelanja dengan seseorang dan diakhiri dengan makan malam bersama dengan seseorang di restoran.
Ddrrtt... Ddrrtt...
Reva yang tengah memperhatikan titik koordinat dari Nevan di laptop berbalik meraih ponselnya di atas meja yang kini bergetar karena panggilan dari seseorang.
Nama Kevin muncul di layar ponselnya membuat Reva mengerutkan keningnya bingung. Namun ia tetap mengangkat panggilan itu, yang saat ini bisa mengisi kekosongannya.
"Halo.. " Sahut Reva meletakkan benda pipih itu di telinganya "Ada apa? Mengapa menghubungiku tiba-tiba?" Tanya Reva kemudian
"Video call? Baiklah.. " Balas Reva dengan raut wajah yang berubah saat mendengar suara Feli dari seberang
Reva lalu mengubah panggilan tersebut dan menyetujui panggilan video dari Feli yang ternyata tengah berada di sebuah kafe bersama dengan Kevin.
"Apa yang kamu lakukan? Bagaimana dengan kekasihmu?" Tanya Feli kemudian saat keduanya terhubung
Reva menghela nafasnya panjang "Dia keluar sejak siang tadi dan belum kembali sampai saat ini.. " Ucap Reva geram sembari menatap ke layar laptopnya memperlihatkan Beban yang masih berada di restoran
"Oh.. Bukankah seharusnya kamu ikut dengannya?"
"Lupakan tentangnya. Bagaimana denganmu? Sejak kapan kalian berdua begitu akrab hingga keluar bersama seperti ini?" Tanya Reva mengalihkan pembicaraan
"Siapa bilang kami hanya berdua, kami bertiga. Lihatlah.. " Jawab Kevin memutar kamera ponselnya ke arah sampingnya memperlihatkan sosok yang sudah tidak asing lagi bagi Reva
"Gavin? Bagaimana bisa kalian berkumpul bersama? " Ucap Reva tidak menyangka akan melihatnya lagi
"Hehe.. Tadinya aku keluar dengan Feli dan tidak sengaja bertemu dengan Kevin. Karena itulah kami berkumpul bersama.. " Jawab Kevin tersipu malu
"Dengan Feli? Kalian pacaran?" Tanya Reva kemudian
"Tidak.. Tidak.. Feli hanya sepupu aku" Jawab Gavin dengan cepat meluruskannya
Feli yang berada di samping Gavin kini menatapnya lekat penuh curiga. Pasalnya Kakak sepupunya saat ini benar-benar tersipu malu saat berbicara dengan sahabatnya.
"Jadi karena Reva dia bersikap baik padaku akhir-akhir ini.. " Batin Reva masih memperhatikan Gavin yang semakin salah tingkah
"Dia sudah memiliki seorang pacar" Bisik Feli pada Gavin agar tidak terlalu berharap
__ADS_1
"Aku tahu.. Aku hanya ingin berteman dengannya, tidak ada yang salah dengan hal itu.. " Balas Gavin ikut berbisik
"Jangan bilang aku tidak mengingatkanmu.. " Ucap Feli mengingatkan
...
"Kapan kalian kembali? Regan berulang kali menanyakan tentangmu" Tanya Kevin kemudian mengungkit akan adiknya
"Mungkin lusa?" Jawab Reva kurang yakin "Atau bisa saja besok.. " Ucap Reva masih kesal dengan Nevan
"Katakan padanya untuk menungguku, aku pasti akan membawakannya oleh-oleh" Ucap Reva kemudian
"Bagaimana denganku? Aku sudah membantumu mengumpulkan materi kuliahan, kamu tidak mungkin melupakanku bukan?" Sela Feli
"Hmm... Aku pasti akan menyiapkan hadiah istimewa untukmu"
"Baiklah. Kabari aku jika kamu pulang, aku pasti akan menjemputmu" Ucap Feli sebelum mengakhiri panggilan video itu
Reva mematikan ponselnnya dan meletakkannya kembali di atas meja. Lalu menatap layar laptopnya yang tak kunjung bergerak.
"Sepertinya dia akan pulang tengah malam.. " Ucap Reva menatap jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malam
***
Di sisi lain, Nevan yang sejak siang tadi membuat Reva berfikiran negatif saat ini masih berada di restoran dengan seorang pria dengan setelan formal dan name tag yang bertuliskan manager di pakaiannya
Keduanya sejak tadi sibuk berbincang membicarakan beberapa hal yang menjadi rencana Nevan besok malam.
"Lakukan seperti yang aku katakan barusan dan ingat untuk tidak membuatnya terlalu mewah dan berlebihan" Ucap Nevan mengingatkan manager restoran itu agar berhati-hati
"Baik Tuan. Aku jamin besok akan selesai semuanya dan sesuai dengan pesanan tuan" Balas pria itu tersenyum hangat dan ramah yang merupakan kewajiban dari seorang manager restoran saat bertemu dengan tamu pentingnya
"Aku akan datang memeriksanya besok" Ujar Nevan lalu bangkit berdiri
"Baik Tuan" Balas Manager itu dengan sedikit membungkuk memberi hormat
Nevan lalu meninggalkan restoran itu dan bergegas pulang setelah memperhatikan sekitar yang sudah semakin gelap.
"Reva pasti sudah menunggu ku sejak tadi.. " Gumam Nevan menginjak gas, mempercepat laju mobilnya
Jalanan yang tampak sepi dengan hanya sedikit pendengaran membuat Nevan bisa dengan leluasa mengendarai mobilnya dalam kecepatan yang tinggi membuatnya hanya membutuhkan waktu tak sampai setengah jam untuk tiba di rumah.
__ADS_1
Nevan memarkir mobilnya di parkiran, lalu bergegas masuk ke dalam rumah menemui Reva.
"Reva.. " Panggilnya saat membuka pintu kamar tidurnya
"Ternyata sudah tidur" Gumamnya saat masuk ke dalam dan mendapati Reva yang kini sudah tertidur dengan pulasnya
"Dia pasti menunggu ku sejak tadi.." Ujar Nevan menghampirinya dan memperbaiki rambut yang menutupi wajahnya, lalu mengecup keningnya singkat.
Nevan memperbaiki dan menyusun kembali buku-buku yang berserakan di dekat kasur Reva. Sebelum akhirnya melepas jam tangannya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terasa lengket setelah seharian berada di luar.
.....
15 menit kemudian..
Nevan keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk, memperlihatkan tubuh kotak-kotaknya yang masih basah.
Ia lalu berjalan ke lemari, meraih sepasang piyama yang mirip dengan yang dikenakan Reva dan memakainya.
Tanpa menghiraukan rambutnya yang masih basah, Nevan berbaring di samping Reva membuat bantal yang digunakannya menjadi sedikit basah.
Reva yang tengah tertidur di dekatnya mau tidak mau tersadar satu terkena percikan air dari rambut Nevan.
"Hmmgghh.. " Gumam Reva perlahan membuka matanya yang terasa berat
"Sepertinya aku membangunkanmu.. " Ucap Nevan sadar akan apa yang dilakukannya
"Kapan kamu pulang? Rambutmu basah, mengapa tidak mengeringkan nya terlebih dahulu?" Tanya Reva bangun terduduk
"Aku terlalu malas melakukannya.. " Ucap Nevan ikut bangun
"Biar aku membantumu.. " Tukas Reva turun dari kasur dan berjalan ke meja rias mengambil hairdryer di laci meja
"Kamu tidak akan bertanya?" Tanya Nevan kemudian
"Apa kamu akan memberitahuku jika aku bertanya?" Tanya Reva balik
"Tidak.. " Jawab Nevan karena ia tidak mungkin membongkar rencananya
"Kalau begitu tidak perlu. Selama kamu tidak mengkhianatiku, aku tidak ikut campur urusanmu" Ucap Reva bersikap santai meski dalam hati merasa sangat kesal dan benar-benar penasaran
Namun karena gengsi, ia pada akhirnya memilih untuk berpura-pura tidak perduli dan membiarkannya berlalu begitu saja untuk saat ini.
__ADS_1